CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 8 KAMU KARYAWANKU


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, sekarang Daniel sudah menetap di kota J seiring kantor pusat grup arganta yang pindah ke kota ini.


Hari-hari Daniel masih sangat sibuk, begitu juga dengan Dodo. apalagi sekretaris pribadi Daniel tidak bisa ikut pindah ke kota J, jadi Daniel mempunyai sekretaris yang baru yang direkomendasikan oleh Rio.


Memang orangnya pintar dan cekatan tapi tetap aja harus menyesuaikan dengan kebiasaan Daniel.


Seperti hari ini, Daniel ingin membereskan semua kerjaan dikantor dulu. Tapi ternyata ada hal yang harus mereka tinjau dipabrik sesuai dengan laporan dari direktur disana kemarin mengenai perluasan gudang yang sangat urgent.


"kok kamu ngga atur jadwal saya ke pabrik" ucap Daniel agak kesal


"maaf pak, saya pikir..." ucap Nana gemetar


"ahhh sudah, Dodo atur ulang jadwal saya hari ini, kita harus ke pabrik bentar lagi" ucapnya sambil berjalan menuju ruangannya yang diikuti oleh Dodo.


"baik pak" ucap Dodo yang sudah paham karakter bosnya.


"Nana, lain kali kalau ada jadwal bos yang bentrok kamu harus konsultasikan dulu sama bos, mau utamakan yang mana, bukan tergantung siapa yang konfirmasi duluan. kalau bos susah diajak kompromi minimal kamu harus tanya saya" tutur Dodo sabar, walaupun kadang kesabaran Dodo ada batasnya juga.


"baik pak"


"sekarang mana jadwal pak Daniel hari ini" tanya Dodo sambil meminta gadget yang berisi jadwal pak Daniel


"ini pak"


"ini kamu rescedule ulang, bilang aja bos kita mendadak harus keluar kota. minta sesuai waktu mereka dalam Minggu ini"


"baik pak"


Lalu Dodo masuk keruangan pak Daniel dengan muka seriusnya.


"besok-besok tolong kamu training Nana lebih bagus, saya ngga mau hal-hal seperti ini terjadi lagi"


"baik pak, maafkan saya sedikit lalai"


"ItS ok, tapi lain kali gada toleransi"


"baik pak"


"coba kamu buat ini dulu secara rinci, ini tentang pabrik yang dikota T, karena mereka minta perluasan gudang, urgent"


"maksudnya pak"


"coba kamu tarik data pengeluaran produk dan hasil produksi sehingga harus nambah gudang"


"baik pak" lalu mengambil berkas yang dihadapan Daniel dan berlalu dari ruangan Daniel.


Tidak berapa lama Dodo sudah masuk dengan beberapa lembar kertas lalu diperlihatkan ke Daniel.


"ini pak, sepertinya memang butuh gudangnya" jawab Dodo

__ADS_1


"kalau begitu sekarang kita ke pabrik yang di kota T" perintah Daniel sambil menutup laptopnya


" baik pak"


Akhirnya mereka berangkat menuju pabrik dikota T. Kali ini mereka disambut para petinggi perusahaan karena sudah direncanakan.


Setelah puas melihat pabrik dan bagian gudang akhirnya Daniel dan petinggi pabrik mengadakan rapat. Dalam rapat ini Daniel dan Dodo sangat fokus ke topik rapat, sehingga keputusan cepat diperoleh.


Setelah dirasa urusan di pabrik sudah selesai akhirnya Daniel dan Dodo ingin pulang ke kota J sore ini juga. Begitu mereka keluar dari ruang rapat ternyata lagi ramai sekali didekat absensi karyawan hanya sekedar menempelkan jari mereka dimesin canggih itu.


"do, kita tunggu sebentar diruangan, sampai karyawan itu bubar semua"


"baik pak" ucap Dodo


"bagaimana kalau sambil menunggu kita diruangan saya aja pak, karena mereka absen itu bisa sekitar sepuluh menit baru longgar" ucap pak Agung kepala bagian gudang. Padahal bersamaan dengan itu Yasinta akan menempelkan jempolnya dimesin absen itu. Untung Daniel tidak melihatnya dan begitu juga Yasinta tidak memperhatikan Daniel dan asistennya disitu saking banyaknya karyawan yang absen.


"apa begini setiap hari"


"iya pak, karyawan kita kan hampir ribuan pak" ucap pak agung.


