
Yasinta yang dari tadi hanya menunduk mendengar Daniel bicara, tiba-tiba mengangkat kepalanya tegak begitu mendengar Daniel menghina papinya, apalagi sekarang keadaan papinya memang memprihatinkan. Walaupun begitu Sinta harus sedikit mempertahankan egonya supaya tidak makin diinjak-injak orang.
"maaf pak, saya bekerja disini atas kemauan saya sendiri, tidak ada urusannya dengan papi saya, tolong dipilah sedikit pak keluarga dengan kerjaan" ucap Sinta tegas..
"prok prok prok" Daniel bertepuk tangan melihat Yasinta masih bisa punya pendirian." kamu memang hebat Sinta, dua jempol untuk kamu" ucap Daniel.
Sinta yang sudah sangat terpojok pun tidak ingin membela diri sama sekali. Dia hanya berdoa jangan sampai Daniel melihat airmatanya jatuh.
"ohhhh sory jadi agak ngelatur memang iya. saya tahu sekarang kamu adalah pegawai saya jadi saya harus perlakukan kamu sebagai pegawai" ucap Daniel lalu kembali duduk di kursi kebesarannya.
"selamat datang di kantor saya Grup arganta, saya harap kamu bisa bekerja dengan sebaik mungkin, karena aku tidak mau ada kesalahan sedikit pun. Oh iya satu lagi kalau ngga salah menurut Dodo kamu ditarik dari pabrik, jadi tunjukkan kinerjamu yang bagus. kalau kamu berpikir untuk kembali ke pabrik setelah pertemuan ini kayaknya tidak bisa karena kamu sudah tanda tangan kontrak" ucap Daniel tegas
"kalau begitu saya permisi pak"
"hmmm" ucap Daniel.
'Kenapa melihatmu tertekan aku merasa sakit Iyas, kenapa, padahal kamu sendiri tidak berusaha menjelaskan apapun, tapi kenapa sepertinya hidupmu tidak bahagia'? gumam Daniel diruangannya.
"ya Tuhan cobaan apa lagi ini, apa aku bisa bekerja dengan baik sementara atasanku itu kak Daniel" gumam Yasinta begitu keluar dari ruang bos. Airnatannya sudah tidak bisa dikondisikan, dia sangat kaget dengan kejadian ini. bertemu dengan laki-laki yang sangat dia cintai dan dia rindukan, tapi dia sudah tidak tahu apakah laki-laki itu masih mencintainya.'
'Tapi kenapa malah sekarang aku merasa sangat asing dengan kak Daniel, sangat tidak bisa lagi aku untuk bermanja-manja, karena mungkin aja dia sudah menikah lagi' batin Yasinta.
'sadar Sinta sadar, Daniel itu bukan Daniel yang dulu lagi dan kamu juga bukan Yasinta regata yang anak seorang pengusaha lagi. kamu hanya buruh pabrik yang ditarik ke kantor pusat, kamu itu karyawan Sinta, karyawan daniel' ucap sisi lain dari hati Yasinta.
'Mulai sekarang kamu harus bekerja, mencari uang bukan mencari laki-laki. kamu sudah punya dua anak dan papimu butuh perhatianmu, karena sekarang papimu tidak dianggap oleh orang lain termasuk Daniel dan rekan bisnisnya waktu dulu.' batin Sinta
Melihat Sinta bengong dan meneteskan air mata Nana juga ikut bingung.
"kamu kenapa, apa bos memarahimu di pertemuan pertama" tanya Nana
Yasinta hanya menggelengkan kepalanya.
"Saya hanya ingat anak-anak saya, karena katanya mungkin nanti saya akan sering lembur"
"ohhh itu, seorang sekretaris memang pasti begitu Yasinta, diperusahaan mana juga, makanya gajinya biasanya lumayan. tapi kan ada juga yang harus kita korbankan" ucap Nana
"iya ya mba, makasih ya mba"
"sama-sama Sinta"
Yasinta duduk dimeja kerjanya. Dia sudah bertekad akan tetap bekerja disini. Keberadaan Daniel sebagai bosnya tidak boleh membuatnya lemah.
'Aku harus bawa papiku bangkit, dan juga anak-anakku harus sukses' bathin Yasinta.
