CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 98 HONEY


__ADS_3

Daniel dan Yasinta turun kemeja makan dengan bergandengan tangan. Disana sudah menunggu pak Riadi dan anak -anak kembar Daniel. Disana juga ada Dodo asisten Daniel.


"malam om, kembar" sapa Daniel


"malam, ayo buruan tinggal nunggu kalian, kembar sudah lapar nih"


"oh iya, ayo sayang" Daniel langsung menarik kursi untuk diduduki Yasinta lalu menarik kursinya sendiri.


Malam ini pak Riadi sangat senang makan bersama keluarga besar.


"Saya senang kita makan bersama begini"


"iya om, saya juga senang banget, gimana boy, senang ngga kita ngumpul begini"


"senang papa, tapi jemput kakek ya, kasihan kakek disana makan sendiri" cetus Loan


"oh iya nak, besok kita ajak kakek ya, papa juga ingin kakek tinggal disini, gimana om"


"om setuju banget"


"oke papa, opa" ucap kembar.


Setelah semua selesai makan mereka menuju ruang keluarga. Opa dan kembar bermain ular tangga sementara Daniel dan Dodo membicarakan syukuran besok.


"semua beres pak, semoga lancar"


"terimakasih do"


"iya pak, saya senang melakukannya"


"ya sudah istirahat sana, aku mau ngobrol dulu sama mereka"


"baik pak Daniel"


"om sudah malam, anak-anak tidur yuk" ajak Daniel setelah melihat jam menunjukkan angka sembilan malam yang langsung disambut Yasinta dengan berdiri dan ingin membawa anak-anak ke kamar mereka.


"oke pa, opa kami bobo dulu ya, besok main ular tangga lagi" ucap Loan bangkit cium tangan opanya. Pak Riadi terharu melihat tingkah kedua cucunya, dia jadi ingat bagaimana dulu dia waktu kecil bersama papanya Daniel.


"iya sayang, besok kita main ular tangga, sekarang kita bobo dulu"


"oke opa"


Mereka berempat masuk ke kamar kembar.


"Sekarang cuci kaki dan cuci tangan ya" perintah Yasinta begitu sampai kamar.


"oke mama"


Mereka berdua langsung masuk kamar mandi mewah itu. Sementara Yasinta menyiapkan tempat tidur anak-anaknya.


Tidak berapa lama keduanya pun keluar dari kamar mandi.


"sudah mama"


"oke, good, sekarang naik dan tidur"

__ADS_1


"yes mama" jawab Loan langsung naik ke atas tempat tidur empuk itu.


"sebelum tidur, berdoa dulu ya"


"iya mama"


"selamat malam" ucap Yasinta sambil mencium kening anaknya bergantian.


"selamat malam ma, pa"


"oh iya, kalau kalian mau nyalain lampu ini saklarnya ya" tunjuk Daniel


"iya pa" ucap mereka berbarengan.


Daniel dan Yasinta keluar dari kamar kembar setelah mematikan lampunya dan nenyalakan lampu tidur.


"aku langsung tidur ya kak" ucap Yasinta masuk ke kamar Daniel. Dia berharap Daniel juga segera tidur di kamar tamu. Tapi dugaannya salah, Daniel malah ikut masuk ke kamarnya dengan alasan mau ambil baju ganti.


"Sin, kamu makin cantik" ucap Daniel entah apa tujuannya atau memang tulus mengucapkanya. Yang pasti sekarang dagunya sudah berada dibahu Yasinta yang masih membelakanginya.


"kakak bisa aja" ucap Yasinta kaku campur bingung.


Entah kenapa, sentuhan dan ucapan Daniel adalah jadi kelemahan Yasinta. Dia jadi tidak bisa mengontrol hati dan jantungnya jika sudah berdekatan seperti ini sama Daniel.


"Sin, kalau besok kita sudah melakukan syukuran itu, itu berarti lembaran baru kita dimulai, aku ingin kamu menjadi milikku dan aku jadi milikmu. ini bukan seperti kata-kata manis remaja, tapi memang kita berdua sudah terbukti berjodoh panjang, walaupun kita telah berpisah enam tahun lebih" ucap Daniel pasti. Dia lalu memutar tubuh Yasinta berhadap-hadapan.


Yasinta semakin gagal menata detak jantungnya, apa lagi dengan semua kata-kata manis Daniel.


"Kedepannya, kalau ada hal yang mengganjal dihatimu tentang apapun itu, sekecil apapun masalah itu, cerita sama aku ya sin, jangan pendam sendiri, jangan terlalu mandiri, oke" ucap Daniel memegang kedua lengan Yasinta dan menatap matanya penuh perasaan tulus.


