
Disaat Daniel dan Yasinta sedang berusaha untuk menyatukan hati mereka seperti dulu, dibelahan dunia lain Cyntia baru aja tiba lagi di Indonesia.
Ternyata setelah kemarahan ayahnya yang menginginkan dia bekerja dan menghasilkan uang sendiri, supaya tidak boros dan foya-foya, ayahnya belum membuka blokiran semua kartu dan sumber keuangannya.
Bersyukur dia ketemu max, laki-laki yang sering jadi temanya di kasur. Dia dan max saling membutuhkan karena keduanya sama-sama terbiasa dengan kehidupan malam dan free ***.
Setelah max mengetahui bahwa Cyntia sedang dalam masalah dengan daddynya, max membiayai Cyntia untuk berangkat keluar negri menemui maminya.
maminyalah yang selalu memanjakan Cyntia, sehingga dia menjadi seperti sekarang. maminya berada diluar negri mengurus usaha dari keluarganya. Sejujurnya ibunya
Cyntia lah yang sangat kaya sehingga daddynya tidak akan bisa berkutik.
Saat ini Yasinta sudah menginjakkan kaki lagi di Indonesia, dia sudah mendapatkan semua fasilitas dari maminya karena daddynya sudah benar -benar menarik semua fasilitasnya. Bahkan ketika maminya Cyntia menyampaikan keberatannya, daddynya tetap tidak bergeming sehingga sekarang semua dihandle maminya.
Masalah uang memang keluarga Cyntia sangat mapan, ayahnya pengusaha maminya apa lagi, dengan perusahaan peninggalan orang tuannya maminya mempunyai penghasilan lebih besar dibanding papinya.
Tapi mengenai kasih sayang dan kebersamaan, sepertinya keluarga mereka kurang memilikinya. Gaya hidup mereka sangatlah masing-masing bahkan mungkin jarang ada komunikasi kecuali ada moment atau masalah.
'aku kembali daniel, aku akan memperjuangkanmu, kamu adalah laki-laki bertanggung jawab, aku tidak akan melepasmu''gumam Cyntia saat baru turun dari pesawat.
Bukanya kembali kerumah daddynya di kota S Cyntia malah langsung menuju kota J dimana Daniel berada saat ini.
"ke apartemen M pak" ucap Cyntia ke supir taxi yang membawanya.
"baik non" ucapnya balik sangat sopan.
"Aku akan buat strategi baru untuk mendapatkanmu Daniel. Karena kamu itu beda dari laki-laki yang lain. Kamu harus menjadi milikku walaupun tanpa bantuan om Riadi dan daddyku. Aku tahu tidak ada laki-laki yang bisa menolak tubuh indahku, dan aku akan gunakan ini untuk menjeratmu." gumam Cyntia sambil tersenyum kecil.
Begitu sampai di apartemennya Cyntia istirahat sebentar, karena ntar malam niatnya dia akan ke clubnya Edgar teman max. Disana dia cukup nyaman apalagi Edgar kenal dengan max dan Riko teman max juga teman Cyntia.
"eit Riko lagi di kota J ngga ya" ucap Cyntia sambil memutar-mutar handphonenya.
Lalu dia mencari kontak Riko di handphonenya, lalu dia memanggil.
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
Tapi sampai panggilan ke tiga belum diangkat, akhirnya dia kirim pesan aja.
"rik, ini Cyntia"
"ntar malam ke club Edgar ya"
"ketemu disana"
Sampai beberapa menit belum juga di baca, akhirnya dia ingin membersihkan diri dulu baru istirahat.
__ADS_1
Begitu keluar dari kamar mandi Cyntia melihat pesannya sudah di balas oleh Riko.
"oh, kamu, kok ganti nomor"
"sory, tadi lagi meeting"
"oke ntar malam ketemu"
Cyntia yang membaca pesan itupun senang.
"see you" balasnya.
Cyntia langsung istirahat di kasur empuknya, dan tidak berapa lama dia tertidur pulas sampai sore.
Sore harinya Cyntia sudah bersiap untuk berangkat ke club Edgar. Tapi malam ini Cyntia hanya ingin minum ala kadarnya, dia tidak ingin sampai mabuk. Dia hanya ingin menyapa teman-teman dugemnya di Kota J.
Pertemuan mereka malam ini hanya sebentar, tidak sampai pada mabuk. Jam sembilan malam mereka sudah pada pulang begitu juga Cyntia.
"oke cyn, sampai jumpa besok"
"oke Rik, terimakasih tumpangannya"
"sama-sama"
"mampir dulu"? ucap Cyntia
"oke" ucap Cyntia.
Keesokan harinya Cyntia sudah bersiap-siap akan ke kantor Daniel. Dia berdandan sangat cantik dan parfumnya sudah seperti mengharumkan seluruh ruangan.
