
Hari pertama Yasinta bekerja di kantor Daniel terlewati walaupun berat. Setelah selesai pekerjaannya dan Daniel serta Dodo sudah pulang Yasinta dan Nana pun pulang.
"kamu naik apa sin"
"motor mba, dekat kok, aku kost didepan itu"
"oh ya sudah ayo"
Lalu Nana menuju mobilnya sedangkan Sinta menuju motornya.
'ahhh sungguh hari yang berat, tapi harus bisa. waktunya telepon papi dan anak-anak karena mereka akanembuat hatiku ceria lagi' batin Sinta
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
"halo mama" Leon yang angkat
"Leon, kamu sudah belajar, mana Loan dan kakek" tanya Yasinta semangat
"ini".ucap Leon sambil mengarahkan kamera ke papinya dan juga Loan
"mama" ucap Loan
"iya Loan"
"kami sudah makan, sudah belajar juga" cerita Leon
"ohhh gitu donk, hebat" ucapnya sambil mengacungkan jempolnya ke kamera.
"kakek sudah makan"
"sudah ma"
"sudah mandi"
"sudah ma"
"bagus, sekarang kalian boleh nonton tv ya sampai jam delapan, setelah itu baru bobo" jelas Yasinta
"iya ma"
"sekarang berikan dulu handphonenya sama kakek, mama mau bicara"
"ok ma, dada mama" ucap mereka sambil memberikan handphone itu ke kakeknya.
"halo pi, gimana Pi anak-anak" tanya Yasinta
"baik kok, masih bisa papi handle"
"tadi Sinta sudah telepon bi Ijah Pi, mungkin hari Senin besok dia baru kerja dirumah lagi"
"emang kamu sudah bisa gaji bi Ijah"
"nanti aku sisihin Pi, aku takut nanti papi paksain diri Pi"
"ya sudah terserah kamu nak"
"ya sudah Pi, Sinta juga istirahat dulu, hari pertama cape banget" ucap Sinta
"ya sudah hati-hati ya nak, jaga diri" ucap pak Yusuf
"iya pi" ucap Sinta sambil mengakhiri panggilan itu.
__ADS_1
Setelah mandi dia langsung makan nasi yang tadi dia beli sebelum nyampe kostanya.
Karena cape begitu kena bantal dia langsung tertidur pulas walaupun dikasur lantai tipis doank.
Keesokan harinya Sinta bangun dengan semangat baru, harus bisa. Setelah dirasa cukup rapi walaupun dengan pakaian sederhana , Sinta yang memang berwajah sangat cantik dan bodynya yang masih seperti gadis, melaju dengan yakin menuju grup arganta.
"selamat pagi mba Nana" saat mereka bertemu diparkiran
"pagi sin"
"kayaknya pagi ini kamu harus bantu aku deh sin, soalnya pak Daniel mau meeting di kota B , tentang pabrik yang mau beroperasi"
"ohhh ok mba"
Lalu Nana dan Yasinta bekerja sama mengumpulkan data yang diminta pak Dodo tadi pagi.
Setelah selesai Nana menyuruh supir untuk memberikannya kepak Dodo yang akan ke pabrik baru di kota B.
Seharian Yasinta bisa lebih fokus belajar tentang pekerjaannya, dan Nana juga sangat bersedia membantunya.
Hari kedua bekerja dilewati Sinta dengan tenang mengerjakan pekerjaannya, karena Daniel seharian berada di pabrik.
Besok harinya Sinta bekerja seperti biasa dengan harapan semoga hari ini bosnya banyak keluar kantor.
Tapi sepertinya mimpi tinggal mimpi karena begitu bosnya sampai sudah langsung memanggil Sinta.
"keruangan saya sekarang"
"baik pak" ucap Sinta grogi
"iya pak" ucap Sinta begitu sudah sampai ruangan Daniel
" apa aja jadwal saya hari ini"
"ya sudah jam makan siang kamu temanin saya kesana, Dodo lagi meeting di luar kota mewakili saya"
'cobaan lagi nih' batin sinta
Ingin rasanya Yasinta menolak ikut Daniel, karena hal itu akan membuat Yasinta mengingat kenangan manisnya bersama Daniel. Tapi sebagai karyawan dia tidak mungkin menolak, harus menurut.