"Bergantunglah samaku sin, jadilah yasintaku yang manja tapi mandiri, yang selalu baik dan tidak suka melihat ketidak Adilan" tegas Daniel


"hmmmm" Yasinta akhirnya mengangguk setelah tadi agak ragu.


Daniel langsung memeluk erat Yasinta karena bahagia. Dia semakin mengeratkan pelukannya saat Yasinta mengatakan bahwa dia bukan wanita yang sempurna.


"Aku wanita yang penuh kekurangan kak, apalagi sekarang, ada papi yang jadi tanggung jawabku. Tolong suatu saat kalau aku melakukan kesalahan jangan ungkit kekuranganku yang aku bawa dari masa lalu, contohnya papi, karena untuk hal itu aku masih sulit menerima" pinta Yasinta tulus


"jangan sakiti hati papi, sekalipun aku ada kesalahan"lanjut ucapnya sebagai permohonan.


"aku tidak akan menyakiti papi, dia itu adalah orang tuaku juga" ucap Daniel tegas sambil masih memeluk Yasinta erat.


Yasinta akhirnya membalas pelukan Daniel dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Daniel.


Saat Daniel mengurai pelukan mereka, Daniel masih menatap intens wajah Yasinta. Yasinta yang sedikit paham maksud Daniel meletakkan jari telunjuknya dibibir Daniel.


"Jangan menyentuhku lagi sampai syukuran kita selesai. Setelah itu seperti kamu bilang aku milikmu seutuhnya dan aku akan memberikanmu seluruhnya. Jadi sekarang kita tidur ya, supaya kita bisa menikmati dan merenungi detik-detik kesendirian kita tanpa kepastian, perjalanan cinta kita sampai kita bisa bersatu kembali. Aku ingin kita melakukannya sesuai dengan alurnya dan hati nurani kita yang bersih" ucap Yasinta.


"hahaha ternyata yasintaku sudah kembali" ucap Daniel masih menatap Yasinta.


"Kamu ingat ngga, saat aku berhasil mendapatkan ciuman pertama dibibir ini, aku seperti mendapat hadiah yang sangat luar biasa, tidak bisa aku gambarkan" ucap Daniel senang.


"Kamu tahu kenapa,? karena kamu menjaganya hanya untukku. Begitu juga saat ini kamu akan merasa nyaman setelah kita berdua didoakan kembali, benar kan"? ucap daniel menatap Yasinta dengan sayang.


Yasinta mengangguk yakin.

__ADS_1


"Aku sudah melewati banyak hal kak bersama sikembar, jadi aku ingin segala sesuatunya kita minta persetujuan Tuhan. Kalau ini adalah rencana Tuhan maka kita pasti akan diberi kemudahan dan kelancaran" ucapnya menatap Daniel juga.


"baiklah sayang, aku sangat setuju dan aku sabar untuk itu. karena cintaku padamu bisa mengalahkan keinginanku untuk melahapmu sekarang, karena kamu sangat berharga bagiku" ucap Daniel


"terimakasih kak" Yasinta senyum manis


"tapi kamu juga jangan memancingku dengan bibirmu ini, nanti aku gagal dengan janjiku", ucap Daniel melihat senyum manis Yasinta.


"bisa aja kakak" ucap Yasinta sambil membuang muka.


"Ya sudah, sekarang tidurlah, kamu perlu istirahat, besok malam kan kamu cape" goda Daniel


"cape ngapain kak, emang acaranya besar, katanya cuma sederhana" tanya Yasinta polos. Dia tidak terpikir dengan apa yang dipikiran Daniel.


"karena besok malam kamu akan menyerahkan dirimu seutuhnya, jadi aku pasti begadang besok malam dan kamu pasti butuh tenaga menemaniku" ucap Daniel senyum sambil memainkan bola matanya.


"kak Daniel" teriak Yasinta yang baru sadar


"hehehe, tidurlah, istirahat, selamat malam my wife"?


"malam kak Daniel"


"no no no, malam honey" protes daniel


"maksudnya, mulai besok ganti panggilannya, jangan kak" lanjutnya.


"tapi sudah biasa kak"


"ganti"


"jadi manggilnya apa"?


"terserah"


"apa ya? saran kakak apa" tanya balik Yasinta


"panggil honey"


"honey"?


"iya"


"apa ngga terdengar lucu kak"


"tinggal biasakan"


"oke honey, aku tidur dulu, night" ucap Yasinta


"night Sinta" Daniel berlalu dari kamarnya menuju kamar tamu dengan sangat ceria.


Hai readers jangan lupA like dan komentnya ya.


Terimakasih


I LOVE YOU ALL🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2