
Hai semuanya, terimakasih ya masih setia membaca karya ini. happy reading.
Dodo dengan sigap langsung mengurus semua administrasi Yasinta. Dia sangat senang melihat bosnya sangat senang. Sebenarnya bosnya bukanlah pria yang arogan tapi tegas dan tidak ada toleransi untuk kesalahan. Dodo cukup nyaman bekerja dengan Daniel.
"Semua administrasinya sudah pak, tinggal nunggu ibu Yasinta bangun" jelas Dodo yang baru masuk kembali keruangan Yasinta.
"hmmmmm, kayaknya tidurnya pulas banget" ucap Daniel senyum masih memegang tangan istrinya.
"itu biasa pak, bagi wanita hamil. awal-awal kehamilan ibunya akan gampang mengantuk dan tidur." tutur perawat yang mendengar ucapan Daniel tadi saat baru masuk. Dia ingin membereskan alat-alat yang dipakai Yasinta karena sudah mau pulang.
"ohhh begitu ya sus" ucap Daniel
"apa kehamilan ibu yasinta sebelumnya tidak seperti itu pak, biasanya sih memang begitu umumnya. cuma wanita hamil beda-beda sih pak" jelas sang perawat yang tidak mengerti pikiran Daniel.
Kembali Daniel menyesal tidak mendampingi Yasinta saat hamil kembar. Daniel tidak tahu kehamilan sebelumnya karena dia tidak pernah bersama Yasinta, bahkan dia ketemu anaknya sudah besar-besar.
Perawat itu menyerahkan resep obat dan vitamin untuk ditebus di apotik buat dirumah. Dodo dengan sigap langsung mengambil resep tersebut dan menuju apotik rumah sakit.
Tidak berapa lama Yasinta terbangun dari tidurnya.
"kamu sudah bangun sayang"?
"hmmmmm, iya kak, minum kak"
"ini" dengan telaten Daniel memberi minum Yasinta.
"sudah" Daniel meletakkan kembali minum itu diatas meja.
"bagaimana perasaanya ibu, sepertinya sudah sangat segar"
"iya sus, sudah baikan, dibanding tadi pagi"
"sekarang ibu bisa langsung pulang, tapi di rumah harus istirahat ya Bu, kurangi mengangkat beban dan juga naik turun tangga, karena trimester pertama itu masih riskan Bu"
"iya sus"
"apa kehamilan sebelumnya ibu susah makan"
"dulu ngga sus, biasa aja" jawab Yasinta asal, karena dia agak enggan menyinggung kehamilan kembar.
"baguslah Bu, tapi kalau seandainya ibu susah makan nanti tetap usahakan harus masuk makanan, kalau ibu mual dan ngga mau mencium satu aroma makanan boleh diganti dengan buah atau susu."
"Baik sus"
"sudah beres semua pak" ucap Dodo yang baru menebus obat.
"oke kita langsung jalan"
"apa ibu mau pakai kursi roda" perawat itu menawarkan
"ngga usah sus, saya gendong aja istri saya"
"baik pak"
"kak aku bisa jalan pelan-pelan"
"jangan banyak protes ya sayang" ucap Daniel pelan tapi penuh tekanan.
Daniel langsung menggendong Yasinta, tanpa ada perlawanan. Supir Daniel sudah standbye di lobby rumah sakit.
Didalam mobil Daniel tetap memeluk Yasinta, dia tidak mau kehilangan moment berharga kehamilan Yasinta kali ini. Begitu sampai rumah dia langsung membawa Yasinta dalam gendongannya ke kamar utama yang di bawah.
"kalian sudah pulang, syukurlah" sambut om Riadi sementara kembar lagi tidur siang belum bangun.
"iya om, kembar mana om"?
"lagi tidur siang"
__ADS_1
"kok kamu bawa nak Yasinta kesitu, ngga langsung ke kamar"? tanya om Riadi karena Daniel tidak membawa Yasinta ke kamar yang biasa mereka tempati.
"untuk sementara, kami akan di kamar utama om, soalnya Yasinta ngga boleh naik turun tangga" jelas Daniel menuju kamar utama yang di bawah.
"ohhh ya sudah, biarin Sinta istirahat dulu"
"iya om, makasih"
Daniel membawa dan meletakkan Yasinta di kasur empuk itu. Sebenarnya Yasinta bisa jalan pelan-pelan, tapi dia yakin Daniel ngga akan bolehin. daripada berdebat iya in aja semua kemauan suaminya.
Setelah itu daniel langsung meminta bibi untuk memasak apa yang akan diminta Yasinta.
"kamu ingin makan apa"
"aku ingin minum jeruk hangat aja kak"
"ya sudah, diam disitu ya"
"bi, tolong buatin jeruk hangat untuk nyonya ya"
"baik tuan"
"kamu ngga ingin makan sesuatu"
"belum, nanti aja kak"
"ya sudah, istirahat ya"
"hmmm tapi peluk dulu" ucapnya manja membuat Daniel terkesima.
