
Setelah mendengar penuturan Daniel tentang kesepakatannya dengan Sinta, pak Riadi setuju karena kesepakatan itu kayaknya memang yang terbaik buat semua. Yasinta dan anak-anak sudah sangat terbiasa tanpa kehadiran Daniel, begitu juga Daniel belum tahu kebiasaan anak-anak, apa yang disukai dan tidak disukai anak-anak. Itu harus dia dapat seiring berjalannya waktu. Karena rumah tangga itu harus pakai hati bukan aturan yang berlaku bagi umum.
"ok om setuju sama keputusan kalian, kalian mulai lagi semua dari awal, yahhh seperti orang pacaran lagi, mencocokkan lagi satu dengan yang lain"
Daniel mengangguk sambil menatap Yasinta.
"iya om" ucapnya pendek sementara Yasinta hanya diam.
"tapi kalau boleh sin, izinkan aku untuk membiayai kebutuhan disini ya, , ,"
Yasinta melihat Daniel dengan tatapan yang susah diartikan.
"Bukan, bukan maksudku apa-apa sin, aku tahu kok kamu sanggup membiayai anak-anak, tapi apa aku juga ngga boleh seperti kamu sin, mencurahkan seluruh hidupmu untuk mereka, aku juga ingin hidupku untuk anak-anak sin, tolong jangan berpikir aneh-aneh ya" ucap Daniel sangat hati-hati, dia sangat takut Yasinta tersinggung.
"ya sudah, tapi aku dan anak-anak sudah terbiasa hidup sederhana, jadi jangan memberikan apapun secara berlebihan"
"iya aku janji, terimakasih ya sin" ucap Daniel senang.
Daniel langsung mengeluarkan satu kartu ATM dari dompetnya.
"tolong terima untuk belanja hari-hari disini, PINnya sekian-sekian" ucap Daniel menyodorkan satu kartu ATM itu.
"hmmmmm" ucap Yasinta menerima kartu itu.
"oh iya, mengenai pekerjaan sebenarnya saya tetap ingin kamu dikantor pusat, jujur saya ingin dekat dengan kamu, tapi kalau kamu merasa jauh dari anak-anak hari Senin kembali aja ke pabrik, tidak ada biaya finalty itu sama sekali, coba kamu pikir-pikir yang matang dulu, kalau dikantor pusat mungkin ilmu yang kamu dapat akan lebih banyak tentang bisnis."
"terimakasih" jawab Yasinta pendek, bersamaan dengan itu terdengar suara sikembar berteriak dari luar.
"hore,,,besok jalan-jalan lagi ya om" ucap kembar ke Dodo sambil berjalan masuk rumah.
"oke boy, besok kita mutar-mutar lebih jauh" janji Dodo
"asyik, asyik" mereka berdua berjoged ria sambil bernyanyi.
"anak-anak senang banget kayanya" goda bi Imah didepan Yasinta, Daniel dan kedua orang tua itu.
"asyik donk bi, tadi asyikkan, kita beli eskrim enak banget ma, sama om ganteng. tapi om ganteng bayarnya ngga pake duit ma, pake kartu permainan" ujar Loan
"bukan Loan, itu bukan kartu permainan, itu harus ada nomor-nomornya, kalau ngga ada tidak berguna, kamu ngga liat tadi om ganteng dikasih yang hitam itu terus dipencet-pencet"
"sama , kartu permainan juga harus kita top up, iya kan ma" mereka berdua mengabaikan semua orang karena berdebat tentang kartu ATM.
__ADS_1
"sudah sudah, itu namanya kartu ATM, mama juga punya kan"? ucap Yasinta mengingatkan anak-anaknya tentang kartu ATM, karena akhir-akhir ini setiap ke ATM pasti Yasinta membawa jagoannya untuk mengambil uang.
"tapi punya mama beda, mama ngga bisa beli eskrim, cuma kalau kita masukkan terus pencet nomor ajaib mama, keluar duitnya. terus warnanya ada biru-biru nya, ini tadi merah-merah ma, coba om kasih tunjuk mama biar mama tahu, biar lain kali kita bisa beli eskrim sama mama" pinta Loan serius membuat mereka semua menahan tawa melihat keseriusan Loan.
Dodo agak bingung melihat kedua anak bosnya ini, tapi dia mengeluarkan juga kartu atm-nya.
