
Sampai semua teman-teman yang jadi tamunya pulang, Daniel masih rebahan diruangan Rio. Sekitar tengah malam semua temannya sudah pulang, tinggallah karyawan cafe dan juga Rio dan Dodo beserta supir Daniel di luar.
"bosmu masih diruangan saya" tanya Rio sama Dodo setelah tamu terakhir pulang.
"iya bro, bos kayaknya terpukul banget melihat mantan istrinya tadi dipermalukan"
"mantan istrinya? jadi yang dia bilang wanita yang meninggalkannya demi cowok kaya itu Sinta" tanya Rio seperti orang linglung meskipun sebenarnya dia tahu Sinta itu mantan Daniel.
"iya, saya juga tidak menyangka bro"
"tapi kok kayaknya tidak cocok seperti yang Daniel ceritakan ya. katanya Sinta pergi dengan orang kaya sementara sekarang Sinta jadi sekretarisnya, bahkan tadinya kerja pabrik, gila ini ngga mungkin, pasti ada yang salah disini do" ucap Rio semangat
"menurut kamu salahnya dimana" mereka memang pake bahasa aku kamu karena Rio ngga mau terlalu formil dan mereka sepantaran.
"aku belum bisa jelasin, tapi dari sisi mana pun Yasinta itu sangat tidak cocok dengan karakter cewek matre, apalagi katanya cewek penggoda. Kamu lihat aja tampilannya sederhana dan cantiknya alami, bukan hasil polesan. Masa ada cewek matre tampilannya begitu"?
"saya juga sebenarnya ngga yakin Sinta bisa melakukan itu, cuma menurut bos Daniel mungkin dia ditekan oleh papinya yang mata duitan"
"ohhhh jadi papinya yang mata duitan"
"iya bro, bay the way kamu dapat informasi apa tentang cowok yang mengaku korban Yasinta tadi"
"ohhh itu, dia itu memang bukan orang sembarangan tapi playboy. dia itu putra bungsu dari keluarga Fariza pemilik twins grup."
"wowww hebat juga meta bisa menggaet cowok sehebat itu"
"hehhhhhh bayar pake tubuhnya kali"
"bisa jadi" hehehe mereka ketawa bersama.
Sementara Daniel yang dari tadi hanya tiduran diruangan Rio jadi ingat orang yang dia tugaskan mencari informasi tentang Yusuf regata dan Yasinta regata.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo"
__ADS_1
"halo, bagaimana, kamu sudah dapat infonya"
"belum maksimal tuan, tapi yang pasti ternyata rumah regata itu sempat disita bank lalu dilelang oleh keluarga Fariza. Katanya dulu proyek tuan regata dikalimantan di hancurkan warga pak, sehingga dia rugi triliunan. tuan Fariza bersedia membantunya dalam jumlah besar asalkan anak gadisnya mau menikah dengan putra bungsunya. Tapi ternyata mba yasintanya diam-diam sudah menikah pak dan sedang hamil"
jedarrrrrrrr
Daniel sangat kaget mendengar Yasinta hamil dari pernikahan diam-diamnya.
' berarti jangan-jangan anak-anak Yasinta itu ada satu anakku' batin daniel
"terus"
"pak Yusuf tidak tahu kalau anaknya sedang hamil juga, dia menjemput anaknya dari rumah suaminya dan langsung membawanya ke Singapura. Tapi saat bertemu dengan keluarga Fariza anaknya Sinta pingsan dan dibawa ke dokter, dan ketahuanlah kalau dia sedang hamil. Kabarnya keluarga Fariza merasa dipermainkan tuan, lalu menghancurkan perusahaan pak yusuf sampai berpindah kepemilikan kepada twins grup. Belum puas dengan itu keluarga Fariza juga mengambil rumah itu tuan, sehingga sebulan setelah kembali dari Singapura mereka harus mengosongkan rumahnya. Terlalu tiba-tiba hancur dan anaknya juga terseret ibu Ina istri pak Yusuf kabarnya meninggal karena jatuh di kamar mandi tuan. Karena rasa kemanusiaan mereka bisa tinggal dirumah itu sampai seminggu setelah istrinya meninggal. Seminggu kemudian mereka mengontrak didaerah padat penduduk didaerah Utara. Tapi hanya tiga bulan, berikutnya mereka menghilang dan tahu-tahu mereka sudah tinggal di daerah T tuan dan nona Yasinta menjadi guru private. Tapi setelah melahirkan dia melamar dipabrik garmen anda tuan"
Daniel mendengar cerita orang suruhannya seperti di dalam mimpi dengan mimik berubah-ubah. Berarti Sinta sangat menderita selama ini. Kehilangan rumah, kehilangan maminya dan juga papinya bangkrut, hamil tanpa suami, sampai jadi guru private dan buruh pabrik, tapi kenapa dia tidak pernah cerita ya.
