CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 25 BERTEMU RIO


__ADS_3

Setelah penuh drama akhirnya dapat juga apartemen buat Cyntia. Setelah semua diurus Daniel ingin pergi menemui Rio. Tapi Cyntia masih aja tetap mengekor ngga mau tinggal.


Sinta yang takut jadi pengganggu memilih menunggu dimobil bersama supir.


Tidak berapa lama Daniel datang dengan Cyntia yang tidak pernah melepaskan Daniel sedikitpun.


"kita ke cafe Rio pak" ucap Daniel kesal


Disela-sela kekesalan Daniel menghadapi Cyntia handphone Sinta berbunyi dijok depan.


"maaf pak saya angkat telepon dulu" ucap Sinta menengok kebelakang kearah Daniel, Sinta sudah memegang handphonenya dari dalam tas.


sepintas Daniel melihat tulisan my love calling, membuat hatinya makin ngga jelas.


"hmmm" ucap Daniel asal


"maaf ya pak" ucap Sinta juga ke pak supir


"hallo"


"hallo mama" ucap dua anak cowok di sebrang


"hallo sayang, kalian ngapain"


"lagi main ma, tadi sudah belajar terus sudah makan" cerita Leon. Terdengar disono anaknya berantem berebut megang handphonenya.


"ehhh jangan berantem ok, calm down ok, coba satu-satu apa ceritanya" tanya Yasinta


"Loan dulu mah, " ucap Loan


"ok Leon kasih Loan dulu, apa tadi ceritanya" tanya Yasinta sabar


"tadi saya sangat pintar disekolah ma, kata Bu guru kalau pintar bisa minta hadiah ke mamanya"


"benar"


"benar ma tadi Leon aja kalah"


"ya sudah kamu mau hadiah apa"


"aku mau handphone ma"


"ya sudah setelah mama gajian kita beli, ok"


"terimakasih ma"


"sekarang kasih sama Leon"


"iya ma" nie mama ucap Loan ke Leon masih didengar Yasinta.


"hallo ma, tadi memang Loan menang tapi sedikit doang, aku juga langsung kelar kok"


"ya sudah kamu mau hadiah apa"

__ADS_1


"handphone ma"


"ya sudah, kalau mama gajian, kalau cukup kita langsung beli dua tapi kalau kurang satu dulu, satu lagi bulan depan"


"ok ma"


"sekarang kalian tidur"


"iya ma, kakek juga lagi tidur"


"oh ya sudah, bobo ya, mama lagi kerja" ucap Yasinta menutup teleponnya. Dia menoleh kebelakang ngga enak sama bosnya dan pacarnya, tapi sepertinya mereka tidur. padahal Daniel mendengar semua percakapan Sinta dengan anak-anaknya.


'kamu boleh membuat hatiku menangis dan, tapi titipanmu padaku sungguh sangat berarti bagi hidupku. terimakasih dan untuk kedua anakku' batin Yasinta.


'ini tidak adil Sinta, kamu bahagia dan memiliki anak, sementara aku mencintai seorang wanita juga ngga bisa' batin Daniel dalam diam dan terpejam.


Mobil sudah sampai diparkiran cafe milik Rio.


Daniel langsung menelepon sahabatnya untuk turun juga kebawah.


"hei bro, akhirnya sempat juga lho ke cafe gua, bawa dua bidadari lagi" ucap Rio memperhatikan dua cewek yang bersama Daniel.


Satu cewek modis super wangi tapi terlihat membosankan, seperti cewek-cewek sosialita pada umumnya. Sementara satu lagi ceweknya sederhana, bahkan pakaiannya juga sangat sederhana untuk ukuran jalan sama sohibnya Daniel, tapi enak dilihat apalagi kalau dia tersenyum.


Daniel yang melihat Rio mengamati Sinta pun menyadarkan sahabatnya itu.


"hei kita ngga duduk nih, berdiri terus, melihat cewek matamu jadi biru deh"


"ahhh sialan lho" ucap Rio


"hehhh oh ya saya Rio" ucapnya sambil menyalami Sinta dan juga Cyntia. Salaman aja sudah terasa berbeda dari keduannya, Sinta terlihat lebih ramah dan tulus, sementara Cyntia terlihat sombong.


"ayo duduk, disini apa di VIP diatas"


"VIP lah" jawab Cyntia langsung memeluk lengan Daniel. Rio hanya tersenyum melirik Cyntia dan Daniel.


Daniel yang sangat risih pun ingin Cyntia segera pergi dari sini. tadinya dia berniat buat Sinta menangis ehhh sekarang malah dia yang kurang nyaman.


"ya sudah kita ke atas" ucap Rio yang sedikit melihat ketidak nyamanan Daniel. Rio berpikir Daniel ngga nyaman dengan tingkah ceweknya didepan kedua karyawannya.


