CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 87 RENCANA


__ADS_3

Daniel sedang melajukan mobilnya menuju kostan yasinta dengan perlahan. Hanya butuh lima menit dari grup arganta ke kostan yasinta.


tok tok tok


"sin"


"iya bentar" sahutan dari dalam, ternyata Yasinta baru kelar pakai baju.


ceklek


"masuk kak" ucap Yasinta mempersilakan Daniel masuk.


Daniel terkesima melihat wajah Yasinta yang sangat fresh setelah mandi, dia belum pakai bedak sama sekali. Rambutnya yang agak panjang ditarik keatas dengan tutup kepala mandi.


"Sebentar kak, aku pakai bedak dikit ya" ucap Yasinta sambil duduk depan tv.


"hmmmm" ucap Daniel dengan tatapan fokus ke Yasinta.


'Kamu cantik sekali sin, sangat cantik' batin Daniel


"kak, duduk dulu" ucap Sinta karena melihat Daniel masih berdiri.


"hmmmm" ucap Daniel asal lalu duduk disofa diruangan itu.


"kakak mau minum" tanya Yasinta


"ngga usah, cepatan aja, kita sudah ditungguin om"


"iya kak" Yasinta langsung menoleh bedak tipis di wajahnya dan lipstick tipis di bibirnya membuat Yasinta makin cantik Dimata Daniel. Ingin rasanya Daniel menc.um bibir itu sekarang, tapi nanti takut ke bablasan pasti Yasinta jadi marah.


sabar Daniel, sabar, gumamnya dalam hati.


Setelah pakai bedak Yasinta menyisir rambutnya asal dan mengikatnya asal juga. Semua itu dibawah pengamatan Daniel.


"Sudah kak, kita jalan sekarang"? tanya Yasinta


"kok kakak ngeliatinya begitu, bajunya ngga cocok ya ketemu om" tanya Yasinta lagi karena Daniel masih diam dan menatapnya.


"ngga, cocok kok, terlalu cantik malah. Sekarang istriku sangat cantik dan berisi" ucap Daniel


"ihhh pujian apa hinaan sih" tanya Yasinta yang memang cantik menurut Yasinta sendiri juga.


"pujian donk sayang, ayo" ucap Daniel berdiri dan mendekati Yasinta.


cup


Satu kecupan di bibir Yasinta membuat dia melongo.


"ayo" ucapnya tanpa menghiraukan protes dari Yasinta.


Yasinta mengikuti langkah Daniel lalu mengunci kamar kostnya. Mereka langsung masuk mobil Daniel dan melaju ke rumah besar Daniel.


"kita bawa apa kak"


"ohhh nanti kita beli buah di depan, om Riadi sangat suka buah peer"


"ohh iya kak"


Begitu menemukan supermarket Daniel dan Yasinta membeli buah untuk oleh-oleh.


Lalu mereka langsung meluncur kerumah Daniel.


Begitu memasuki komplek aja Yasinta sudah tahu kalau ini komplek perumahan mewah. Bahkan untuk masuk kawasan ini aja harus jelas ketemu siapa dan ada keperluan apa.


tin tin tin


Daniel membunyikan klaksonnya didepan rumah megah dengan lantai dua itu. Terlihat sangat megah dan luas.

__ADS_1


Tidak berapa lama seorang security membuka gerbang pintu tersebut dan menunduk kearah mobil Daniel.


"ini rumahmu kak, bagus banget ya"


"rumah kita, sebentar lagi rumah kita" ucap Daniel


"aku jadi malu kak, rumahku yang aku banggakan malah lebih kecil dibanding post jaga dirumahmu"


"kamu kok ngomong begitu sih sin" ucap Daniel serius


"benarkan, tapi kenapa waktu itu om Riadi mau nginap di rumahku yang kecil itu ya" ungkap Yasinta sedih dan malu.


Daniel langsung meraih tangan Yasinta dan membawa ke dadanya.


"kamu tahu sin, rumah mewah ini tidak ada apa-apanya dibanding kamu membesarkan anakku sampai sebesar itu sendirian. Mungkin nilai sepuluh rumah ini juga tidak bisa dibandingkan dengan kedua buah hati kita." terang Daniel


Yasinta masih diam, dia tidak tahu harus bangga atau harus bagaimana mendengar ucapan Daniel yang menyentuh hatinya, karena Daniel lebih menghargai anaknya daripada rumah mewahnya.


"sin, kamu tahu ngga, dulu saat aku sangat membenci kamu, sudah sangat benci tapi tetap aja hatiku tidak percaya, aku tetap mengingat kamu walaupun karena benci. Padahal aku ingin banget menghapus memori ku tentang kamu, tapi tetap tidak bisa. Kamu tahu ngga itu pasti karena ikatan batin yang sangat kuat antara aku, kamu dan anak-anak. Pasti saat hamil mereka kamu sangat membenciku kan, karena aku tidak mencarimu"? ucap Daniel


"Saya ngga mau ingat-ingat itu lagi" ucap Yasinta


"sepakat" ucap Daniel spontan


"Jadi sekarang, kita lupakan separoh kenangan pahit kita, kita lanjutkan kenangan manis kita, apalagi sekarang ada kembar, kamu tidak mau kan kembar direndahkan orang lagi" tanya Daniel masih menggenggam tangan Yasinta.


