
Sementara Yasinta dan Bram baru sampai di rumah Yasinta. Terlihat Bu Imah dan pak Yusuf keluar melihat ada mobil berhenti dihalaman rumah itu.
"Sinta" gumam pak Yusuf
"neng Sinta" panggil bi Imah
"halo pi, bi" sapa Yasinta begitu turun dari mobil Bram, sementara Bram mengangguk hormat sama papinya Yasinta.
"papi sehatkan bi" tanya Yasinta sambil menyalami papinya dan memeluk bi Imah.
"sehat neng"
"oh ya Pi, kenalin ini Bram, teman kuliah Yasinta dulu. pernah sih sekali main ke rumah" ucap Yasinta
"hallo om" sapa Bram ramah
"halo, saya papinya Yasinta" ucapnya ramah
"ayo masuk dulu, tapi maklumlah ya keadaan kami hanya begini" ucap pak Yusuf
"iya ngga apa-apa om, ini masih bagus" jawab Bram sambil melangkah masuk mengikuti pak Yusuf dan Yasinta.
Masuk kedalam Bram melihat disana ada sepasang kursi plastik dan satu meja plastik senada, benar-benar hidup sederhana.
"duduk kak Bram, saya taruh ke kamar bentar ya" ucap Yasinta sambil menunjuk tas bawaan ya.
"sini bibi aja neng" ucap Bu Imah lalu mengambil tas yang dibawa Yasinta.
"terimakasih ya bi"
"sama-sama neng"
Akhirnya mereka bertiga duduk dikursi yang ada disana, karena kursinya hanya ada dua Yasinta akhirnya mengambil satu kursi yang ada dimeja pojok ruangan, kursi anaknya kalau belajar.
"tumben sin, hari gini kamu pulang, tidak ada masalah kan" tanya pak Yusuf, karena merasa aneh Yasinta pulang saat hari kerja diantar temannya laki-laki lagi.
"iya pi, sebenarnya Sinta perlu istirahat, kemarin Sinta pusing dan kata dokter harus istirahat makanya Sinta pulang karena ada surat dokter kok ke kantor"
"kamu habis sakit, jadi hari Sabtu kemarin kamu ngga pulang karena sakit? pantas aja hati papi tidak tenang",
Bram dan Yasinta saling pandang karena dihari itulah Yasinta sedang dipermalukan.
'Ternyata ikatan batin Yasinta dan papinya sangat kuat' batin bram
' Bagaimana perasaan papi ya, kalau papi tahu apa yang terjadi di acara ulang tahun Daniel, pasti papi sangat sedih' batin Yasinta.
"neng, temannya mau minum teh apa kopi" tanya Bu Imah yang baru keluar dari kamar.
"kalau ada kopi, kopi aja bi",
"iya den" ucap bi Imah
"jangan panggil begitu Bu, panggil Bram aja"
"oh iya deh mas Bram"
"terus nak Bram sekarang pasti sudah selesaikan kuliahnya"? pak Yusuf mulai basa basi untuk memulai percakapan.
"iya om, empat tahun lalu sudah selesai, terus saya sempat juga kerja di bank cuma ngga lama"
"lho kenapa, bukannya enak"
"itu om jam kerjanya ketat, maklumlah anak muda kadang susah bangunnya,,, hehehe" ucapnya sambil senyum
"terus sekarang kerja dimana"
"ngga kerja om, saya lagi coba usaha kecil-kecilan"
__ADS_1
"oh iya, kecil dulu nanti juga besar"
"Amin om"
"ini kopinya den, dan ini buat bapak" ucap Bu Imah membawa dua kopi dan satu gelas teh manis.
"kak Bram ini lagi usaha di bidang olahan plastik Pi, seperti kursi yang kita duduki ini maupun barang-barang plastik lainnya"
"ohhh, begitu"
"masih kecil-kecilan om"
"pemasaran ya kemana aja"
"hanya toko-toko kecil om"
"sabar, nanti pasti ketemu yang gede"
"iya om"
"oh iya, kamu sudah masuk kerumah sakit Ibu dan Anak yang di komplek E, itu saya kenal pemiliknya dulu, orangnya sangat baik namanya pak Bernad, coba kamu masukkan proposalmu. Lumayan Lo itu kalau kamu yang jadi suppliernya"
"oh iya om, nanti coba saya follow up ya om"
"hmmmm, kayaknya sih dia masih ingat saya karena orangnya sangat baik"
"iya om"
Setelah agak lama berbincang Bram ingin kembali ke kota J karena masih harus kembali ke kota J.
