
Melihat kedua dokter itu menatap monitor komputer itu serius, Daniel sangat was-was, jangan-jangan Yasinta menderita suatu penyakit.
"Bagaimana dok, gimana keadaan istri saya" tanya Daniel.
Bukannya menjawab pertanyaan Daniel kedua dokter wanita itu malah senyum lalu dokter citra pamit.
"Kalau begitu aku keruanganku dulu cyn," ucap dokter citra sama dokter Cyntia.
"Pak Daniel, ibu Yasinta tidak kenapa-napa pak, nanti dokter Cyntia yang menjelaskan ya, karena itu bidangnya dia" ucap dokter citra dokter keluarga Daniel.
"hmmmmm" ucap Daniel lemas
"Silahkan pak Daniel" ucap dokter Cyntia mempersilakan Daniel duduk di meja kerjanya.
"Pak Daniel dan Bu Yasinta sudah punya anak"
"sudah dokter,"
"laki-laki atau perempuan"
"dua-duannya laki-laki dok"
"ohhhh berarti harusnya bapak sudah punya pengalaman menghadapi ini" ucap dokter Cyntia yang belum tahu riwayat pernikahan Daniel.
"maksudnya"
"ibu Yasinta ini hamil muda pak, jadi dia tidak boleh capek dulu ya, termasuk urusan hubungan suami istri"
jedarrrrrrrr
Daniel bengong, Daniel memang sudah punya kembar, tapi daniel sama sekali ngga punya pengalaman dengan kehamilan Yasinta. Tapi Daniel ngga mungkin jelasin sama dokter Cyntia.
"istri saya hamil lagi dok" ucapnya sangat senang
"iya pak, apa kehamilan sebelumnya ibu Yasinta tidak begini"?
"ngga, iya...maksudku ngga sampai pingsan begini" jawab Daniel gugup, karena sejujurnya dia tidak tahu dan tidak bersama Yasinta saat kehamilan pertamanya.
'tapi tunggu dulu juga katanya Yasinta pingsan saat makan malam disingapura, lalu dibawa kedokter baru ketahuan dia hamil' batin daniel
"oh itu memang beda-beda tiap kehamilan pak, biasa itu" ucapan dokter Cyntia membuyarkan lamunan daniel
"iya dok" Daniel sangat gembira Yasinta hamil lagi.
Kali ini aku akan menjadi suami siaga, apapun yang kamu inginkan sin, aku pasti penuhi sayang, bahkan aku akan menahan diri untuk tidak menyentuhmu sampai kehamilanmu aman" batin Daniel.
"jadi apa istri saya perlu dirawat dok"
"kita lihat nanti ya pak, setelah ibu Yasinta sadar baru kita observasi lagi"
"Baik dok"
Daniel mendekati bed Yasinta dan menggenggam tangannya.
"Bangun sayang, kamu tahu ngga kamu semakin membuatku bahagia setiap hari. sekarang kamu hamil,hamil anak kita. Kamu harus selalu bahagia ya, kamu harus berbagi setiap hal ya, jangan pendam sendiri. Biar aku yang cape dan sakit, jangan kamu lagi sayang, cukup hamil kembar kamu tanggung sendiri, oke" ucap Daniel mengusap perut Yasinta.
"jangan susahin mama ya nak, jadilah anak baik, kasihan mama" lanjut Daniel sambil mengusap perut Yasinta.
Saat Daniel masih setia menjaga dan menunggu Yasinta sadar, dokter Cyntia memeriksa pasien rawat inap. Tiba-tiba masuk pak Yusuf yang terlihat sangat khawatir.
"dan, gimana Sinta" tanya pak Yusuf mendekat
__ADS_1
"belum sadar Pi, tapi kata dokter dia ngga apa-apa. Sinta hamil Pi" ucap Daniel dengan berbagai perasaan, ada bahagia dan sedih melihat istrinya belum sadar.
"hahhh syukurlah," ucap pak Yusuf lalu mendekati bed Yasinta.
"nak, kamu pasti kuat, waktu hamil kembar kamu kuatkan, malah keadaan waktu itu sangat menyakitkan. sekarang kamu penuh kasih sayang, kamu harus lebih semangat ya nak. seharusnya masa-masa hamil kamu ditemani oleh mamimu juga, tapi sekarang papi yakin sayang bahkan kasih sayang Daniel mungkin lebih besar dari mamimu." tutur pak Yusuf sambil mengusap kepala anak perempuannya.
"enghhhhhh" Yasinta terlihat melenguh
"sayang" ucap daniel
"sin, ini papi" ucap pak Yusuf
"papi, kak"
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang, kamu membuatku takut" ucap daniel sudah meneteskan airmata.
"kok kakak menangis" Yasinta bingung sambil melihat sekitarnya. Dia baru sadar ini bukan di kamar mereka.
