CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 30 PENDAPAT BRAM


__ADS_3

Hai readers, selalu author minta like ya ya. vote n coment kalian untuk menambah semangat author. I LOVE YOU ALL 🙏🤗


Pulang dari kantornya Yasinta lalu menuju mall yang dikatakan oleh Bram. Ternyata Bram sudah duluan berada disana.


"kita sambil makan apa sambil ngopi" tanya Bram


"sory Bram, saya belum gajian nih, jadi bingung pilih yang mana"


"kali ini gua yang traktir sin, lain kali kalau sudah gajian baru kamu yang traktir, lagian dulu waktu kamu lagi banyak duit kamu suka banget kok bantu orang, aku tahu itu. Jadi sekarang saya senang kalau bisa bantu kamu"


"ahhh itu sudah berlalu Bram"


"tapi masih ada dampaknya sin"


"terserah kamu deh"


"ya sudah ayo, ikut aja ok"


"iya bos, bay the way nanti cewekmu ngga marah kak Bram, nanti pasaran kamu turun lagi jalan sama janda" ucap Yasinta sambil mereka berjalan.


"aku jawab satu-satu ya Bu, pertama aku belum punya cewek, aku lagi fokus dengan usahaku. kedua tergantung kita jalan dengan janda yang kaya gimana dulu, kalau jandanya kayak yang disebelah ku ini justru aku bangga" ucap Bram tegas.


"berarti aman nih makan ya, takutnya lagi enak cerita malah dijambak cewek lain dan dituduh pelakor lagi" ucap Yasinta tertawa lepas dan diikuti oleh Bram. mereka sama-sama ketawa.


Saat mereka berjalan memasuki satu restoran yang lumayan mahal dengan saling ketawa itu ternyata dilihat oleh Daniel yang kebetulan juga ingin makan di mall tersebut.


'sinta, Bram mereka kayaknya bahagia banget. apa sekarang dia sama Bram, pantas aja dia butuh kerjaan' batin Daniel


"ada apa pak" tanya Dodo saat melihat Daniel bengong.


"ngga nggada apa-apa, tadi aku pikir temanku ternyata bukan"


"ohh mari pak" mereka memasuki restoran mewah itu.


Sementara Bram dan Yasinta sudah duduk direstoran yang tidak terlalu mewah itu.


Mereka tinggal menunggu pesanan mereka.

__ADS_1


"oh ya sin, katanya kamu mau cerita, cerita apa"?


"oh iya kak Bram, aku mulai darimana ya" ucap Yasinta sambil membuka handphonenya.


"lho malah nanya saya gimana sih"


"ternyata dunia sangat sempit ya kak Bram, aku bertemu kak Daniel lagi"


" oh ya, dimana"


"ternyata dia CEO ditempatku bekerja, jadi sekarang aku sekretarisnya"


"apaaaaa" ucap Bram kaget


"ya dunia memang sangat cepat juga berputarnya. sekarang Daniel itu sudah sukses dan jadi penerus Grup Arganta, sedangkan aku sekarang hidup susah bahkan untuk makan aja harus kerja keras" ucap Yasinta


"kamu jangan patah semangat donk, aku yakin kamu bisa menghadapi tiap masalahmu. sedikitnya aku tahu kamu Sinta, kamu wanita kuat dan hebat, aku salut sama kamu."


"tapi masalahnya kadang hatiku tidak bisa diajak kompromi kak Bram saat dia membentakku, padahal aku sudah berusaha untuk menempatkan dia sebagai bos dihidupku, aku sering gagal kak Bram" ucap Sinta terlihat airmata sudah menggenang di pelupuk matanya.


"kalau sudah bicara hati, saya juga ngga bisa berkomentar apa-apa sin" ucap Bram serius melihat sahabatnya sudah mau menangis.


"aku ngga tahu kak Bram, sebenarnya hati kecilku bilang mending tidak usah bertemu dengannya. aku takut tidak bisa mengontrol hatiku, jadi kalau tidak ketemu aku dan hatiku aman. tapi kenapa Tuhan malah pertemukan kami lagi kak Bram, jadi atasan dan bawahan lagi seolah-olah Tuhan sedang menghukum papiku dulu yang membuat keputusan yang sangat salah"


"jangan menyalahkan siapa-siapa sin"


"aku juga tahu kak Bram, aku juga tidak mau daniel menghina papiku, karena sekarang papiku sudah kehilangan semuannya jadi hanya tertinggal saya dan anak-anak, aku akan melindungi papiku, tidak ada yang boleh menyakitinya termasuk Daniel sekalipun"


"iya kamu benar, kamu harus support papimu"


"tapi bagaimana kalau aku tidak kuat kak Bram?" Sinta menarik nafas panjang.


