
Daniel semakin hari semakin bahagia bersama keempat buah hatinya. Tiada hentinya dia bersyukur untuk hidupnya. Walau kadang ada kerikil kecil dalam rumah tangganya, itu pasti karena Daniel yang terlalu posesif dan cemburuan.
Daniel cukup punya alasan untuk mencemburui istrinya. Yasinta yang bukan hanya cantik lahirnya tapi juga bathinnya. Bahkan Minggu kemarin saat mereka menjemput kembar Loan Leon pulang sekolah, tanpa sengaja Yasinta melihat seorang anak yang jatuh. Dia sampai berlari untuk menolong anak itu sampai lututnya yang tergores.
Alex, orang tua sang anak, yang seorang duda ternyata sangat terkesima dengan ketulusan Yasinta. Dengan alasan mengucapkan terimakasih Alex ingin berkenalan dan meminta kontak Yasinta. Syukur Yasinta tidak memberikannya.
Daniel yang sudah sangat cemburu langsung turun dari mobil mereka dan menghampiri Yasinta, untuk menunjukkan kepada Alex bahwa dia adalah suami Yasinta.
"Sayang, kenapa sampai berlari sih, aku lagi telepon om tadi" ucap Daniel yang memang lagi online tadi dengan om Riadi.
"itu pa, tadi dia jatuh, untungnya belum ada kendaraan yang lewat, kasihan" jelas Sinta masih mengibas bajunya sambil menunjuk anak itu.
"sekali lagi terimakasih banyak ya Bu, sudah menolong anak saya" ucap Alex
"tidak apa-apa pak, sama-sama, kita sama-sama punya anak kecil, jadi pasti naluri kita sebagai orang tua akan langsung menolong anak kalau keadaannya seperti tadi"
"tapi kalau kamu yang celaka gimana"? ucap Daniel sudah mulai kurang senang dengan interaksi mereka.
"ya ngga lah pa, masak kita ngga bisa jaga diri" ucap Sinta melihat suaminya, barulah dia sadari ada yang tidak beres dengan tatapan Daniel kepada Alex.
"ya sudah pak, kami pamit dulu, anak-anak juga sudah pulang" ucap Sinta sopan dan hanya diangguki oleh Alex karena masih terpesona dengan Yasinta.
"ayo pa, noh kembar datang" ucap Sinta menyambut kedua anaknya.
Itulah awal kegalauan Daniel lagi, kenapa dimana-mana istrinya selalu dapat simpati dan perhatian dari orang.
Tapi syukurlah kesabaran dan kesederhanaan Yasinta selalu bisa meruntuhkan kekesalan Daniel. Saat Yasinta dengan telaten mengurus dan memperhatikan keempat anak mereka, Daniel akan meyakinkan dirinya kalau hidup Yasinta sekarang hanya untuknya dan anak-anaknya.
Yasinta memang tidak pernah membujuk Daniel dengan kata-kata, atau pun menjelaskan pokok permasalahannya dengan kata-kata, tapi dengan tindak tanduknya dia menunjukkan bahwa dia sangat perhatian sama keluarganya.
"Sayang, kok malah diamin aku sih" rengek Daniel malamnya saat Yasinta selesai membobokan kedua putrinya.
"maksudnya"
"dari siang kamu jadi diam" protes Daniel
"emank papa nanya apa, aku diamin"
__ADS_1
"ya ngga sih, cuma kamu jelasin kek, bahwa kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan dia, aku sangat cemburu mama" rengek Daniel lagi
"cape pa, aku jelasin juga pasti papa akan bilang ngga benar, lagian apa yang harus aku jelasin, kenal aja ngga, jadi ya biarin aja, yang penting aku tidak berbuat salah" ucap Sinta.
Ya benar sih, dari dulu Sinta tidak pernah menjelaskan apa-apa, dia lebih suka menunjukkan buktinya, itulah salah satu sikapnya Yasinta.
"Maafin aku ya, sudah tidak percaya sama kamu tadi. aku juga bingung kadang dengan diriku, aku ingin tidak cemburu, tapi tidak bisa sayang, kalau aku sudah melihat laki-laki lain melihat kamu dengan tatapan mendambanya, hatiku langsung panas." ucap Daniel sudah memeluk istrinya
"ngga apa-apa kak, itu tandanya cinta, setiap orang kan beda-beda cara mengekpresikan rasa cintanya, tidak harus sama semua. mungkin inilah papa, orang yang aku cinta dari dulu, dan inilah aku Yasinta ibu dari empat orang anak yang sangat mencintai suaminya" ucap Sinta menatap Daniel intens.
Daniel makin terharu dengan ucapan istrinya, dia memang bodoh, tidak percaya sama istrinya.
