
Setelah pulang dari rumah sakit melakukan pemeriksaan hari ini, Daniel semakin antusias mengetahui jenis kelamin anaknya perempuan. Sangat lengkaplah sudah kebahagiaannya dua anak cowok dan dua anak cewek.
Sepanjang jalan mau pulang Daniel tidak pernah melepaskan tangan Yasinta. Dia teramat antusias dan bersyukur atas semua kebahagiaannya. Saat mereka ber cerita ingin makan apa, Dodo asisten Daniel telepon.
dddrrrtt ddrrrt
"halo"
"halo pak Daniel, apa kira-kira bapak bisa ke kantor sebentar, ada dua berkas penting yang harus bapak tanda tangani" ucap Dodo sopan, Daniel melirik Yasinta yang dipeluk tangan kirinya.
"tunggu bentar, Natar lagi saya kabarin"
"baik pak" telepon itu sudah terputus
"kenapa kak" tanya Sinta
"mau ngga kita mampir ke kantor bentar, ternyata aku harus tanda tangan file kerjasama, kemarin belum sempat"
"ohhh ya sudah" ucap Sinta biasa aja
"pak, kita ke kantor dulu ya" perintah daniel sama supirnya
"Baik pak"
Begitu sampai loby Daniel dengan telaten menuntun Sinta untuk masuk. Sinta sedikit risih dengan perlakuan Daniel ini apalagi orang-orang tahunya dia bekas sekretaris pak Daniel.
"kak, aku nunggu di bawah aja ya" ucap Sinta membuat Daniel bingung. Ngga mungkin dia biarin istrinya sendirian disini, menunggu dia tanda tangan, sementara memaksa ikut keatas juga takutnya istrinya kecapean.
"ohhh ya sudah, ayo duduk disitu" Daniel menuntun Sinta duduk disofa.
"aku minta Dodo turun dulu ya"
"lhoo kok Dodo yang turun, bukan kakak yang naik"
"biarin ngga apa-apa"
Yasinta akhirnya diam aja, dia malas juga berdebat dengan suaminya, pasti dia juga yang kalah, karena Daniel sangat-sangat posesive padanya.
"hubungi Dodo, bilang saya sudah dibawah" perintah Daniel sama recepsionist kantornya.
"baik pak"
tuttt tutt
"pak Dodo, bapak ditunggu pak Daniel di lobby kantor"
"dibawah maksudnya"
"iya pak"
tuttt
Dodo langsung turun membawa berkas yang akan ditandatangani oleh Daniel, Nana juga sekalian ikut untuk minta tanda tangan.
"selamat siang pak"
"siang"
"bapak tidak ke ruangan bapak"
"saya ngga bisa lama-lama, istri saya kecapean"
"ohhhh" ucap Dodo lalu menyodorkan berkas-berkas itu. Daniel melepas dulu pelukannya sama Sinta dan menyenderkannya di sofa. Sinta yang habis dari dokter merasa cape dan langsung tertidur.
Ternyata katanya doank sebentar, tetap aja mereka hampir satu jam di kantor. Semuannya penting, kerjaan penting tapi Daniel juga ngga tega melihat Yasinta sudah ketiduran.
"sudah pak, saya rasa cukup" ujar Dodo
"saya juga cukup" ujar Nana
__ADS_1
"ya sudah saya balik dulu, kalau ada apa-apa telepon saya kalau ngga om Riadi. Karena aku akan fokus mengurus dan menemani Sinta"
"Baik pak"
Setelah kedua karyawannya berlalu naik, Daniel menepuk-nepuk pipi Yasinta.
"sayang, sayang, bangun yuk"
"enghhh" Yasinta hanya melenguh
"ayo bangun atau aku gendong nih"
"jangan" terdengar suara Sinta lemah. Daniel juga sudah kewalahan gendong Sinta sekarang dengan kehamilannya.
"kak minum teh manis dulu donk"
"ohhh bentar"
"tolong pesankan teh manis di pantry" perintah Daniel
"baik pak"
Tidak berapa lama petugas pantry datang membawa segelas teh manis.
"ini minum dulu, kamu lapar ngga, ingin makan sesuatu dulu"?
"ngga, kita makan di restoran Jepang aja"
"oke" ucap Daniel antusias
"ayo" Daniel langsung memegang tas tangan Yasinta dan menuntunnya.
Begitu sampai mobil Daniel mengajak Sinta makan di restoran Jepang yang terdekat.
Yasinta makan dengan santai dan sangat menikmati makan siangnya. Daniel dengan sangat telaten menyiapkan makanan untuk Yasinta. Dengan sabar dia membuang duri ikan yang akan di makan oleh Yasinta. Itu tidak pernah dia lewatkan selama Yasinta hamil kedua ini.
"sudah ah, sudah kenyang" ucap Sinta saat Daniel masih sibuk membuang duri ikan asam manis yang tersisa.
