
Besoknya Yasinta bangun dengan semangat. Dia tidur sangat nyaman di kamarnya, dan pagi ini dia bisa langsung mandi, tidak mengantri seperti kamar sebelumnya yang kamar mandinya untuk tiga kamar yang kecil-kecil itu.
Setelah rapi dia langsung melajukan motor kesayangannya menuju kantor grup arganta.
"selamat pagi sin" sapa Nana yang juga baru kelar memarkirkan mobilnya
"pagi mba Nana"
"kirain kamu ngga bakal ke kantor lagi"
"rencana semula jadi berubah na, aku masih harus disini dulu"
"bagus deh, ayo" mereka berdua langsung menuju lift ke lantai ruangan mereka. khusus mereka berdua bisa menggunakan lift petinggi perusahan.
Saat Nana dan Yasinta sibuk menata kembali agenda bos mereka Daniel dan Dodo baru tiba di kantor.
"pagi pak" sapa Nana dan Yasinta hampir berbarengan
"Dodo kamu langsung siapkan perjalanan kita"
"baik pak"
"Nana ikut aku sekarang" ucap Daniel melirik Yasinta lalu masuk ruangannya.
Tidak sampai setengah jam Nana sudah keluar dari ruangan Daniel.
"sin, kamu dipanggil pak Daniel" ucap Nana sambil duduk dikursinya.
"hmmm" Yasinta langsung masuk setelah mengetuk pintu.
"ya kak" ucap Yasinta.
"hari ini kamu ikut saya, kita ke kota B ada acara pertemuan disana dengan pemerintah setempat"
"baik pak" ucap Yasinta tanpa merasa bersalah
Daniel bangkit dari duduknya dan tersenyum sama Yasinta sambil mendekat.
cup
"kamu sudah tidak sabar untuk aku cium ya" ucap Daniel senyum penuh kemenangan setelah mengecup sekejap bibir Yasinta.
Yasinta mematung ditempatnya, biar bagaimanapun dia belum terbiasa dengan keisengan Daniel lagi.
"semoga hari ini kamu sering salah" lanjut Daniel lalu menarik tangan Yasinta untuk keluar dari ruangannya.
Yasinta masih bengong, tidak munafik dia merindukan Daniel, tapi ini terlalu tiba-tiba. Tapi Daniel santai aja tanpa beban.
"kok bengong, ingin dicium lagi" goda Daniel lagi
__ADS_1
"tidak tidak tidak" langsung ngacir mengikuti Daniel.
Sepanjang perjalanan ke kota B Daniel banyak senyum dan sering melirik Yasinta.
Dodo duduk disamping supir sementara Daniel dan Yasinta dikursi tengah.
'Semoga ini awal yang baik buat kita sinta' batin daniel
Mungkin karena Daniel yang lagi senang atau pemerintah setempat yang gampang diloby, hari ini meeting Daniel berjalan sangat lancar.
Sebelum makan siang meeting sudah selesai, tapi karena udah planning untuk makan siang, peserta rapat masih disana sampai makan siang.
"do, minta supir sini mengantar kalian ke kantor, atau kalau kalian naik taxi nanti di bayarin kantor. Setelah ini aku ingin jalan-jalan dulu sama Yasinta" jelas Daniel saat makan siang.
"baik pak, kami naik taksi on line aja"
"ya sudah"
Selesai makan siang Daniel langsung mengajak Yasinta untuk pergi. Yasinta hanya menurut sampai tiba di mobil.
"lho pak Dodo kemana kak"
"dia naik taxi online"
"hahhhh kok bisa"
"ya bisalah, karena aku ingin berduaan sama kamu"
'bagaimana ini, boleh kah Yasinta merasa bangga dicintai daniel' batin Yasinta.
"oh iya sin, maaf ya kalau mungkin akan membuka kembali, tapi boleh ngga kamu cerita kenapa dulu papi Yusuf bisa bangkrut, maksudku sampai kewalahan sampai ingin menjodohkan kamu" saat mobil sudah melaju santai dijalanan.
Yasinta menatap Daniel sesaat, dia bingung kok tumben Daniel mengungkit masalah itu lagi.
"untuk apa dibahas lagi, saya sudah tidak ingin mengingatnya lagi, dan sepertinya papi pun begitu. bahkan papi pernah bilang jika boleh meminta dia ingin menghapus memori hatinya mengenai perusahaan, tentang kemewahan dan kehancuran itu, karena itu akan sangat menguras emosi membuat badan lemah"
"baiklah, saya hanya ingin tahu tadinya sampai dimana SiH dulu hingga papi kehilangan perusahaan"
"biarkanlah kak Daniel, orang yang berniat menghancurkan orang lain pasti akan hancur juga, hanya beda waktu" ucap Yasinta
"Sebenarnya om Riadi juga bertanya tentang perusahaan papi, gimana dulu step-stepnya yang coba papi lakukan sampai akhirnya kepemilikannya berpindah tangan. Semua itu kan butuh proses seharusnya sin", ucap Daniel membuat Yasinta jadi berpikir.
