
"cukup meta" teriak Bram yang sedari tadi sudah tidak tahan mendengar Yasinta dihina.
Daniel cukup kaget juga dengan kemunculan Bram, tapi dia kembali duduk. yang penting sekarang ada yang bela Yasinta.
"kalian sangat keterlaluan" ucap Bram sudah memegang erat tangan Yasinta yang sudah sesenggukan.
"apa salah Yasinta" teriak bram
"apa dulu waktu Yasinta kaya, dia pernah membeda-bedakan kalian kaya atau miskin. Lalu kalau musibah itu sedang menimpa Sinta kenapa kalian terus memojokanya, apa salahnya dia, emang kalau sekarang dia miskin kalian malu, dan kalau dia bekerja di kantor grup arganta apa yang salah? apa pernah Sinta merayu Daniel? pernah ngga pak Daniel"? tanya Bram berapi-api kearah Daniel.
Daniel terdiam menunduk, karena dalam hati pun dia yakin Sinta tidak pernah merayunya.
prok prok prok
Seorang laki-laki yang sangat Sinta kenal tiba-tiba ada diruangan itu, begitu juga Bram dia baru ingat laki-laki ini yang kemarin bersama meta di apartemen x.
Ini sama sekali tidak terpikir oleh Yasinta, pasti dia makin terpojok sekarang.
"hebat juga kamu Sinta, segitunya laki-laki ini membela kamu. apa dia tahu kamu siapa? seberapa banyak pria yang tidur denganmu, siapa ayah dari anak harammu" ucap Diandro melecehkan sampai Yasinta hampir sesak nafas.
Lalu Diandro beralih kehadapan Bram.
"hai bro, apa kamu sedang dirayu wanita ini atau sekarang kamu yang sedang jadi pasangannya?. aku salah satu korbannya bro. dulu dia menjebakku lewat ayahku, tapi syukurnya sebelum pernikahan terjadi kami keburu tahu kalau dia lagi hamil, ntah anak siapa. itulah yang membuat aku lolos dari dia karena ayahku langsung membatalkan acara perjodohan itu. ternyata dia hanya ingin supaya anaknya punya ayah"
Semua orang melongo mendengarnya, Yasinta makin menunduk. semua yang dibilang Diandro itu benar, dia memang pingsan dulu saat makan dengan keluarganya dan baru tahu kalau dia hamil.
'Ya Tuhan, tadi dari rumah aku memang sudah menyiapkan hatiku untuk sakit, tapi tidak sesakit ini' batin Sinta masih menangis
"Sinta Sinta wajahmu doank sok polos tapi tingkah dan prilakumu sangat menjijikkan." ucap meta makin berada diatas angin
__ADS_1
Daniel tidak kenal dengan diandro dia hanya tahu itu partnernya meta. Daniel yang melihat Yasinta makin terpojok pun ingin menolongnya, walaupun Yasinta benar seperti yang mereka sampaikan, Daniel tidak tega untuk mempermalukannya lagi . dia berdiri hendak menarik meta dan kalau ngikutin kata hatinya mungkin dia sudah memukul meta, tapi lagi-lagi dia berpikir ini acara dia, maka bagaimana nanti tanggapan orang banyak kalau dia memukul perempuan.
Bram melihat Daniel berdiri merasa bahwa Yasinta akan semakin dipermalukan. Bram yakin Daniel dan meta bekerja sama.Dengan sisa keberaniannya Bram kembali memeluk pundak Sinta.
"sudah sin, jangan menangis lagi, kita pergi dari sini, di sini bukan tempat kita, disini tempat orang-orang kaya yang sombong" ucap Bram menguatkan Sinta. Lalu dia beralih menatap meta sambil berbicara keras.
"dan kamu meta, ingat kamu itu perempuan, dan karma itu sangat nyata. yang kau tanam pasti kau tuai" ucap Bram
"lho kok jadi aku yang salah, jelas-jelas dia yang jadi cewek ga benar, janda ganjen" ucapnya lagi dengan mimik melecehkan.
"cukup meta cukup" teriak Bram dengan jari telunjuk dihadapan meta
"sepertinya dari tadi kamu semangat banget mengerjai Yasinta karena dia lagi susah, tapi dia tidak seburuk yang kalian ucapkan" ucap Bram berapi-api.
"Sinta memang janda dengan dua anak, apa yang salah.Dia menikah lalu pernikahannya gagal, siapa yang bisa melawan takdir." lalu Bram diam sejenak dan mendekat selangkah kearah meta.