"kita bungkus aja kak, nanti dirumah aku makan"
"nanti kita beli lagi buat dibungkus"
"ngga ini aja dibungkus, perutku sudah ngga muat" ujarnya terlihat begah dengan perut buncitnya.
"ya sudah sayang, mba" panggil Daniel sama pegawai restoran itu.
"mba, tolong bungkus ini, ini, sama ini, istri saya sudah begah katanya, nanti makan dirumah aja" tutur Daniel
"baik pak, Bu, saya siapkan dulu"
"ini sekalian mba, tolong bill nya ya" ucap Daniel memberikan kartu.
"baik pak, akan kami urus dulu" ucap pegawainya undur diri.
"terimakasih mba" ucap Sinta walau terlihat dia sudah kewalahan untuk duduk.
"ini pak, Bu, dan juga ini untuk pembayarannya" sambil menyerahkan kartu yang tadi diberikan Daniel bersama struknya.
"ayo sayang, kita langsung pulang atau mau belanja dulu"
"Sebenarnya ingin belanja persiapan twin girls, tapi aku lagi kenyang, besok-besok aja"
"ya sudah, kalau ngga nanti biar Dodo yang urus belanja perlengkapan twins"
"tapi aku ingin pilih sendiri papa"
"ohhhh ya sudah, nanti kamu bisa kok pilih dirumah sayang"
"maksudnya"
__ADS_1
"nanti pokoknya Dodo yang atur ya"
"hmmmmm sultan mah bebas" ucap Sinta sambil berjalan pelan dan selalu dipeluk oleh Daniel dari samping untuk menuntun Yasinta.
"hehhhhh istriku baru sadar akan suaminya" goda Daniel juga.
Saat sampai di rumah Daniel dengan telaten membantu Yasinta berjalan masuk.
"mama darimana" tanya Loan yang sedang makan siang bersama pak Riadi
"mama sama papa habis dari rumah sakit nak"
"Kalian sudah makan siang" tanya om Riadi
"sudah om, tadi Sinta ingin makanan Jepang"
"kan tadi masih ada kak, aku mau makan lagi donk" ucap sinta
"ohhh ayo kalau mau makan lagi"
Daniel menuntun Sinta untuk duduk dikursi dimeja makan itu. Lalu dia memberikan paperbag dari restoran itu ke BI Ida.
"BI, tolong siapin makanan nyonya ini ya"
"baik tuan"
BI Ida menyiapkan ikan itu ke wadahnya dan membawanya ke meja makan.
Daniel kembali menyiapkannya dipiring Yasinta dengan telaten. Setelah selesai makan kembar masuk ke kamar mereka bersama om Riadi sementara Daniel dan Sinta sedang menunggu Dodo membawa perlengkapan bayi pesanan Daniel. Tidak tanggung-tanggung Dodo memerintahkan untuk membawa semua perlengkapan bayi baru lahir beserta ibunya yang terbaik. Nanti akan dipilih-pilih oleh bosnya dan istrinya.
Tidak berapa lama mobil Dodo memasuki pekarangan rumah diikuti satu mobil lose bak. Ternyata itu membawa semua pesanan Dodo.
"siang pak" sapa Dodo
"hmmmm"
"pesanan bapa dan ibu sudah ada diluar, mau dipilih dimana pak di ruang tamu apa diteras"?
"ada apa dan" tanya pak Riadi yang kebetulan turun karena ingin minta dibuatin jus.
"ini tuan, pak Daniel dan Bu Sinta ingin memilih perlengkapan bayi, saya sudah bawa barang dan orang boutiq kemari"
"ohhh mana"?
"ada didepan tuan"
"tunggu diruang tamu aja, om ikut nimbrung"
"ayo sayang" ajak Daniel ke Yasinta. Dan betapa kagetnya Yasinta melihat banyaknya barang yang dibawa oleh mereka.
"banyak banget pak Dodo"
"kan biar ibu Sinta bisa banyak pilihan" jawab Dodo
"iya sayang, pilih aja yang kamu mau" ucap Daniel saat mereka sudah duduk disofa ruang tamu yang berubah jadi toko. SPG toko itu dengan telaten menunjukkan barang-barang terbaik mereka.
Yasinta memilih perlengkapan cewek semua yang lucu-lucu.
"keknya anakmu cewek dan, Sinta pilihin perlengkapan cewek semua tuh" ucap om Riadi
"perkiraan dokter emang iya om, twin girl"
"hahhhh benaran, cucuku dua cowok dua cewek donk" ucapnya antusias.
"huuu" Daniel mengangguk, sementara Sinta sibuk memilih perlengkapan bayinya. Saking antusiasnya dengan twins girl om Riadi dan Daniel ikut nimbrung bersama Sinta memilih perlengkapan kembar.
Terimakasih
like
__ADS_1
coment
vote