
Mendengar ucapan Daniel, Yasinta terpana sebentar.
'benarkah Daniel sudah memaafkan papi'
'benarkah dia sudah tulus menerima saya dan papi'
'apakah ini semata karena dia merasa berdosa sama kembar'
Banyak pertanyaan dalam batin Yasinta yang tidak bisa dia jawab.
"Terus terang seperti yang pernah saya bilang, dulu saya memang benci sama papi, bahkan ingin membalas dendam. Tapi begitu bertemu kamu dan papi bersama kembar, semua dendamku itu hilang entah kemana, yang ada aku ingin membahagiakan papi juga dimasa tuannya."
"Lagian aku juga salah kok sin waktu itu , kenapa aku tidak mencari tahu kenapa papi berubah, sebelumnya enjoy aja sama hubungan kita, kenapa papi jadi berubah. Kalau dulu aku cari tahu mungkin lain lagi ceritanya sin" ucap Daniel
"Sin, tolong maafkan aku, tolong beri aku kesempatan, tolong buka sedikit pintu hatimu untukku. kita mulai dari awal"
"kan itu sudah kita bicarakan waktu dirumah"
"iya benar, kita sudah bicarakan waktu itu, tapi aku merasa belum yakin kamu membuka hati untukku."
"kita lihat aja nanti kak" jawab Yasinta.
Dan karena terlalu serius mereka baru sadar kalau mereka sudah sampai didepan kostan yasinta.
"terimakasih makan siangnya kak" ucap Sinta sambil membuka safety belt ya hendak turun tanpa berniat mengajak Daniel mampir.
"aku yang terimakasih sin, mau menemaniku makan siang"
Yasinta hanya tersenyum lalu turun dari mobil mewah Daniel. Sementara Daniel tidak turun, dia akan langsung ke kantor.
Yasinta langsung masuk ke kamar kostnya di belakang, niatnya akan langsung packing beberapa barangnya.
Begitu masuk kamar Yasinta tidak langsung beres-beres, dia telepon papinya dulu menanyakan kembar. seharian dia belum telepon papinya ataupun kembar.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo"
"hallo Pi, kembar lagi ngapain Pi, mereka di mana Pi"
"masih pada tidur siang, belum bangun"
"ohhh"
__ADS_1
"kamu kerjaannya gimana? sudah beres"
"belum Pi, aku lagi di kostan"
"oh iya sin, Bram telepon papi, katanya proposalnya untuk suplay tong sampah ke rumah sakit itu disetujui karena aku yang rekomendasikan. jadi dia kasih papa bonus katanya".
"oh ya"
" papa jadi ingin kerja lagi, biarpun jadi telemarketing, keknya semangat papi bangkit"
"syukur deh"
"iya, gimana ya sin,papi jadi kepikiran, apa kamu tetap kerja disitu aja, biar kita pindah aja ke kota J. makam mami kamu juga disitu",
"apa papi serius"
" Iya sin, makanya coba kamu pikir-pikir lagi untuk kembali ke pabrik. Apa kita pindah di kota J aja, gajimu juga lebih besar disitu kan, nanti papi bantu cari duit kontrakan"
"kok pandangan papi jadi berubah"
"iya sin, baru kali ini papi merasa berguna, papi senang banget dapat komisi dari Bram. Papi akan coba lobby lagi teman papi yang dulu sangat baik"
"ya sudah, tapi papi ngga tertekan melakukannya kan, aku hanya tidak mau papi sakit, kalau duit gajiku disini sudah sangat gede"
"justru dengan bekerja papi yakin akan lebih sehat sin"
"hmmm iya"
"mungkin besok aku baru balik ya Pi"
"iya sudah, yang penting beresin dulu urusanmu"
"iya pi, udah dulu ya Pi, bye, bye" papinya Yasinta langsung memutus panggilan mereka.
Yasinta terdiam memikirkan ucapan papinya, yang ingin kembali ke kota J. Memang sih mereka pasti akan selalu rindu kota J karena maminya juga dimakamkan disini, dan setiap tahun mereka pasti mengunjungi makam maminya.
Yasinta duduk diam melihat setiap sudut kamarnya. tempatnya tiap hari berteduh setelah lelah bekerja. Walaupun tanpa perabot yang berarti tapi dia sangat menikmati hari-harinya disini.