Dia langsung naik taxi menuju kantor Daniel.
"selamat siang Bu, mau bertemu dengan siapa" tanya recepsionist dibawah dengan sopan.
"Daniel, tunangan saya"
"Sebentar ya Bu, saya kabarin pak Daniel dulu"
"sudah ngga usah, kelamaan kamu, waktuku terbuang menunggu kamu" ucap Cyntia sombong.
Dia ingin masuk ke lift khusus petinggi perusahaan, tapi sidik jarinya ngga bisa.
Akhirnya dia naik lift karyawan menuju lantai ruangan Daniel diiringi tatapan ragu recepsionist itu.
"Selamat siang" ucap Nana saat melihat Cyntia baru keluar dari lift.
__ADS_1
"siang, Danielnya ada kan"?
"ada, tapi maaf Bu, sekarang lagi ada orang di dalam, ibu silahkan tunggu sebentar" ucap Nana tidak Menjelasksn siapa yang sedang bersama Daniel diruangannya.
"siapa sih di dalam, tamu penting"? tanya Cyntia angkuh dan sewot membuat Nana makin illfeel melihatnya.
'Wajah sih lumayan, wangi kayak toko parfum tapi perilaku kayak pedagang pasar yang asal serobot' batin nana
Lalu Nana memencet interkom keruangan Dodo.
"Siang pak Dodo, ada tamu untuk pak Daniel, tapi pak Danielnya sedang tidak bisa diganggu, apa mungkin bisa bapak handle, ada diruangan saya sekarang" ucap Nana membuat Cyntia naik darah.
"kamu itu bodoh banget sih, saya mencari Daniel kenapa kamu suruh Dodo, b.go" ucap Cyntia kasar sambil menunjuk muka Nana
"Bu Cyntia, mohon anda jaga sopan santun anda. Saya rasa anda cukup berpendidikan untuk mengerti aturan" bentak Dodo saat melihat jari telunjuk Cyntia persis diarahkan ke wajah Nana. Nana sampai ketakutan.
"huhhhh aturan, saya cari Daniel tapi dia suruh kamu, emangnya kamu Daniel, kamu itu kacungnya Daniel" ucap Cyntia sangat marah sampai kedengaran keruangan Daniel.
"sepertinya ada keributan kak" ucap Yasinta sama Daniel yang sedang memeriksa keuangan cabang kota B.
"iya, sepertinya iya" ucap Daniel sudah berjalan menuju pintu. Dan betapa kagetnya dia melihat Cyntia memarahi orang-orang yang bekerja untuknya. Terlihat juga Dodo sudah pada posisi emosi.
"Tutup mulut kamu Cyntia, apa hakmu mengatakan Dodo itu kacungku, apa hakmu marah-marah di kantorku," teriak Daniel
Yasinta yang berada dibelakang Daniel sangat takut melihat kemarahan Daniel. Dia sampai hampir menangis melihat ketegangan itu. Tanpa sadar dia beringsut ke belakang Daniel.
Cyntia yang dibentak Daniel bukannya minta maaf dan menyadari kesalahannya malah ingin menyerang Yasinta. Dia sangat hafal wajah Yasinta yang telah dipermalukan Daniel diulang tahunnya.
"ohhh jadi dari tadi kamu yang diruangan Daniel, berapa ronde emank kalian main, sampai aku lumutan menunggu tunanganku ******" teriak Cyntia yang tangannya sudah dipegang Dodo.
plakkkk
Daniel sudah tidak sanggup mendengar ocehan Cyntia dengan mengatakan Yasinta ******. Tapi pukulan dodolah yang sampai ke wajah Cyntia, karena Dodo tidak ingin bosnya terjebak dan dituduh main tangan.
"jangan samakan Sinta dengan kamu wanita murahan, kamu bahkan lebih rendah dari ****** yang kamu bilang itu, " teriak Daniel dengan sangat marah
"Dodo, kenapa ****** ini bisa menginjakkan kaki di kantor saya. Tolong tanya orang bawah dan Tolong bilang om Riadi supaya daddynya menjemput wanita ****** ini" teriak Daniel berapi-api.
"kamu mencampakkan aku hanya demi wanita rendah yang mempunyai anak har..." ucapan Cyntia terputus saat Dodo bicara pelan tapi menusuk.
"Tutup mulutmu nona kalau tidak ingin aku sobek" ucap Dodo sambil menghentakkan tangannya sehingga Cyntia terhuyung kesampinya. Tidak ada yang berusaha menolong Cyntia yang hampir jatuh. Semua diam.
"panggil security" ucap Daniel
Terimakasih readers, masih setia membaca karyaku.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL"🙏🤗