
Hai semua, maaf lama tidak up, body tidak mendukung, not fine.🙏🙏
Ternyata moment kelahiran putri kembar Daniel diketahui juga oleh keluarga Fariza. Mereka ingin silaturahmi juga kerumah keluarga arganta. Setelah pertemuan dulu itu memang sudah tidak ada lagi ganjalan dihati mereka. Pak Fariza juga sangat bersyukur berkat masalah itu, terbuka hati istrinya Mirna untuk mengutamakan keluarga. Bahkan sekarang hampir 24 jam dia ada buat suaminya.
Sekarang mereka hidup sangat harmonis, bukan kayak dulu masing-masing dan individualistis.
Pak Fariza kembali merasa seperti anak muda yang baru jatuh cinta, begitu juga ibu Mirna dan kedua anaknya. Sekarang baru mereka merasakan kehangatan kasih sayang dari kedua orang tuannya.
Sebenarnya secara notaris pengembalian aset pak Yusuf belum kelar, tapi karena mereka sudah sama-sama sepakat dan tidak ada lagi dendam, semua dianggap hanya menunggu waktu sebentar karena semuanya butuh proses.
Pak Yusuf dan pak Fariza sudah sepakat akan mengembalikan perusahaan regata kembali. Sementara rumah tidak akan dikembalikan lagi karena sudah direnovasi juga.
Pak Yusuf juga tidak ingin mengambil rumah itu lagi, apalagi keluarga Fariza berjanji akan mengkaji ulang proyek yang masih mangkrak dulu.
Sore ini pak Fariza bersama istrinya dan Diandro akhirnya bersilaturahmi kerumah keluarga arganta.
"Selamat sore pak Riadi" ucap pak Fariza begitu disambut oleh tuan rumah.
"selamat sore pak, senang sekali mendapat kunjungan dari keluarga Fariza" sapa pak Riadi sambil menyalami tamunya disusul pak Yusuf disampingnya.
"iya, saya dengar anda baru memiliki cucu lagi. anda sangat beruntung pak, saya sangat kangen hal itu, tapi belum dikasih" ucap pak Fariza senyum masih menggandeng tangan istrinya
"sabar pak, semua ada waktunya. nanti juga jagoanmu yang ganteng ini akan dapat yang terbaik"
"amin" ucap pak Fariza senang begitu juga Mirna istrinya.
"mari" ucap mereka mempersilakan masuk kepada keluarga Fariza.
Pak Riadi dan pak Yusuf membawa keluarga Fariza keruang tamu.
"silahkan pak" tutur pak Riadi
"terimakasih"
Mereka pun duduk di sofa empuk keluarga arganta. Pak Fariza duduk didampingi oleh istrinya Mirna yang terlihat memang semakin mesra. agak jauh sedikit duduk Diandro anak mereka. Sementara pak Riadi dan pak Yusuf duduk bersebelahan disofa yang agak diujung.
"BI, tolong panggilkan Daniel" ucap pak Riadi sama BI Ida
__ADS_1
"baik tuan"
Tidak berapa lama terlihat Daniel menuntun Yasinta untuk duduk bergabung. Mereka semua saling tersenyum melihat kedatangan Daniel dan Sinta.
"Selamat datang dirumah kami pak Fariza, senang anda sempat berkunjung kerumah kami" ucap Daniel menyalami mereka diikuti oleh Yasinta.
"sama-sama pak Daniel, kami juga sangat senang bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga ini." balas pak Fariza
Saat Yasinta menyalami Diandro, sejujurnya ada rasa cemburu dalam hati Diandro, melihat Daniel dan Yasinta yang begitu mesra dan bahagia. Tapi dia sudah berbesar hati, cinta tidak bisa dipaksakan dan mencintai bukan berarti harus memiliki.
"sepertinya nak Sinta sudah sangat sehat ya pasca melahirkan"? tutur Bu Mirna ramah
"iya Bu, sebenarnya sudah cukup bisa mandiri, tapi kak Daniel nih terlalu posesif' ucapnya manja yang diangguki pak Riadi dan pak yusuf sambil senyum.
" itu tandanya sayang nak"
"iya Bu, saya juga mengerti kok" ucapnya malu- malu.
"Saya tidak ingin kehilangan moment-moment mengurus istri manja Bu, soalnya istri saya ini type istri mandiri" Daniel ikut senyum menimpali sambil menuntun Yasinta untuk duduk.