Seperti sebelumnya Cyntia tetap tidak mau lepas dari daniel, Rio yang berjalan disisi kanan Daniel pun senyum-senyum. Sementara Sinta dibelakang Daniel dan Rio.


"hot juga cewek Lo" bisik Rio sama daniel saat mereka ingin naik ke atas.


"buat Lo aja" bisik Daniel enteng


"ga, gua sekarang berubah selera, gua mau yang kayak sekretaris Lo aja" bisik Rio melirik Sinta dibelakang.


"sudah punya dua anak" ucap Daniel sewot karena sahabatnya sendiri suka sama Sinta.


"masa, Lo ngga bohong kan" tanya Rio ngga percaya


"tanya aja sendiri" ucapnya

__ADS_1


Saking asyiknya bisik-bisik mereka sudah sampai di ruang VIP restoran itu.


"silahkan pak" ucap salah satu karyawan Rio


"ya, makasih" balas Rio. Lalu mereka berlima masuk keruangan itu. Sinta sangat tahu diri untuk tidak duduk dekat-dekat Daniel. alhasil dia kebagian duduk diujung persis berhadapan dengan Daniel diujung satunya.


"silahkan pak" ucap salah satu waiters sambil menunjukkan buku menu.


"saya sudah pesan tadi sama koki" ucap Rio sama sang waitres.


"baik pak" diapun berlalu dari ruangan itu


"oh ya siapa tadi namanya" tanya rio sama Daniel tapi dagunya menunjuk Cyntia.


Daniel yang malas sama Cyntia pun melepas tangan Cyntia dari lengannya.


"jawab tuh ditanya Rio" ucapnya kearah Cyntia.


"Cyntia" jawabnya asal


"siapa tahu Cyntia ingin menu lain, pesan aja," ucap Rio.


"ngga, aku ikut Daniel aja" ucapnya manja melirik Daniel


"wah wah wah ,selera juga sudah disatukan ya" ucap Rio meledek Daniel karena dari tadi dia lihat Daniel tidak nyaman sebenarnya.


"oh ya kalau Sinta siapa tahu ingin menu lain, pesan aja, mumpung ada bos yang bayarin" ucap Daniel kearah Sinta.


"ngga pak, saya gampang seleranya, saya ikut aja" ucap Sinta sopan dan senyum membuat Rio makin suka.


"kalau Dodo ga usah ditanya, dia sangat setia sama bosnya, bay the way kemana dia" ucap Rio sambil becanda.


"pak Dodo lagi meeting pak" jawab sinta


Daniel bisa melihat kalau Sinta bisa menyesuaikan dirinya dengan semua orang, dan tidak bisa dipungkiri wajahnya yang cantik membuat banyak lelaki tertipu kalau dia sudah punya dua anak.


Sementara Cyntia walaupun cantik tapi membosankan. bahkan Rio aja tidak tertarik, malah tertarik sama Sinta.


Sambil mereka ngobrol masuk dua orang karyawan Rio membawa makanan dan minuman pesanan mereka.


"silahkan, silahkan, kalau ada yang kurang minta lagi aja" ucap Rio


"oh ya Sinta, kamu kalau makan sama bosmu ini lainkali jangan sungkan ya, walaupun wajahnya agak bengis aku tahu dia tidak pelit, dia....." ucapan Rio terhenti karena dipelototi Daniel


"oh ya Sinta, selama kamu jadi sekretarisnya Daniel kamu sudah pernah dimarahi" tanya Rio asal nyablak.


"ihhh kamu kurang sopan banget sih, masa kamu tanya begitu karyawan Daniel dihadapan dia, kamu mau menjatuhkan harga diri Daniel ya" Cyntia langsung emosi.


Mereka semua melongo, karena sebenarnya timenya sekarang kan santai, jadi harusnya jangan terlalu formil, niat Rio hanya mencairkan suasana ehhh malah kena semprot.


"sory sory bro, niatku hanya buat suasana santai, aku lupa kita tidak hanya bertiga, ayo kita makan lagi, Sinta ambil nih" ucap Rio lagi sambil mengangkat piring ikan goreng. Rio merasa suasananya kurang enak jadinya. sinta juga merasakan aura yang sama sehingga begitu makanannya habis, Sinta ingin memisahkan diri, dan Rio juga demikian, akhirnya Rio mengajak Sinta ketaman samping.


"Sinta ada yang ingin aku tanyakan sama kamu, kita ketaman sebelah, bolehkan pak Daniel pinjam sekretarisnya ke taman yang bagus itu" tanya rio senyum. Dia sengaja tidak mau melihat Daniel karena pasti akan marah kalau ditinggal berdua dengan Cyntia. tapi lama-lama disini Rio kasihan sama Sinta.

__ADS_1


"silahkan sinta, mari saya antar" ucap Rio bangkit, lalu mereka berdua meninggalkan Daniel yang sewot.


__ADS_2