"Setiap hari ceweknya kekantor mempertontonkan kemesraan mereka, belum lagi tadi pagi teman kita meta, kamu ingat, meta dan gengnya, entah sejak kapan dia dan Daniel sangat dekat. tadi pagi dia datang ke kantor dan menghinaku dan papiku habis-habisan didepan Daniel, dan kak Danielnya juga diam aja kak Bram, bahkan menyuruh meta diam pun dia ngga mau" cerita Sinta sambil menangis.


"saya lihat dan rasakan sekarang kak Daniel itu bukan kak Daniel yang dulu, sekarang dia benar-benar CEO muda" ucap yasinta


"kalau bukan karena kena finalty yang sangat besar aku sudah resign kak Bram, aku ngga kuat" ucap Yasinta lagi sudah meneteskan airmata.

__ADS_1


"emangnya kamu dikenain finalty berapa kalau melanggar kontrak"


"lima ratus juta kak Bram"


"haaa gila benarr kantormu, maaf sin kalau membantu sebanyak itu aku belum sanggup, kamu juga tahu aku dan usahaku kan, hanya pabrik plastik kecil" ucap Bram


"iya Bram aku tahu, seandainya kamu mampu juga aku belum tentu mau, karena aku kembalikanya bagaimana" jawab Sinta lebih tenang.


Dan makanan pesanan mereka sudah datang.


"terus rencana kamu bagaimana, siapa tahu kita bisa cari jalan keluar sama-sama"


"tidak ada jalan lain kak Bram, aku harus bertahan, aku anggap aja aku jadi tahanan yang tidak punya harga diri selama setahun ini, karena dalam kontrak itu adalah satu tahun"


"yang sabar ya sin, kalau kamu butuh teman curhat, aku pasti usahakan mumpung aku belum ada yang punya." ucapnya sambil senyum


"iya kak Bram, aku pasti selalu butuh support kak Bram, tapi yang aku takutkan lagi kalau setiap hari aku bersama Daniel bisa jadi suatu saat dia tahu tentang papiku, aku tidak ingin papiku direndahkan Bram"


"Kalau menurut aku ya Yasinta, biarkanlah semua berjalan sesuai porsinya. Siapa tahu Daniel juga masih punya sedikit hati untuk tidak menghujat papimu sekalipun papi pernah salah. Kamu jangan berusaha mengatasi semuannya sin, aku takutnya kamu sakit karena terlalu berat beban. Serahkan semuannya sama Tuhan." nasihat Bram sangat bijak


"kamu benar Bram aku ngga boleh memaksakan diri" ucap Yasinta


"nah gitu donk, jadi Yasinta yang seperti dulu, selalu berpikiran positif melawan badai apapun, termasuk saingannya hehehe" bram memancing Sinta tertawa.


"kamu bisa aja deh" ucap Yasinta lagi


Akhirnya malam ini Yasinta bisa benar -benar curhat sama Bram. Setelah selesai makan malam itu mereka pulang dengan kendaraan masing-masing. Bram dengan mobilnya sedangkan Yasinta dengan motornya.


"pulangnya perlu aku kawal ngga nih dibelakang, takut ada yang godain kamu di jalan" goda Bram


"berarti dia salah alamat, godain janda galak dengan dua anak" ucap Yasinta sambil ketawa dan memakaikan helmnya.


"ok kalau begitu, hati-hati ya, jalan dipinggir, jangan ngebut" nasihat Bram seperti untuk anak kecil. Bram menunggu Yasinta jalan baru dia naik ke mobilnya.


"sialan kak Bram, itu selalu pesanku buat anakku kalau mau sekolah kak. Jalan dipinggir ya nak, jangan berbicara dengan orang yang tidak dikenal, jangan pecicilan, hati-hati" ucap Yasinta dengan mimik lucu membuat Bram makin ketawa.


Dan saat itu juga Daniel melihat adegan itu lagi saat dia menunggu mobil di lobby mall itu. Dia yang sedang memainkan handphonenya terusik dengan suara ketawa Bram yang kencang tadi.

__ADS_1


Dia masih mendengar ketawa Bram sementara Yasinta sudah melambaikan tangannya kearah Bram dan berlalu dengan motornya.


'apa benar Yasinta sekarang jalan sama Bram, cepat juga hatimu berlabuh kesana kemari iyas' batin Daniel tersenyum sinis.


__ADS_2