Yasinta mengangguk pelan.


"kita turun ya, senyum, om Riadi pasti sudah menunggu kita"


" iya kak"


cup


"mood booster" ucap Daniel enteng untuk mengembalikan emosi Yasinta sedikit.


Mereka berdua akhirnya turun dari mobil, dan masuk rumah mewah Daniel.


"ada diruang keluarga tuan" ucap art Daniel


"hmmmm, ayo sin" Daniel menarik tangan Yasinta.


"kalian sudah datang" ucap om Riadi.


"ya om" ucap Daniel langsung duduk disebelah omnya.


Sementara Yasinta masih mencium punggung tangan om Riadi lalu duduk di sebrang meja agak dipojok.


"tadi macet ya" om Riadi basa basi


Yasinta melirik Daniel dan mengharapkan jawaban Daniel walaupun om Riadi menatap Yasinta. Tapi Daniel santai aja, dia ngga jawab apa-apa malah hanya melirik Yasinta.


"ngga sih om" jawab Yasinta akhirnya.


"oh ya dan, mengenai yang tadi kamu ungkapkan om sudah mendapatkan jawabannya. Pak Partahi tidak bisa datang ke kota J, dan dia merekomendasikan temannya yang kompeten untuk selanjutnya mendampingi keluarga kalian. Mungkin besok lusa dia akan menghubungi om atau kamu" om Riadi diam sejenak.


"aku ingin secepatnya om, aku takut Cyntia nekat lalu mengganggu kembar dan papi disana"


"mengenai itu kamu tidak usah khawatir, om sudah menyuruh orang menjaga mereka dari jauh."


"oh ya, bagus deh" ucap Daniel


"mengenai pernikahan kalian, katanya kalian masih pasangan suami istri karena kalian tidak pernah berpisah. Jadi sekarang mendingan kalian langsung urus surat catatan sipilnya. Nanti kita adakan syukuran kecil-kecilan" ucap om Riadi.


"Tapi mengenai ini besok pagi om akan ketemu papinya Yasinta, untuk membicarakan ini semua. Yang penting kalian berdua sudah sepakat" jelas om Riadi


"kami sudah sepakat om, demi kembar. aku dan Yasinta ngga mau Cyntia nekat mengganggu kembar."

__ADS_1


"oh iya, Sinta mengenai Cyntia kamu tidak usah pikirin, dia ngomong apa juga ngga usah pikirkan. Besok om akan bicara serius dengan daddynya. Supaya dia jangan mengganggu Daniel lagi"


"iya om" ucap Yasinta


"Mumpung kalian disini tolong hubungi kembar melalui video call, om ingin bicara"


"baik om"


Yasinta langsung mengambil handphonenya dari dalam tas dan mencari kontak salah satu kembar.


ddrrrt ddrrrt


"halo mama" terlihat dua wajah bocah lucu itu memenuhi layar handphone Yasinta.


"hallo sayang, kalian lagi ngapain"


"tadi habis mandi mama, kata kakek kami mau makan bakso"


"ohh kakek sehat" tanya Yasinta selalu


"sehat "ucap keduanya barengan


"ya sudah opa ingin ngomong nih ya" ucap Yasinta


"mama sedang sama opa"


"iya" terdengar kedua bocah itu berdebat disebrang sana.


" aku mau minta hadiah dari opa, waktu itu katanya boleh minta hadiah kalau pintar, tadikan aku pintar, pulang duluan." ucap Leon


"heeee itu mah biasa, yang pintar itu bisa bikin pesawat terbang" ucap Loan masih terdengar jelas


Pak Riadi sampai ketawa mendengar kedua cucunya lalu meminta handphone Yasinta.


"hallo cucu-cucu opa, apa kabar" tanya om Riadi.


"opaaaa"teriak mereka sangat cempreng


"tadi aku pintar opa, dapat hadiah donk" tanya Leon yang langsung kameranya digeser ke Loan


"kamu tuh ya hadiah Mulu" ledek kembarnya


"biarin" mereka masih berdebat


Daniel dan Yasinta sudah tertawa melihat interaksi cucu dan opanya itu.


"oke, tadi siapa yang pintar" tanya pak Riadi akhirnya


"saya opa" jawab keduanya serentak dan nengangkat tangan


"besok opa kasih hadiah"


"hore" terlihat mereka bertoz ria sambil joged seperti biasa.


"oke Mau hadiah apa"


Mereka saling tatap bingung minta apa.


"terserah opa aja" jawab mereka akhirnya


"oke sampai besok ya"


"oke opa", video call itu ternyata sudah diputus kembar


HAI SEMUA, TERIMAKASIH UNTUK SETIA MEMBACA


TERIMAKASIH UNTUK LIKE DAN COMMENTNYA

__ADS_1


TERIMAKASIH UNTUK SEMUANYA


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2