CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 50 CERITA OM


__ADS_3

Hai pembaca setiaku, kita sampai di episode 50 ya, dukung terus ya, berikan vote, like dan koment. terimakasih.


I LOVE YOU ALL 🙏🤗🤗🤗


Setelah mendengar pembicaraan Yasinta dengan Dodo, Daniel yakin kalau Yasinta sedang tidak ingin berbicara dengannya, bahkan hanya untuk memberitahu sudah pulang dari rumah sakit.


"maaf pak, apa bapak ingin bertemu dulu dengan Yasinta" tanya Dodo hati-hati takut bosnya marah.


"aku takut dia tidak ingin menemuiku, lagian ini sudah malam, aku takut istirahatnya terganggu"


"kalau begitu apa kita langsung pulang pak"


"aku juga ngga tahu"


Dodo diam sejenak, sementara mobil terus berlalu mengarah kerumah Daniel. Tapi begitu sampai depan rumah, Daniel malah minta putar balik ke cafenya Rio lagi yang sudah sangat lumayan jauh dari rumahnya. Tapi apalah daya supir dan sang asisten tidak ada yang bisa membantah, mereka harus patuh.


Sampai dicafe mereka disambut Rio dengan candaan.


"Waduh ada aura-aura patah hati nih, jadi mampir ke cafe gua"


"sialan lho"


"terus wajahmu kenapa ditekuk begitu" ucap Rio sambil mengamati wajah Daniel serius.


"ahhh jauhkan pandanganmu, aku masih normal" teriak Daniel


"emank Lo pikir gua jeruk makan jeruk, gua masih senang yang lembut dan bohai bukan yang kayak Lo. Tapi bay the way kenapa lagi wajah bos Lo do, masalah kemarin belum kelar?" tanya Rio ke Dodo.


Dodo yang bingung menjawab hanya mengangkat bahunya.


Daniel langsung naik keatas kearah ruangan Rio tanpa menoleh kearah Rio lagi.


"woi gue masih disini Lo main naik aja" teriak Rio mengikuti dari belakang.


"sebenarnya ada apa lagi bro" kali ini Rio serius begitu sampai ruangannya.


"gua lagi malas liat Lo" ucap Daniel asal


"bhahahaha...kamu malas liat gua tapi Lo datang ketempat gua,. halooooo apa tuanmu ini masih waras do" tanya Rio ke dodo


Dodo hanya bisa tersenyum tanpa menanggapi apapun.


"ya sudahlah yang waras ngalah, mau minum apa Lo"? tanya Rio juga akhirnya.


Setelah mereka ngobrol ngalor ngidul Rio tahu bahwa Daniel lagi sedih. Tapi dia tidak mau terlalu ikut campur karena dia tahu juga batasan urusan pribadi.


Setelah jam menunjukkan angka sepuluh lewat Daniel dan Dodo pun pulang. Sampai dirumah mereka sudah hampir tengah malam.


"kamu nginap sini aja ngga usah pulang" ucap Daniel sambil berlalu masuk dan naik ke kamarnya.


Dodo memang sudah terbiasa nginap dirumah ini, sudah ada khusus kamarnya kalau nginap.


"baik pak"


Besok harinya Daniel bangun kesiangan. Dodo sampai harus naik untuk membangunkannya.


"huhhh emank udah jam berapa sih"


"hampir jam tujuh pak"


"haaa benarkah"


"iya pak"

__ADS_1


"ya sudah tunggu saya dibawah, ini mau siap-siap dulu"


"baik pak"


Dodo keluar dari kamar Daniel dan turun ke bawah ke meja makan.


"belum bangun juga" tanya pak Riadi yang sudah mulai sarapannya karena kelamaan menunggu Daniel.


"sudah pak"


"tumben amat tuh anak telat bangunnya, emank tadi malam kalian pulang jam berapa"?


"hampir jam dua belas pak"


"habis lembur"


"iya pak" jawab Dodo asal


"ayo kamu sarapan dulu, ntar dia menyusul"


"iya pak" Dodo duduk disalah satu kursi itu tapi belum mengambil sarapannya, dia tetap menunggu Daniel.


"Daniel memang hebat, saya lihat pendapatan pabrik yang dikota T meningkat sangat tajam setelah kantor pusat pindah kesini. Semoga yang dikota B juga nanti maju pesat"


"iya pak"


"kamu yang sabar ya menghadapi Daniel, dia memang gila kerja, sampai lupa tuh menikah"


"siapa yang lupa menikah" ternyata Daniel sudah dibelakang mereka.


