
Pagi-pagi sekali sudah seperti biasa akan terjadi sedikit kehebohan di keluarga Daniel. Biasanya putri kembarnyalah yang menjadi biang keroknya.
Siena akan memilih mandi duluan dibanding sieni yang agak susah bangun. Nanny mereka sering kewalahan kalau mereka berdua sudah berdebat.
"pagi opa"sapa Siena sudah tiba dimeja makan
"pagi sayang, mana kembarmu" tanya om Riadi yang susah membedakan mana Siena dan sieni.
"masih mandi opa, dia mah lelet ya mba" ucap siena bertanya sama nannynya.
"ohhh"
"ayo duduk disini"
"pagi semua" ucap Daniel dan Sinta yang baru turun ke meja makan
"pagi papa, mama" Siena paling semangat
"putri papa kok sendiri"?
"iya pa, sieni masih mandi, biasa pa lelet, kakak Loan dan kakak Leon belum turun tuh" ucapnya jelas.
"oh ya, putri papa satu ini donk yang paling rajin"? tanya Daniel
"iya pa, saya ingin on time seperti kata pak guru dan Bu guru"
"hebatttt putri papa"
"siapa yang hebat papa" tanya sieni yang baru tiba dimeja makan
"ya Siena lah, iya kan pa? ngga lelet" ucapnya bangga.
"ngga, sieni juga ngga lelet, hanya Siena aja duluan mandi jadi duluan selesai" jelas sieni ngga mau kalah.
"ya sudah sayang dua-duannya hebat. Sekarang makan dulu yuk biar langsung berangkattt" bujuk Yasinta akhirnya daripada berdebat terus ngga akan ada habisnya.
"pagi pa, pagi ma" sikembar Loan dan Leon sampai di meja makan.
"pagi sayang" ucap Sinta
"pagi" jawab daniel
"baik, sekarang makan dengan tenang ya, supaya tidak telat" bujuk Yasinta
"oke ma" jawab kedua putrinya
Setelah selesai sarapan Loan dan Leon diantar supir mereka bersama seorang nanny, sementara Siena dan sieni langsung berangkat bersama baby sitter masing-masing.
"kalau pasukan sudah berangkat, pasti langsung sepi deh" ucap om Riadi
"iya ya" dukung papi Yusuf
"apa mau ditambah lagi om" canda Daniel yang langsung dilirik tajam Yasinta.
"kalau kalian masih mau, om sangat senang. makin ramai, iya ngga pak Yusuf"
"iya" jawab pak Yusuf singkat
"empat aja kadang sudah bikin pusing om, banyak maunya" tukas Yasinta
"itu wajar nak, seusia mereka memang begitu"
"makanya itu" ucap Sinta, sementara Daniel serius dengan makannya.
"tapi jangan sampai kalian marahin anak-anak ya"
"iya om"
__ADS_1
"anak-anak ngga boleh dikerasin" ucap om Riadi lagi
"iya om" masih Sinta yang menjawab.
"om papi, hari ini, aku sama Sinta ingin liburan berdua, titip anak-anak ya om"
"ohhhhh, iya ga papa, om senang kalian ada waktu berdua, kemana"?
"iya om udah lama kayaknya kami tidak ada quality time berdua, fokus kerja terus"
"iya nak, yang penting kalian harus selalu bahagia"
"iya pi"
"kalian kemana"? tanya om Riadi lagi
"kami belum tahu om, tapi kami dalam kota doank"
"ohhhhh, pergilah, nikmatilah, anak-anak ngga usah khawatir"
"iya pi, om"
"jam berapa kalian berangkat"?
"setelah sarapan ini Pi, kami mampir kantor bentar, langsung jalan"
"ya sudah"
**
Daniel dan Sinta akhirnya menginap dihotel mewah dengan fasilitas presidential suite. Baru aja mereka selesai reservasi, mereka dikejutkan dua orang yang cukup mereka kenal.
"Daniel"
"Diandro" Sinta yang nyela
"Yasinta" sapa Diandro
"kalian.." Daniel bingung mau bertanya
"iya bro, kamu sudah tahu Cyntia kan, secara dia mantan Lo. tapi kami sudah jadian bro, kami sama-sama sudah berubah" Diandro yang menjelaskan.
