CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 112 BRAM VS META


__ADS_3

Hari-hari kehamilan Yasinta berjalan lancar, tidak ada hambatan yang berarti sampai trimester pertama.


Daniel dan semua orang dirumah makin sayang sama Yasinta. Pak Yusuf juga sering menginap dirumah Daniel kalau kelamaan main catur dengan pak Riadi.


Minggu ini kandungan Yasinta masuk trimester kedua. Tidak banyak perubahan Yasinta, makannya banyak, tidak mual dan tidak ada yang terlalu nyata.


"kak hari ini aku ikut ke kantor boleh ngga' tanya Yasinta dimeja makan.


Sebenarnya Daniel tidak keberatan Yasinta ikut ke kantor, hanya saja dia takut Yasinta nanti bosan.


'Tapi ngga apa-apalah, daripada dia dirumah terus' batin daniel


"pergilah nak, biar kamu ngga bosan. nanti kalau kamu bosan bilang aja sama om atau pak Yusuf, biar bisa kami jemput. kami ngga mau kamu pulang sama supir aja" ucap om Riadi karena melihat Daniel kelamaan berpikir.


"iya sudah ayo, benar kata om, kalau bosan ngomong ya"


"hmmmm iya kak"


"bi, tolong potongin buah buat nyonya ya, mau dibawa ke kantor" perintah Daniel saat Yasinta ganti baju.


Setelah berganti baju dan memoles wajahnya dengan bedak, Yasinta memoles bibirnya sedikit jreng, tapi tetap cantik. Apalagi dia sedang menggunakan dress hamil yang sangat cantik.


"sayang kamu cantik banget"


"masa sih, biasa aja, kak Daniel lagi gombal ya"


"bukan gombal sayang, tapi itu nyatanya" Daniel lalu mencium pucuk kepala Yasinta. Selama kehamilan ini bisa lebih sepuluh kali Daniel cium kepala Yasinta atau pipinya dalam sehari.


"ya sudah, ayo berangkat, ntar telat" ucap Yasinta lalu menggunakan sepatu teplek karena dia sudah tidak boleh pakai hight heels.


"bi, mana kotak bekal nyonya" tanya Daniel


"emang tadi kakak sudah bilang"


"sudah"


"ohhh"


"ini tuan" ucap BI Ida sambil menyerahkan paper bag.


"pagi pak, Bu Sinta" sapa Dodo baru turun dari mobil.


"pagi pak Dodo" sapa Yasinta


"ibu Sinta sudah mulai bekerja lagi"


"belum pak, belajar dulu" balas Yasinta santai


"ayo jalan, keburu telat do" sergah Daniel memutus pembicaraan ngga penting mereka.


"baik pak"


Daniel membuka pintu mobil untuk Yasinta sementara Dodo membukakan pintu untuk bosnya.


"silakan pak" ucap Dodo setelah Daniel menutup pintu sebelah Yasinta lalu mengitari belakang mobil.


Sepanjang perjalanan ke kantor Daniel dan sinta tidak banyak bicara, tapi tangan Daniel mengelus perut yasinta atau kadang mengusap-usap punggungnya, sampai tidak berasa mereka sudah sampai didepan kantor Daniel.


"selamat pagi pak, Bu" ucap Nana canggung memanggil Yasinta.


"pagi na"


Daniel langsung masuk keruangannya bersama Dodo, sedangkan Sinta masih ngobrol sama Nana.


"sin, nanya donk, kak Bram itu makanan kesukaannya apa sih"


"emang Napa, kamu mau kasih surprise ya" ledek Sinta


"ihhh kamu bikin malu aja, aku bingung mau kasih hadiah apa, besok kan ulang tahunnya" tutur Nana

__ADS_1


"oh iya, aku malah ngga tahu"


"menurutmu kasih apa ya yang cocok"


"kalau menurut aku sih, kak Bram itu orangnya sederhana, jadi kasih apa ya, ajak dinner aja kali ya"


"masa ngga ngado"


"kasih kemeja aja, dia suka kemeja motif kotak-kotak, soalnya aku lihat bajunya sering kotak-kotak."


"ohhh iya ya"


"ehhh kamu ingin merayakan kapan"?


"ya besoklah"


"hmmmm, gimana ya. kita makan siang bareng dulu donk, baru malamnya milikmu"


"ohhhh gitu, ya sudah" jawab Nana


"nanti aku bilang suamiku ya"


"oke"


Jadilah mereka merencanakan makan siang bareng sama Bram, Sinta menggoda Nana yang terlihat malu-malu.


"kak, ternyata besok ulang tahun kak Bram, boleh ngga kita ajak Nana makan siang sama kak Bram,"?pinta Yasinta begitu sampai ruangan Daniel.


"ohh begitu, boleh aja, cuma makan siang kan"?


