CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 126 PERTEMUAN


__ADS_3

Sesuai dengan kesepakatan kemarin hari ini mereka akan bertemu disalah satu restoran mewah milik twins grup.


Pak Yusuf datang bersama pak Riadi dan Digo, sementara Daniel berangkat sendiri dari kantornya. Setelah sedikit berbohong sama Yasinta bahwa dia ada meeting diluar kantor.


"Selamat siang pak Riadi" langsung disambut oleh pak Fariza saat pegawainya mengantarkan pak Riadi dan rombongan ke private room yang telah dia pesan.


"selamat siang pak Fariza dan ibu Mirna" sapa balik pak Riadi yang di angguki juga oleh ibu Mirna dan kedua anaknya sambil berdiri.


Jujur saja pak Riadi sedikit kaget dengan sambutan ini, dia sama sekali tidak menyangka akan disambut sebaik ini. Ini seperti reunian bukan meminta pertanggungjawaban.


Setelah semua duduk pak Fariza mulai membuka pembicaraan.


"bagaimana kalau kita makan siang dulu, barulah kita bicara, karena saya yakin yang mau kita bicarakan ini sangat panjang."


"kami kebetulan habis makan siang pak, kalau saya sih ngopi aja" ujar pak Riadi dan di angguki yang lain karena masih ragu, belum tahu nanti gimana pembicaraan. Kalau tidak berjalan baik, niatnya mereka akan makan siang dilain tempat.


"oh baiklah kalau begitu" ujar pak Fariza sopan.


Semua akhirnya terdiam, bingung mau mulai pembicaraan dari mana. Melihat itu pak Riadi langsung berinisiatif membuka pembicaraan.


"jadi begini pak Fariza, kami ini keluarga besar arganta, dan ini besan saya pak Yusuf regata, saya yakin bapak sudah sangat kenal beliau. Sebenarnya pak Fariza sudah tahu apa niat kedatangan kami kesini, kami ingin bicara secara kekeluargaan mengenai PT. Regata yang dulu, yang sekarang dibawah twins grup. Terus terang selama ini pak Yusuf besan saya ini memang sudah pasrah, walaupun dia sedikit tidak terima semuanya, tapi dia mencoba menerima." ujar pak Riadi pelan, jelas dan gampang dimengerti semua orang.


"jadi jika pak Fariza tidak keberatan kami ingin mengurai satu-satu benang kusut itu pak, bukan karena kami ingin memiliki asetnya, bukan, tapi lebih kepada membangun kembali rasa percaya diri pak Yusuf dan Yasinta menantu saya" ucapnya lagi dengan lugas.


Ibu Mirna sudah mulai terlihat gugup didekat suaminya, karena dia tahu pak Riadi ngga main-main.


"kami ingin kejelasan tentang peralihan beberapa aset pak Yusuf pak, itupun kalau pak Fariza dan keluarga bersedia menjawab", ujarnya

__ADS_1


"tapi jika seandainya pak Fariza dan keluarga tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan, kemungkinan besar dengan berat hati kami akan menempuh jalur hukum dengan semua bukti yang ada" ucap pak Riadi lagi.


Pak Fariza sudah faham, mereka pasti telah memiliki bukti kuat sehingga mereka berani bicara. feeling pengusahanya bilang kalau ini benar melibatkan istrinya. Tapi mulai sekarang dia harus melindungi istrinya dan anak-anaknya, harus!


"Pak Riadi dan semuanya, saya sedikit sudah mengerti dengan titik permasalahannya. Istri saya juga sudah sedikit terbuka dengan masalah ini. Jujur saja pak, sebenarnya waktu itu saya kurang paham bahkan saya pikir saya telah membantu pak Yusuf sekeluarga, karena saya ngga tahu niat dan motif istri saya. Tapi secara tidak langsung ini juga salah saya pak, saya ngga bisa meyakinkan istri saya sehingga dia tidak sadar telah menghancurkan orang lain." pak Fariza diam sebentar.


"Secara bisnis sebenarnya saya tidak ingin menjelaskan apapun pak Yusuf, karena bapak tahulah dunia pengusaha dan dunia bisnis itu seperti apa. Tapi saya juga sadar kalau ini akan membebani mental istri dan anak saya, oleh karena itu saya akan mengembalikan kerugian yang disebabkan oleh istri saya, apakah itu berupa materi dan juga berupa aset tidak bergerak." ucap pak Fariza.


"Mekanisme pengembaliannya nanti akan saya suruh pengacara keluarga dan ahli keuangan saya untuk merincinya dulu, namun demikian kalau ada pengajuan dari pihak pak Yusuf akan kami tanggapi" ucapnya padat dan jelas.