Yasinta rebahan dikasur tipisnya dengan pintu yang dibiarkan terbuka sedikit. Dia ingin rebahan sebentar sebelum membereskan barangnya.
'apa aku harus bertahan di kantor pusat aja ya, gajiku berkali-kali lipat dibanding di pabrik, toh aku juga ingin punya uang lebih lagi untukku dan untuk papiku, kalau kembar mungkin tidak akan dibiarkan kekurangan oleh daniel' batin Yasinta juga.
Belum jadi Yasinta terpejam, dia sudah kaget melihat seseorang langsung membuka lebar pintu kamar kostnya.
__ADS_1
"kak Daniel" gumamnya tapi masih didengar daniel
"apa kamu ingin istirahat"?
"ah ngga kak, cuma ingin rebahan sebentar tadi, kok kak Daniel bisa ada disini lagi'?
"ngga tahu, aku tadi ke kantor terus ingin kesini lagi, aku akan bantuin kamu beres-beres"
"hehehe aku ngga beres-beres kok, cuma baju berapa potong doank"
"yang penting aku disini nemanin kamu"
"tapi kerjaan kak Daniel kan lagi banyak" Yasinta tahu karena kemarin sebelum sakit Yasinta sempat membantu Nana untuk mengurus agenda Daniel Minggu ini.
"kalau kamu tahu kerjaan aku banyak, boleh ngga kamu bantuin aku dulu? kenapa sih buru-buru ke pabrik" ucap Daniel asal, walaupun dia tahu mungkin ini ngga ada gunannya.
"Iyas, apa kamu tidak ada sedikit aja keinginan untuk tetap di kantor pusat? Aku janji aku tidak akan mempersulit mu lagi."
'Bagaimana ini, kenapa papi dan pernyataan Daniel seolah mendukungku untuk tetap di kantor pusat, tapi nanti hatiku sakit lagi ngga ya melihat Daniel dengan seorang wanita. Lalu aku harus bersikap gimana ya? batinya
"Mengenai kembar kamu tidak usah khawatir, sejujurnya aku ingin mereka tinggal dan sekolah di kota J, tapi kalau kamu tidak setuju aku tidak akan memaksa, kita akan pulang kesana setiap dua hari sekali" lanjut Daniel.
Yasinta masih diam, tapi dia menatap Daniel yang duduk dilantai dekat pintu kamarnya.
"Iyas, setidaknya kamu coba lagi dulu disini, bekerja tanpa tekanan. Dari kemarin-kemarin terus terang aku masih salah menilai mu, jadi mungkin membuatmu sering tertekan."
Yasinta masih betah diam mendengar ucapan Daniel.
"Iyas aku tahu kamu masih menyimpan sedikit catatan masa lalu yang sulit, tapi tolong ijinkan aku untuk ikut menanggungnya, kita ini masih suami istri Iyas, karena aku ngga pernah menceraikan kamu. Kamu itu satu-satunya wanita yang aku cintai. jadi coba pikirkan lagi ya, untuk tetap disini",
"Bagaimana kalau hasil kerjaku nanti tidak memuaskan kak Daniel"
"kalau urusan kantor aku sangat tahu kemampuanmu, sekalipun bukan bidangmu, kamu hanya perlu waktu untuk belajar" ucap Daniel sepertinya punya harapan.
Yasinta kembali diam, dia bingung mau jawab apa.
"Baiklah aku coba sebulan ini, kalau aku ngga sanggup bulan depan aku pindah"
Daniel langsung semangat dan sangat antusias. Dia langsung meraih tangan Yasinta dan menciuminya.
"terimakasih, terimakasih kamu sudah memberiku waktu. Aku sangat butuh kamu, ilmu dan dirimu aku sangat butuhkan" ucap Daniel serius.
Yasinta hanya mengangguk setuju, entah untuk apa dia mengangguk. Tapi melihat Daniel sangat antusias Yasinta tanpa sadar senyum sendiri dan merasa berharga.
__ADS_1
Hai readers, selalu minta like dan comentnya ya. terimakasih.
I LOVE YOU ALL 🙏🤗