"kamu tuh, kalau memimpin perusahaan om memang acungkan jempol buat kamu, tapi urusan cewek kamu harus bangkit kayanya" ucap om Riadi sambil mengulum senyum.


"ahhhh gampang itu om, ntar aja" langsung duduk dihadapan omnya.


"ntar aja terus, Cyntia tuh tiap hari telepon om"


"anak kurang ajar ini"


"hehehe becanda om, habis om terus aja Cyntia Cyntia Cyntia, sampe bosan saya, saya ngga suka sama dia om, Joker begitu" sambil menyuap makanannya.


"makanya kamu bawa gadis yang kamu suka kehadapan om, biar om berhenti jodohin kamu sama dia"


Daniel terdiam sejenak mendengar perkataan omnya.


'Aku harus cari kebenaran tentang Yasinta, setelah aku pastiin aku akan bawa Sinta kehadapan om, aku yakin om pasti suka' batin Daniel


"ok om, tenang aja, pasti nanti om dapat mantu yang baik"


"jangan kelamaan, langsung kasih om cucu kembar dua kali, pertama kembar cowok kedua kembar cewek, cukup"


"bhuahahaha, enak banget ngomongnya"


"keturunan kita banyak kembar dan"


deggggg


'apa benar keluarga mereka banyak yang kembar, kenapa banyak hal yang mengarahkan kalau anak Yasinta itu adalah anakku. Kalau saja itu pasti benar, aku berarti sudah menjadi seorang ayah' batinnya sambil senyum-senyum.


"woi ngelamun apa Lo, senyum-senyum sendiri, buruan kawin makanya"


"iya om, tenang aja"


Saat mereka lagi becanda handphone Daniel berbunyi yang diletakkan diatas meja. Terlihat disana Cyntia calling...

__ADS_1


"tuh orangnya langsung telepon, berarti jodohmu sudah dekat"


"hahaha iya semoga jodohku sudah dekat, tapi jangan Cyntia, yang aku cinta aja" ucap Daniel sambil membayangkan wajah cantik Yasinta.


"angkat tuh, berisik" ucap om Riadi


"angkat do"


"tapi pak..." Dodo bingung, kok jadi dia yang angkat.


"kamu kan asisten saya, atasi tuh...aku malas ngomong"


Mau ngga mau Dodo ambil alih, sementara pak Riadi masih sarapan dengan tenang.


"halo nona" sengaja dia speaker.


"halo Dodo, kenapa kamu yang pegang handphone Daniel"


"memang saya yang pegang tiap hari nona, baru nanti saya kasih tahu pak Daniel"


"itu kalau urusan kantor Dodo" ucap Cyntia geram" kamu tahu kan siapa saya"


"maaf nona, tapi pak Daniel gada bilang ada pengecualian untuk anda" ucap Dodo yang diacungi jempol sama Daniel


"ya sudahlah malas saya ngomong sama kamu"


"apa ada pesan nona"


"ngga, nanti aja aku telepon lagi"


"nanti tetap aja saya yang angkat nona" ucap Dodo lagi.


"ihhhh kurang ajar banget sih kamu, nanti kalau aku menikah sama Daniel, kamu orang pertama yang saya suruh dipecat, tahu"


"baik nona, saya tunggu" sambil mematikan panggilan itu.


Daniel melotot sama Dodo.


"jadi kamu menunggu untuk saya pecat"


"habis cewek bapak sangat ganas, selalu pakai ancaman, sekalian aja kita ikutin, toh yang menentukan pak Daniel juga"


"kirain kamu nunggu saya pecat"


Setelah selesai sarapan mereka langsung berangkat menuju kantor. Dalam hati Daniel makin penasaran dengan anak-anak Yasinta.


'apa benar aku sudah punya anak kembar' lagi-lagi pertanyaan itu ada dalam benak Daniel.


'apa kebetulan aja Yasinta melahirkan anak kembar' batinnya lagi


'aku harus tanyakan sendiri sama Yasinta, aku ngga mau menduga-duga begini terus, malah membuatku tersiksa'


'aku harus ketemu Yasinta sebelum dia pulang kampung'


"do, kita kerumah kost Yasinta dulu, kamu bilang pagi ini dia ingin pulang kan"?


"iya pak"


"saya harus ketemu dan bicara dulu sama dia"


"baik pak" hanya itu yang bisa Dodo katakan walaupun banyak pertanyaan dalam hatinya.


"pak, kita ke kostan yasinta ya" perintahnya ke supir

__ADS_1


"baik pak"


Daniel sudah bertekad dia harus bicara sama Yasinta, walaupun hasilnya pahit dia harus bicara.


__ADS_2