
"Bi Imah saya dan om Riadi juga ingin makan siang disini, bisa ngga bibi temani saya cari makan dekat sini, biar kita bisa makan siang bersama semua" tanya Daniel melirik kakeknya, semoga kakeknya mengiyakan. Sebenarnya Daniel ingin beli makanan yang enak untuk anak-anaknya dan Yasinta juga papinya Yasinta.
"harus keluar kedepan den Daniel"
"ngga apa-apa bi, ayo kita pergi bentar"
Bi Imah melirik Yasinta yang mulai menyendok makanan ke piring anak-anaknya. Dia bingung harus bersikap bagaimana sama Daniel, cuek seperti ini berarti dia bukan tuan rumah yang baik, tapi berbicara baik dengan Daniel takut hatinya ikut terbawa perasaan.
Akhirnya Yasinta mengangguk sama bi Imah.
"anak-anak mau ikut" tanya Daniel
"iku.... ngga om" jawab mereka melemah melihat Yasinta melotot dan menggeleng.
Daniel agak kecewa, tapi mau bagaimana lagi, Yasinta masih menutup acces untuknya untuk bisa bersama kedua anaknya.
"ya sudah, pak om kami beli makanan dulu biar kita makan siang bersama, kalau masak lagi kelamaan" ucap Daniel kepada pak Yusuf dan om Riadi. Entah kemana perginya dendam Daniel sama pak Yusuf, hilang seketika melihat keadaan ini.
"pergilah" ucap om Riadi
Akhirnya Dodo, Daniel dan bi Imah berangkat cari makanan. Didalam mobil Daniel mencari informasi tentang kehidupan Yasinta sama Bu Imah.
"Bi, dari dulu bibi selalu ikut keluarga Yasinta ya" tanya Daniel saat mereka sudah dalam perjalanan yang disupiri Dodo.
"ngga den, bibi sempat ngga kerja lagi, karena kata neng Yasinta ngga bisa bayar bibi, bibi disuruh kerja ditempat lain aja. Baru bulan kemarin saya dipanggil kerja lagi untuk menjaga pak Yusuf dan sikembar"
"Berarti waktu Yasinta hamil bibi masih ikut mereka donk"
"masih tuan, sebenarnya neng Sinta sudah nyuruh bibi berhenti tapi bibi ngga tega liat neng Sinta waktu itu, bebanya berat banget den"
"terus bibi masih bertahan"
"iya den, bibi sudah anggap mereka seperti keluarga, makan ngga makan bersama. Bibi hanya ingin membantu neng Sinta, bibi ngga minta digaji supaya neng Sinta ngga kepikiran. bibi pikir minimal sampai anak neng Sinta lahir, Soalnya dulu mereka sangat susah den, bahkan saat kami ke bidan periksa kehamilanya saat lima bulan, neng Sinta itu bingung den, karena bidan bilang sepertinya ada dua bayi. neng Sinta tidak mau periksa kerumah sakit takut biayanya mahal padahal dia ngga punya uang, dia hanya guru private den" cerita bi Imah mengenang masa-masa itu.
Tidak bisa Daniel tahan lagi, airmatanya sudah menetes mendengar cerita bi Imah. Biarlah dia dibilang laki-laki cengeng oleh Dodo, dia sudah tidak perduli.
"terus bi"
"waktu itu bibi minjam sama teman bibi satu juta den, buat pegangan kerumah sakit, bibi takut bayinya kenapa-napa. Akhirnya kami kerumah sakit umum den, begitu di USG ternyata bayinya kembar dan sehat. bukanya senang neng Sinta malah menangis den. Dia bilang bagaimana nanti dia menghidupi dua bayi, sementara satu aja dia posisi tidak siap harus siap."