'tumben istrinya semanja ini, minta peluk segala, biasanya juga Daniel yang main sosor aja peluk istrinya.' batin daniel
Dia sebenarnya sangat suka Yasinta manja seperti ini, karena selama ini Yasinta terlalu mandiri akibat pengalaman hidupnya.
"oke, dengan senang hati, sini"? Daniel langsung naik ke tempat tidur.
"hmmmmm," Yasinta menyusupkan wajahnya didada daniel, dia merasa nyaman banget sampai beberapa waktu.
tok tok tok
"tuan jeruk hangatnya sudah"
"iya bi" Daniel melepas dan menidurkan Yasinta dulu baru dia turun dari ranjang untuk membuka pintu.
"ini tuan"
"makasih bi" ucap Daniel lalu kembali menutup pintu kamarnya.
"ini sayang jeruk angatnya, minum dulu ya, biar nanti anak kita cukup asupan gizinya"
"hmmm" Yasinta mengangguk, lalu mengambil gelas besar yang dikasih daniel.
"gluk gluk gluk" Yasinta langsung sedot minuman itu sampai habis.
"hebat sayangku langsung habis" puji Daniel mengusap kepala Yasinta.
"kalau kamu ingin makan sesuatu ngomong ya, jangan di pendam-pendam" bujuk Daniel masih setia mengelus -elus punggung Yasinta.
"hmmmm" Yasinta mengangguk
"sekarang kamu istirahat dulu ya, aku mau mindahin barang-barang kita kesini. jadi kamu jangan naik tangga dulu"
"kembar mana kak"
"tadi kata om masih bobo siang, mungkin tadi diajak jalan sama om"
"ohhhhhh, syukurlah mereka bisa ada yang memperhatikan. kasihan dulu waktu hamil mereka tidak ada yang perhatian, eh sekarang aku hamil penuh perhatian, dan anak ini diperhatikan semua orang" ucap Yasinta.
__ADS_1
"sayang, jangan di ingat-ingat lagi ya. mungkin jalannya harus begitu. sekarang juga kembar penuh dengan kasih sayang, iya kan?"
"iya kak, makasih ya"
"apanya makasih, justru aku yang harus berterimakasih sama kamu, kamu sudah membuat hidupku indah, bermakna dan bersemangat setiap hari" tutur Daniel sambil menatap mata Yasinta.
"oh iya, kamu kan lagi hamil, bagaimana kalau kita tunda dulu mencari-cari rumah papi, sampai kehamilan kamu aman"
"ya sudah, nanti saya bilangin papi"
"iya sayang, sekarang mau tiduran atau ngapain"
"ingin main handphone dulu"
"hmmmm ya sudah, duduk disofa aja, ntar aku ambilkan handphonenya ya"
"iya kak"
Daniel menuntun Sinta duduk disofa kamar itu.
"kak, aku cuma hamil lho, bukan orang sakit. kalau hanya jalan aku masih bisa" protes Yasinta.
"jangan membantah, aku ngga mau kecolongan lagi, kamu pingsan"
"ya sudah" ucap Yasinta pasrah
"Sekarang duduk santai disini, aku ambil handphonemu dulu ya"
"iya kak"
"jangan kemana-mana"
"iya"
Daniel segera naik ke kamar mereka, karena dari tadi pagi handphone Yasinta tertinggal disana.
"ini handphonenya sayang, jangan kemana-mana ya, kalau mau sesuatu panggil saya, mumpung libur saya pindahin barang kita dulu, sebagian aja ya"
"hmmmmm"
cup
Daniel mencium kening Yasinta dan mengelus perut yasinta sebelum keluar dari kamar.
"jangan nakal ya nak" ucap Daniel
"iya papa" ucap Yasinta menirukan suara anak kecil, lalu dia mulai berselancar untuk belanja online.
Entah kenapa Yasinta ingin banget belanja online sekarang. Dia mencari pakaian buat kembar, terus berselancar mencari daster-daster hamil.
Sementara Daniel bolak balik masuk kamar itu untuk memindahkan barang-barang yang penting dan pribadi. Dia tidak ingin barang pribadi istrinya dipegang oleh orang lain, dia melihat Yasinta sangat serius.
"kamu lihat apa sih sayang serius banget" tanya Daniel
"aku ingin beli daster ini"
"lho bukannya kamu ngga suka belanja online sayang, nanti kita beli di boutiq aja"
"tapi aku mau belanja ini kak"
'lho kok sekarang Yasinta sedikit berubah, biasanya dia ngga suka belanja online, katanya takut kecewa, ehh sekarang ngotot belanja on line, apa ini efek kehamilan juga ya' bathin daniel
"ngga boleh ya kak? pake duit aku kok" Yasinta sudah menangis mengira Daniel tidak bolehin dia belanja.
"bukan, bukan sayang" aduh kok jadi begini sih, pake acara nangis lagi.
Terimakasih untuk like dan comentnya ya
__ADS_1
I LOVE YOU ALL🙏🤗