Yasinta mulai mengutak Atik tab ditangannya. Saat dia menemukan hal yang tidak dia mengerti dia bertanya sama Nana. untung saja Nana juga karyawan yang baik tidak egois atau ogah berbagi ilmu.
__ADS_1
Jam makan siang interkom dimeja Yasinta berbunyi.
"Sinta, jam makan siang kamu harus tanya pak Daniel mau pesan makanan atau makan diluar kalau dia tidak ada janji makan siang dengan klien kita" jelas Dodo
"baik pak"
"huhhhhh" Sinta menarik nafas panjang, tapi balik lagi hatinya sudah bulat menutup lembaran lama anggap aja Daniel itu ngga pernah hadir di masa lalunya. Memang sedikit sulit tapi jauh lebih baik daripada dia sakit hati dengan perlakuan Daniel kalau dia mengharapkan laki-laki itu lagi.
'kamu bisa sinta' tekadnya dalam hati
tok tok tok
"hmmm masuk" ucap Daniel masih serius
"maaf pak, apa bapak mau makan siang diluar atau saya pesankan makan siang" ucap Yasinta setenang dan seformal mungkin. Daniel sampai terkejut kalau orang yang sedang bertanya itu adalah Iyas mantan kekasihnya yang manja dulu.
'ternyata aku sudah benar-benar ngga ada dihatimu iyas' batin Daniel melongo.
"pesan aja direstoran biasa, tanya Dodo atau Nana" ucapnya juga layaknya atasan ke bawahannya.
"baik pak" ucap Yasinta sambil berlalu keluar dari ruangan Daniel.
'kenapa hati ini masih selalu bergetar hebat sih kalau aku ketemu Daniel, mungkin karena dulu aku terlalu mencintainya. tapi sekarang beda, aku harus bisa menekan perasaanku ini' batin Yasinta.
"mba Nana biasanya pak Daniel pesan makan direstoran mana ya"?
"iya mba, katanya nanya mba Nana kalau ngga pak Dodo"
"sebenarnya sih restoran ini" sambil menyodorkan satu kartu nama restoran ke tangan Yasinta
"tapi mendingan tanya pak Dodo juga, takut kita kesalahan" ucap Nana
"iya mba"
Lalu Yasinta jenekan interkom keruangan pak Dodo.
"maaf pak Dodo, pak daniel bilang makan di kantor, dipesan dari restoran biasa, yang mana ya pak"
"ohh gitu, itu ada nama dan nomor restoran di meja Nana, lihat disitu ya"
"ini sudah pak, xx restoran, tapi menunya apa ya pak"
"pesankan ayam goreng dan sayur aja"
"baik pak"
__ADS_1
Lalu Yasinta memesan ke restoran tersebut sesuai pesanan pak Dodo.
"kamu sendiri makan apa sin"?
"belum tahu mba, nanti aku cari keluar dulu"
"kenapa ngga sekalian tadi pesan direstoran"
"ahh mba bisa aja, bisa-bisa uang makan seminggu habis dalam sehari mba"
"iya juga sih, cuma kayaknya kamu jangan keluar deh. biasanya nanti pak Daniel itu makanannya harus disiapin dan sudahnya juga harus diberesin. kita ngga bisa jauh-jauh, takutnya ada perlu."
"ohh gitu"
"mba Nana sendiri makan apa"
"aku dah biasa bawa bekal sin"
"ohh gitu"
"ya sudah kamu minta tolong OB aja beliin apa kek"
"Padang ada dekat ngga mba"
"ada, ini yang sebelah kita itu, yang samping ruko'
"ohh dekat kok nanti aja setelah pak Daniel selesai"
"ya sudah terserah kamu aja"
Tidak berapa lama pesanan Daniel sudah nyampe di kantor.
tok tok tok
"masuk"
"ini pak makanannya sudah datang, apa bapa mau makan dulu"
"hmmmmm" ucap Daniel tanpa menoleh sedikit pun.
Lalu Sinta menyiapkan makanan untuk danil di sofa yang ada diruangan itu lengkap dengan air minumnya segala.
"sudah siap pak, bapak mau makan sekarang"
"bentar"
__ADS_1
"iya pak" ucap Sinta berdiri disamping makanan itu menunggu Daniel.
Tidak berapa lama Daniel makan dan menyuruh Yasinta keluar dari ruangannya.