CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 45 KERUMAH BRAM


__ADS_3

Hai readers, jangan lupa like dan coment ya. terimakasih.I LOVE YOU ALL🙏🤗


"apaaaaaa" ucap Daniel sambil melotot ke arah Dodo.


"kamu tahu semua ini tapi kamu tidak memberitahu saya" cecar Daniel emosi


"maaf pak, saya juga baru tahu tadi pagi dari Yasinta, tapi Yasinta sebenarnya tidak ingin ini dibahas lagi. Tapi saya juga tidak ingin bapak salah paham terus dengan Yasinta. Tadi malam itu dia sudah sangat hancur pak. Dan dia memang tidak bisa membela diri karena posisinya sangat lemah, untung ada Bram temannya yang sangat baik"


"apa, jadi ...," ucapan Daniel menggantung.


"aku harus ketemu Bram, pasti dia tahu sesuatu"


"oh iya bro, boleh juga ide lho bertanya sama Bram, aku yakin dia juga tahu masalah ini. karena kamu ingat tadi malam saat dia menarik Yasinta yang sudah menangis"


flash back on


"Dan anda pak Daniel, saya nggak nyangka anda begitu sombong sekarang, sampai anda rela buang-buang uang banyak hanya untuk mempermalukan Yasinta. Anda pengecut," ucap Bram menatap Daniel tajam dan hendak berlalu tapi dia ingat satu hal lagi. Tapi Daniel diam aja, dia juga tidak ingin menjelaskan kalau ini bukan rencanannya.


"hei siapa kamu berani bicara begitu sama pacarku, apa hebatnya kamu" potong Cyntia ngga terima Daniel dibentak


"huhhh anda tidak kenal saya nona, karena saya bukan orang terkenal, saya juga tidak ada kehebatan. saya mungkin hanya sampah buat kalian, tapi aku selalu diajarkan untuk tidak berbuat semena-mena terhadap orang susah terutama seorang wanita"


"satu lagi pak Daniel yang terhormat, suatu saat anda akan menyesal, binatang sekalipun pasti akan melindungi anak-anaknya" ucap Bram masih memegang erat tangan Yasinta yang masih menangis. Yasinta benar-benar hancur hatinya juga raganya.


flashback off


"kamu benar Rio, bahkan sampai dia bilang aku lebih rendah dari binatang karena tidak melindungi anak-anak" ucap Daniel sambil menatap kosong.


'dari semua kejadian memang aku yakin mereka adalah anak-anakku, tapi kenapa Yasinta tak pernah cerita ya, kenapa dia tidak memberitahu saya' batin Daniel


"do, cari tahu alamat Bram"


"baik pak"


Tidak berapa lama Dodo sudah mendapatkan nomor Bram dari salah satu teman Daniel kemarin.


"tanya alamatnya, saya ingin ngomong langsung aja"


"baik pak"


Lalu Dodo mencari alamat pemilik nomor itu dari temannya yang seorang hackenir.


"di jalan Ng pak" beritahu Dodo setelah dikasih tahu temannya.


"ayo langsung jalan"


"baik pak"

__ADS_1


"oh iya bro, sory gue ngga ikut kali ini, gue harus kerja dulu. ini weekend bro, waktunya gue cari duit" tutur rio


"ya sudah, nanti kami ke cafe"


"seppp, semoga masalahmu cepat selesai bro"


"thanks bro"


Lalu mobil Daniel melaju keluar dari parkiran restoran mewah itu.


"pak kita ke jalan Ng" ucap Dodo sama supir. Selama diperjalanan mereka diam dengan pikiran masing-masing. Sekitar empat puluh menit mereka sudah memasuki jalan Ng. Lalu mereka bertanya dengan warga disana nomor rumah Bram. Karena rumah bram masih dikawasan padat penduduk, bukan kawasan komplek perumahan mewah.


"ohhh ini pak Bram, yang punya pabrik plastik. rumahnya itu pak, jalan terus nanti ada lapangan, terus ada satu rumah disana" tutur salah satu warga


"terimakasih ya pak";ucap dodo


"sama-sama"


Lalu mobil Daniel maju perlahan menuju rumah yang ditunjuk orang tadi. Rumah itu terlihat sepi, begitupun bangunan disebelahnya.


Dodo langsung turun dan mengetok pintu pagar rumah itu.


tok tok tok


"permisi," teriak Daniel


"cari siapa pak"


"apa betul ini rumah pak Bram Bu"


"benar pak, bapak ini siapa ya, biar saya kasih tahu den Bram"


"saya Dodo Bu, asistenya pak Daniel, temannya pak Bram"


"ohh sebentar ya pak" lalu Bu Ema langsung masuk dan tidak berapa lama keluar lagi.


