CINTA DIBALUT DENDAM

CINTA DIBALUT DENDAM
EPISODE 33 META


__ADS_3

Malam ini meta sangat senang karena bisa makan malam bersama Daniel, bahkan Daniel mengantarnya sampai rumah. Daniel juga mempercayakan hal besar kepadanya dengan mengundang khusus teman-teman kuliah mereka.


Begitu sampai rumahnya yang tidak terlalu mewah, dia langsung mandi dan bergegas masuk kamar, dia ingin segera mengerjakan pekerjaan yang di percayakan Daniel kepadanya.


Dia mulai dengan membuat list nama teman-teman mereka, sehingga dia baru sadar nama Yasinta regata.


'aku akan mengerjaimu Yasinta' batin meta


Dia juga menghubungi salah satu anggota gengnya dulu semasa kuliah, geng yang suka mengganggu dan mengusik Yasinta.


'ohhh ya Yasinta, aku jadi ingin membuatnya malu di pesta Daniel, pasti Daniel juga tidak akan marah, dia kan ngga suka lagi sama Yasinta. tapi harus bikin gimana ya' batinnya


'ohhh ya dulu kan ada teman SMU kami yang suka sama Yasinta tapi selalu ditolak, dan orangnya sangat arogan, aku yakin dia mau membantuku, tapi aku sudah tidak punya kontaknya, gimana ya, oh ya dia pernah bilang dia kerja dikantor papanya perusahaan twins' batin meta


Besoknya meta sampai bolos kerja hanya untuk mencari alamat dan kontak Diandro. Setelah menemui salah satu teman SMU mereka, meta langsung ke kantor twins grup karena temannya tadi juga ngga tahu kontak Diandro.


"selamat siang mba, saya meta saya teman SMU pak Diandro, apa dia ada dikantor, saya memang belum janji, tapi tolong sampaikan aja saya ingin ketemu dan bicara tentang salah satu teman kami" ucap meta


"baik Bu, silakan ditunggu ya Bu sebentar, akan kita coba, soalnya ketemu pak Dianro harus buat janji dulu Bu"


"baik coba dulu ya mba"


tutttttt


"halo Bu Ira, ini ada teman pak Diandro, namanya meta, teman smunya, memang belum janji katanya tapi dia yakin pak Diandro mau menerimanya"


"ya sudah coba bentar"


Tidak berapa lama sekretaris Ira bilang untuk mengantar meta keatas.


"pak Diandro, ini ibu meta" ucap Ira mengantarkan meta keruangan Diandro.


"hei, metaaaa apa kabar? sapa Diandro sangat terdengar humble


"baik ndro, kamu sudah sangat hebat ya"


"biasa aja, ini kantor papiku"


"ayo, ayo duduk dulu, ada angin apa ini sampai kamu datang ke kantorku" tanya Diandro sambil mengajak meta duduk disofa mewah ruangan itu.


"ngga terlalu penting sih, tapi penting"


"bay the way kamu makin sexy aja" ucap Diandro yang memang mata keranjang dan ngga bisa melihat cewek bening dikit.


"ahhh kamu bisa aja"


"ngga lho, serius kamu makin cantik, kamu kerja dimana"? tanya Diandro lalu meta memberitahu salah satu kantor perusahaan.


"kamu mau minum apa, gada pantangan kan, atau kamu bisa yang beralkohol"


"bisa sih tapi jangan deh, yang air putih aja"

__ADS_1


"ok bentar"


tutttttt


"Ira tolong bawa air putih keruangan saya"


"baik pak"


"terus apa nih yang membawamu menemuiku" ucap Diandro lebih serius.


"aku mau minta tolong"


"wow apa yang bisa aku bantu"


"kamu ingat Yasinta teman kita, yang dulu kamu kejar mati-matian"


"hmmmmm oh itu, tentu ingat, gadis munafik yang berpura-pura polos"


"betul"


"terus apa yang bisa aku bantu"


"ini minumnya pak" Ira sekretaris Diandro sudah datang.


"iya, taruh aja" ucap Diandro.


