
Daniel belum sempat memberi tanggapan atas ucapan Rio, mereka sudah langsung berlalu dari tempat itu.
"Rio mau kau bawa kemana dia" tanya Daniel
"tenang aja bro, seperti aku bilang, aku ingin ngobrol sama Sinta, biar kamu bisa menikmati kebersamaan kalian" ucap Rio sok bijak padahal sebenarnya dia agak gerah aja sama Cyntia.
"oh ya kami ditaman dibawah, kamu tahu kan seluk beluk cafeku" ucap Rio lagi sambil berbalik dan melangkah keluar diikuti Sinta. Sebenarnya Sinta bingung, dia kan disini sekretaris Daniel, harus patuh perintah Daniel tapi dia juga cukup gerah dengan perilaku Cyntia.
'bodo amatlah, mau dimarahin nanti, yang penting sekarang lepas dari mereka' batin Sinta
"sayang biarinlah mereka keluar dulu, biar kita bisa berduaan, aku ngga suka kamu terlalu dekat dengan sekretarisku itu, biarpun wajahnya kampungan kita kan ngga tahu niatnya ingin menggaet bos" ucap Cyntia
"kamu ngga usah ikut campur urusanku" bentak Daniel. entahlah Daniel tidak setuju kalau ada orang yang menjelek-jelekkan Yasinta, walaupun sebenarnya Sinta sudah menghianatinya. hati kecilnya tetap tidak setuju.
Sementara Rio benar membawa Sinta ke taman sebelah resto. Disana juga ada kolam ikan yang lumayan besar, sehingga kita bisa menikmati ikan-ikan yang lagi diberi makan.
"sudah berapa lama kamu kerja sama Daniel"
"dikantor pusat masih baru pak, tapi dipabrik Grup Arganta di kota T saya sudah lumayan lama"
"ohhh kamu direkrut dari pabriknya"
"iya pak"
"ngga usah panggil pak, saya masih muda, panggil nama aja" ucap Rio
"maaf pak saya ngga enak, anda kan temannya bos saya"
"temankan, bukan bos kamu"
"hehhh"
"kamu sudah tahu siapa Cyntia tadi"
"belum pak" ucap Sinta sambil menggeleng
"huhhh salah satu penggemar Daniel yang tidak mau menyerah"
"ohhh"
"dia itu anak dari mister x yang punya perusahaan besar itu, dari dulu setahu aku dia suka banget sama Daniel, tapi Daniel sebenarnya cenderung menjaga perasaan papanya doank. Dulu dikota S perusahaan papanya banyak bekerja sama dengan perusahaan omnya Daniel"
"ohhhhh"
"Kamu beruntung dapat bos seperti Daniel, dia sangat baik sama karyawannya, cuma dia kurang bisa menghargai perasaan cewek"
"maksudnya"
"dia pernah patah hati"
"ohhh" Sinta kembali ber ohh ria.
"istrinya meninggalkan dia demi seorang laki-laki kaya raya"
deggggg
__ADS_1
'apa yang dimaksud itu aku, tapi pergi dengan laki-laki kaya raya, sepertinya itu bukan aku, mungkin wanita lain' batin Sinta.
"ya mungkin sudah jalannya begitu, dia juga baru tahu akhirnya kalau dia adalah ahli waris penerus Grup arganta. Dan saat itulah kami sangat akrab, banyak bertukar cerita diluar negri saat kami kuliah bersama."
"ohhh"
'ternyata kamu sekarang benar-benar hebat kak dan, aku semakin merasa jauh dan pasti ngga bisa menggapai mu. kamu yang seorang CEO dan penerus perusahaan sementara aku mantan anak pengusaha yang bangkrut' batin Sinta menangis pilu.
'tapi itu bukan untuk ditangisi, aku harus syukuri hidupku yang sekarang, walaupun hidup susah aku masih beruntung punya papi dan anak-anakku', apalagi kedua anakku adalah lambang cintanya Daniel yang aku rasakan, walsupun aku sudah tidak bisa memilikinya' batinnya lagi.
"hehhh kok kita jadi cerita tentang Daniel sih, gara-gara Cyntia tuh, bikin gerah aja" ucap Rio sambil bangkit mendekati ikan.
"kamu sendiri sudah menikah" tanya Rio serius
"sudah kak, anakku dua"
"oh ya, tapi tampilan kamu masih seperti anak gadis hehehe" Rio menggaruk belakang kepalanya.
"ahh kakak bisa aja"
"terus suamimu kerja apa, sampai kamu harus kerja lagi"
"suami saya sudah pergi pak hehe,, persisnya kami berpisah"
"oh ya maaf ya, maaf aku jadi menyinggung masalah pribadi"
"ngga apa-apa pak"
"kamu sudah punya anak"?
