
Hari ini adalah hari dimana Daniel merayakan ulang tahunnya dan berkumpul dicafe milik Rio.
Tidak bisa dipungkiri memang kharisma seorang Daniel arganta dari Grup Arganta. Hari ini dia terlihat sangat tampan dan didampingi oleh Cyntia yang tampil sangat sempurna seperti seorang artis. Untuk hari ini Daniel tidak menolak pegangan tangan Cyntia, mereka selalu terlihat mesra.
Sementara Yasinta yang datang bersama Bram, hari ini tampil sangat cantik walaupun riasannya hanya sederhana karena alat-alat make up-nya juga bukan barang bermerk.
"wowww kamu cantik banget sih sin, Daniel pasti nyesal deh ninggalin kamu" goda Bram saat Yasinta baru masuk kedalam mobilnya. Karena tadi malam mereka sepakat untuk naik mobil Bram takutnya pulangnya malam. tadinya Yasinta ingin naik motornya biar bisa nyelap nyelip di jalanan, karena lokasi itu lumayan jauh dari kostan yasinta.
"kak Bram bisa aja, ngga bakallah dia nyesal, pacarnya kayak artis" jawab balik Yasinta
"ayo naik kita langsung jalan" ucap Bram
"ok" Yasinta langsung naik ke mobil bram
"kalau nanti kamu kurang nyaman kamu ngomong aja, kita langsung pulang ok"
"ok kak Bram" ucap Yasinta.
Hampir satu jam perjalanan mereka baru sampai ditempat yang dituju. Ternyata sudah banyak teman-teman kuliah mereka dulu disana.
"kok aku makin deg-degan ya kak Bram"
"ya wajarlah sin, yang ulang tahunkan mantan kamu, pastilah masih ada sisa-sisa dari rasa itu. makanya sekarang mantapkan dulu hatimu baru kita masuk, ok"
"terimakasih kak"
Begitu mereka turun terlihat Dodo lagi sibuk mengantar dan menyambut para tamu.
"pak Dodo" sapa Sinta
"Sinta"
"ada yang perlu saya bantu pak"
"sampai saat ini belum, tenang aja dulu"
"oh baik pak, kalau nanti ada, kami duduk dibelakang sini kok. oh iya kak Bram kenalkan ini pak Dodo, asisten pribadi pak Daniel, pak Dodo ini kak Bram teman kuliah pak Daniel juga" ucap Yasinta sopan memperkenalkan keduannya.
"ok bro, silahkan dinikmati acaranya ya"
__ADS_1
"thanks bro" balas Bram
Lalu Bram mengajak Yasinta duduk agak belakang, disamping Sinta nanti bisa aja dibutuhkan oleh Dodo, Bram juga tidak diundang ke acara ini, mungkin karena Bram termasuk anak yang kurang mampu juga.
Ternyata kedatangan Yasinta sudah ditunggu oleh meta dan gengnya. Salah satu gengnya yang bertugas melihat kedatangan Yasinta didepan terlihat mendekati meta yang sedang duduk disofa didepan bersama Daniel dan Rio dan cyntia.
Atas permintaan Daniel acara malam ini akan langsung dipandu oleh karyawan cafe milik Rio yang cukup pintar membawakan acara orang muda.
Acara akhirnya dimulai mengingat waktunya sudah lewat beberapa menit.
Acara dipandu oleh MC yang sudah siap dari tadi. Acara pertama adalah kata sambutan selamat datang dari Rio sebagai pemilik cafe, lalu Dodo sebagai asisten Daniel dilanjutkan oleh meta sebagai orang yang dipercayakan oleh Daniel untuk mengundang teman-teman mereka.
Lalu acara dilanjutkan dengan acara tiup lilin oleh pak Daniel arganta, dan dilanjutkan dengan ucapan selamat dari tiap hadirin.
Setelah acara tiup lilin dan potong kue selesai, Daniel, Cyntia dan Rio sudah kembali duduk disofa. Terlihat meta mendekati MC untuk mengambil alih acara sebentar. Tanpa pikir panjang sang MC pun menyerahkan mikrofonnya ke meta.
Pertama-tama meta bercerita tentang masa-masa mereka kuliah sampai kepada mereka semua lulus. Sinta dan Bram yang duduk agak dibelakang masih tersenyum-senyum juga.
"oh iya teman-teman sekalian, kalian masih ingat ngga julukan Daniel dikampus"
"ingat" ucap beberapa orang
"pangeran kampus" ucap salah satu gengnya meta
"betulll, dan kalian masih ingat teman kita Yasinta" ucap meta lagi
"putri kampus" ucap salah satu lagi
deg
Hati Yasinta sudah sedikit terusik.