"ohhhhhh, baguslah" ucap Yasinta senyum tulus
"terus kalian kok tumben disini" Diandro yang bertanya
"aku ingin pacaran bro, dulu kami kurang sempat bulan madu, jadi sekarang kami ulangi, eitsssss tapi kami sudah halal, makanya cepat halalin, ntar jagain jodoh orang lho" ledek Daniel
"ahhh sialan lho, doannya jelek ama gua"
"eitsss jangan marah"
"pa udah donk, namanya juga mereka penjajakan dulu, tidak usah dengarin ya ndro, Cyntia," ucap Yasinta.
"ehhh tapi benar lho, takutnya jagain jodoh orang" ulang Daniel
"ngga lah pa, kan Diandro dah bilang sudah sama-sama berubah. yang penting saling cinta ndro, nanti kekurangan itu akan tertutupi oleh cinta masing-masing" ucap Sinta sangat bijak.
"kamu benar sin, bukan kaya laki Lo" ucap Diandro mencibir Daniel dengan senyum.
"hehehe sayangnya cintanya sama cowok kayak aku bro" ledek Daniel mengingat Diandro pernah tergila-gila dengan Yasinta.
"iya, makanya jaga, sedikit aja lengah bisa kehilangan hidup lho, kalau Yasinta hilang gua yakin bisa gila lo" gantian Diandro yang ledek.
"pasti gua jagalah bro, ngga akan gua biarin hilang, iya ngga sayang" ucap Daniel serius.
"oh iya gimana kabar Bram sama sekretaris Lo"
__ADS_1
"itu, coming soon itu halal, mereka sudah menemukan arah kapal bersama mereka" jelas Daniel.
"iya mereka cocok tuh" dukung Diandro.
"iya, Bram itu laki-laki bertanggung jawab"
"Nana juga bukan cewek yang ribet, polos banget malah" jelas Yasinta.
"iya sih, mereka itu sangat klop"
"oh iya mumpung kalian disini, bagaimana kalau kita makan siang bareng" ajak Diandro
Yasinta menatap Daniel, sepertinya Daniel kurang semangat.
"keknya lain waktu deh ndro ya, kalau kalian sudah mau mengantar undangan"
"ohhh ya sudah, cuma dihotel ini lagi ada acara diskon, dalam rangka ulang tahun hotel, kalian bisa sebut namaku"
"wahhhh kalau diskon kayaknya urusan kesukaan cewek banget itu" ucap Sinta becanda
"ohhh jadi hotel ini milik lho"? tanya Daniel
"bukan bro, ini masih punya keluarga Daddy gua, om sama Daddy. Tapi kalian nanti biar aku yang urus, anggap aja hadiah dari aku, untuk kalian bulan madu kesekian" goda Diandro
"hahaha betul itu bro, honey moon kesekian" setuju Daniel.
"oke saya sama Cyntia jalan dulu, soalnya dia harus ngajar"
"ohhhh kamu sekarang ngajar cyn" tanya Yasinta
"iya sin, aku sekarang ngajar di TK , sekolah milik Diandro" ucapnya tulus
"kok bisa"
"kita kan sudah serius sin, aku tidak ingin dia terlalu banyak diluar rumah nantinya, jadi dia bisa kerja hanya empat jam dalam sehari"
"wehhh mulai posesif nih" ledek Daniel
"kayak Lo ngga aja, sampai istri mu kamu tenteng kemana-mana"
"hehehe" Daniel hanya tertawa terkekeh-kekeh.
"lagian perusahaan juga aku sudah percayakan sama orang kepercayaan Daddy kok, tapi sekali-sekali aku cek" ucap Cyntia.
"syukurlah" ucap Yasinta
"berarti sepertinya sudah sangat serius nih, kapan rencananya" tanya Daniel serius juga.
"doakanlah bro, aku sich udah ingin sesegera mungkin, tapi sepertinya Cyntia yang masih mikir" ucap Diandro melirik Cyntia dengan senyum hangat.
"bukan karena mikir apa, cuma ya minta doannya aja biar secepatnya jadi jodoh" ucap Cyntia malu-malu.
"iya deh, kita pasti doakan yang terbaik buat kalian berdua, secepatnya ya"! ucap Yasinta tulus
"makasih sin" ucap Cyntia
"oke cyn, bro, kita duluan ya, thanks untuk traktiran hotelnya lho" Daniel meraih tangan Yasinta untuk berlalu.
"sama-sama bro"
Hai readers,
like
coment
vote ya.
__ADS_1
Terimakasih