
Hai hai readers, sudah sampai episode 100. terimakasih untuk setia, like dan comment ya.
Selamat membaca. I LOVE YOU ALL🙏🤗
Daniel sudah tidak bisa menjawab om Riadi karena telepon itu sudah terputus. Dia tersenyum-senyum dalam hatinya mendengar ucapan omnya yang ingin melihat mereka bahagia dan segera punya anak lagi.
"ya sudah... ayo" ucap Daniel yang dari tadi mereka masih berdiri didekat pintu, tidak mendekat ke kasur empuk itu.
Daniel menarik tangan Yasinta mendekat ke kasur itu lalu duduk dipinggir ranjang bagus itu.
"kok pakai begini-begini sih kak" Yasinta merasa ini berlebihan
"aku juga ngga tahu ini sin, ini murni ide om Riadi, karena memang pemilik hotel ini temanya dari dulu, mereka juga tinggal di kota S"
Yasinta masih terdiam memandangi sekeliling kamar hotel itu. Super mewah.
"sin, om Riadi hanya ingin kita bahagia, anggap aja ini kado terbaiknya" ucap Daniel makin mendekat membuat Yasinta langsung membeku ditempat duduknya.
"kamu jangan tegang ya, rileks aja, kita ini kan suami istri, dan dulu juga kita sudah pernah melakukannya sampai ada kembar" goda Daniel berusaha membuat Yasinta rileks tidak tegang.
"hmmmm" ucap Yasinta masih kaku
"ya sudah kamu mandi dulu yuk" ucap Daniel bangkit berdiri dan berjalan kearah kamar mandi. Sementara Yasinta masih bengong ditempatnya, jantungnya sepertinya berdetak sangat cepat setiap bersama Daniel.
Melihat Yasinta masih bengong, Daniel akhirnya memancing dengan cara lain. Dia sengaja membuka baju kemejanya didepan Yasinta membuat Yasinta malu lalu buang muka.
Tapi Daniel ngga putus asa dia buka semua pakaiannya disana sampai hanya meninggalkan segitiga doank. Gerakan Daniel membuat Yasinta mau ngga mau melihat apa yang Daniel lakukan. dan
blussshhhh
"kak Daniel"
"kenapa, " tanya Daniel tanpa ekspresi
"malu kak"
"apanya yang harus malu, aku harus nunjukin sama kamu kalau badanku ini masih sama seperti dulu kamu tinggalkan, belum pernah ada jejak orang lain" ucap Daniel sangat santai sambil merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"pakai baju dulu kak" ucap Yasinta masih buang muka.
"bukan aku yang harus pakai baju sayang, tapi kamu yang harus buka baju, oke. Aku juga ingin melihat tubuhmu, masih ada ngga jejakku dulu, aku kangen sama semuannya. masih sama kan"?
"ngga mungkin samalah, sudah mengeluarkan dua" ucap Yasinta senyum sedikit yang makin membuat Daniel senang karena komunikasi mereka tambah banyak.
"tenang aja, kalau jejak kembar aku tidak akan cemburu, aku akan patuh sama mereka" ucap Daniel sudah menegang kedua bahu Yasinta lalu
cup cup cup
"Disini hanya jejak aku kan, disini juga, disini juga" ucap Daniel mencium bibir, pipi kening dan leher Yasinta yang membuat Yasinta membeku dan bergetar tapi dia sangat suka. Sekarang daniel sudah menarik resleting gaun Yasinta dibelakang dan mengusap punggung itu lembut membuat Yasinta yang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan laki-laki langsung merinding. Tapi itu hanya sekejap karena Daniel sudah bisa menguasai Yasinta.
"ayo kita mandi dulu, pihak hotel sepertinya memberikan pelayanan khusus, ada aroma terapi untuk berendam." Daniel masih berusaha supaya Yasinta lebih rileks dan santai.
"kakak aja ya, saya tunggu disini" ucap Yasinta berusaha memegang gaunnya agar tidak melorot. Tapi bukan Daniel kalau gampang menyerah. Sekali Daniel tarik ke bawah gaun yang sudah terbuka resletingnya itu langsung teronggok dilantai. Dan dengan sigap Daniel menggendong Yasinta masuk untuk berendam sejenak.
