CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 57 PERGI SAMA OM


__ADS_3

Setelah makan siang dan minum obat Yasinta langsung tidur dan istirahat. Untungnya kedua anaknya sudah gampang diajak kerjasama kalau dengar mama mereka sakit.


"istirahatlah, jangan pikirin apa-apa, kamu harus sehat dulu" ucap papinya sambil mengusap rambut Yasinta.


"iya pi"


Lalu papinya dan kedua anaknya keluar dari kamar Yasinta, supaya Yasinta bisa istirahat dengan tenang.


Setelah papi dan anak-anaknya keluar Yasinta baru ingat kalau dia belum kasih kabar sama Dodo.


'tapi perlu ngga ya kasih kabar, kan dia sudah tahu aku pulang kampung'


"Tapi kabarin aja deh, takut kesalahan'


Dddrrr dddrrrt


"hallo"


"pak Dodo, saya sudah sampai di rumah, terimakasih ya pak. tolong sampaikan ucapan terimakasih saya kepada pak Daniel"


"ok Sinta, istirahatlah, nanti akan saya sampaikan sama beliau kalau dia sudah ke kantor"


"terimakasih pak"


"sama-sama" sambungan telepon itu sudah mereka putus.


'Tadi kata pak Dodo Daniel belum ke kantor, tumben jam segini dia belum ke kantor' batin Yasinta. ahh tapi bodo amatlah ngapain mikirin orang yang ngga mikirin kita' pikirnya lagi,


mungkin karena pengaruh minum obat juga yasinta langsung tidur.


Yasinta terbangun ternyata hari sudah sore, kedua anak kembarnya sudah rapi dan sudah mandi. papinya juga sudah duduk diruang tengah dengan segelas kopi.


"kamu sudah bangun sin, tadi kami lihat tidurmu pulas banget"


"iya pi, ternyata sudah sore aja ya, mana kembar Pi"


"tadi papi suruh ke warung beli gula"


"ohhh, iya kemarin aku ngga belanja ya Pi"


"ngga usah dipikirin hal-hal begitu, bebanmu sudah berat"


"ahhh papi bisa aja, beban apaan, Sinta nggada beban lagi Pi, sudah lewat, apalagi kalau sudah lihat papi sama anak-anak, aku udah tenang Pi"


"iya sayang, kamu benar, ngga boleh terlalu banyak beban, sekarang kamu makan ya biar minum obat lagi"


"ahh aku mandi dulu Pi baru makan, kembar udah makan Pi"


"belum, nanti kami gampang, yang penting kamu dulu"


"ya sudah saya mandi dulu ya Pi"


"sana gih" Yasinta langsung masuk mengambil handuk dan berlalu kedapur ke kamar mandi.


Setelah Yasinta selesai mandi kembar sudah kembali dari warung beli gula. Akhirnya mereka makan malam bersama. Setelah makan kembar belajar lalu tidur, sementara Yasinta dia minum obat dulu baru tidur.


"Sin, kalau kamu tidak nyaman, keluar aja nak dari pekerjaanmu, mending kamu cari kerjaan lain di perusahaan lain" ucap pak Yusuf saat mereka duduk dikursi plastik diruang tamu itu.

__ADS_1


"tapi Pi..." Yasinta ragu untuk menceritakan tentang finalty yang besar itu, takut papinya kepikiran lalu ikut sakit.


"tapi apa nak" Yasin menarik nafas panjang


"Pi, boleh ngga itu kita bahas nanti aja, jangan sekarang ya Pi, papi tenang aja Sinta ngga apa-apa, kemarin itu hanya belum terbiasa jadi agak shock"


"ya sudah nak, papi ngga bisa bicara apa-apa sekarang, karena jujur semua yang kamu alami karena ulah papi. papi hanya tidak ingin melihat kamu menangis lagi, papi mau kamu senyum"


"iya pi, tenang aja"


"tapi kalau ada yang kira-kira bisa papi bantu kamu jangan sungkan atau takut papi kepikiran ya"


"iya pi, titip kembar ya Pi, aku udah mau tidur dulu, mungkin pengaruh obatnya buat ngantuk Pi, susah kebangun kalau kembar ingin sesuatu",


"iya nak, tidurlah, istirahat"


Keesokan harinya Daniel bangun dengan sangat tidak bersemangat. Dia sangat enggan untuk turun dari tempat tidur.


tok tok tok


"hmmmmm, bentar" ucap Daniel malas. Sebenarnya dia sudah bangun dari tadi tapi malas bergerak karena kurang bersemangat.


ceklek


"om" sapa Daniel dengan muka bantalnya


"dan,, kamu baru bangun,"


"iya om"


"buruan mandi, om mau bicara"


"mandi dulu aja, om tunggu dibawah"


"hmmm" jawabnya asal


Om Riadi langsung turun ke bawah sementara Daniel langsung masuk kamar mandi.


