CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 19 LAST FLASH BACK


__ADS_3

Hai readers, jangan bosan ya, author masih semangat ini. jangan lupa like n coment ya. terimakasih. I LOVE YOU ALL🙏🤗


Dua hari setelah itu orang kepercayaan papinya datang kerumah Daniel ketemu Yasinta.


"non Sinta, ibu sakit, pingsan saat tahu non sudah menikah"


"hahh mami" ucap Yasinta tertahan


"iya non, rumah sakit x merujuk nyonya kesingapura, hari ini sudah dipindahkan. mungkin nanti sore. untung nyonya masih punya asuransi" ucapnya lemah


"sekarang mami dimana pak"


"masih dirumah sakit x nona"


"baiklah nanti saya dan Daniel akan kesana"


"baik nona, kalau bisa secepatnya takutnya nyonya keburu jalan"


"emank jalan jam berapa pak"


"belum tahu non, begitu dokter kasih surat rujukan, jangan sampai nona menyesal non" bujuknya.


"ya sudah, nanti Daniel menyusul aja deh, aku pamit dulu ya pak"


"iya non"


Yasinta pamit ke mertuannya untuk menjenguk mamanya yang lagi sakit dirumah sakit. Mertuannya pun mengizinkan.


Yasinta tanpa curiga langsung masuk ke mobil orang suruhan papinya. ternyata di mobil sudah ada orang yang membius Yasinta dari belakang dan dosis tinggi.


" kita langsung bandara"


"baik" ucap temanya. Ternyata pak Yusuf dengan calon mertuannya sepakat untuk menculik Yasinta dan menikahkan mereka disingapura.


Saat Yasinta pingsan masih di pesawat , orang itu mengirim pesan ke Daniel seolah-olah dari Yasinta, mereka kirim dari nomor handphone Yasinta yang baru.


"maaf ya sayang, aku pergi, mamaku sakit, aku harus kesana" tiga jam setelah dia pergi dari rumah

__ADS_1


"sayang sepertinya pernikahan kita tidak bisa dilanjutkan, kasian mamaku, aku ngga mau jadi anak durhaka" lima jam setelah pergi dari rumah dan hari menjelang sore.


"maafkan aku ya, aku sekarang sudah disingapura menemani mami berobat, jangan cari dan tunggu aku lagi", sore harinya.


Tapi dari ponsel lain mengirim pesan juga ke Daniel seolah-olah itu calon suaminya untuk tidak mencari Yasinta lagi.


"Yasinta akan bahagia bersamaku, awalnya dia menolak, tapi saat aku sodorkan uang dan rumah disingapura dia sadar bahwa hidup bukan hanya cinta"


"sekarang kami akan hidup bahagia disingapura, dia ngga sampai hati untuk mengatakan langsung sama kamu, tapi kita sama-sama laki-laki, jadi tolong lupakan Yasinta, aku mencintainya dan aku yakin dia juga akan mencintaiku kalau aku membuat hidupnya bahagia. Fariz"


"kamu bisa melihat betapa bahagianya dia bersamaku" pesan itu lagi dibarengi sebuah foto Yasinta sedang duduk diranjang mewah. Padahal itu mereka potong dari salah satu rekaman cctv.


Daniel sangat geram dan emosi membaca pesan itu. Malam itu dia ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi, soalnya tadi siang kata mamanya orang suruhan papi Yusuf yang kerumah, dia juga sudah kenal. Berarti aku harus pastikan kerumah Yasinta di melati 5.


Dengan hati yang sangat marah dan kecewa Daniel menuju rumah Yasinta dengan motornya. Sebelum dia masuk dia bisa melihat dengan jelas bahwa maminya Yasinta, ibu mertuannya sedang berdiri dibalkon lantai dua.


Daniel makin geram, dia menyimpulkan Yasinta memang pergi meninggalkannya karena mengejar laki-laki itu atas bujukan papinya, dia berbohong samaku, batin Daniel.


Dia langsung pulang kerumah dengan sangat emosi. Karena banyak memikirkan anaknya satu bulan setelah itu mamnya Daniel yang menderita sakit diabet pun drop dan akhirnya dia pun berpulang ke pangkuan Ilahi, dan daniel sangat terpukul.


Tapi ada harapan lain, Daniel dijemput oleh pamannya ke kota S. Karena selama ini ternyata keluarga papanya Daniel mengeluarkan Daniel dari daftar keluarga karena mereka tidak suka dengan mamanya Daniel. Papanya Daniel meninggal demi menyelamatkan mamanya dan Daniel.