"maksudnya" dia serius menatap Daniel
"Kalau perusahaan itu bangkrut pasti ada tahapan-tahapannya Sinta sampai benar-benar berpindah tangan"jelas daniel
"Aku kurang begitu paham mengenai itu, dan aku juga sudah mengikhlaskan semuannya" ucap Yasinta pasrah.
"Bagaimana kalau kita coba buka lagi kasusnya, biar papi bisa usaha lagi. maksudku kita lakukan ini demi papi, supaya papi semangat lagi. Kalau kamu sih sudah terikat kontrak sama aku jadi kamu sudah tidak bisa kemana-mana, kamu harus selalu disamping suamimu, seperti saat ini" ucap Daniel menggoda Yasinta dengan kekuasaannya.
__ADS_1
"iya tahu, yang berkuasa", ucap Yasinta cemberut.
"mulai sekarang buka hatimu untukku, kamu harus percaya lagi samaku, cinta lagi samaku"
"kok harus" tanya Yasinta bigung
"ya haruslah, kamu tuh udah aku cintai sangat dalam, aku tidak akan membiarkanmu memberikan cintamu sama orang lain. Walaupun aku harus egois, aku akan jaga milikku, tidak ada yang boleh hadir dalam hatimu, hanya aku, Aku akan menjelaskan semuannya sama kembar, mereka harus hidup penuh kasih sayang dari mama dan papanya, kita akan bersama, kami hanya menunggu kamu sinta" ungkap Daniel
Yasinta terbengong-bengong mendengar penuturan Daniel.
'apa dia bilang tadi, aku istrinya, dia mencintaiku sangat dalam, benarkah, benarkah cinta Daniel masih untukku' batin Yasinta sedikit menghangat.
"Aku ...aku masih takut kak Daniel" ucap Yasinta akhirnya
"kamu takut apa sin, katakan padaku" ucap Daniel menatap Yasinta dan menggenggam tangannya.
"aku takut ini hanya mimpi, dan aku takut kakak memberikanku harapan tinggi tapi nanti jatuhnya sangat sakit"
Daniel akhirnya menepikan mobilnya ditempat yang aman sebentar.
"tatap aku sin, tatap mataku, aku pastikan akan selalu menjagamu. aku tidak menjanjikan tidak ada tantangan kedepan, tapi aku berjanji akan menemanimu melewati tantangan itu. Aku tetap bersamamu"
"bagaimana kalau tantangan itu datang dari kehidupan kak Daniel"
"Aku tetap bersamamu dan kembar"
Yasinta terlihat berpikir sejenak.
"Kalau nanti masalah datang dari kehidupanku, aku minta kamu bertahan dan memperjuangkan ku. Aku ingin penting dan berarti dalam hidupmu, kamu harus bergantung hidup padaku" ucap Daniel tegas
"ehhh bisa begitu, setiap orang ingin mandiri kak Daniel, tidak merepotkan orang lain" ucap Yasinta
"aku ngga butuh kamu yang begitu, aku ingin kamu bergantung padaku, cukuplah cintaku untuk mu dan kembar, kalian ga harus mandiri, untuk sekarang ini aku bisa melindungi kalian, dan aku akan memberikan apa yang aku punya untukmu dan kembar" ucapnya lagi sangat yakin.
blushhhh
Muka Sinta sekejap berubah, boleh ngga dia sangat bangga.
Boleh ngga Yasinta sekejap melupakan penderitaannya selama ini, dan langsung mempercayai Daniel lagi?
"Kak Daniel sekarang jadi tukang gombal ya"
"bukan tukang gombal Sinta, tapi itu yang sebenarnya. Hampir sepuluh tahun kamu pergi, aku sangat benci kamu. kenapa??? karena setiap aku melihat cewek, aku akan langsung ingat kamu. Jujur aku bilang bukan tidak ada yang suka sama aku, ada, tapi ngga pernah klop karena tolak ukur saya selalu kamu. Bukan aku bilang kamu wanita sempurna, tapi aku suka semua yang ada padamu, kelebihan dan kekuranganmu, lebay ya, tapi itulah aku sin" ucap Daniel menatap Yasinta.
"Dulu Rio itu sampai mati-matian cariin aku cewek waktu kami diluar negri, dan kami mencoba untuk jalani. Entah kenapa saat aku ingin mengajaknya ke hotel atas anjuran Rio, dia tidak menolak sama sekali. Aku jadi ingat kamu yang kolot yang ciuman aja harus ada moment tertentu, apalagi diajak ke hotel kamu pasti langsung meninggalkan saya, iya kan" ucap Daniel vulgar sambil tertawa kecil.
"kakkkkk"
Hai semua
__ADS_1
Terimakasih untuk like, koment dan hadiahnya
I LOVE YOU ALL🙏🤗