
Setelah selesai makan malam Daniel dan Yasinta kembali ke hotel. Sepanjang malam yasinta tidak istirahat, karena Daniel tidak berhenti menggodanya yang ujung-ujungnya berakhir dengan pergulatan mereka lagi.
"Semoga tenaga dan kerja keras kita ini langsung membuahkan hasil" ucap Daniel saat pagi ini mereka siap-siap untuk breakfast.
"maksud Kaka gimana"?
"kembar langsung punya adek, seperti pesan om Riadi. Pasti rumah kita akan ramai"
"hehhh emank kak Daniel benar ingin segera punya anak"
"kalau Tuhan langsung kasih lagi SH, aku sangat senang" ucap Daniel serius
"ayo sarapan, saya sudah lapar" ucap Yasinta mengalihkan pembicaraan.
"iya ayo, kamu butuh banyak asupan makanan. tadi malam pasti tenagamu sudah terkuras habis." goda Daniel
Setelah selesai sarapan Yasinta ingin telepon kembar dulu.
"mau ngapain" tanya Daniel
"mau video call kembar kak"
"nanti aja, mereka senang-senang aja kok. lagi diajak om mancing dikolam"
"kok kakak tahu"
"om Riadi tadi pesan, biar kamu ngga kepikiran"
"ohhh"
"kamu mau buah ngga"?
"boleh kak"
"aaaaaa" ucap Daniel menyuapkan buah bekas gigitannya ke Yasinta.
"Setelah makan istirahat, biar nanti siang kita ke makam ibu"
"kita berdua aja? kalau menurutku sih kembar harus ikut, soalnya kembar juga sudah lama tidak kemakam mami"
"ya sudah terserah kamu, sepulang dari sini aja, aku ngikut pendapatmu",
"aku ingin istirahat bentar ya"
"hmmmmm" ucap Daniel, sebenarnya Daniel masih ingin aja berc.nta dengan Yasinta, tapi dia melihat Yasinta memang sangat cape.
"istirahatlah, aku telepon Dodo bentar ya"
"iya kak"
"aku heran deh sama kamu, ngga bisa ganti panggilannya"
"tapi aku suka itu. kak berati kadang kak Daniel bisa jadi kakakku, pelindungku, cintaku dan hidupku , tempat sandaranku"
"ya sudah terserah kamu deh"
"jangan marah" bujuknya menatap Daniel yang duduk ditepi ranjang dengan memangku laptop.
"siapa yang marah" jawab Daniel sambil menatapnya.
"kamu tahu ngga sin, aku mana bisa marah sama kamu, aku ngga bisa lihat kamu menangis, aku akan sangat sakit sekali rasanya bahkan melebihi sakitnya kalau aku yang mengalami"
"lebay" Yasinta menowel hidung daniel
__ADS_1
"iya cintaku emang lebay, aku sendiri bingung" ucapnya lagi.
"Dulu aku sangat berharap bertemu kamu dan menunjukkan. bla BLA BLA...", Daniel cerita banyak tapi tidak ada tanggapan dari Yasinta.
Setelah dia lihat ternyata istrinya itu sudah tertidur dengan posisi kepala didekat Daniel.
"Tidurlah, kamu harus istirahat, tadi malam aku sudah membuatmu sangat lelah. maaf aku ngga bisa berhenti setiap kali didekatmu" ucap Daniel entah didengar Yasinta atau tidak. Daniel membenarkan letak bantal Yasinta dan mengusap-usap rambutnya sebentar.
Tanpa bergerak dari duduknya Daniel menghubungi Dodo asistenya.
dddrrrt dddrrrt dddrrrt
"hallo"
"halo do, gimana supir papi, sudah ada"
"sudah pak, saya ambil supir pabrik dan dia bersedia"
"terus sudah dirumah papi"
"sudah pak tadi malam, tapi tadi pagi balik dulu untuk mengambil pakaian"
"ohhh ya sudah, kamu atur semua"
"baik pak, apa bapak masih di hotel"
"hmmm masih, mungkin sore baru balik"
"padahal itu bisa tiga hari pak"
"Yasinta ngga bisa jauh dari anak-anak"
"ohhh, baiklah pak"
'Terimakasih Tuhan, sudah mengembalikan cintaku, membawa anak-anakku dan juga memberiku segalanya. Aku tidak minta banyak, aku hanya mohon tolong lindungi pernikahan kami ini, supaya kami tetap bersama sampai maut memisahkan' doa tulus Daniel.
Setelah mengecek beberapa kerjaanya Daniel juga ingin istirahat sebentar. Dia menutup laptopnya dan menaruhnya di meja rias. Dia ikut berbaring dibelakang Yasinta dan memeluknya erat. Mungkin karena kecapean Yasinta tidak bereaksi sama sekali, tidurnya masih saja pulas.
