
Karena dirumah sudah sepakat, besok paginya Yasinta langsung menghubungi pak agung untuk bersedia pindah ke kantor pusat.
"Baiklah Sinta, nanti kita bicarakan lagi di pabrik" ucap pak agung.
"baik pak, terimakasih"
"oh ya kalau begitu hari ini kamu pakai pakaian bebas aja, yang penting sopan dan rapi"
"baik pak"
Yasinta langsung siap-siap dengan pakaian yang sedikit bagus dan sederhana tapi rapi dan sopan, karena biasanya dia hanya pakai baju seragam yang dari pabrik.
"ma, kita jalan ke sekolah ya" pamit kedua anaknya.
"ok sayang, hati-hati dijalan ya, belajar yang rajin, nanti kalau mama jadi pindah kalian harus jaga kakek sesuai kesepakatan kita, ok" ucap Sinta sambil mengusap kepala anaknya bergantian.
"ok mama" ucap keduanya hampir bersamaan.
Lalu kedua bocah itu berlalu pergi kesekolah. Tidak berapa lama Yasinta juga keluar dari kamar untuk berangkat ke pabriknya.
"Pi, Sinta jalan dulu ya Pi, nanti Sinta kayaknya mau ke kota J, gimana hasilnya nanti Sinta kabarin ya Pi" ucap Sinta sambil menyalami papinya.
"iya nak, hati-hati di jalan ya, kabarin papi gimana jadinya. ngga usah pikirin dirumah, kami baik-baik aja, fokuslah ke kerjaanmu, demi Loan dan Leon" ucap pak Yusuf.
"iya pi, Sinta berangkat dulu" sambil memasangkan helmnya dan menstarter motornya, lalu berangkat ke pabriknya.
Begitu sampai dipabrik Yasinta langsung menemui pak agung seperti yang dipesankan pak agung tadi pagi.
tok tok tok
"masuk"
"pagi pak agung"
"pagi Sinta, gimana kamu dudah siap kan? saya sudah telepon pak Dodo tadi dan katanya kamu ke kantor pusat diantar mobil kantor aja, sekalian bapak pimpinan titip file ini untuk disampaikan ke pak Dodo" sambil menyerahkan berkas-berkas yang penting untuk dibawa ke kantor pusat.
"ohh baik pak" ucap Sinta
Lalu pak agung telepon salah satu supir pabrik yang telah diperintahkan tadi pagi untuk ke pusat.
"pak tolong berangkat sekarang ya bersama ibu Yasinta"
"baik pak"
"Sinta, supir sudah menunggu kamu diparkiran pabrik, hati-hati dijalan, semoga disana menyenangkan"
__ADS_1
"amin, mudah-mudahan ya pak" ucap Yasinta lalu keluar dari ruangan pak agung.
"mba Sinta" panggil supir yang akan mengantarnya ke kantor pusat saat melihat Sinta celingukan di parkiran.
"pak, kita langsung jalan ya"
"iya mba, mari"
Mereka akan menempuh perjalanan jauh, kalau tidak macet mungkin sekitar dua jam, tapi kalau macet bisa lebih dari tiga jam.
Sepanjang jalan Yasinta lebih banyak diam karena kota J menyimpan sejuta kenangan untuknya, baik kenangan manis dan juga kenangan pahitnya.
'apa ya rencana Tuhan mengembalikan aku ke kota J, padahal sebelumnya saya sudah bertekad untuk meninggalkan kota J dan melupakan semua kenangan pahitnya. Dia ingin memulai hidup baru dikota T, dimana untuk pertama kali dia dapat bekerja sebagai karyawan pabrik. tapi tidak apalah mungkin Tuhan memang menginginkan kami kembali ke kota ini, karena makam mamanya juga masih dikota J'
'Doain Yasinta ya ma, bisa sukses dikota J, biar kita jangan berjauhan lagi. Kalau memang nanti kerjaan Yasinta ok, Yasinta akan membawa ayah kembali ke kota J' batinnya.
Tanpa terasa ternyata Yasinta sudah sampai dikantor pusat. Bangunan yang sangat megah yang dari jauh juga sudah terlihat.
