
Daniel sangat menikmati kebersamaan dan keruwetannya dengan kehamilan Yasinta. Apalagi Yasinta sekarang gampang berubah moodnya, sedikit ada dihatinya mau sedih atau bahagia dia akan menangis.
Tapi karena rasa cinta Daniel lebih besar dari semua keruwetan itu sehingga dia masih sangat menikmati semuannya. om Riadi dan pak Yusuf juga sangat antusias.
Hari ini jadwal mereka periksa dengan dokter kandungan Sinta yaitu dokter Cyntia.
"udah belum sayang"
"udah kak"
"kok pakai begini, ngga dress aja , kasian anak kita kejepit" ucap Daniel saat Yasinta pakai baju atasan dan celana bahan.
"ini longgar kak, nanti periksanya ribet, kalau bajunya dinaikkan"
"oh iya, sory sayang, kamu lebih pengalaman, aku memang bodoh, masak ngga ingat kemarin periksa gimana" ucap Daniel menepuk jidatnya.
"pagi pak Daniel, pagi Bu Yasinta" ucap Dodo baru sampai buat jemput Daniel.
"pagi pak Dodo" balas yasinta
"kamu sudah buat janji dengan dokter Cyntia"? tanya Daniel
"sudah pak"
"ya sudah ayo kita berangkat" Daniel menarik tangan Yasinta
"tunggu kak, bentar"
"kenapa"?
"bi, tadi jadikan potongin buah"?
"sudah nyonya, ada dikulkas"
"tolong ambilin bi, mau aku bawa,"
"iya nyonya" bibi langsung berlalu ke kulkas dan mengambil kotak bekal berisi buah untuk dibawa nyonya ya.
"ini mau dibawa sayang" tanya Daniel menerima bekal itu dari BI Ida, malah BI Ida yang antusias menjawab.
"iya tuan, biasanya satu jam sekali nyonya pasti lapar" jelas BI Ida
"ohh begitu ya bi, ya sudah sini" Daniel menerima kotak bekal itu dan meraih tangan Yasinta untuk naik ke mobil.
"hati-hati sayang" Daniel melindungi kepala Yasinta jangan sampai kebentur mobil.
"hmmmmm"
"do, setelah dari rumah sakit saya harus kemana"?
"ada rapat dengan PT. Lux pak, tentang cover produckt yang baru"
"ohhh, kalau begitu nanti kita antar Yasinta pulang dulu"
"baik pak"
Begitu sampai rumah sakit Daniel menuntun Yasinta turun dan langsung menuju ruang dokter Cyntia.
"selamat pagi dok" sapa Dodo dan Daniel, ternyata disana juga sudah ada dokter keluarga mereka dokter citra.
"pagi pak Dodo, pak Daniel, ibu Yasinta"
"ayo langsung aja ya Bu, ibu Yasinta naik kesini" ucap dokter Cyntia sambil menyuruh perawat untuk membantu. Tapi Daniel menolak karena dia aja yang bantu istrinya.
"do, kamu tunggu diluar" ucap daniel
"baik pak"
Seorang perawat mengangkat baju atasan ibu Yasinta, dan mengoleskan sesuatu dibagian perutnya.
Lalu dokter Cyntia meletakkan satu alat dan menggeser-gesernya dibagian perut itu. Mimik dokter itu seperti mengerutkan dahinya sehingga Daniel jadi curiga.
"kenapa dok, ada apa dengan anak saya"
"ehhh sebentar ya pak" ucap dokter Cyntia. Itu ternyata memancing perhatian dokter citra juga, akhirnya dia berdiri dan ikut menyaksikan di monitor.
"Napa cyn," sambil melihat ke monitor
"hahhh twin"
"aku lagi pastikan, sepertinya iya" saat kedua dokter itu berbincang Daniel hanya bengong begitu juga Yasinta. Lalu setelah memastikan dokter Cyntia menletakkan alatnya.
"ibu, selamat ya, ibu hamil kembar," ucap dokter cyntia
__ADS_1
"apa kembar" Daniel terlonjak kaget sampai berdiri dan langsung menciumi Yasinta.
"iya pak, ibu hamil kembar, apa ada riwayat kembar dikeluarga keduannya"
"ada dok, bahkan anak pertama saya kembar" jawab Daniel antusias.
"oh iya, hebat, ibu hamil kembar lagi ini"
"ah kita akan makin rame sayang, kamu harus makan banyak ya" ucap Daniel masih antusias mengelus perut Yasinta dan menciumi pipinya.
"jenis kelaminnya belum ketahuan ya dok" tanya daniel
"belum ya pak, itu nanti kita USG pada kehamilan sekitar lima bulan, pokoknya lewat dulu trimester pertama"
"ngga apa-apa sih dok, laki-laki atau perempuan sama aja" ucap Daniel
"oh ya, sejauh ini gada masalah, ibu harus banyak istirahat, banyak makan, minum susu, apalagi ibu hamil kembar, ingat ya Bu, makana yang ibu makan buat tiga orang" jelas dokter Cyntia.