Selesai mandi Daniel turun dengan pakaian biasa aja, entah hatinya kemana, setelah mandi bukannya pakai pakaian kerja malah pakai baju santai.


"lho, kamu ngga kerja"


"ngga tahu om"


"lho kok ngga tahu, Dodo belum datang"


"belum kayaknya"


"dan, om mau bicara serius sama kamu, om mau ketemu Yasinta dirumahnya"


"apaaa" Daniel agak kaget dengan keputusan omnya.


"kita ngga bisa berdiam Daniel, sementara diluar sana keturunan arganta hidup dalam kekurangan, apa artinya omzetmu yang miliaran dan kamu nambah cabang disana sini kalau keturunanmu sengsara dan"


"trus, apa yang akan kita lakukan om"


"kita harus ketemu Yasinta, bicara apa adanya. Aku yakin kalau kita jujur Tuhan pasti membantu kita."

__ADS_1


"Bagaimana kalau dia malah tidak mengizinkan kita ketemu sikembar om"


"kita hanya bisa berdoa dan, jangan sampai Yasinta menutup acces itu, kalaupun dia sakit hati semoga bisa kita luluhkan lagi"


"Baiklah om Daniel setuju, hari ini juga kita ke daerah T. Mengenai alamat lengkapnya nanti akan kita minta tolong Dodo"


"Nah, begitu donk, aku yakin sekarang papa dan mamamu sudah senyum disana, mereka sudah punya cucu, kembar lagi, seperti aku dan papamu"


"iya om, kalau begitu saya siap-siap dulu"


"iya, om juga mau siap-siap"


"pagi pak Daniel, pagi pak Riadi" ucap Dodo baru sampai dirumah Daniel


"oh kebetulan do, kamu sudah sampai. hari ini cancel semua acaraku, yang urgent reschedule aja."


"oh begitu ya pak"


"hmmmm , hari ini kita ke kota T, saya dan om harus ketemu Yasinta"


"ohhh" ucap Dodo tidak terlalu kaget, karena dia sudah menebak bosnya pasti cepat atau lambat akan mengunjungi keluarga Yasinta.


"oh iya do, tolong tanya agung alamat lengkap Yasinta, kalau bisa dari arah pabrik ada yang mengarahkan biar tidak makan waktu, om tidak bisa lama-lama dalam mobil"


"baik pak" ucap Dodo


"saya siap-siap bentar"


"baik pak"


Tidak sampai tiga puluh menit Daniel sudah turun dengan pakaian santai begitu juga om Riadi dengan perlengkapan pakaian hangatnya.


"sudah siap dan"


"sudah om"


"do, kamu sudah tanya agung"


"sudah pak, nanti didekat persimpangan pabrik sudah ada sopir pabrik yang pernah kerumah Yasinta"


"hmmm begitu lebih bagus"


"ok kalau begitu kita jalan" ajak om Riadi


"om" panggil Daniel memastikan


"kenapa lagi dan"


"apapun yang terjadi nanti disana, tolong om jangan benci siapa pun, atau marah sedikitpun ya om. kita harus siap dengan yang paling pahit" Daniel mengingatkan kemungkinan yang ada.


"dan, mengenai hidup, om lebih bayak makan garam daripada kamu, jadi om pasti sudah sedikit lebih siap daripada kamu"


"baik om, saya hanya ngga mau om kecewa" Dodo juga mengangguk tanda sependapat dengan Daniel.


"kecewa dalam hidup adalah pilihan. Kalau kita ikhlas dengan semuanya kita tidak akan pernah kecewa. kita hanya akan merasa bahwa ada berkah tersembunyi dibalik tiap peristiwa"


"baik om, kalau begitu kita jalan"

__ADS_1


Hai readers, kasih likenya donk buat author. coment dan vote juga ya. Terimakasih.🙏🤗


__ADS_2