"ayo minum met, sambil terusin ceritannya"


"aku sangat sakit hati sama dia, tapi sekarang dia orang ngga berdaya, aku ingin beri sedikit pelajaran buat dia"


"pelajaran seperti apa"


"kami akan ngumpul bersama teman-teman sekampus dulu, seperti reuni tapi bukan reuni. Mantan pacarnya Yasinta yang dulu masih susah sekarang sudah sukses. Dulu dia meninggalkan pacarnya karena ngga tahan hidup susah, tapi sekarang keadaan berbalik dia yang menjadi karyawan Daniel. Dan dia mencoba merayu Daniel lagi dengan muka sok polosnya"


"wow hebat juga dia, setelah ngga berhasil menjeratku dia mencari mangsa lain. aku sangat ngga nyangka Yasinta, kamu lebih rendah dari yang aku kira"


"maksud kamu"


"hehhh aku tahu banyak tentang dia, tapi aku ngga mau dong pekerjaanku gratis, aku dapat apa jika membantu kamu"


"maksudmu" tanya meta bingung


"setidaknya kamu bayar akulah barang beberapa hari dengan menjadi wanita ranjangku" ucap Diandro sarkas karena dia juga yakin meta tidak akan menolak.


Sebenarnya meta tidak kaget mendengar itu, tapi dia sedikit ragu takutnya Diandro yang tidak tertarik sama dia.


"kamu benar-benar ngga mau rugi ya" pancingnya


"hehehe duniaku bisnis meta, jadi hitunganku juga sangat kuat. sampai kamu datang kesini menemuiku, aku yakin kamu sangat ingin mempermalukan Yasinta, dan aku yakin informasiku ini akan langsung mematikan kepolosan Yasinta di acara itu"


"kenapa kamu begitu yakin"

__ADS_1


"karena aku hampir terjebak menikah dengan dia, tapi syukurnya keberuntungan ada dipihakku sebelum aku menikah dengan dia, aku tahu dia hamil ntah anak siapa"


"gilaaaas" ucap meta spontan


"memang gila" ucap diandro


"jadi gimana, kerjasama kita saling menguntungkan bukan" ucap Diandro senyum susah diartikan melihat penampilan meta. Bodi ok, dengan dada yang montok memang membuat mata laki-laki hidung belang seperti Diandro akan susah berpaling dari meta.


"ok, aku setuju, kamu maunya apa"? tantang meta


"kapan acaranya"


"Sabtu malam Minggu" jawab meta


"kalau begitu dua hari lagi, mulai nanti malam kita bersama diapartemenku sampai acara itu berlangsung sukses, gimana"


"ok" jawab meta yang memang sudah terbiasa


"tapi aku butuh jaminan kalau kau akan benar-benar membuat Yasinta malu dan mati kutu" tambah meta


"kamu tenang aja Met, prilaku aku boleh tiada akhlak, tapi apa yang aku ucapkan pasti aku penuhi" ucapnya yakin.


"baiklah aku percaya padamu, pokoknya buat dia semalu mungkin"


"tenang aja nanti dia tidak akan bisa bernafas lagi"


"ahh kamu bisa aja"


"kalau kamu ngga percaya lihat aja nanti, apalagi kalau service kamu melebihi ekspektasi ku aku akan beri bonus untukmu terserah kamu minta apa" ucapnya dengan tatapan yang sudah mesum.


"ok aku pegang kata-katamu, aku pulang dulu" ucap meta sudah berdiri


"kamu ngga minta nomor handphoneku" pancing Diandro


"iya benar boleh"


"sini aku kasih" Diandro berbalik kearah mejanya sedangkan meta sangat mengagumi kemegahan ruangan Diandro. Dia sampai tidak sadar kalau Diandro sudah berada dihadapannya.


"sepertinya kamu ingin berlama-lama denganku, apa kita ngopi dulu" ucap Diandro


"ngopi" tanya meta belum tahu arah bicaranya.


"sini aku tunjukkin" Diandro langsung membawa meta keruangan pribadinya yang berisi banyak minuman-minuman mahal. ini seperti bar mini.


Meta yang juga cewek malam tidak heran melihat minuman itu, bahkan itu sudah hal biasa baginya, apalagi kalau dia lagi tidak punya duit untuk belanja-belanja, maka dia akan minum dan melayani om berduit.


"mau yang mana" Diandro


"ini boleh" tunjuknya kesalah satu minuman disana.


'aku juga sudah yakin kamu cewek seperti apa meta, tapi bodo amat aku hanya butuh tubuhmu beberapa hari sebagai selingan' batin diandro

__ADS_1


Jadilah mereka minum diruangan pribadi Diandro, dan akhirnya meta mabuk. Dia sampai tidak sadar kalau Diandro sudah menggerayangi tubuhnya. Karena dari tadi Diandro sudah sangat berhasrat sama meta. Sehingga sengaja dia pancing untuk minum di ruang pribadinya dan meta juga sepertinya tidak keberatan atau bahkan senang.


__ADS_2