"ada pak dua orang"
"terimakasih" sambil bangkit karena Sinta tidak ingin banyak berbasa basi lalu memberi makan ikan-ikan itu.
Sementara Daniel yang ditinggal sama Rio dan sekretarisnya jadi tidak menikmati makanannya lagi. Entah kenapa dia tidak mau Rio mendekati Sinta, atau terlalu akrab dengan Sinta.
"Hei bro, tamanmu ini makin bagus aja" tiba-tiba Daniel dan Cyntia sudah ada disana juga.
"biasa aja bro"
"kemarin ini belum ada kan"
"ohhh itu sengaja aku tambah bro, kan asyik disini menikmati udara segar sedikit"
Sementara Sinta yang makin sadar akan kedudukannya sebagai karyawan sedikit menjauh dari mereka dan duduk dekat batu-batu bersusun yang ada aliran airnya.
Ekor mata Daniel tetap memperhatikan Yasinta yang asyik memberi makan ikan-ikan itu.
'coba saja aku sama Yasinta masih bersama, suasana ini pasti sangat indah' batin Daniel sambil memutar pandangannya keseluruh taman itu.
'yasinta gadis yang sangat baik, kenapa suaminya tega meninggalkan dia ya, apa karena Yasinta anak orang ngga mampu' tanya Rio dalam hati.
Sementara Cyntia yang manja kurang suka diluar ruangan seperti ini, Daniel sangat tahu itu, makanya dia langsung menyusul Rio dan Sinta ditaman ini.
"sayang jangan lama-lama disini, gerah tahu mending didalam ceritanya, kan sudah lihat tamannya" gerutu Cyntia padahal hari sudah menjelang sore.
__ADS_1
"ya sudah kamu tunggu di dalam dulu, saya mau rombak dulu tamanya di pengacau ini" ucap Daniel asal
"sialan Lo"
"biarin aja biar dia masuk, gerah gua sama dia walaupun didalam es balok" ucapnya lagi
"jangan lama-lama ya yang" ucap Cyntia ngga tahu malu
"hahahaha cewek Lo ngebet benar Ama Lo, gada tantangan sama sekali"
"bukan cewek gua, kalau Lo mau ambil aja, Monggo"
"hahaha gua dah bilang, cewek begitu dah banyak gua temui, yang langka adalah kayak sekretaris Lo"
"udah dibilang dah punya anak" ucap Daniel geram
"yeee biarin ajah kalau gua suka, gua terima sepaket" ucap Rio enteng
"gila Lo"
"cinta memang gila bro" balas Rio
iya ya, benar juga apa kata Rio, cinta memang gila. aku yang ingin melupakan Sinta malah ngga bisa jatuh cinta pada wanita lain. jelas-jelas Sinta sudah bahagia dengan keluarganya dan kedua anaknya, sementara aku seorang CEO, wajah tampan tidak bisa mendapatkan wanita yang pas, batin Daniel.
Karena terlalu asyik cerita akhirnya tanpa terasa sudah sore.
"sudah sore bro aku pulang dulu,"
"ok bro, terimakasih sudah berkunjung ke cafeku"
"Sinta kita pulang" ucap Daniel
"baik pak" lalu bangkit berdiri
Saat mereka masuk terlihat Cyntia sedang teleponan sambil ketawa dan tidak menyadari kehadiran mereka. suaranya sangat manja dan sepertinya sama cowok karena dia panggil Leo.
"ternyata idolannya ngga cuma Lo bro"
"hehhh" ucap Daniel santai melewati Cyntia yang langsung menutup sambungan teleponnya.
Begitu sampai diparkiran Sinta memberanikan diri untuk bertanya.
"maaf pak Daniel, apa masih ada yang harus aku kerjakan" tanya Sinta sopan membuat hati Daniel sedih. Sinta benar-benar menganggapnya sebagai atasan doank.
"tidak kita langsung pulang aja" jawab Daniel
"sayang sekretarismu naik taxi aja, kita ngga mungkin antar dia dulu" ucap Cyntia yang membuat Daniel melotot. Tapi Sinta senang dengan ide itu, berarti dia bebas.
"iya ngga apa-apa pak, saya pesan online aja"
"rumah kamu dimana" tanya Daniel datar
"saya kembali ke kantor pak, motor saya masih disana"
"tuh kan kalau ke kantor kamu dulu kapan aku pulangnya" gerutu Cyntia yang ingin ke diskotik lagi.
__ADS_1
"iya pak, saya pulang sendiri aja" ucap Yasinta sopan lalu memesan ojek online.
Daniel sangat bingung dengan keadaan ini, masa Yasinta dia biarkan naik taxi online, sementara mereka keluar atas permintaan Daniel.