"ngga nunggu makan dulu, bi Imah sudah masak noh"
"ngga usah om, lain kali aja saya datang lagi" jawab Bram sopan.
"mama kakek" belum sempat Bram berdiri terdengar teriakan dari luar rumah.
"sudah ma"
"gimana sekolahnya"
"membosankan ma, gurunya terangin itu-itu terus"
"karena memang masih itu pelajarannya sayang"
"makanya bosan ma, ngga maju-maju" ucap mereka sok dewasa.
"oh iya kenalin ini om Bram, teman mama waktu sekolah"
"hallo om namaku Loan" ucap Loan sambil cium punggung tangan Bram
"hallo om namaku Leon" ucap Leon juga memperkenalkan diri
"hallo juga, om senang bertemu kalian, kalian sangat tampan dan pintar"
"ohhh iya, berati kasih hadiah donk" ucap Loan membuat mereka semua ketawa.
"yang kasih hadiah kalau pintar itu mama, bukan om Bram", jelas Yasinta
"ohhh begitu ma"
"iya, sekarang ganti baju dulu gih, baru duduk disini sama mama"
"ok ma" lalu kedua anak itu pergi ke kamar mengganti baju mereka.
"anakmu sangat lucu-lucu ya sin"
"tapi kadang ngeselin juga kak Bram, kalau kita ngga bisa ngikutin permintaan mereka hehehe"
__ADS_1
"yahh namanya juga bocah, yah begitulah"
"kalau begitu saya pamit dulu om, Sinta dan Bu makasih kopinya ya"
"anak-anak om Bram mau pulang nih" teriak Sinta membuat anaknya pada keluar dari kamar.
"om sudah mau pulang, kok cepat sih" tanya Loan.
"iya nak, om harus kerja lagi"
"ohhh tadi om bolos ya kerjanya"
"heheheehh" Lalu Bram memberikan kedua bocah lucu itu uang masing-masing satu lembar limapuluhan.
"asyik dapat uang, terimakasih om"
"sama-sama"
"uangnya buat apa Loan Leon"
"ditabung ma" jawab mereka barengan membuat hati Bram menghangat tapi miris juga sekaligus.
'Seandainya Daniel melihat kedua anaknya ini, sangat lucu dan ganteng. Tapi hidup mereka sangat susah, bahkan dikasih limapulu ribu aja sudah sangat senang banget. Padahal papi mereka bisa memberi bahkan Beratus kali lipat" batin Bram.
"bagus kalian rajin menabung, lain kali kalau om lagi ada waktu kita akan pergi jalan-jalan. ok"
"ok om" ucap keduannya barengan.
"sekali lagi terimakasih ya kak Bram, sudah mau repot-repot antarin saya pulang" ucap Sinta saat mengantar Bram sampai depan mobilnya
"sama-sama Sinta, aku ngga merasa repot kok" jawab Bram lalu masuk mobil.
"Hati-hati nak Bram"
"terimakasih om"
Dan brampun berlalu dari halaman rumah Yasinta.
"apa kamu berhubungan dengan nak Bram Sinta"
"maksud papi"?
"apa kamu sama nak Bram berhubungan lebih dari teman"
"ngga pap, dia itu cuma teman yang baik sama aku, selalu kasih aku support. dan aku berniat menjodohkan dia dengan Nana teman kerjaku"
"terus kenapa kemarin kamu sampai sakit, apa pekerjaanmu sangat melelahkan sampai kamu kecapean"
"huhhh"
'bagaimana ini, apa aku harus berterus terang sama papi ya, kalau bosku itu adalah Daniel arganta, sehingga bukan beratnya pekerjaan tapi beratnya berhadapan dengan daniel'
"Pi, sebenarnya pekerjaan saya tidak terlalu sulit, hanya saja..."
"hanya saja apa sin..." tanya pak Yusuf penasaran.
"ternyata bos saya itu Daniel Pi"
"maksudmu"? papinya kaget
"iya pi, sekarang kak Daniel itu sudah sukses, dan dia adalah CEO dari grup arganta. Dan dia sengaja menarik aku ke kantor pusat untuk balas dendam sama aku Pi"
"apa dia sudah tahu tentang Leon dan Loan"
Yasinta hanya mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya.
"maafin papi sin, gara-gara papi hidupmu selalu dalam kesulitan"
__ADS_1
Hai pembaca setiaku, jangan lupa like dan comment ya. terimakasih 🙏🤗