
Rasa penasaran Diandro serta rasa kecewanya sama maminya membuat dia merasa harus menemui maminya.
"tumben kamu cari mami, buat masalah lagi, cari aja daddymu"? ucap Mirna sudah kurang bersahabat. Dari dulu Diandro dan kakaknya sudah terbiasa dengan sikap maminya. Padahal Diandro sudah jauh-jauh kenegara orang, bukannya bercengkrama dulu malah langsung menuduh. Biasanya sih memang ujung-ujungnya aku akan minta duit lalu pergi begitu aja.
"ngga mam, mami ngga kangen Daddy"?
"mami sibuk" ucapnya dengan mimik heran melihat dan mendengar pertanyaan putranya.
"sesibuk-sibuknya mami harus ada waktu untuk Daddy" ucapnya santai
"kamu disuruh daddymu kesini"?
"ngga, emang aku anak kecil, aku sudah duda"
"terus ada apa kamu datang, masalah mantan istrimu sudah kelarkan"?
"sudah" jawabnya langsung
"terus ada apa" ibu Mirna mulai penasaran, tapi malah membuat Diandro muak. Maminya sepertinya sama sekali ngga kangen anak-anaknya, ngga khawatir tentang anak-anaknya. Dia hanya melihat anaknya kalau datang kasih duit atau fasilitas.
"aku heran sama mami, anak datang berkunjung malah dicecar dengan pertanyaan ngapain",? ucap Diandro kesal yang membuat ibu Mirna sedikit gelagapan.
"mami itu mama kandung kami bukan sih, sepertinya saya lihat dari dulu mami nggada kangen-kangennya sama kami. kami ini anak mami bukan sih"? ucap Diandro sudah emosi.
"Tiap hari yang mami pikirin duit harta duit lagi, sekarang mami sudah punya banyak duit kan, mami bahagia ngga"? todong Diandro kesal
"iya..." ibu Mirna gugup sekali
"kapan sih mi mami punya waktu untuk keluarga? Sebenarnya mami sama Daddy itu saling mencintai ngga sih? mami pernah ngga mikirin Daddy"?
Ibu Mirna terlihat tertunduk malu mendengar perkataan anaknya. Semua yang dibilang anaknya benar adanya, sekarang dia banyak duit dan harta tapi hidupnya kosong. Setelah pulang dari belanja rasa puasnya sudah berlalu berganti sepi lagi. Hanya sang asisten yang selalu setia mendengar keluh kesahnya.
"Sebenarnya apa tujuanmu datang kesini" tanyanya lebih lembut
"untuk bertanya sama mami"
"tentang apa"
"tentang pak Yusuf regata" ucap Diandro santai tapi terlihat ibu Mirna sangat kaget.
"kenapa mami kaget, apa hubungan mami dengan pak Yusuf regata"
"ya... nggada... mami aja sudah sangat lama tidak ketemu, sejak dia memberikan anaknya yang telah hamil untuk dijodohkan ke kamu, itukan penghinaan namanya"
"oh iya, kenapa penghinaan, mami kan tahu dia sudah menikah"?
"tapi mami ngga tahu dia hamil, kalau mami tahu ya ngga mungkinlah aku jodohin ke kamu"?
"ya mungkin aja" ucap Diandro lagi.
__ADS_1
"tergantung tujuan mami untuk menjodohkan kami itu apa,? mamikan niatnya menghancurkan pak Yusuf ya dengan menghancurkan pernikahan anaknya"? ucap Diandro masih santai
"kamu..."
"aku sudah tahu semua mi, aku sudah tahu tentang dendam mami sama pak Yusuf dan Bu indah. Tapi perbuatan mami ini sudah kriminal mi, sudah melampaui akal sehat" jelas Diandro
Ibu Mirna masih terdiam mencerna ucapan putranya. Tapi dia cukup kaget bagaimana putranya tahu semua ini.
"mami pasti kaget dari mana aku tahu semua ini"?
Ibu Mirna memberanikan diri menatap wajah anaknya lalu mengangguk.