"terus setelah itu dia menikah dengan siapa" pancing Daniel. entah kenapa sekarang dia berharap jawaban mereka Sinta tidak pernah menikah dengan siapa pun.
"dia tidak pernah menikah lagi sampai sekarang tuan" jawab orang itu
"ohhh itu maaf tuan, saya lupa kasih tahu tadi, anaknya itu lahir kembar. loan dan Leon Danyas nama mereka tuan"
"apa???
'berarti benar mereka mungkin adalah anakku, pasti Danyas itu Daniel dan iyas' batin Daniel
'Ya ampun Tuhan, apa yang telah Tuhan rencanakan untuk hidupku. Kenapa Tuhan sepertinya sedang mempermainkan hidupku. Aku sangat membenci Sinta yang telah melahirkan anakku. orang yang harusnya aku sayangi dan banggakan. pantas aja tadi saat meta bilang anak haram Sinta langsung tidak terima' batin Daniel.
'anakku bukan anak haram' ucap sinta tadi.
"halo tuan, halo"
Daniel tersadar dari lamunannya.
"ahhh iya iya pak, maaf pak, terus info apa lagi pak. "
__ADS_1
"untuk sementara baru itu pak, karena saya belum bisa mengorek keterangan dari tangan kanan pak Yusuf, dia yang paling tahu betul kejadian semuanya pak. Karena informasi ada bersilewaran sih kalau dulu perusahaan itu diambil alih juga karena keluarga Fariza tersinggung dengan keluarga pak regata tuan. jadi sudah hampir bisa dipastikan kalau ini tidak wajar, cuma karena pak Yusuf waktu itu lagi down dia hanya pasrah pak"
"baik coba kamu selidiki lebih lanjut, segera temukan tangan kanan pak Yusuf itu"
"baik pak"
Setelah sambungan telepon itu putus Daniel kembali seperti dihempaskan dari ketinggian. Dia sampai bangkit duduk dari rebahannya.
'Sebenarnya gimana keadaanmu, apa yang terjadi dulu Sinta, kenapa kamu ngga pernah cerita, kamu malah selalu berusaha menghindari ku bukan bercerita dan menjelaskan kepadaku' gumam Daniel sedih
'tapi tunggu dulu, terus laki-laki tadi, Diandro, mengapa dia bilang hampir menikah juga dengan Sinta saat posisi Yasinta lagi hamil, ini gimana lagi ceritannya.
"arrgghhhhj" teriak Daniel meremas kepalanya sendiri. Bersamaan dengan itu Dodo dan Rio masuk keruangan Rio yang ditempati Daniel.
"hai bro, jangan terlalu dipikirin, semua temanmu juga mengerti kok, itu bukan ulahmu" ucap Rio pelan karena mengira ini masih masalah meta.
"ahhh kalian" ucap Daniel seperti orang linglung.
"apa mereka semua sudah pulang" tanyanya lesu
"sudah bro, mereka semua sudah pulang. Dan kebanyakan mereka sih memang menyayangkan kejadian tadi, karena mereka menilai Sinta itu gadis yang baik, kalaupun ada salah dia kenapa harus diumbar" sesal Rio
"tapi kami juga sudah menjelaskan bahwa itu bukan rencanaku, itu diluar kendalimu, mereka juga maklum kok" lanjutnya, sementara Dodo hanya diam mematung dulu untuk mendengarkan.
"Saya telah salah Rio" ucap Daniel menyebut nama Rio. ini berarti sudah sangat serius, karena Daniel jarang menyebut nama Rio kalau lagi santai, pasti dia panggil bro atau lu.
Rio dan Dodo saling pandang. mereka dapat merasakan kesedihan Daniel, atau mungkin juga ini adalah rasa bersalah dia.
"Sudahlah bro, sudah malam, kamu istirahat dulu, besok baru kita pikirkan lagi" ucap Rio
"ngga Rio, ini lebih dari yang kalian pikirkan"
"maksudmu"
"anak Yasinta itu mungkin adalah anakku, karena menurut orang dilapangan waktu Yasinta dibawa ke singapura dia dibius, dan disana sudah menunggu calon suaminya. Tapi saat makan malam bersama itu Yasinta pingsan dan dibawa ke dokter, barulah ketahuan dia hamil"
__ADS_1
"apaaaaa" ucap Rio dan Dodo bersamaan.