" Sementara teman kita yang terhormat ini", mata Bram menatap tajam meta.
"gimana meta apa perlu aku umumin siapa pak Rado, perlu ngga, saya cukup tahu beliau" ucap Bram membuat meta langsung melotot lalu menunduk.
"dan dua hari yang lalu saya melihat meta sedang berpelukan dengan bapak ini di apartemen x, tapi itu bukan urusan saya makanya dari tadi saya diam aja, tapi melihat kamu mempermalukan Yasinta sedemikian, saya rasa perlu juga kamu untuk disadarkan. Jangan-jangan kalian sudah merencanakan ini semua." ucap Bram sambil menatap Daniel juga yang juga sedang ditatap oleh Rio dan asisten Dodo.
Mereka juga seolah menuduh Daniel ikut merencanakan ini, ini keterlaluan.
meta terdiam semua yang diucapkan oleh Bram tidak bisa dia bantah. Bram sangat benar adanya. tapi bagaimana dia tahu itu semua.
'kenapa Bram kenal dengan bapak-bapak tua itu' batin meta dengan nyali ciut
"jangan menangis lagi sin, kamu jauh lebih mulia kok dari wanita ular ini" ucap Bram lagi
__ADS_1
"ayo sin, kita pulang, disini bukan tempat kita, disini tempat orang kaya, orang miskin seperti kita tidak pantas ada disini" ucap Bram menggandeng Yasinta pergi dari panggung itu melewati sofa Daniel. Dan tepat disebelah Daniel yang menunduk Bram masih berkata dengan sangat lantang.
"Dan anda pak Daniel, saya nggak nyangka anda begitu sombong sekarang, sampai anda rela buang-buang uang banyak hanya untuk mempermalukan Yasinta. Anda pengecut," ucap Bram menatap Daniel tajam dan hendak berlalu tapi dia ingat satu hal lagi. Tapi Daniel diam aja, dia juga tidak ingin menjelaskan kalau ini bukan rencanannya.
"hei siapa kamu berani bicara begitu sama pacarku, apa hebatnya kamu" potong Cyntia ngga terima Daniel dibentak
"huhhh anda tidak kenal saya nona, karena saya bukan orang terkenal, saya juga tidak ada kehebatan. saya mungkin hanya sampah buat kalian, tapi aku selalu diajarkan untuk tidak berbuat semena-mena terhadap orang susah terutama seorang wanita"
"satu lagi pak Daniel yang terhormat, suatu saat anda akan menyesal, binatang sekalipun pasti akan melindungi anak-anaknya" ucap Bram masih memegang erat tangan Yasinta yang masih menangis. Yasinta benar-benar hancur hatinya juga raganya.
Dari dekat Daniel bisa lihat betapa hancurnya Sinta.
'apa yang telah aku lakukan, kenapa aku membuat Yasinta tersakiti sedemikian', kamu keterlaluan meta,tapi sekarang bukan itu, apa maksud ucapan Bram binatang pun melindungi anaknya' batin daniel
"apa maksud ucapanmu" ucap Daniel saat Yasinta dan Bram berjalan beberapa langkah.
Bram menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Daniel, Cyntia, Rio dan Dodo.
"pikir aja sendiri pake hati nurani mu jangan pake egomu" ucap Bram tegas.
"kamu..." ucap Daniel tergantung
"Sinta tunggu" ucap pak dodo menghadang langkah Bram dan Yasinta lagi.
"maaf pak Dodo, saya tahu Sinta rekan kerja bapak dan juga sekretaris Daniel, tapi setidaknya anda pakai sedikit sisi kemanusiaan anda untuk tidak menahan Yasinta lebih lama, anda tadi melihat pertunjukan spektakuler tadi kan, apa menurut anda Sinta masih nyaman untuk berada disini" ucap Bram serius menatap Dodo.
"maaf bro bukan begitu maksudku, baiklah besok kita bicara dikantor" ucap Dodo lalu membiarkan mereka pergi dari cafe itu sementara Dodo kembali ke meja Daniel.
Dodo bingung sekarang harus bagaimana, acara bosnya sudah hancur jadi ajang caci maki, dia tidak berani marahi meta sang sumber masalah karena dia adalah teman bosnya Daniel.
__ADS_1
Tapi dia juga ngga habis pikir tentang masalalu bosnya dengan Sinta.
'gila ternyata Sinta adalah mantan dari bosnya, dan apa tadi, Sinta meninggalkan Daniel demi cowok kaya, jangan-jsngan Yasinta adalah mantan istri bosnya' batin Dodo.