"Saya rasa pak Daniel sebagai menantu pak Yusuf juga sudah bisa memberikan rincian untuk bahan pertimbangan nantinya" ucap pak Fariza lagi.


Daniel terlihat manggut-manggut mendengar penuturan pak Fariza langsung.


"Baiklah pak Fariza, karena bapak sudah membuka hati dan menyediakan waktu untuk masalah ini, kami sangat senang. Sejujurnya kalau mengenai nominal saya rasa pak Yusuf juga tidak akan terlalu mempermasalahkan itu, biarlah itu dibahas oleh yang ahli. Pak Yusuf sendiri sudah tidak terlalu mengharapkan apa-apa sebenarnya, tapi anak saya Daniel merasa terpanggil untuk menuntaskan masalah mertuannya ini, ini semata-mata juga untuk memperbaiki rasa percaya diri Sinta menantu kesayangan saya" tutur pak Riadi.


Ibu Mirna merasa sangat tersanjung atas pembelaan suaminya. Dia yang merasa sangat jauh selama ini ternyata melindunginya sedemikian.


"Kalau begitu saya rasa tidak ada yang perlu dipermasalahkan pak, saya bangga dengan kebesaran hati pak Fariza" ucap om Riadi arganta.


"sama-sama pak, saya juga karena disadarkan oleh anak saya yang bandel ini" ucap pak Fariza


Terlihat ibu Mirna membisikkan sesuatu kepada suaminya. Lalu pak Fariza mencium keningnya dan kembali memeluk istrinya.


"Begini pak Riadi dan pak Yusuf, atas permintaan istri saya, bersediakah pak Yusuf kita bicara secara pribadi di ruangan sebelah. Karena ini sifatnya pribadi dan tidak untuk dibahas. bagaimana pak" tanya pak Fariza kepada pak Yusuf


Pak Yusuf terlihat bingung, untuk apa mereka ingin bicara secara pribadi, batin pak Yusuf.

__ADS_1


"baiklah, tapi izinkan menantu saya Daniel ikut"


"boleh pak, ayo" pak Fariza langsung menggandeng istrinya menuju ruangan sebelah.


Disinilah mereka sekarang, diruangan sebelah. Pak Fariza tetap memegang tangan istrinya untuk memberi dukungan. Dia tidak ingin istrinya lepas dari pegangan dia lagi.


"Mas Yusuf, saya tahu ini sangat terlambat bahkan bisa dibilang tidak ada gunanya, tapi aku tetap mohon maafkan aku, sampaikan salam ku juga untuk Sinta putrimu. KArena ulahku dia jadi menderita kehilangan kasih sayang seorang ibu. Tolong maafkan saya, saya benar-benar menyesal mas" ucap Bu Mirna sambil menunduk.


Pak Yusuf masih diam, dia memang sudah melupakan kehancurannya, tapi bukan berarti juga dia segampang itu memaafkan mereka.


Sedikitnya masih ada rasa marah dan rasa benci dalam hatinya. Tapi cepat-cepat dia ingat putrinya dan juga cucu-cucunya, merekalah fokusnya sekarang. Dia akhirnya menarik nafas dengan berat.


"Pak Yusuf atas nama istri saya, saya juga minta maaf. saya harap pak Yusuf berbesar hati memaafkan istri saya. Dia hanya salah mengartikan perasaanya pak Yusuf, dia ngga bisa mengartikan cinta yang sesungguhnya"


Melihat keseriusan mereka pak Yusuf akhirnya bicara serius juga.


"yah, semua sudah berlalu pak, sudah takdirnya juga kali seperti itu. Toh semua sudah berlalu, dan semua sudah terjadi. Untuk sekarang ini saya hanya ingin hidup tenang tanpa rasa dendam. Apalagi Sinta dan Daniel sudah bahagia, Tuhan sudah melipatgandakan kebahagiaanku. Jadi untuk apa lagi aku ingat-ingat semua yang telah lalu."


"Terimakasih pak Yusuf" ucap pak Fariza serius sambil masih memeluk istrinya.


"Saya harap mulai sekarang kita semua bisa jadi partner yang baik, apalagi anak-anak kita sudah pada dewasa, berarti kita sudah pada tua" ucap pak Fariza yang diangguki oleh pak Yusuf juga dengan senyum.


Setelah masalah obsesi masa lalu itu kelar, akhirnya mereka semua makan siang bersama dengan penuh keceriaan karena lepas dari satu masalah.


Hai readers, Jangan lupa like dan coment ya.


Terimakasih masih setia

__ADS_1


I LOVE YOU ALL🙏🤗


__ADS_2