"silahkan pak, den bramnya ada di dalam" tepat saat itu juga ternyata Bram menyusul Bu Ema keteras depan. Alisnya mengkerut melihat Dodo dan Daniel sudah memasuki pekarangan rumahnya yang lumayan luas.


'pasti ini urusan Sinta nih, kalau ngga meta' batin Bram


"sore pak Bram" saat Dodo dan Daniel sudah ada diteras rumah Bram


"sore, ada apa ini, tumben kalian mencari saya" ucap bram pelan tapi matanya sudah menatap Daniel tajam.


"begini...." ucapan Dodo terputus karena langsung dipotong Daniel.


"saya ingin bicara sama kamu Bram, maaf kalau kami datang mungkin kurang tepat waktu, tapi saya ingin bicara sama kamu"

__ADS_1


"tentang" Bram masih tenang


"Yasinta" ucap Daniel


"kenapa Yasinta" Bram terlihat sangat tenang


"Bram, maafkan saya untuk kejadian tadi malam. tapi itu diluar kendali saya apalagi saya rencanakan"


"huhhhh terus menurutmu meta menyusun rencananya sendiri"


"Bram, kamu itu juga temanku, kamu tahu kan sifatku" mohon Daniel


"dulu, catat pak Daniel itu dulu saat anda belum seperti sekarang. dan saat ini saya sama sekali tidak mengenal anda apalagi sifat anda. Kalau bukan rencana anda, kenapa anda mengizinkan meta melakukan itu sama Yasinta. Anda juga menikmatinya kan pak Daniel" cecar Bram


"Bram, kamu bilang saya menikmatinya, kamu pikir saya tidak sakit melihat Yasinta menangis begitu" geram Daniel


"hahaha anda lucu pak, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, Minggu lalu anda makan direstoran mewah dengan meta. itu kalian sedang merencanakan acaramu itu kan? usaha kalian benar-benar pantas diacungi jempol. Sampai kalian harus memanggil Diandro dalam pertunjukan itu, benar-benar sukses dan spektakuler ya" ucap Bram tersenyum miris.


"bro, tolong tenang dulu, biarkan pak Daniel bicara dulu, baru nanti terserah kamu menilai seperti apa, karena jujur penanggung jawab acara tadi malam adalah saya jadi saya tahu betul rencana dan susunan acaranya, itu diluar rencana, itu hanya rencana meta sendiri untuk balas dendam"


"oh iya" sanggah Bram sambil senyum tidak percaya.


"bro, saya sudah interogasi meta, dan ini pyur rencananya balas dendam. dan mengenai Diandro aku yakin kamu sudah tahu siapa dia, dia juga orang yang dendam sama Yasinta karena cintanya selalu ditolak oleh Yasinta waktu mereka SMA" tutur Dodo berusaha menengahi.


"tapi tetap aja meta tidak bisa berbuat kalau kalian tidak memberinya acces"


"itulah salah saya Bram, saya pikir meta sudah berubah, jadi saya minta tolong dia untuk mengundang teman-teman kita. tapi dia menyalah gunakan kepercayaan saya" ucap Daniel pelan.


"terus untuk apa kalian kesini"


"Bram aku yakin kamu sudah tahu apa yang terjadi antara aku dengan Yasinta,"


"terus"


"Bram, aku ingin tahu apakah anak-anak Yasinta itu anak-anakku" tanya Daniel


"hehhh lucu kamu, masa kamu yang konon katanya cinta mati sama Yasinta, ngga punya feeling sama sekali anak itu anakmu atau bukan"


"tolong Bram beri aku jawaban yang jelas" desak Daniel


"aku ngga berhak ngomong apapun, sekalipun aku tahu kebenarannya. itu urusan yasinta. Aku sangat menghormati dia. kenapa kamu tidak tanya langsung Yasinta"


Dodo terlihat tenang mendengar cerita Bram, karena dia juga sama, cuma dia ngga ingin ngomong, nunggu Yasinta aja. Karena ini adalah hal besar.


Setelah gagal membujuk Bram, Daniel dan Dodo pamit pulang. Tapi saat mereka hampir masuk mobil Bram berteriak lagi.


"Daniel, ingat saya hanya bisa bilang kalau anak-anak Yasinta bukan anak haram, mereka lahir dari sebuah pernikahan, walaupun ayahnya belum tahu keberadaan mereka" ucap Bram. Setelah mengucapkan itu dia masuk ke dalam rumahnya sementara Daniel masih diam membeku ditempatnya.

__ADS_1


'Lahir dari hasil pernikahan, ayahnya belum tahu, berarti benar mereka adalah anak-anakku' batin Daniel.


__ADS_2