"coba Loan baca, apa tulisannya"
"un.bank ma" jawab Loan menatap mamanya
"ini, apa tulisannya" Yasinta menyodorkan kartu ATM yang Daniel berikan.
"BC.bank ma" jawabnya lagi
"ini semua namanya kartu ATM, tapi beda bank, jadi semua bisa dipakai buat belanja" jelas Yasinta walau belum tentu mereka mengerti.
"beli eskrim" kembar langsung bareng bertanya
"bisa" jawab Daniel gemes sama anak-anaknya.
"kalian bisa beli apa aja dengan kartu itu" lanjutnya senyum.
"benar om" Leon ngga percaya
"bisa" jawab Daniel semangat
"kalau dikasih kartu ini sama penjual handphonenya, tidak akan diminta uang lagi" tanya Loan serius sama Daniel
Daniel hanya menggeleng dan tersenyum.
"di dalam situ ada duitnya, kalau buat beli handphone masih sisa" jawab Daniel sambil jongkok biar sejajar dengan Loan. kembar langsung saling tatap dan ...ber toz ria sambil joget.
"asyik tabungan kita tidak habis Leon, kita beli handphone" ucap Loan sambil mereka masih berjoged dihadapan Daniel. Tapi sekejap berikutnya Leon baru sadar.
"tunggu, tunggu Loan, kartu ini memang ada duitnya tapi ini punya siapa" tanya Leon pelan menatap mamanya. Loan juga seperti baru sadar lalu menatap mamanya juga.
Sejujurnya Yasinta sudah ingin ketawa melihat tingkah kedua anaknya. Beda lagi dengan Daniel dia langsung ketawa.
"itu buat kalian, berarti sudah milik kalian" jawab Daniel senyum diikuti yang lain.
"haaa" mereka kaget lalu saling pandang sekejap, terus mereka berbalik kearah Daniel lagi.
__ADS_1
"terus nomor ajaibnya berapa om"
"hahaha nomor ajaibnya adalah sini saya bisikin" ucap Daniel yang tahu itu artinya PINnya.
"bisa langsung kita coba ngga om" mereka berdua makin penasaran sementara semua yang diruangan itu seperti jadi penonton pertunjukan.
"kalian mau coba dimana" tanya Yasinta
"di toko eskrim" jawab Loan
"kamu jalan kaki kesana, kan motor mama lagi di kantor mama Loan" jawab Leon
"oh iya ya" ucap Loan sambil berpikir lalu dia melirik Dodo.
Yasinta yang mengerti lirikan anaknya langsung mencegah Loan minta tolong sama Dodo.
"Loan Leon mama mau istirahat nak, tolong siapin obat sama air minum mama dikamar ya, ke atm-nya besok aja sama mama kalau mama sudah sehat"
"oh iya ma, besok aja Leon cobanya beli eskrim, biar mama sembuh dulu" ujar Loan
"ya sudah ayo ambil minum mama"
"ok Leon" mereka berdua langsung menuju dapur.
"pak Dodo terimakasih banyak ya, sudah bawa anak-anak mutar-mutar, dan mereka senang banget." ucap Yasinta
"sama-sama Bu Sinta, saya senang bawa mereka, mereka sangat lucu, yang satu agak bawel dan yang satu agak lebih santai. Tapi tingkah mereka itu lho yang suka bikin gemes" tutur Dodo sumringah.
"hehe mereka memang begitu pak Dodo, makanya saya bilang sesulit apapun hidup kalau sudah melihat mereka aku akan bangkit lagi" jelas Yasinta.
'Mudah-mudahan suatu saat Yasinta bisa kembali bersikap ramah samaku, karena aku sangat cemburu melihat keramahannya sama dodo' batin Daniel.
"iya Bu Sinta, pantas aja ibu ingin istirahat dirumah sini aja daripada dikostan", tambah Dodo
"Oh iya nak Sinta, berhubung Dodo dan kembar sudah pulang, kayaknya kami pamit dulu ya. Kapan-kapan saya kesini lagi atau kita jalan-jalan sama kembar, bukan begitu pak Yusuf. Saya tidak bisa terlalu capek soalnya, maklumlah sudah tua dan kamu juga harus istirahat kan, biar hari Senin bisa kerja lagi' ucap pak Riadi.
"sekali lagi terimakasih om"ucap yasinta
"om yang terimakasih sama kamu, masih merawat cucu om sekuat tenagaku"
Yasinta hanya mengangguk nggak menjawab lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like ya readers, terimakasih.🙏🤗