"panjang ceritanya mi, tapi yang pasti Daddy juga sudah tahu tentang ini, tentang penghianatan mami yang mendua hati"
"siapa yang mendua hati"? ibu Mirna tidak terima
"huhhh ternyata mami masih berusaha untuk berbohong"
"mami ngga berbohong"
"Dengan membalaskan dendam mami kepada pak Yusuf dan Bu indah, bukankah sudah menunjukkan kalau mami belum move on"
Ibu Mirna kembali terdiam.
"Dan yang bikin aku dan Daddy kecewa, mami menggunakan kami untuk memuluskan langkah mami membalaskan dendam"
"apa maksudmu"
Ibu Mirna makin menunduk, dia seperti pencuri yang tertangkap tangan oleh anaknya sendiri.
"Tapi mami lupa bahwa rencana jahat itu tidak akan berjalan mulus terus, Tuhan tidak izinkan. Walaupun pak Yusuf menjadi gelandangan ngga punya rumah , cinta dan kasih sayang mereka tetap kuat mi, sehingga mereka bisa lewati semuannya, dan sekarang mereka hidup sangat bahagia"
"Sedangkan mami apa yang mami dapatkan, dulu mungkin mami puas tapi sekarang dapat apa, bahkan suami mami sendiri mami ngga pernah syukuri, kami berdua ngga pernah mami syukuri sehingga tingkah kami jadi aneh hanya untuk minta perhatian hahahah, ironis ya jadi orang kaya" ucap Diandro seperti frustasi.
"maafkan mami"
"jangan minta maaf sama aku mi, orang diluar sana mungkin lebih parah rasa sakitnya akibat perbuatan mami"
"Berdamailah dengan masa lalu mi, minta ampun sama Tuhan dan juga sama Daddy, mami masih bisa perbaiki semuannya kalau mami mau"
"Maaf mi, aku berkata begini Bukan karena aku menganggap aku benar. aku belajar banyak dari Yasinta. jadi aku sudah terima kalau dia bukan jodohku"
"kenapa"
"yah karena dulu aku sangat terobsesi dengan Yasinta. mami ngga tahu kan Daddy dipanggil kesekolah dan aku harus pindah sekolah, itu karena aku hampir melecehkan Yasinta. Karena dia selalu menolak aku yang anak orang kaya."
"jadi kamu..."
"dulu aku sangat mencintai Yasinta, tapi sekarang aku tahu dia bukan jodohku" ucapnya lesu.
__ADS_1
"terus Tania, mantan istrimu"
"Tania memang pacarku dari berapa tahun lalu, tapi kami sama, sifat kami juga mirip, nggada yang bertanggung jawab, bahkan pergaulan kami sama-sama bebas, sehingga Tania hamil dan keguguran, karena dia selalu minum-minum alkohol"
Ibu Mirna kembali merenungi kata-kata anaknya. benar memang sekarang dia bergelimang harta, tapi kedua anaknya jadi terlantar, belum lagi suaminya.
Tapi dia sudah terlalu jauh, masih mungkin ngga untuk memulai dari awal?
Apalagi kata anaknya tadi, suaminya sudah tahu motivasinya, pasti suaminya akan marah dan bisa jadi akan menceraikannya.
"lalu apa yang harus mami lakukan"?
"saya rasa mami lebih tahu mi, diusia mami untuk apa lagi mami mencari harta, Daddy juga masih bekerja"
'Benar juga, mungkin yang pertama aku harus pensiun memegang perusahaan' batin ibu Mirna
"baiklah akan mami pikirkan tentang itu"
"jangan kelamaan mi"
"hmmmm, kamu sudah makan"
"belum mi"
"apa daddymu sehat"?
"hmmmm sehat, kemarin kami lama ngobrol"
"menurutmu apa Daddy akan marahin mami"
"bisa jadi"
"apa Daddy akan menceraikan mami"
"aku rasa mami yang tahu jawabnya,.pikirkanlah pernikahan mami dan Daddy"
"hmmmm baiklah, coba kamu hubungi kakakmu supaya kesini malam ini"
"kenapa ngga mami aja"
"takut dia ngga mau"
"huhhhh menghubungi anak sendiri aja mami sudah takut ditolak," ucap Diandro ketawa hambar lalu menghubungi kakaknya. Dia mengatakan ingin ketemu dirumah maminya, karena kakak dan maminya tinggal dinegara yang sama.
Hai
like ya
coment
__ADS_1
vote juga
thank you🙏