CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 80 BAHAGIA KITA


__ADS_3

Waktu bergulir cepat, Yasinta sudah menikmati pekerjaannya sebagai sekretaris pribadi Daniel. Pekerjaannya tidak berat, tapi gajinya jangan ditanya berapa kali lipat dari Nana.


Yasinta sudah mulai sangat nyaman dengan pekerjaannya, apalagi Daniel sangat memanjakan ya walaupun Yasinta bukan cewek yang manja. Tanpa Yasinta sadari sekarang hidupnya memang sedikit tergantung sama Daniel.


Seperti pagi ini, karena sudah hari Jumat dia pun siap-siap begitu jam kantor habis langsung pulang ke kota T. Tas berisi jajanan kembar sudah stand bye tinggal angkat dikamarnya.


"pagi na" sapanya begitu sampe ruangannya


"pagi sin, senang bangettt" goda Nana


"biasa na hari Jumat, ntar sore go home, ketemu cintaku kembar"? ucap Yasinta sangat senang lalu mulai bekerja. Mereka tidak sadar semua pembicaraan mereka sudah didengar oleh Daniel yang sengaja ke kantor lebih awal untuk mengikuti Yasinta naik motornya.


"Nana" ucap Daniel yang membuat mereka berdua terlonjak kaget.


"bawa berkas yang mau saya urus"


"baik pak" Nana langsung mengikuti Daniel.


Daniel langsung masuk tanpa menyapa Yasinta membuat Yasinta bingung.


'Tumben banget kak Daniel jutek, kenapa ya' batin Yasinta.


'bodo amatlah kok gua jadi kepikiran sih dia ngga nyapa gua, apa yang aku pikirkan sih, tapi kan ngga biasanya begitu' batin Sinta lagi.


Tidak berapa lama Nana keluar dari ruangan Daniel.


"sin, kamu dipanggil pak Daniel tuh"


"hmmm"


"selamat pagi kak" sapa Yasinta setelah tadi mengetuk pintu ruangan Daniel dan masuk.


"hmmmm"jawab Daniel pendek tanpa menoleh.


'kok auranya kurang enak ya" batin Yasinta


"kenapa kamu ngga duduk, malah bengong, perlu aku peluk untuk duduk" daniel melirik Yasinta.


"iya kak"


"ini yang harus kaka urus pagi ini, hanya perlu tanda tangan"


"urgent ga"


"ditunggu Senin sore"


"berarti tunda dulu"


"iya kak"


"sekarang kamu bersiap, kita berangkat"


"berangkat kemana kak"


"ikut aja, kamu kan sekretarisku, nanti aku kasih tahu"


"baik kak, kalau begitu saya keluar dulu" ucap Yasinta.


"hmmmm" jawab Daniel asal.


Tidak berapa lama Daniel sudah keluar dari ruangannya begitu juga Dodo keluar dari ruangannya ketemu depan meja sekretaris.


"mobilnya sudah siap pak" ucap Dodo


"hmmm, kamu stand bye, .. jalan" ucap Daniel melirik Yasinta.


"iya kak" Yasinta mengikuti Daniel turun menuju lobby.

__ADS_1


"pak Dodo ngga ikut kak" tanya Yasinta hati-hati begitu mereka sudah berada dalam mobil.


"ngga, dia di kantor aja. lagian ini urusan pribadi, aku sama kamu aja"


"baik kak"


Mobil Daniel sudah melaju dijalanan menuju kota T. Yasinta mulai sadar sepertinya ini kearah kota T.


"Kak, kita mau kemana"? tanya Yasinta


"mau ke hotel, bulan madu"jawabnya santai


"kak Daniel, jangan becanda deh"


"apanya yang becanda" jawabnya asal tanpa ekspresi.


"kita mau kemana , benaran, aku tahu ini jam kantor, aku masih bawahan kak Daniel, setidaknya kasih tahu mau kemana" Yasinta gusar.


"udah duduk manis aja" Daniel juga ngotot.


"kakkkk" rengek Yasinta


"kenapa, tadi pagi kamu senang banget mau go home, kok sekarang cemberut" ucap Daniel


"emang kita mau kedaerah T kak, ketemu kembar donk" Yasinta mulai antusias.


"hmmmm aku juga kangen sama kembar" jawabnya asal.


"yeeeee makasih kak, makasih" ucap Yasinta memeluk lengan Daniel reflek.


Daniel senyum dalam hati mendapat perlakuan begitu dari Yasinta.