"dedenya lagi bobo nih"
"oh iya, ini ada sedikit oleh-oleh buat Dede" ucap Bu Mirna menyerahkan satu bungkusan paperbag besar.
"Doain ya biar dirumah kami juga segera ada para junior"
"amin, semoga langsung dapat yang terbaik ya pak ehhh bro Diandro" ucap Daniel bingung mau manggil Diandro apa, panggil bapak dia masih muda hampir seumuran, panggil adik lebih ngga mungkin lagi.
"iya bro" balas Diandro
"oh iya, mengenai pak Yusuf, saya rasa Minggu ini sudah kelar, pak Yusuf sudah bisa masuk kantor, dan untuk mengganti rumah pak Yusuf kami sudah membelikan satu rumah di komplek M yang nilainya hampir mirip dengan rumah yang dimelati sebelum renovasi" jelas pak Fariza.
"ohhh ngga usah pak, saya sudah ikhlas, perusahaan kembali aja saya sudah terharu" ucap pak Yusuf pelan yang diangguki Yasinta dan Daniel.
"Mengenai rumah tidak usah pak, Kami sudah sangat senang dirumah ini, hangat, rame, takutnya kalau papi pergi malah kurang rame jadinya. Saya tidak ingin papi terpisah, karena itu akan membagi perhatian Sinta" ucapnya melirik istri.
”Iya pak, saya sendiri kurang setuju kalau pak Yusuf pindah, nggada teman main catur dan menemani cucu main. Aku juga sangat kurang setuju kalau pak Yusuf pindah" timpal pak Riadi lagi.
__ADS_1
"Pak Fariza tahu kan, kami ini sudah lansia, cari duit nggada habisnya, terus kapan donk kita nikmati. makanya saya ingin menghabiskan hari tua dengan bahagia pak, bersama anak mantu dan cucu-cucu, serta besan yang sama-sama lansia" ucap pak Riadi lagi.
"terus nanti perusahaan siapa yang megang, pak Yusuf sendiri"? tanya pak Fariza
"untuk sementara nanti dikendalikan oleh Daniel pak, sampai kami menemukan orang yang tepat, kalau belum juga dapat, nanti aku sama pak Riadi dulu yang pegang, para lansia" tutur pak Yusuf.
Mereka semua tertawa mendengar penjelasan pak Yusuf.
"Aku sangat iri sama keluarga pak Riadi dan pak Yusuf, harmonis dan penuh cinta" ucap pak Fariza.
"Makanya saya bersyukur juga bertemu dengan keluarga ini, walaupun awalnya kurang baik, tapi karena masalah yang dibuat oleh Fariz dan teman sinta, telah membuka pintu bahagia kami", ucap pak Fariza sambil meraih pundak istrinya.
"Kalau dulu Diandro tidak punya masalah sama Sinta mungkin Mirna juga ngga bisa keluar dari bayang-bayang masa lalunya. Dia masih terkungkung dengan dendamnya. sekarang sih semua sudah sangat baik, Tinggal kapan nih aku gendong cucu," ucap pak Fariza senyum.
"sabar pak, semua sudah diatur waktunya. Lha contohnya saya, ketemu cucu sudah umur tujuh tahunan, padahal selama ini sangat aku inginkan", ucap pak Riadi
"apa mungkin nanti saya begitu pak"
"jangan berharap begitu juga pak, kasihan cucu kita, hidup pas-pasan diluaran" pak Riadi kembali senyum.
"untung Yasinta wanita yang sangat tangguh dan kuat, klo ngga saya sudah tidak tahu sudah bagaimana kehidupan cucu-cucu saya" tambah pak Riadi lagi.
"Carilah wanita yang punya hati bro jangan yang punya body kayak meta" ucap Daniel menatap Diandro.
"siapa meta" pak Fariza ingin tahu
"itu pa, cewek bermasalah itu"
"ohhhhh, Daniel kenal juga"
"kenal pak"
"Tapi ambil hikmahnya, berkat kelakuan dia kita semua jadi berbenah diri, jadi harus berterimakasih sama dia" ucap pak Fariza
"benar juga" batin Daniel.
Hai, lama ya ngga up, lagi kurang fit
__ADS_1
Terimakasih setia membaca, like dan coment.
Terimakasih 🙏🙏🙏