'Kenapa aku deg-degan ya, mungkin karena aku sudah lama tidak memasuki bangunan mewah, semenjak papaku bangkrut sepertinya ini pertama kali mendapat pekerjaan digedung mewah'
'tenang Sinta tenang, kamu pasti bisa. kamu hanya perlu belajar tentang dunia sekretaris' batin Sinta
"kita sudah sampai mba Sinta" ucap sang supir membuyarkan lamunannya.
"iya mba Sinta" ucap sang supir juga polos.
"oh ya pak, sepertinya sich agak lama, bapa kalau mau ngopi silakan aja"
"iya mba Sinta, oh ya mba ini nomor handphone saya kalau nanti mba Sinta tidak melihat saya" ucapnya sopan
"oh iya ya pak, benar,.perlu itu" ucapnya sambil mengetik nomor handphone sang supir di telepon genggamnya.
"sudah pak, saya miscall ke nomor bapak ya, nomor handphone saya" ucap Sinta lagi
"baik mba Sinta"
"saya masuk dulu ya pak"
"iya mba"
Sinta merapikan tampilannya dan turun dari mobil, Lalu dia menarik nafas dan melangkah masuk ke lobby perusahaan. Disana ada dua orang resepsionist yang siap membantu Yasinta.
"selamat pagi mba ada yang bisa dibantu" sapa mereka ramah
"selamat pagi mba, saya Yasinta dari pabrik yang dikota T, saya mau ketemu pak Dodo" ucapnya ramah
__ADS_1
"oh silakan ditunggu dulu ya mba, saya hubungi pak Dodo dulu"
"baik mba"
"halo bu Nana, ada pak Dodo ngga ya, sepertinya ngga ada diruangan, saya hubungi ngga ada sahutan"?
"ngga ada, dia lagi diruangan pak Daniel, ada apa"
"ada tamu dari pabrik yang dikota T mba, ingin ketemu pak Dodo, namanya mba Yasinta"
"oh sebentar saya sampaikan ke pak Dodo, suruh tunggu sebentar"
" baik Bu" lalu dia menutup telepon itu.
"mba sinta, pak dodonya lagi diruangan bos, tunggu sebentar ya mba"
"iya mba, makasih ya"
Sementara Nana yang kebetulan harus mengantarkan file keruangan Daniel sekalian memberitahu pak Dodo.
"pak ini file yang bapak minta tadi" Nana menyodorkan beberapa file ke Daniel, Daniel menerima dan melihat file tersebut.
"oh ya pak Dodo, dibawah ada tamu untuk bapak, namanya ibu Yasinta dari pabrik di kota T katanya, dari tadi sudah menunggu" ucap Nana memberitahu dodo.
Mendengar nama Yasinta Daniel langsung menatap Dodo, entah kenapa tiba-tiba sepertinya jantungnya berpacu lebih cepat.
Dodo yang mendengar itu juga langsung menatap pak Daniel, tapi Daniel hanya mengangguk sehingga Dodo kurang paham maksud dan tujuannya.
"kalau begitu saya permisi pak" ucap Nana
"hmmm" tapi tatapan Daniel masih kearah Dodo.
"siapa yang akan interview Yasinta pak, apa bapak sendiri, karena biar bagaimanapun nantinya dia pasti banyak juga berhubungan sama bapak", tanya Dodo
"kamu aja, kamu kan sedikit banyak tahu apa yang saya inginkan" ucap Daniel
"kalau begitu saya permisi dulu pak"
"ya sudah Sono, kalau sudah cocok langsung kamu brefing aja,.apa job description ya, begitu juga gimana saya biasanya dan juga tanda tangan kontrak beserta isinya. terus sanksinya kalau melanggar"
"baik pak" akhirnya Dodo keluar dari ruangan Daniel dan kembali keruanganya. Begitu sampai ruangannya dia menghubungi meja resepsionist dan memerintahkan salah satu dari mereka mengantarkan Sinta keruangannya.
Sementara Daniel entah kenapa ingin banget melihat wajah Yasinta, sehingga ia langsung membuka cctv dilantai bawah dekat resepsionist. Dan secara kebetulan Yasinta duduk persis dihadapan cctv. Daniel melihat Yasinta berdiri hendak keruangan Dodo. Yasinta berpakaian sederhana dan tertutup tetapi terlihat sangat cantik. rambut panjangnya hanya dikuncir satu ke belakang.
'kamu masih tetap cantik iyas' batin daniel
__ADS_1