"tapi tadi motorku masih di kantor, masa nanti aku balik lagi ke kantor, nanti aku bisa langsung tinggal di rumah ya" rayu Yasinta


'hehehe Yasinta ini sedikit demi sedikit mulai kembali seperti dulu, ceria dan waktu tertentu sangat manja, aku suka itu' batin Daniel


"haaaa kak Daniel butuh aku rayu" tanya Yasinta balik malah


"iya, karena aku sangat merindukanmu. kamu jadi berubah bentuk menjadi Yasinta yang sangat mandiri. aku ingin kamu berubah menjadi Yasinta yang pintar namun tergantung padaku, dan kemanjaanmu sudah hilang, makanya aku ingin itu semua kembali.Tapi kayaknya sulit banget"


"aku hanya takut sakit lagi kak, aku takut berharap, karena sekarang kalau aku sakit pasti kembar yang kena dampaknya" wajahnya jadi serius


'lalu kamu akan terus menutup hatimu"


"saya ngga tahu, mungkin sampai saya siap kalau sakit lagi baru saya buka hati saya"


"Sin, apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya padaku, dan memberikan cintamu padaku, bahkan aku sudah membawa om Riadi ke rumahmu, apa aku harus melamarmu lagi sama papi"? tanya Daniel serius menatap Yasinta dan Yasinta juga menatap Daniel.


"itu hanya retorika kak, yang perlu adalah kesiapan hati. Dalam hidupku sekarang terus terang kembar adalah seperti separoh nafasku, aku tidak ingin kembar tersakiti jiwa dan raga mereka ke depannya"


"itu pasti, kamu tenang aja, aku akan melindungi kembar dan kamu. Berjanjilah sin, apapun yang terjadi kedepan percayalah cintaku hanya untukmu dan kembar, jadi jangan gampang mengambil keputusan, jangan meninggalkanku dengan alasan apapun kecuali aku yang menyuruhmu"


"akan aku coba"


"terimakasih mama, papa tahu mama peduli sangat dalam," ucap Daniel mengubah panggilan


"apaan sih" Yasinta malu dengan panggilan Daniel.


"kita akan segera menggunakan panggilan itu, aku ngga mau lama-lama lagi",


"terserah bos aja"


"ya mendingan begitu,kamu ngga usah melawan. sekarang kamu telepon kembar sudah pulang sekolah belum"?


"ya ampun kak Daniel" ucap Yasinta sambil menepuk jidatnya sendiri mengingat sesuatu.


"kenapa" Daniel ikut heran

__ADS_1


"Snack untuk kembar jadi tinggalkan, kak Daniel Sih ngga ngomong mau kesini, padahal aku udah beli banyak kemarin Snack buat kembar, udah aku masukin tas tadi pagi"


"ohh itu doank, kirain kenapa, aku sampai kaget, ayo kita mampir supermarket bentar kalau pas kita lewatin"


"tapi yang dirumah sayang kak"


"masih bisa besok-besok, nanti pilihin aja kesukaan kembar, kali ini boleh ya aku yang traktir," bujuk Daniel karena dia tahu Yasinta itu wanita yang punya prinsip.


"iya sudah, yang dirumah buat Minggu depan aja, Snack ini ngga busuk" Yasinta pasrah


"sekarang telepon kembar aja dulu, biar kita tahu",


"iya kak" Yasinta lantas menghubungi kembar.


dddrrrtt ddrrrt ddrrrt


"halo"


"hallo Pi, kembar belum pulang"?


"belum, ini kan masih kurang setengah jam lagi sin"


"ohhh iya pi, bentar lagi aku pulang, papi mau dibeliin apa"


"terserah kamu aja"


"oke Pi, bye, bye"


"mereka setengah jam lagi baru pulang kak"


"kalau begitu kita ke supermarket dulu" ucap Daniel melirik kiri kanan mencari supermarket.


"itu kak di depan"


"oke"


Daniel langsung memarkirkan mobilnya didepan super market.


Daniel turun dari mobil begitu juga Yasinta. Daniel langsung meraih tangan Yasinta dan menggenggamnya sambil masuk ke dalam.


"pilih yang kembar suka, semuanya" ucap Daniel enteng sementara Yasinta masih menata hatinya. Entah kenapa dia semakin suka dengan genggaman tangan Daniel walau hatinya jadi tidak bisa diajak kompromi. Yasinta berusaha melepas tangannya, sayangnya Daniel merasakan itu.


"tetap begini atau aku cium kamu disini" bisiknya , Yasinta pasrah akhirnya


Sambil bergandengan tangan mereka melewati rak demi rak Snack anak-anak itu. Daniel memilih tanpa melihat harga sementara Yasinta masih sibuk melihat harganya dulu. Saat Sinta melihat troly belanjanya sudah sangat banyak ternyata, karena Daniel ambilin semua yang Sinta perhatikan.


Yasinta menatap Daniel yang masih menggenggam tangannya sambil belanja.


'apa benar sekarang hidupku begini, belanja tanpa mikir' batin Sinta.


'gimana kalau suatu saat aku jatuh lagi'


'Nikmatin aja setiap prosesnya Sinta, toh semuanya sudah ditakdirkan yang Maha kuasa' batin Yasinta.


cup


Daniel langsung mencium bibir Yasinta yang dari tadi bengong.


"kok bengong Mulu, nikmatin kebersamaan kita ini, oke. aku ngga ingin kamu mikirin yang lain saat bersamaku, oke sayang" Daniel mengusap kepala Yasinta membuat Yasinta makin meleleh.


Hai readers, terimakasih untuk setia membaca


terimakasih untuk like dan coment


terimakasih untuk semuannya


I LOVE YOU ALL🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2