CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 27 KEPIKIRAN


__ADS_3

Saat Daniel masih mikir, seorang tukang ojek online tiba ditempat itu.


"pak" panggil Sinta


"mba Sinta" tanya situkang ojek


"iya pak"


"sesuai aplikasi ya mba"


"iya pak, oh ya pak Daniel, pak Rio saya duluan ya, mba Cyntia" tapi Cyntia boro-boro menjawab dia malah melengos. Sementara Daniel terheran-heran Sinta naik ojek dia pikir Sinta akan naik taxi.


Setelah memakai helmnya Sinta pun naik kemotor itu, dan berlalu dari tempat itu.


Sementara Daniel yang emosi melihat Cyntia pun langsung masuk lagi ke cafe Rio, apa lagi tadi didepan mata Daniel Cyntia mengabaikan ucapan Sinta.


"kamu pulang sendiri aja, saya mau nginap disini sama Rio"


"hahhhh pulang sendiri" tanya Cyntia


"kenapa, ngga bisa, masa naik taxi ngga bisa" ucap Daniel


"yang kamu tega banget sih"


"yang pengen ikut siapa, gua ajak Lo ngga"


"Daniel"


"kenapa, sekretarisku yang kamu bilang kampungan aja bisa pulang sendiri, masak kamu yang anak kota ngga bisa pulang ditengah kota?" cecar daniel


"bro, kamu jangan begitu, ntar ngambek lho" ucap Rio setengah ngeledek keduanya


"bagus kalau ngambek, berarti ngga gangguin gua lagi" sambil seolah-olah melangkah masuk lagi ke cafe rio


"hahahaha" Rio ngakak sendiri, sementara Cyntia langsung melengos dan memanggil taxi yang sedang lewat disitu.


Setelah Cyntia pergi Daniel langsung pamit sama Rio.


"gua balik bro, thank you semuannya"

__ADS_1


"lho tadi katanya mau nginap disini" goda Rio lagi


"enak aja Lo"


"makanya cari cewek jangan yang terlalu agresif bro, saat kamu ngga mood juga dicecar terus kan, hahaha " kembali Rio ketawa ngakak


"oh ya bro, sepertinya aku jatuh cinta sama sekretarismu itu deh" ucap Rio serius


"gundulmu" ucap Daniel kesal


Saat Daniel keluar ternyata supirnya sudah siap untuk berangkat karena tadi sudah terlanjur nyalain mobil.


"langsung pulang pak" tanya supirnya begitu Daniel duduk di mobil.


"ke kantor bentar pak" sebenarnya Daniel juga bingung ngapain ke kantor, tapi karena tadi Sinta bilang motornya masih di kantor entah kenapa dia ingin ke kantor juga.


'sebenarnya gimana sih kehidupan Sinta sekarang, masa untuk transportasi aja dia cari yang termurah, bukan yang nyaman, naik ojek. Tahu begitu tadi aku akan paksain antarin dia daripada naik ojek' batin Daniel dalam perjalanan.


baru aja mobil Daniel memasuki parkiran kantor, terlihat Sinta yang sudah pakai helm lewat dan berhenti disebelah mobil Daniel dengan membunyikan klaksonnya dan menunduk serta membuka kaca helmnya.


'syukurlah dia baik-baik aja' batin Daniel


"aaaa itu, aku ada ketinggalan doank, habis itu langsung pulang" jawab Daniel gugup.


"ohhh kalau begitu saya duluan ya pak" pamit Sinta


"hmmm" ucapnya. 'hati-hati' lanjutnya dalam hati.


Sinta pun berlalu dari halaman kantor grup arganta. Tidak sampai sepuluh menit dia sudah sampai dikostannya.


Setelah video call dengan papi dan kedua buah hatinya Sinta ingin istirahat.


Dikamar kecil itu Sinta kembali teringat dengan masa-masa indahnya bersama Daniel. Dulu dia masih putri dari seorang pengusaha, tinggal di komplek rumah mewah dan dengan fasilitas yang lengkap.


Dulu sangat banyak laki-laki yang cari perhatian Sinta, tapi dia tidak pernah tertarik. dia hanya ingin laki-laki yang pintar dan bertanggung jawab. Dan itu semua dia temukan pada sosok Daniel yang juga sangat banyak digemari wanita, tapi dia memilih Sinta jadi pacarnya.