"maafin aku yang bodoh ini, kalau urusan kamu aku memang makin bodoh sayang, mending aku disuruh memenangkan tender papi yang agak berat, daripada memenangkan hatimu, aku suka ngga percaya diri karena kamu itu hampir mendekati sempurna sayang dan pasti banyak yang menginginkanmu", ucap Daniel
"tapi kamu yang aku cintai, apa itu aja belum cukup"?
"cukup sayang, cukup" ucap Daniel makin mengeratkan pelukannya.
Daniel mungkin bukan laki-laki sempurna yang mencintai Yasinta, tapi yang Yasinta tahu dia juga sangat mencintai Daniel lebih dari apapun.
"sayang, tetaplah mencintaiku, aku juga akan memohon kepada Tuhan agar menambahkan cintaku setiap hari untuk kamu dan keluarga kita. karena sejatinya cinta itu juga anugrah yang harus kita jaga batasan-batasannya" ucap Daniel sendu.
"yeeee papanya kembar cengeng ei," goda Sinta
"enak aja, aku ngga cengeng ya, aku hanya beberapa kali menangis. waktu mama meninggal dan waktu tahu kedua kembar adalah anakku yang telah aku telantarkan" ucap Daniel serius.
"iya deh percaya papa" ucap Sinta ingin beranjak ke kamar mandi.
"mau kemana lagi sayang"
"ke kamar mandi, ikut" goda Yasinta
Daniel bingung, tidak biasannya Yasinta menggodanya begini.
"jangan menyesal ya, pengen coba lagi di kamar mandi" ucap Daniel mengedipkan matanya menggoda Yasinta.
"wuuuu kalau masalah mesum aja langsung connect ya"
__ADS_1
"iya dong ma, papa sudah butuh asupan nih, dari tadi siang sudah marah-marah dan jeleous", ucap Daniel masih menggoda Sinta.
"makanya jangan suka marah-marah, cape sendiri kan"? ucap Sinta sudah melangkah diikutin Daniel.
"aku hanya cuci muka papa, jangan ikut' ucap Sinta
"jangan lama ya" bisik Daniel membuat bulu kuduk Yasinta merinding.
Entah kenapa, malam ini Yasinta ingin juga menggoda suaminya. Akhirnya dia masuk ruang ganti dan menggunakan baju tidur dengan bahan tipis, walaupun tidak memakai lingerie tapi dia sudah terlihat sangat menggoda.
Dia menggunakan baju tidur tipis itu tanpa dalaman dan juga tidak menggunakan jubah pasangan dari baju terusan pendek itu , yang jauh diatas lutut, hanya sampai paha putih mulusnya.
Sebenarnya Yasinta juga deg-degan, tapi bukankah sekali-kali perlu menggoda suami kita untuk memberi warna lain dalam kehidupan rumah tangga.
Sinta yang gugup menguatkan hatinya untuk keluar dari ruang ganti.
'harus bisa menyenangkan suami, cayo' batinya
Dengan perlahan dia keluar dari ruang ganti, syukurnya suaminya terlihat sibuk dengan gadgetnya dibalik selimut. Yasinta ingin segera masuk ke dalam selimut, tapi eitsssss Daniel keburu menolehhhhh.
"sayang" ucap Daniel menatap Yasinta tanpa kedip dan tahu-tahu sudah menyibak selimutnya dan duduk dipinggir ranjang menyambut Yasinta.
"Sayang, sepertinya kamu memang ingin membuatku gila" ucap Daniel dengan tatapan tetap keyasinta. Dia bangkit meraih tangan Yasinta dan mendudukkannya di pangkuannya.
"jangan salahkan aku kalau besok kamu tidak bisa jalan" bisik Daniel ditelinga Yasinta.
"jangan, besok kita ada meeting di kantor" jawab Yasinta, tapi malah suara Yasinta terdengar makin merdu ditelinga Daniel.
"bisa ditunda, pokoknya malam ini kita berdua lembur" ucap Daniel sudah ngga berpikir jernih.
"pap..." Daniel langsung menyambar bibir itu dengan lembut, sampai akhirnya mereka sendiri sudah tidak sadar dengan yang ada disekitar. Yang ada hanyalah mereka berdua dan kebahagiaan mereka. Daniel benar-benar lembur, sehingga mau ngga mau Yasinta harus lembur. Jam tiga subuh barulah Yasinta boleh tidur. Dengan tersenyum Daniel membenarkan selimut istrinya yang telah tidur pulas karena cape.
"kamu mencintaiku sayang, tapi aku lebih dan lebih lagi mencintaimu" ucap Daniel sambil mengecup kening istrinya.
Hai
like, coment dan vote yang banyak ya. terimakasih🙏
__ADS_1