"haloooo, kamu dengar ga"
"iya baik pak" ucap Yasinta sangat gugup
"kalau begitu saya permisi pak" ucap Yasinta lagi
"hmmmm"
Yasinta masih memikirkan gimana nanti kalau sering bersama dengan Daniel, pasti lama-lama Daniel akan tahu tentang anak-anak mereka. Aku tidak mau Daniel mengambil anak-anak dariku karena merasa lebih mapan, batin Sinta.
Sekitar jam sepuluh kembali Sinta harus berhadapan dengan bosnya.
"saya mau ketemu Daniel" ucap seorang wanita yang sangat cantik, modis, tinggi dan aduhhh aroma parfumnya itu wangi bangett.
"iya mba, sebentar saya bilang pak Daniel " ucap Nana sopan
"sin ini tamu pribadi pak Daniel, tolong kamu handle ya" ucap Nana
"iya mba"
"lama banget sih, bertele-tele tahu ngga, aku aduin Daniel dipecat lho" ucap Cyntia kasar
__ADS_1
Nana sudah minta maaf tapi Yasinta tidak, ia malah jadi illfeel sama nih cewek, sok berkuasa banget.
'syukur deh kalau aku dipecat, aku tidak kena finalty untuk keluar dari sini' batin Sinta tetap tenang.
"mari mba" ucap Yasinta berusaha sopan
tok tok tok
"masuk"
Begitu terdengar suara nyuruh masuk Cyntia langsung nyerobot masuk.
"sayang, sekretarisku itu ribet banget tahu ngga, ganti aja yang" ucap Cyntia sok manja langsung ke meja Daniel.
'ohh ternyata ini pacarnya Daniel, pantas, dia merasa berkuasa' batin Sinta bengong
"ngapain kamu bengong, keluar sana" ucap Cyntia yang tidak dilarang juga oleh Daniel
Yasinta keluar dengan hati sedikit perih, 'syukurlah Daniel dapat cewek yang sangat cantik dan sepertinya dari keluarga berada, atau mungkin juga keluarga cewek itu yang sudah membantu Daniel hingga bisa kayak sekarang' batin Yasinta lagi.
'sinta,,,Sinta kamu mikir apa sih, emang kamu pikir Daniel itu masih ada hati sama kamu? dari sisi mana Sinta,? batin Sinta untuk diri sendiri lagi.
'mereka pasangan yang cocok, sama-sama cantik dan ganteng, sama-sama kaya dan terpelajar, sangat pantas' gumam Yasinta dengan hati perih, entah kenapa hatinya susah banget diajak kerjasama untuk melupakan Daniel
Saat dia masih bingung interkom diruangannya bunyi.
"Sinta keruangan saya sekarang" ucap Daniel
"iya pak" ucap Yasinta ngga ada pilihan.
"tolong aku Tuhan" doa Yasinta dalam hati.
tok tok tok
'iya masuk"
"iya pak" Yasinta berusaha menahan perasaannya melihat wanita itu memeluk Daniel dari belakang.
'tahan hati... sabar, Daniel memang milik wanita itu' batin Sinta berusaha melihat kearah lain.
"kamu ikut saya, kita cari apartemen dulu buat dia sebelum ketemu Rio"
"baik pak" hanya itu yang bisa Yasinta ucapkan.
"tolong kamu bilangin supir, kita jalan sekarang"
"baik pak" ucap Yasinta berlalu dari ruangan Daniel dengan hati menangis.
"sayang cari apartemennya yang dekat rumah atau kantor kamu aja" ucap Cyntia masih nyender didada bidang Daniel saat mereka sudah dalam mobil mewah Daniel.
Sinta berusaha memejamkan matanya supaya tidak melihat apapun dan mendengar apapun.
"pak kita ke apartemen SS dulu" perintah Daniel
"baik pak"
Selama dalam perjalanan Daniel melihat wajah Sinta yang kadang sedih melihat kedekatannya dengan Cyntia.
'gimana sakitnya sin, ini belum seberapa dibanding penghianatan kamu' batin Daniel
Begitu sampai apartemen yang dituju sengaja Daniel menggandeng tangan Cyntia, dia ingin membuat Sinta semakin tersiksa. Sementara Cyntia yang merasa Daniel makin peduli padanya merasa diatas angin. Makin menjadi-jadi deh manja lebaynya. Sebenarnya Daniel sangat risih dengan sikap Cyntia, tadinya dia ingin memanas-manasin Sinta.
__ADS_1
Sementara Sinta sudah lebih bisa menguasai hatinya sedikit.
'harus tenang menghadapi cobaan' batin Sinta.