"bagaimana kalau kita undang putri kampus kita untuk mewakili kita semua mengucapkan selamat ulang tahun kepada pangeran kampus kita" ucap meta berapi-api.
deg deg deg
Sinta sudah langsung mulai berasa akan dikerjain. Tapi Bram menguatkannya dan memegang tangannya erat.
"majulah, aku disini kok, kamu pasti bisa, kuatkan hati" bisik Bram dikuping Yasinta serius karena jujur dia juga sudah mulai berasa gerah disini.
__ADS_1
"Sinta, Sinta, Sinta, maju , maju, maju" ucap mereka seperti iyal-iyal
Akhirnya Sinta maju, dia tetap terlihat tenang dan sangat cantik padahal pakaiannya cukup sederhana.
Rio yang tadinya belum sempat melihat kedatangan Yasinta cukup kaget melihat Yasinta maju.
'jadi Yasinta mantannya Daniel, ahhh bodohnya aku' batin Rio
Meta masih menyambut Yasinta didepan panggung kecil itu, tapi itu hanya hitungan detik.
"hai Sinta, aku pikir kamu tidak akan hadir di acara ulang tahun Daniel lho, secara kata Daniel kamu sudah meninggalkan dia demi laki-laki kaya. Tapi aku lihat tampilanmu tidak seperti orang kaya, atau malah sekarang hidupmu susah iya. ditinggalkan suami katamu ya. Aku dengar juga papamu bangkrut total. kasihan juga kamu iya. Tapi ok, mungkin sekarang kamu nyesal iya ninggalin Daniel, karena sekarang dia sudah kaya. oh iya teman-teman, kalian tahu ngga sekarang Yasinta hidupnya sangat susah lho, sekarang dia jadi sekretarisnya Daniel lho". ucap meta mengejek Yasinta . Semua teman mereka termangu melongo mendengar penuturan meta.
Daniel tidak kalah terkejut, sebenci-bencinya Daniel sama Yasinta dia juga tidak ingin dia dipermalukan disini.
Teman-temannya semua menatap Yasinta sangat iba. Dulu mereka tahu Yasinta itu anak orang kaya walaupun dia ngga pernah sombong dan berteman dengan siapa aja. Dan sekarang terlihat memang kalau tampilannya itu bukan tampilan orang kaya lagi.
Yasinta sangat kaget mendengar penuturan meta, benar feeling dia kalau dia akan dipermalukan oleh meta dan Daniel. Dia sudah mempersiapkan diri untuk itu. Dengan bergetar dia masih berucap kepada semua temannya.
"hai semuanya, yang dibilang meta benar, sekarang saya sedang susah dan tidak seharusnya ada dipesta ini. Saya juga tahu diri kok. Tapi saya hadir sebagai sekretaris pak Daniel kok. Tapi siapa yang tahu nasib kita besok, bukankah semua skenario Tuhan, kalau boleh jujur saya ingin tetap seperti dulu, tapi ya papi saya bangkrut dan kami hidup miskin. lalu saya cari kerja dan dapat dikantor grup arganta, apa saya salah cari rezeki disana"? ucap Yasinta menahan airmatanya sambil menatap meta dan Daniel yang duduk disofa bergantian.
Sumpah demi apapun Daniel tidak ingin melihat Yasinta begini, meta sudah keterlaluan. tapi mau dia tegor sekarang ini acara dia takut malah berantakan. Akhirnya dia diam menunduk, dan itu ternyata diartikan Yasinta kalau meta dan Daniel sekongkol.
Tapi dasar meta yang sedang merasa berada diatas angin dia kembali menyerang Yasinta.
"oh iya, aku dengar juga kamu sampai tidak tahu siapa ayah kedua anak harammu itu, benar ngga itu" tanya meta mencibir
Yasinta sudah tidak tahan, kalau urusannya anak-anaknya dia tidak terima jika dihina begitu aja.
"anakku bukan anak haram"
"terus anak siapa, kasih tahu kita donk, iya ngga teman-teman" ucap meta kepada semua yang hadir, makin membuat Yasinta menunduk. Dia tidak mungkin bilang itu anak Daniel, yang ada dia akan makin dipermalukan. Karena Daniel pasti tidak akan mengakuinya.
"bukan urusan kamu" ucap Yasinta tegas
"ya kalau kamu ngga tahu siapa ayahnya emank berapa banyak pria yang tidur sama kamu" ucap meta lagi.
Daniel sudah sangat emosi melihat meta, sekalipun Yasinta pernah berkhianat dia tidak boleh mempermalukan Yasinta sebegitunya. Dia bangkit berdiri dan....
"cukup meta"
__ADS_1