"sekarang dia makan banyak sih dok, bahkan bisa berkali-kali lipat dari makan dia biasanya"
"ohh ngga apa-apa pak, itu wajar soalnya hamil kembar. ini resepnya tolong ditebus"
"baik dok"
"kalau begitu kami permisi dulu dok" ucap Daniel
"silahkan pak" ucap dokter Cyntia dan dokter citra.
"do, tebus resep ini" begitu mereka keluar dari ruangan dokter cyntia
"baik pak'
"kami nunggu dilobby"
"baik pak"
"kak, mau makan buah" bisik Yasinta dikuping Daniel.
Daniel menuntun Yasinta duduk di lobby dan mengambil kotak makan yang tadi dibawa.
"mau makan buah dulu, ayo"
"hmmmm"
Dengan telaten Daniel menyuapi Yasinta makan buah potong itu. terus dan terus sampai habis.
"ini sudah selesai pak" ucap Dodo yang baru kelar dari apotik.
"ya sudah sayang ayo," Daniel dengan setia membantu Yasinta untuk berdiri.
"sudah kak ngga apa-apa, aku bisa" ucap Yasinta
"katanya tadi jam sepuluh mau meeting, ini kurang limabelas menit" tanya Yasinta
"apa supir aja yang mengantar ibu Yasinta pak, terus kita naik taxi ke kantor"? saran Dodo karena memang waktunya sangat mepet.
"ngga usah pak Dodo, kita antar pak Daniel sama pak Dodo dulu aja, baru supir antar saya, biar jalannya lebih santai" ucap Sinta
"iya do benar kata istri saya, kita ke kantor dulu nanti dari kantor aku minta tolong om Riadi jemput kamu sayang"
"kan ada supir kak Daniel yang ganteng" ucap Yasinta dengan mimik lucu
"apa, apa tadi kamu baru sadar aku ganteng. ngga boleh hanya supir, pokoknya dijemput om"
"ya sudah terserah kak Daniel" Yasinta pasrah dengan over protective Daniel.
"hmmmm gitu donk sayang, mamanya kembar"
Di dalam mobil Daniel langsung telepon om Riadi.
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
"Napa dan"
"om bisa ke kantor bentar ga jemput Sinta"
"lho Sinta kenapa dan"
"ngga om, tadi kami habis periksa, karena terlalu seru ngobrol sama dokternya aku jadi telat meeting, jadi ngga sempat antar Sinta balik. sekarang aku bawa dia ke kantor"
"ohhh gitu, ya sudah, sekarang apa nanti, sekalian om jemput kembar pulang sekolah"
"iya nanti aja om, sekalian ajak kembar. oh ya om, om tahu ngga hasil USG nya"? Daniel senyum-senyum
__ADS_1
"gimana"
"cucu om ini kembar lagi lho" Daniel ketawa
"oh ya, benaran dan" pak Riadi lebih antusias lagi
"benar om"
"astaga, itu benaran turunan arganta, kamu hebat Daniel" puji om Riadi.
"ya sudah nanti jemput ya om, saya meeting dulu bentar lagi"
"hmmm iya, nanti om jemput, bilang dia istirahat dulu aja"
Sambungan itu terputus seiring mereka sampai di lobby perusahaan.
"ayo" Daniel membantu Yasinta turun dan langsung naik lift khusus.
Begitu sampai diruangan Daniel yasintapun rebahan disofa ruangan Daniel.
"kakak lama ngga meetingnya"
"belum tahu sayang, kalau cepat sepakat sih ga lama, tapi kalau alot ya bisa agak lama"
"ohhh"
"ya sudah, kenapa, kamu mau sesuatu"
"hmmmmm"
"apa itu"
"es cream"
"lagi"
"coklat yang seperti kemarin"
"itu aja"
"hmmmmm"
"do tolong pesankan es cream dulu sebelum kita keruang meeting"
"baik pak" Dodo bergerak cepat
Daniel langsung menuju meja kerjanya dan melihat file yang dikasih Dodo.
tutttt tutttt
"Nana keruangan saya"
"iya pak"
"iya pak" ucap Nana yang sudah berada diruangan Daniel
"kamu ngga usah ikut meeting, istri saya lagi pesan es cream, tolong nanti kamu siapin istri saya makan escream sama coklatnya"
"baik pak"
"hmmmm keluarlah" Nana langsung keluar dari ruangan Daniel, tapi malah Dodo yang masuk lagi.
"es creamnya tiga puluh menit sampai pak" jelas Dodo.
"ya sudah, ayo keruang meeting" Dodo langsung keluar.
"sayang" panggil Daniel, ehhh ternyata Yasinta sudah tidur di sofa itu sambil duduk.
"ohhh udah tidur aja" Daniel lalu merapat kan meja dan kursi itu, dia juga merapatkan bantal.kursi untuk bantal Yasinta. Daniel menutup tubuh Sinta dengan jas mahalnya.
'kamu sangat lucu dan manis sayang kalau begini, bikin gemes banget. Ingin rasanya memeluk dan menciumi setiap saat, tapi sayangnya kehamilanmu belum aman untuk aku makan kamu sekarang' gumam Daniel lalu keluar memberi pesan buat Nana.
"jangan ada yang masuk keruangan saya selain kamu dan istri saya"
"baik pak"
Hai
Terimakasih
like
vote
__ADS_1
comentnya
I LOVE YOU ALL🙏🤗