
Setelah perbincangan masa lalu mereka, Daniel semakin terharu dengan semua pengorbanan istrinya. Dia sangat bangga dengan sikap Yasinta yang mengutamakan kebahagiaan anak -anak mereka daripada dirinya sendiri.
Daniel semakin hari semakin bersyukur atas semua berkat dalam hidupnya. Setelah memiliki dua anak laki-laki sekarang dia memiliki dua anak perempuan yang lucu-lucu. Dan Yasinta juga adalah istri pilihan untuk semua orang.
Dua hari pasca melahirkan Yasinta sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Semua orang sangat antusias menyambut kepulangan Sinta dan putri kembarnya. Pak Riadi sebagai orang tua Daniel yang paling antusias. Karena Yasinta sebagai menantunya juga sangat menyayangi pak Riadi seperti pak Yusuf.
Pak Riadi sampai ikut turun tangan membereskan kamar Daniel dan Yasinta yang akan kembali kelantai dua. Dan langsung dihubungkan dengan kamar sikembar yang baru lahir. Itu sudah direnovasi sebelum Yasinta masuk rumah sakit.
Sementara kamar kembar Loan dan Leon juga bisa langsung nyambung ke kamar adik kembar mereka.
Kamar bayi kembar didominasi agak banyak pink muda, warna yang feminim, sementara kamar Loan dan Leon sudah dihiasi gambar Cars dan para idola mereka seperti sp.derman dan mobil t.yo.
Diruangan depan dan ruang tamu sudah dipenuhi balon-balon menyambut putri kembar yang baru lahir. Dan disana juga sudah banyak hadiah yang dikirimkan oleh kolega maupun staf Daniel dari beberapa kota.
Tidak hanya di rumah, diperusahaan Daniel hari ini, semua karyawan tanpa kecuali mendapatkan makan siang gratis. itu juga sebagai rasa ucapan syukur Daniel sekeluarga atas kehadiran anggota keluarga baru.
Tidak dipungkiri, pak Riadi yang tidak memiliki anak kandung, sudah menganggap Daniel anak dari kakak kembarnya yang telah lama meninggal adalah anaknya sendiri dan sekarang Daniel memiliki dua pasang anak kembar membuat rumah mereka yang tadinya sangat sepi menjadi ramai.
Begitu mobil yang membawa Yasinta dan putri kembarnya dari rumah sakit tiba di rumah mereka semua sudah menyambut gembira.
Malah sikembar sampai meniup terompet seperti moment pergantian tahun.
"welcome Dede princes" ucap Loan dan Leon bersamaan menyambut di pintu yang sudah berencana dan berlatih dari sebelum Yasinta datang. Mereka memang paling heboh dan aktif bergerak dari tadi.
"terimakasih kakak-kakak ganteng" ucap Yasinta yang dituntun Daniel menirukan suara anak kecil.
"semoga mama dan Dede princes sehat selalu" ucap kembar lagi.
"Amin, makanya kalau papa gada di rumah berarti tugas kalian adalah jaga mama dan Dede princes, karena papa harus kerja" jelas Daniel.
"oke papa" jawab loan
__ADS_1
"papa apa kami sudah boleh main sama Dede bayi" tanya Leon
lagi sambil melirik perawat yang mendorong dua box bayi dibelakang Daniel dan Sinta.
"nanti sayang ya, sekarang Dede bayinya harus istirahat dulu" pak Riadi yang menjelaskan karena melihat Daniel yang sangat fokus menuntun Yasinta.
"ayo bawa masuk dulu dan, sintanya belum kuat lama berdiri" ucap pak Riadi sama Daniel.
"iya om, ayo sayang" ucap Daniel sambil menuntun Sinta untuk duduk sebentar disofa sambil disalami beberapa staf Daniel. Karena ada beberapa kepala bagian yang diundang Daniel untuk makan siang dirumahnya.
Yasinta duduk sebentar di sofa ruang depan sambil menerima ucapan selamat dari beberapa tamu rekan-rekan Daniel. Semuannya terlihat sangat bahagia. Pak Riadi menjamu mereka semua sebagai ucapan syukurnya.