'Kenapa ya Tuhan disaat aku ingin melupakan dan mengikhlaskan Daniel, malah aku harus berdekatan dengan Daniel. Belum lagi sikap Daniel yang berubah semenjak jadi CEO, aku harus bagaimana ya Tuhan. Kalau boleh memilih aku ingin hidup sederhana dengan kedua anakku tanpa diusik siapa pun. Apalagi aku tahu sekarang Daniel sudah menjelma menjadi orang kaya yang sukses. Dan Tuhan mendekatkan aku dengan Daniel seperti ini membuat aku kadang lemah ya Tuhan, aku kadang tidak bisa mengajak kompromi hatiku yang sangat mencintai daniel, apalagi melihat dari dekat kehadiran wanita lain dihidupnya, yang sangat-sangat jauh lebih dari aku, batin Sinta.


'tapi sekarang aku harus fokus ke anak-anakku bukan sama hatiku. apapun yang Daniel lakukan aku harus menganggap itu wajar, karena aku bawahannya. aku hanya butuh gaji sekarang. ayo hatiku mengertilah, jangan mau sakit lagi melihat Daniel dengan cewek lain. hatinya bukan milikmu lagi. tolong hatiku maulah diajak kerjasama, anggap Daniel itu bos, pak Daniel arganta, batin Sinta memagari hatinya.

__ADS_1


Sementara Daniel juga sedang memikirkan Yasinta.


'apa sebenarnya yang terjadi Sinta kenapa perusahaan papimu berpindah tangan, aku memang mengatakan itu karma tapi kenapa hati kecilku mengatakan ada sesuatu yang kamu sembunyikan. rumah dijalan melati berpindah nama juga, apa papimu sehancur itu' batin Daniel didalam mobilnya.


'Selama ini aku tidak bisa mencintai seorang wanita manapun, aku juga ngga tahu Sinta apa aku masih mengharapkan mu. hati kecilku selalu membuat kamu jadi standartku mencari wanita padahal kamulah yang sudah menghianatiku, dan membuatku hancur sampai penyakit ibuku kumat lalu meninggal. Tapi kenapa Tuhan, kenapa Tuhan mendekatkan Yasinta lagi dikehidupanku dengan pertemuan kami, kenapa aku juga belum bisa menata hatiku saat melihat Sinta, padahal dia sudah milik orang lain, bahkan anaknya aja sudah dua' batin Daniel sedih.


Tanpa terasa karena memikirkan Yasinta Daniel sudah tiba dirumahnya. Terlihat omnya belum tidur dan masih nonton televisi.


"kok belum tidur om"


"belum ngantuk dan, oh ya dan gimana apartemen Cyntia sudah dapat"


"sudah om tadi siang, gara-gara itu juga aku pusing seharian, anak manja itu nyusahin aja terus. kadang ngomongnya juga ga dijaga didepan bawahan saya om"


"sebenarnya om juga kurang suka dengan sifatnya itu, jangan sampai nanti kamu diperbudak. Orang seperti itu susah menghargai orang. om sudah pengalaman menghadapi tantemu."


"sepertinya om terluka banget" ucapnya sambil duduk disebelah omnya.


"itu masa lalu dan, tapi jangan sampai terjadi sama kamu. kamu penerus arganta satu-satunya"


"iya om, Daniel juga masih sangat bingung"


"bingung kenapa, kamu bilang aja sama Cyntia kamu sudah punya kekasih, jangan kasih dia harapan"


"saya ngga pernah kasih dia harapan om, tapi..."


"tapi apa"


"saya kepikiran yang lain om, sekarang mantan istriku kerja di kantor kita om"


"maksudmu, bukannya kamu bilang dia putri Yusuf regata, kok bisa kerja di kantormu"


"itu yang aku bingung om, apalagi sekarang dia sudah punya anak dua. sepertinya sih kehidupannya memprihatinkan, sampai dia pernah kerja di pabrik kita di kota T"


"oh ya separah itu, bukannya kamu bilang dia dijodohkan dengan orang kaya dan menikah di Singapura"


"iya om, parahnya lagi saya baca di CVnya saat melamar dia itu single parent untuk menghidupi dua anaknya"


"kalau begitu, kalian harus bicara, kamu kan pernah bilang kalian saling mencintai. kalau memang sekarang hidupnya susah dan dia tidak terikat dengan laki-laki manapun kenapa kalian tidak mencoba bersatu. Dari ceritamu aku yakin dia wanita tangguh, anak orang kaya mau jadi karyawan kecil"

__ADS_1


"iya om, akan aku pikirkan"


__ADS_2