"ahhh pokoknya sedih deh den Daniel, bulan berikutnya periksa kedokter neng Yasinta dibilang kurang asupan gizinya sehingga bayinya kecil-kecil. Neng Yasinta disuruh banyak makan daging dan sayuran. Karena ngga sanggup beli daging neng Yasinta makan sayur bayam tiap hari den, padahal dari dulu dia ngga suka sayur bayam, tapi demi sikembar dia bertekad bisa den"
'apa semenderita itu hidupmu Iyas, sampai makan aja kamu ngga mampu, pantas aja emang kamu ingin melupakan masa lalu, hidupmu sudah sangat menderita. kamu sampai lupa cara tersenyum Sinta seperti kamu bilang, dan sekarang dengan enaknya aku ingin masuk saat kamu mulai nyaman, aku memang ngga berguna sin, aku laki-laki ngga berguna", batin daniel
__ADS_1
"terus sikembar itu lahir gimana"
"mereka lahir normal den, neng Sinta tetap ngotot normal karena dia ngga punya duit"
"apa bibi masih ikut mereka"
"masih den, bibi benar-benar ngga tega ninggalin neng Sinta dan pak Yusuf, saat itu mereka benar-benar susah, cari pinjaman juga mereka kesulitan karena tidak biasa den"
"ya ampun Sinta, ternyata kamu semenderita itu, pantas aja sebenci dan sedendam apapun aku sama kamu, aku tetap sakit melihat kamu sakit" batin daniel
"malah waktu kembar enam bulan den, bibi sampai minta baju-baju bekas bosnya teman bibi buat sikembar. Karena waktu itu neng Sinta cuma beli sedikit sementara kembar cepat besar, bajunya pada ngga muat lagi, akhirnya bibi minta ijin mengambil baju kerumah majikan teman bibi, dan neng Yasinta ngga masalah malah bersyukur sikembar dapat baju"
'hahahahaha Daniel arganta CEO dari grup arganta, punya anak menggunakan baju bekas orang karena ngga mampu beli, Daniel...Daniel betapa Kekayaanmu sama sekali tidak berguna, bahkan kamu sering mentraktir orang tapi anakmu kamu telantarkan, mikir Daniel, mikir' batin daniel geram sama dirinya sendiri
"Setelah sikembar berusia enam bulan neng Sinta mencairkan asuransinya den, uang teman bibi dia bayar terus mereka DP rumah yang sekarang. Awalnya bibi masih ikut, tapi karena beban neng Sinta untuk makan makin banyak akhirnya saya cari kerja dikomplek sini den supaya tetap dekat sama mereka yang sudah saya anggap keluarga sendiri"
"neng Sinta sempat membantu orang dipasar dari subuh sampai jam sepuluh pagi, cuma karena kembar jadi telat minum asi, jadi sering rewel karena haus, akhirnya dia berhenti lalu dia berjualan agar-agar keliling. Tidak lama sih, terus ada buka pabrik garmen dan akhirnya dia kerja disana sampai terakhir sekarang ditarik ke kantor pusat di kota J den"
Dada Daniel benar-benar sesak mendengar kisah Yasinta dan anak-anaknya. Begitu juga Dodo yang kurang fokus mendengar karena dia fokus nyetir. Walau mendengar sebagian Dodo merasa Yasinta memang wanita hebat.
'Maafkan aku sin, maafkan aku yang egois, aku selalu menempatkan diriku sebagai korban, aku tidak berusaha memastikan kamu bahagia atau tidak. malah aku sibuk dengan dendam kesumatku kepadamu dan papimu. Tolong maafkan aku sin' gumamnya.
"maaf pak, kita beli makanan dimana ini" ucap Dodo memecah kebisuan daniel
"paling di mall den"
"ke mall aja do"
"kalau ke mall dipertigaan kita ambil kanan pak" jelas bi Imah
"biasanya kalau makan diluar sikembar ingin makan apa bi"
"seafood den, mereka suka banget udang sama cumi"
'Selera mereka dan aku persis sama' batin Daniel
"cari restoran seafood do"
"baik pak"
Setelah mereka sampai di mall Dodo langsung tanggap ke restoran seafood yang agak diluar mall.
"do pesan untuk dua puluh porsi"
__ADS_1
"baik pak"
"Do, saya tinggal ke dalam sebentar, saya ingin beli mainan buat sikembar"
"baik pak"
"ayo Bu, tolong pilihkan baju ukuran sikembar"
"maaf den bibi ngga pintar milih model"
"ya sudah bibi nanti cuma memperhitungkan ukurannya aja, saya yang milih bajunya"
"baik den"
Lalu mereka masuk kesatu toko baju yang lumayan bagus, walau menurut Daniel itu biasa aja.
"Tolong tunjukkan koleksi baju anak couple, anak kembar"
"laki-laki atau perempuan pak"
"Laki-laki"
"Sebelah sini pak, usia berapa pak"
"sekitar sembilan tahun Bu" ucap bi Imah karena melihat Daniel agak bingung.
"yang ini pak dan yang sebelah sini" tunjuk SPG toko itu
Daniel langsung mengambil lima jenis masing-masing couple.
"Bi, ini masuklah ya ukuranya" tanya daniel
"masuk den"
"ini mba semua"
"baik pak, ditunggu sebentar kami siapkan"
Hanya dalam sepulu menit Daniel sudah belanja hampir tiga juta untuk baju anaknya.
Jangan lupa like dan coment ya readersku.
I LOVE YOU ALL🙏🤗
__ADS_1