Sementara Yasinta yang baru sadar dari pingsannya diberitahu bahwa dia dihotel x di Singapura. Ternyata maminya tidak sakit, dia dibohongi supaya mau keluar dari rumah mertuannya.


Dan besok sore mereka akan mengadakan pertemuan disalah satu hotel besar disingapura.


besok Sorenya Yasinta sudah dibawa ke pertemuan itu oleh orang suruhan papinya. Dan betapa kagetnya Yasinta ternyata calon suaminya yang dibilang papinya adalah Diandro Fariza, cowok brengsek yang pernah dikenal oleh Yasinta semasa SMU. cowok yang selalu mengejarnya dengan semua kekuasaannya. tapi dia tidak suka sikap dan perilakunya diandro dan dari cerita teman-temannya dia menikah nggak lebih dari lima bulan.


Yasinta bingung, untuk menolak sekarang dia harus gimana, dia juga ga megang uang dan ga megang handphone. Tapi jelas aja dia tidak mau menikah dengan Diandro Fariza yang ternyata dikeluarganya sering dipanggil Fariz.


"boleh saya bicara dulu sama dia dad" ucap Fariz ke daddynya


"silakan, kalian pendekatan dulu"


Lalu Fariz membawa Yasinta ke samping restoran hotel itu.


"huhhh dulu aku ingin mengejarmu, tapi sekarang kamu yang menawarkan dirimu sama aku, hahahaha dasar wanita matre, dulu aja sok idealis" hina Fariz nyelekit ditelinga Yasinta. tapi dia ngga bisa ngejawab, dia hanya diam aja.

__ADS_1


"tapi bolehlah, cadangan aku untuk bulan depan, karena bulan depan aku udahan Ama else" ucapnya enteng yang makin membuat kepala Yasinta puyeng.


dan brug....


Yasinta terjatuh kelantai dan pingsan.


Begitu sadar dia sudah ada di rumah sakit dan dia mendengar ayahnya dimaki-maki oleh Fariz dan keluarganya.


"kamu ternyata ingin menjebakku regata, kamu ingin cucu harammu itu punya ayah, iyakan, kamu terlalu berani mengorbankan anakku" ucap papanya Fariz sangat marah.


"aku akan hancurkan kamu atas penghinaan mu ini" ucap papanya Fariz sama pak Yusuf.


Pak Yusuf terduduk lemas dikursi pengunjung rumah sakit itu. Dia ngga tahu harus ngomong apa. orang yang dia sayangi pun sudah dia korbankan malah menjadikan semuannya berantakan.


Dua hari dirumah sakit mereka pulang ke Indonesia. Yasinta sudah berusaha menghubungi Daniel tapi tidak bisa.


Deritannya tidak hanya sampai disitu, perusahaan papinya yang sudah hampir bangkrut langsung diambil alih oleh twins milik papanya Fariz. Begitu juga rumah mereka, entah bagaimana ceritanya sudah bukan milik mereka lagi karena disita oleh bank, belakangan baru tahu semua ulah papanya Fariz.


Terlalu berat bebannya , seminggu berikutnya sebelum keluar dari rumah itu maminya yasinta jatuh dikamar mandi dan meninggal. Mereka akhirnya minta waktu dua hari lagi dirumah itu.


Sepeninggal ibunya Yasinta dengan kehamilan mudanya membawa papinya yang mulai sakit karena kebanyakan beban juga ke kontrakan kecil bersama bi Ijah pembantu mereka yang paling lama dan setia.


"bi, untuk sekarang, saya belum bisa gaji bi Ijah gede, tapi aku sangat butuh bibi untuk membantuku bi"


"iya non"


Akhirnya Yasinta menjual mobilnya, satu-satunya barang yang tersisa untuk menyambung hidup mereka.


Selama hamil Yasinta tidak pernah mengeluh atau tidak sempat mengeluh. apalagi setelah dia tahu dari salah satu teman kuliahnya kalau Daniel sudah pergi dari kota ini.


Yasinta hanya bertekad, dia harus bekerja keras, dia akan menjaga dan merawat papinya yang sakit-sakitan dan juga anaknya. Pada usia kehamilannya dia menjadi guru private bagi dua orang anak orang kaya didekat kontrakan mereka.


Dia juga memeriksakan kandungannya ke bidan aja, bukan ke rumah sakit karena biayanya lebih murah.


flashback off


"itulah kisahku Bram, aku harap kamu tetap mau jadi temanku" ucap Sinta sedih

__ADS_1


Bram sampai hampir menitikkan airmata mendengar kisah sedihya Yasinta yang seperti kisah sinetron.


__ADS_2