"do, mulai besok perintahkan pimpinan sini, buat mesin absen perbagian, jangan begitu numpuk semua"


"baik pak"


"kenapa ngga pernah ada yang ngomong ini dilaporan" tanya Daniel ke pak agung.


"karena kita pikir ini bukan masalah serius pak atau pun mengganggu kinerja perusahaan"


"baik pak, besok akan saya sampaikan kebapak pimpinan"


"pak, sepertinya sudah agak sepi, mari kita pulang" ajak Dodo


"ok," ucap Daniel sambil bangkit berdiri diikuti pak agung kepala bagian gudang.


Pak Agung mengantar pak Daniel sampai parkiran mobil mereka.


"Terimakasih pak, sudah berkenan hadir disini" ucap pak agung saat pak Daniel sudah masuk mobil dan membuka kaca mobilnya.


"sama-sama, jangan lupa pesan saya tadi" ucap pak Daniel sambil melambaikan tangannya dan mobil itupun melaju.


Sepanjang perjalanan Daniel sebenarnya sudah sangat cape.


"kita langsung pulang kerumah pak" tanya Dodo dengan maksud supaya sang sopir tahu mau kemana sekarang.


"iya kita pulang aja, saya cape" ucap Daniel, tapi bersamaan dengan itu mobil mereka terguncang karena jalanan disitu agak rusak dan berbatu-batu.


"hati-hati donk pak" ucap Daniel sama pak supir.


"iya, maaf tuan jalanya agak jelek ini" ucap sang supir.

__ADS_1


"do, sepertinya perbaikan jalan ini harus kamu masukkan dalam rencana pembangunan, karena ini acces menuju pabrik"


"baik pak"


Baru aja Daniel ingin memejamkan matanya kembali pak supir teriak.


"astaga"..teriak sang supir karena didepannya dua orang wanita yang berboncengan jatuh dari motornya. Sebenarnya bukan karena mobil pak Daniel mereka jatuh tapi karena persis didepannya mau ngga mau mereka harus berhenti.


"kenapa lagii" teriak Daniel


"itu pak didepan kita ada wanita jatuh, tapi gada hubungannya dengan mobil kita sih, kayaknya menghindari jalanan rusak, cuma kasihan" kali ini Dodo yang bicara karena dia tahu sopir itu sudah ketakutan.


"ya sudah, terus" tanya Daniel sambil melihat yang mereka tunjukkan.Bersamaan itu Yasinta yang tadi dibonceng sama Ida membuka helmnya.


deg


"Iyas" gumam daniel


"kenapa pak" tanya Dodo takut tuannya kesal


"ngga, ngga apa-apa" ucapnya agak gugup


'yasinta seorang anak Yusuf regata boleh naik motor kedaerah seperti ini, gila' batin Daniel kaget.


"sepertinya motornya mogok, boleh saya bantu bentar pak" tanya pak Ahmad takut bosnya ngga setuju.


"ya sudah" ucap Dodo karena melirik Daniel yang melotot melihat kejadian itu tanpa ada larangan untuk menolong.


"kenapa mba" tanya pak Ahmad sama Iyas.


"ehhh iya pak, tolongin dong motornya jadi mogok, tadi teman saya nih pake gaya-gayaan" ucap Yasinta tersenyum sama pak Ahmad. Dan semua interaksi itu tidak luput dari penglihatan Daniel.


'Senyummu selalu aja enak dan manis iyas' batin Daniel


Pak Ahmad pun mencoba starter motor itu, belum nyala, akhirnya pak Ahmad engkol dengan kaki.


Setelah menyala Yasinta kembali menggunakan helmya lalu membawa motornya, kali ini Ida yang dibonceng seperti biasa.


"terimakasih banyak ya pak" ucap Yasinta tulus


"sama-sama neng" ucap pak Ahmad lalu kembali ke mobil setelah mereka naik motornya dan berlalu.


"maaf pak, mereka ternyata karyawan pabrik kita juga" ucap pak Ahmad begitu masuk mobil.


Lagi-lagi Daniel terkesiap mendengar penuturan pak Ahmad.


'Yasinta kerja pabrik, dipabrik saya' gumam Daniel tersenyum tipis


'dunia memang sempit dan cepat berputarnya' batinya lagi.

__ADS_1


'ternyata sekarang kamu adalah karyawanku iyas' batin daniel


__ADS_2