Setelah beberapa saat Yasinta sudah harus istirahat dan tiduran, dan akhirnya mereka pamit dulu kepada tamu-tamu yang ada disana. tapi sebelumnya dia harus menyusui kembar dulu. Daniel selalu mengikuti Yasinta dan menuntunnya dengan telaten. menggendong satu Dede bayinya jika yang satunya sedang menyusu.
"ya sudah pa, keluar aja, ngga enak banyak tamu kita berdua malah ngga keluar" ucap Sinta ngga enak.
"haaa kamu manggil apa tadi, pa,"? tanya Daniel memiringkan kupingnya.
"ya sudah terserah kamu sayang, aku ngikut aja. Apapun panggilanmu aku ngga perduli yang penting cintamu untukku dan anak-anak" ucap Daniel serius lalu mencium kening Yasinta.
Yasinta tersenyum senang melihat semua perlakuan suaminya. Tidak dipungkiri kehamilan kali ini sampai tahap melahirkan bahkan sampai sekarang Yasinta sangat dimanja oleh Daniel, hampir tidak ada kekurangan perhatian. Semuannya hampir sempurna perhatian Daniel untuk Yasinta.
Tidak berapa lama Yasinta terlihat tidur begitu juga bayi kembarnya. Daniel lalu pergunakan waktu untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah itu barulah dia keluar dari kamar menemui para tamu yang lumayan banyak.
"mereka sudah tidur dan" tanya pak Yusuf
"sudah Pi, anak-anak tidur, Yasinta juga tidur, dia masih harus banyak istirahat Pi", tutur Daniel.
"iya, ya sudah kamu makan dulu, kamu pasti cape, kamu juga harus istirahat nanti kamu sakit lagi"
"iya pi, cape tapi aku sangat suka, jadi ngga berasa capeknya" ucapnya senyum
__ADS_1
"iya, tapi tetap harus jaga badan, sekarang belum berasa, besok-besok kamu masih harus kerja keras, yang bisa dilakukan orang lain bagikan aja ke orang lain", ucap pak yusuf
"sampai sekarang saya masih ingin mengurus mereka Pi, aku memang repot tapi sangat suka. Saya sudah kehilangan moment kelahiran Loan Leon, aku ngga mau kehilangan moment ini juga Pi, aku tidak boleh kehilangan waktu sedikitpun waktu saat kelahiran kedua putriku" ucap Daniel mantap.
"iya sih, yang penting kamu harus sehat, karena kalau kamu sakit kasihan Sinta nanti kepikiran, malah anak-anakmu nanti yang merasakan, karena asupan mereka ya dari mamanya, jadi ibu menyusui itu tidak boleh banyak pikiran" ucap pak Yusuf menjelaskan.
"iya pi" janji Daniel
Daniel berbincang sebentar dengan Dodo asistennya tentang pekerjaan.
"gimana kantor, bereskan" tanya Daniel sambil mengambil piring untuk makan.
"sebenarnya sejauh ini beres pak, cuma Minggu depan jadwal bapak akan sangat padat, karena meeting yang tidak bisa saya handle saya reschedule ke Minggu depan, bahkan ada satu yang keluar kota" jelas Dodo
"ohhh begitu, keluar kota kemana, yang penting jangan nginap ya, aku belum siap untuk nginap"
"ke kota B, akan kita usahakan bisa pulang pak"
"hmmm atur aja, untuk disini kalau memang harus, usahakan aku meeting siang hari, karena kalau siang mereka biasanya tidur" ucap Daniel senyum mengingat kedua putrinya sambil mengunyah makanannya.
"kamu tahu ngga do, baru kemarin aku merasakan perasaan yang berbeda. Dulu aku sangat senang mengetahui Loan dan Leon, tapi kemarin melihat langsung kelahiran putri kembarku membuat hatiku luar biasa. Sedih, senang, takut, khawatir, semuanya jadi satu, yang bahkan airmataku keluar aku ngga sadar" cerita Daniel yang disambut senyum oleh Dodo.
"iya, pak, terlihat dari wajah bapak kalau bapak sangat bahagia" dukung Dodo lagi.
"hehehe kamu bisa aja, masa iya"
"iya pak, sangat terlihat"
"terimakasih do, saya kesana dulu ya"
"oke pak"
__ADS_1
Setelah itu dia menemui beberapa stafnya yang datang hari ini. Sepanjang hari ini senyum tidak ketinggalan dari wajah Daniel dan seluruh keluarganya.