"hmmm iya kak, nanti kita cari kado juga buat kak Bram"


"emank mau ngado apa"


"terserah kakak aja"


"gimana kalau Dodo aja yang siapin,"


"kasih aja jam tangan"


"iya cocok juga itu"


"ide siapa dulu donk, Daniel" ucapnya menepuk dada.


"hmmmmm, ngakunya" ucap Sinta lalu duduk disofa ruangan Daniel.


"kamu mau istirahat, di dalam aja"


"emank udah jadi kak kamarnya"


"udah, kemarin diburu Ama Dodo"


"ohhhhh, ngga aku mau makan dulu"


"ohhhh ini buahnya" ucap Daniel mengambil bekal buah Sinta dan membukannya.


"ayo sayang, anak-anak papa makan dulu, jangan sampai lapar"


"oke papa" jawab Sinta meniru suara anak kecil


"duduk manis disini, temanin papa kerja, jangan nakal" ucapnya mengusap perut Yasinta.


Yasinta hanya tersenyum sambil mengunyah buahnya.


"udah kerja gih, ntar kerjanya ngga kelar-kelar"


"oke sayang, papa kerja dulu"


Sambil bekerja sesekali Daniel melirik Yasinta yang sedang makan, lahap banget.

__ADS_1


Sekitar setengah jam Daniel melirik Yasinta yang sudah ngantuk-ngantuk, dan ngga berapa lama tertidur sambil nyender disofa.


Daniel pun memindahkan ke kamar supaya istrinya bisa tidur nyenyak.


**


Keesokan harinya Daniel dan Yasinta serta Nana sudah berangkat menuju restoran yang dipesan Dodo atas perintah Daniel. Daniel beralasan Sinta ingin makan siang sama Bram karena ngidam.


Kado jam tangan mewah sudah ditenteng oleh Daniel.


"Hai kak Bram, sudah lama"


"belum, baru beberapa menit"


"kok Nana ikut, katanya ibu hamil yang ngidam" Bram curiga


"lho emank ga boleh, kebetulan aja" jawab Sinta yang selalu berpegangan tangan sama Daniel.


"ya iya ibu hamil menang, sini Nana sebelah mas, biar ngga mereka doank yang bermesraan." nanapun duduk dengan malu-malu.


"oke, kita pesan dulu nih, kamu makan apa sayang" tanya Daniel sambil menyelipkan rambut Sinta ke belakang kupingnya.


"aku gurame asam manis yang besar, lengkap dengan lalapan kangkungnya"


"itu aja sayang"


"hmmmm nanti aku nebeng kakak separoh" ucapnya senyum manis. Daniel jadi gemes dan mengusap pucuk kepala Sinta.


"ya sudah, nanti kalau mau lagi bilang ya" ucap Daniel lembut.


"kak aku ke toilet bentar ya" ucap Sinta yang ingin pipis.


"ya udah tunggu bentar" ucap Daniel yang lagi fokus dengan pesanan mereka.


"apa sama saya aja pak, saya mau ke toilet juga" ucap Nana menawarkan diri.


"iya sama Nana aja ya, kakak pesan aja udah lapar nih" ucap Sinta.


"ya sudah, titip ya na, hati-hati" pesan Daniel.


"iya pak, ayo Bu"


Nana dan Sinta baru hilang dari tatapan mereka saat sesorang memanggil nama Daniel.


"hai dan, apa kabar" tanya meta sok akrab dengan pakaian yang sexy.


Daniel dan Bram sangat kaget dengan kehadiran meta. Bram juga ngga yakin kalau meta di undang untuk makan bareng, apalagi saat Bram menatap Daniel, Daniel mengangkat bahunya tanda ngga tahu.


"hehhhh masih punya muka Lo menyapa Daniel" ejek Bram


"lho kenapa ngga, aku sama Daniel itu punya misi yang sama, menghancurkan Yasinta karena benci Sinta yang sok suci , tapi punya dua anak ngga tahu bapaknya.hanya saja Daniel malas turun langsung jadi nyuruh orang. tapi kamu keknya dikubu lain sih..kamu kan bela dia mati-matian, sampe bilang mending janda anak dua daripada gue" ucap meta sok suci dengan percaya diri tinggi.


"hahaha hei meta yang cantik paripurna kata irang buta, jangan samakan dirimu dengan Yasinta, bagai langit cerah dan bumi gelap" ucap Bram ketawa ngakak.


"heh kamu belum tahu apa-apa"


"saya ngga tertarik tuh"


"kamu pasti belum tahu siapa Diandro cowok kemarin, itu cowoknya sinta dari smu lho, terus mereka sempat berjauhan karena Diandro pindah sekolah. Tapi dasar Sinta ngga bisa lihat cowok tajir, Diandro kan pemilik twins grup, makanya dia sampai ingin menjebaknya, syukur ketahuan" ceritanya bangga.


Hai


Terimakasih ya


like


vote


comentnya

__ADS_1


happy reading...


__ADS_2