
Sementara ditempat lain, karena hari ini hari Minggu, Bram tidak ada kegiatan di pabriknya.
Hari ini dia sengaja bangun siang karena tadi malam tidurnya sudah subuh, setelah menemani Yasinta di acara Daniel arganta.
'gimana keadaan Yasinta ya,? aku telepon aja deh' batin bram
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
"halo"
"halo sin, kamu lagi dimana, di kostan"
"iya kak, lagi dikostan"
"apa kamu menangis semalaman" goda Bram
"enak aja, ngga lah kak, apa lagi tadi pagi aku sudah telepon anak-anak, udah ngga ingat apa-apa deh, pokonya anak-anak adalah booster buat mamanya untuk berjuang hidup"
"bagus, coba tunjukan wajahmu, kita video call ya" pinta Bram memang ingin lihat langsung wajah Yasinta.
"ok" jawab Yasinta sambil mengalihkan panggilan mereka.
"wah kak Bram baru bangun ya"
"hehehe iya sin, mumpung hari Minggu, benar ngga"?
"hehehe iya benar"
"syukurlah sin, kamu sudah kembali ceria, aku pikir kamu berlanjut drama menangis semalam"
"ngga kak, apanya yang mau ditangisi, keadaannya memang begini. sekarang aku mungkin sudah lebih bijak kak, aku tidak mau menyakiti diriku lagi, demi anak-anakku"
"bagus"
"aku dukung kamu terus kok, kalau ada apa-apa hubungi aku ya"
"iya kak Bram"
"ya wes aku lapar nih, mau sarapan apa makan siang ini"? ucap Bram terkekeh
__ADS_1
"ok kak, makasih ya, selalu support aku"
"ok sin, sama-sama, selagi masih bisa pasti aku support"
"ok kak"
"bye, bye"
Setelah memutus sambungan telepon itu Yasinta kembali duduk dikasur lantai dikamar kostnya.
"Tuhan, sebenarnya apa rencana Tuhan buat aku sama Daniel. Delapan tahun yang lalu saya sangat terpukul dan down dengan perjalanan hidup saya. Saya harus kehilangan mami saya, perusahaan papi, dan papi juga harus aku yang memberi semangat padahal aku sendiri sedang sangat terpuruk karena berpisah dengan Daniel, orang yang paling aku cintai, ayah dari anak-anakku.Tidak gampang aku jalani semuannya. Tuhan melihat semuannya. Tapi sekarang saat aku mulai nyaman dengan keadaanku, anak-anak juga mulai tumbuh baik, kenapa Tuhan ada ombak besar lagi dengan bertemu Daniel. Daniel sudah menjadi laki-laki sukses dan idola. Bagaimana saya harus menata hati saya Tuhan , kalau setiap hari ada aja yang mengingatkan saya ke masa lalu . padahal semua itu ingin aku lewati tanpa menoleh ke belakang lagi. Belum lagi Daniel yang sepertinya sangat membenciku, lalu bagaimana anak-anakku Tuhan, aku tidak ingin mereka merasakan penolakan dan aku juga ingin mereka hidup nyaman, jangan ada kebencian dihati papanya sekalipun dia tidak menerima mereka', doa Yasinta dalam diam.
Aku harus bangkit, aku harus siap menjalani semuannya, aku harus jadi panutan buat anak-anakku. Toh sekarang anak-anakku sudah besar, sebentar lagi makin besar, pasti Tuhan akan kasih berkat lebih asal punya kemauan, pikir Sinta.
Sementara dilain tempat Daniel dan Dodo serta Rio sudah cekout dari hotel dan sekarang sedang makan disalah satu restoran.
"do apa kamu sudah cari tahu tentang teman laki-lakinya meta itu"
"ya elah bro, makan dulu kali"
"saya kepikiran bro, gimana Yasinta menjebaknya, masa orang seperti Yasinta bisa menjebak laki-laki, dan aku juga harus pastiin mereka itu anakku bukan"
"saya ngga tahu bro, belum pernah ketemu"
"laki-laki tadi malam itu Diandro Fariza, dari keluarga Fariza pemilik twins grup. Dia bukan orang sembarangan bro, tadi malam aja bodyguardnya bertebaran" cerita Rio
"ohhhhhh" Daniel manggut-manggut, tapi sekejap dia jadi ingat sesuatu.
'apa twins grup, keluarga fariza' batin Daniel tersentak.