Tidak berapa lama Daniel juga ikut terlelap dibelakang Yasinta.
Ternyata mereka tidur sangat lama, mereka terjaga saat jam menunjukkan angka tiga sore.
"ummmhhhh" Yasinta menggeliat tapi susah karena dipeluk erat Daniel
"kenapa" ucap Daniel masih merem
"bangun kak, udah jam berapa ini" sambil mencari handphonenya.
"hahhh udah jam tiga kak" teriak Yasinta spontan saat melihat handphonenya.
"biarin aja" ucap Daniel santai sambil merem.
"kasihan kembar kak"
Mendengar kembar otak Daniel langsung bekerja.
"iya ya, ayo kita bersiap"
"hmmmm"
Akhirnya sore itu mereka memutuskan keluar dari hotel menuju rumah besar Daniel.
Saat mereka sampai ternyata kembar lagi siap-siap di kamar mereka ditemani oleh om Riadi.
__ADS_1
"Halo anak-anak" sapa Daniel gembira saat masuk kamar kembar.
"papa" balas kembar berbarengan sambil bangkit berlari menyambut dan memeluk Daniel.
"waduhhh anak-anak papa kayaknya lagi senang-senang nih sama opa" ucap Daniel sambil memeluk dan mengusap punggung kedua anaknya.
"iya pa, kata opa besok kami mulai sekolah ditempat yang baru, jadi kami harus siap-siap pa" cerita Loan
"sayang" ucap Yasinta yang berdiri dibelakang Daniel dari tadi.
"mama" ucap keduanya sambil menuju pelukan mamanya.
"tadi malam Loan sama Leon tidur cepat kok, seperti pesan mama. terus tadi pagi opa mengajak kami memancing ma, banyakkk ikannya yang luar, tapi Leon dapat mancingnya", cerita Leon kali ini
"Leon, itu ikannya banyak karena peliharaan opa, bukan karena disana ikannya banyak"
"sama aja kan, ikannya banyak"
"iya, tapi kalau ikan di kolam itu peliharaan, kalau ikan yang disungai itu tidak dipelihara hidup liar" tutur Loan
"sama aja"
"ihhh ngga sama leonn, kalau yang dipelihara kita pancing ya dapatlah, tapi coba mancing disungai, kamu dapat ngga"? Loan terlihat kesal
"sudah sudah, tidak usah dibahas lagi, nanti kita bisa langsung mancing di kolam sama disungai, siapa yang dapat lebih banyak" hibur opa mereka.
Yasinta sudah terbiasa dengan perdebatan sikembar, jadi dia tidak ambil pusing lagi, dia hanya senyum-senyum begitu juga Daniel terlihat senyum senang melihat perdebatan kembar.
"om sangat bahagia Daniel melihat setiap perdebatan mereka dari tadi malam. mulai dari nonton siaran tv sampai tidur sebelah mana" cerita om Riadi.
"pasti om terganggu ya" tanya Yasinta ingin minta maaf
"hahaha terganggu nak, tidak sama sekali. kamu tahu ngga tadi malam beberapa kali om tertawa lepas karena tingkah kembar dan itu membuat om makin segar dan sehat" ucapnya masih ketawa.
"kalian mandi dulu gih" usir pak Riadi.
"ya sudah anak-anak mama sama papa mandi dulu ya, kalau tas sekolahnya sudah beres segeralah tidur, biar besok bangunnya segar, jangan lupa berdoa dulu"
"baik ma"
"Kalian mandi aja sana, kembar biar om dulu yang urus, om ingin merasakan direpotin cucu dulu" ucapnya mengusir Daniel dan Yasinta.
"kalian fokus aja dengan adik mereka" lanjut om Riadi saat mereka sudah sampai pintu.
Dengan malu-malu Yasinta dan Daniel meninggalkan kamar kembar dan masuk kamar mereka yang sebenarnya sudah hampir satu Minggu ditempati Yasinta.
"kamu yang mandi dulu" ucap Daniel
"kak Daniel aja, aku mau beresin baju-baju ini dulu"
"apa kita mandi bareng aja" goda Daniel di dekat telinga Yasinta.
"ihh kak Daniel" tapi ucapan Yasinta kalah sama tindakan Daniel yang sudah mengangkat Yasinta ke kamar mandi.
'Aku sangat bahagia Tuhan, tolong jaga keluarga kami' doa Yasinta dalam hati.
'Inilah kehidupan baruku, besok adalah hari baru dengan peran yang baru dan kebiasaan yang baru' batin Yasinta.
Hai guys, masih setiakan. Jangan lupa like dan coment ya.
Terimakasih.
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
I LOVE YOU ALL🙏🤗