"kok saya bisa dirumah sakit kak"
"sayang, mulai sekarang kalau kamu merasakan sesuatu, apapun itu, tolong kasih tahu aku ya. aku ngga mau kejadian tadi pagi terulang lagi. kamu pingsan dekat pintu kamar kita"
"iya kak" sepertinya Yasinta sudah mulai ingat apa yang terjadi.
"kamu tahu ngga sayang, kamu hamil lagi anak kita, jadi kamu ngga boleh cape -cape ya. aku mohon banget jangan mikirin apa pun, kalau ada yang nyangkut dihatimu cerita sama aku atau sama papi atau om Riadi ya. kita semua pasti jaga kalian" ucap Daniel mengusap perut Yasinta lagi yang ditutupi selimut rumah sakit.
"oh iya" Yasinta sedikit kaget ngga nyangka secepat ini dia hamil anak Daniel lagi.
Pak Yusuf faham perasaan Daniel, dia membiarkan mereka saling menumpahkan perasaan dulu. Pak Yusuf akhirnya keluar yang sudah disambut oleh pertanyaan-pertanyaan kembar dan pak Riadi.
"kakek mama sudah bergerak kan, sudah sadar kan"?
"gimana nak Sinta pak" tanya pak Riadi kurang sabar juga.
"kita boleh masuk lihat mama ngga kek"
"nanti ya setelah diperbolehkan oleh dokter"
"ohhhhh"
"jadi nak Sinta sudah sadar pak"? tanya pak Riadi lagi
"sudah pak, dan ternyata dia tidak sakit, kita akan dapat cucu lagi"
"apaaaaaa... jadi"? pak Riadi kaget campur bahagia sekali
"iya pak, Sinta ternyata hamil, saya jadi ingat waktu itu, dia pingsan juga awal ketahuan hamil kembar" kenang pak Yusuf
"pak, dulu mungkin Yasinta hamil penuh kesedihan, tapi kali ini, itu tidak akan terjadi. Dia harus bahagia, kita akan ikut kontrol itu" terang pak Riadi.
"iya pak"
"hamil itu mau punya dedek kan" tanya Loan yang mendengar percakapan opa dan kakeknya
"iya nak, Kalian akan punya adik, biar rumah kita tambah ramai, oke."
"hore kita akan punya adek" teriak kembar berbarengan
"kalian senang"? tanya pak Riadi
"Yess opa, kita sangat senang" ucap mereka semangat.
__ADS_1
Tidak berapa lama terlihat dokter Cyntia dan dokter citra masuk lagi keruangan Yasinta.
"gimana Bu Sinta, apa yang dirasa, masih pusing"
"sudah ngga dok"
"sudah makan"
"belum dok"
"apa dari pagi belum sarapan"
"iya belum dokter" kali ini Daniel yang menjawab.
"pak Daniel, istrinya ngga ada pantangan makanan, jadi boleh makan apa aja. sekarang ibu makan dulu ya," ucap dokter citra.
"sayang, kamu ingin makan apa"? tanya Daniel senang.
"capcay pedas kak, tapi hangat ya, banyak udangnya"
"oke sayang, aku akan cari"
dddrrrt dddrrrt
"halo"
"hallo do, kamu dimana"
"masih dirumah pak, baru mandi"
"cepat ke rumah sakit CM, beliin capcay pedas, banyak udangnya, usahakan masih panas sampai sini"
"siapa yang..."
"tutttt tuttt"
'yahhh si bos main putus aja, tapi urgent kali ya" batin Dodo segera bergegas memesan pesanan bosnya.
Saat Dodo tiba dirumah sakit, dia langsung menuju ruangan yang dibilang Daniel. Dia langsung kaget melihat disana ramai, ada pak Riadi, pak Yusuf beserta supirnya, ada kembar juga beserta pengasuh mereka.
"maaf pak sebenarnya apa yang terjadi" tanya Dodo bingung karena ngga melihat bosnya.
"paman, mama kami mau punya Dede"
"ohhhhhh, pantesan" ucap Dodo akhirnya
"pantesan apa"
"tadi pak Daniel telepon buru-buru, minta capcay pedas, banyak udangnya harus hangat sampai rumah sakit ini, pasti ibu Yasinta lagi ngidam nih" ungkapnya senang lalu langsung masuk.
"ngidam. ngidam apa opa"
"ngidam itu,,, apa ya...keinginan ibu-ibu yang sedang hamil nak" ucap pak Riadi melirik besanya yang sepertinya bingung juga menjawab.
"kalau keinginan kita-kita apa namanya" tanya kembar lagi
"kalau keinginan kita-kita, ya keinginan doank, karena kita tidak sedang hamil, ohhh iya kalian mau makan seafood ngga"? tanya pak Riadi mengalihkan masalah karena dia susah menjawab pertanyaan kembar.
"mau opa mau, mamakan sudah sadar, jadi kita makan seafood" ucap keduannya.
Dukung author donk, like dan coment ya. vote juga, terimakasih.
__ADS_1
happy reading ya.