'tunggu tunggu tunggu, ini ada hubungan ngga ya' batin daniel
"kenapa bro kok lho kayak orang bingung" tanya Rio
"ngga bro, gue lagi mikir" ucap Daniel
"mikir apa lho, mikirin goyangan simeta apa Cyntia hehehe" goda Rio
"ngga dua-duannya! gue lagi mikir bro kayaknya ini berhubungan dengan masa lalu Yasinta deh"
__ADS_1
"maksudmu"
"tadi kamu bilang dia dari keluarga Fariza, pemilik twins grup, sementara perusahaan papinya Yasinta juga berpindah tangan ke twins grup, begitu juga rumah mereka"
"maksudmu apa sih, gue makin bingung" ucap Rio. Tapi Dodo terlihat tenang-tenang aja karena dia sudah tahu minimal kerangka alur ceritannya.
"do, tolong kamu kerahkan orang, bila perlu bawa orang kita yang dari kota s, cari tahu tentang cara peralihan perusahaan papinya Yasinta menjadi milik twins grup." Daniel melakukan ini karena orangnya sekarang masih belum bisa menembus data dari twins grup tentang peralihan kepemilikan itu sekitar delapan tahun silam. mungkin lebih banyak yang mencari akan lebih mudah, pikir Daniel.
"maksud bapa kita cari tahu saat peralihan kepemilikan itu"
"iyalah"
"tapi untuk apa pak, bukankah sekarang yang lebih urgent adalah mencari tahu tentang anak-anak itu, anak bapak atau ngga. mengenai data perusahaan semua pasti butuh proses, karena mereka juga pasti memprotek data mereka"
"benar itu bro, mending kita cari tahu tentang anak-anak itu dulu. apa kamu ngga merasa bersalah kalau nanti benar anak-anak itu adalah anakmu, kamu membiarkan mereka hidup dalam kekurangan sementara kamu bergelimang harta. apa pun kesalahan ibunya tidak seharusnya mereka ikut menanggung" tambah Rio
"tapi itu berhubungan bro, bagaimana kalau ternyata anak itu bukan anakku, tapi anak laki-laki lain yang sempat tidur dengan Sinta karena disuruh papinya"
"maaf pak, kalau bapak memang ragu untuk mengakui anak itu, menurut saya memang mendingan tidak usah ganggu kehidupan mereka sampai bapak yakin, karena hubungan darah itu sangat lebih kental pak bahkan melebihi keakuratan tes DNA sekalipun"
"maksudmu bro" Rio agak bingung begitu juga Daniel sampai memicingkan matanya.
"maaf pak, kalau saya lancang. menurut meta bapak berhubungan dengan Yasinta tidak waktu yang singkat, bahkan hampir tiga tahun. Seharusnya bapa sudah lebih tahu tentang Yasinta dan keluarganya, termasuk papinya. Kalau menurut saya kalau benar papinya mata duitan juga, ngga mungkin dia biarkan anda pacaran segitu lama. Jadi menurut saya mungkin papinya punya alasan tersendiri untuk itu. maaf pak, bukan maksud saya menasehati, saya hanya memberitahu kemungkinan yang saya pikirkan, karena kehidupan ini dinamis, tidak ada yang tetap pasti ada perubahan", ucap Dodo untuk membuka hati Daniel bahwa papinya Yasinta melakukan itu dulu semata-mata karena terdesak.
"ohhhh itu masuk akal sih" ucap Rio manggut-manggut
"Jadi menurut saya, mendingan pak Daniel merenung dulu, tanya kata hatinya, jangan emosinya, mungkin ngga Yasinta jadi wanita seperti itu, pergi dengan lelaki lain dan tidur dengan laki-laki lain sekalipun untuk membantu papinya"
Daniel terlihat terdiam sejenak, jujur Daniel juga kurang yakin sih kalau Yasinta berkhianat, apalagi ternyata menurut anak buahnya waktu itu dia dibawa kesingapura ternyata posisi terbius.Berarti benar anak itu adalah anak-anaknya.
"tapi ngga mungkin laki-laki itu berbohong, masa dia sampai segitunya" ucap Daniel bingung sendiri.
"maaf pak, informasi yang saya dapat, yang dibilang laki-laki itu memang benar, tapi Yasinta tidak menjebaknya. Yasinta juga tidak tahu kalau dia hamil saat dijebak untuk makan malam dengan keluarga Fariza. Dan dia juga ngga tahu kalau yang akan dijodohkan papinya adalah Diandro Fariza, cowok yang selalu mengejar dia saat SMA, sampai Diandro diskors guru disekolah karena Yasinta melapor karena sangat terganggu dan ketakutan."
"apaaaaa"
Hai readers, jangan lupa like n coment ya. terimakasih.
I LOVE YOU ALL 🙏🤗
__ADS_1