"kakkk" Yasinta sangat malu dengan keadaannya sekarang. Tapi dia kalah tenaga, dia hanya bisa menyerah dan menyembunyikan kepalanya didada daniel.
Daniel juga ikut masuk berendam. Setelah agak rileks Daniel kembali mengangkat Yasinta kembali ke kasur empuk itu dengan hanya dililit handuk putih.
"jangan begini, aku bisa sendiri"
Yasinta terpaku mendengar kata-kata Daniel memanjakan orang yang dia cintai, jadi bukan karena mama dari kembar.
"sin malam ini, biarkan jadi milik kita berdua ya, papi, kembar pasti baik-baik aja. aku ingin kita menikmati our time, kita berdua. Aku tahu kamu sangat mencintai orang-orang terdekatmu, tapi malam ini aku ingin egois, aku ingin tubuh dan hatimu hanya untukku, hatimu harus penuh dengan namaku. Karena aku sangat mencintaimu Yasinta regata."
Lalu Daniel mulai mendekati Yasinta, lalu menyatukan bibir mereka dengan penuh perasaan cinta. Yasinta sudah tidak kaku lagi, tapi dia tidak terlalu lihai untuk berc.uman, Daniel cukup tahu Yasinta sehingga dia dengan sabar menuntun Yasinta untuk membalas ciumannya. Yasinta yang sudah terbawa suasana membalas ciuman Daniel dengan nalurinya. Dia tidak paham dengan cara-cara berciuman yang benar, karena dia sangat amatir.
Karena Yasinta sudah merespon ciumannya dengan caranya sendiri akhirnya Daniel semakin berani untuk menjamah tubuh Yasinta.
Tangannya makin berani berkelana kemana-mana. Yasinta tidak dapat lagi menahan diri saat tangan Daniel itu meraba daerah-daerah se.itifnya. Kaget campur senang dia mulai meneriakkan nama Daniel.
"kak dan..." ucapnya saat tubuhnya seperti kena sengatan listrik akibat tangan Daniel yang aktif bekerja.
"sekarang ya" pinta Daniel yang dari tadi sebenarnya sudah on, tapi dia ingin Yasinta menerimanya dalam keadaan rileks, jangan kaku.
Yasinta yang sudah terbawa suasana itu hanya bisa mengangguk.
__ADS_1
"jangan sakit ya"
"mungkin akan sedikit sakit sayang, kamu tahan ya, rileks aja, karena sudah sangat lama"
Dan benar aja saat Yasinta merasakan sesuatu dibawah sana, dia jadi ingat malam pertama mereka sama Daniel dulu. Daniel sampai menghujaninya ciuman karena dia kesakitan.
"kok masih sakit seperti dulu kak..."
Daniel tidak sempat menjawab, dia sibuk memberikan rangsangan dan sentuhan ditempat tertentu supaya fokus Yasinta teralihkan.
Benar saja lama-lama Yasinta tidak terlalu mengeluh sakit lagi. Dia hanya terus menyebut nama Daniel dalam ucapan yang keluar dari mulutnya. Sementara Daniel yang sudah lama tidak menyentuh wanita, jelas aja seperti menemukan air di gurun pasir.
Setelah hampir satu jam saling menikmati pergulatan mereka berakhir imbang, sama-sama terlepaskan.
"ahhh terimakasih sayang cup" ucap Daniel mengecup kening Yasinta lalu merebahkan dirinya sesaat disebelah Yasinta.
"hmmm, " jawab Yasinta lemas penuh keringat.
"kita mandi bentar terus makan malam, kamu mau dikamar apa kita keluar" tanya Daniel sambil memeluk tubuh polos istrinya.
"kita keluar, boleh, sekalian cari angin segar"
"oke sayang, apapun untukmu" Daniel langsung bangkit turun dari tempat tidur itu disusul Yasinta.
"ahhhh" teriak Yasinta meringis, membuat Daniel yang telah sampai dipintu kamar mandi kembali ketempat tidur mengangkat Yasinta.
"kalau masih sakit bilang, mungkin karena ini pertama lagi untuk kita" ucap Daniel sambil mengangkat Yasinta untuk berendam. Yasinta tersipu malu karena ucapan Daniel.
Setelah berendam dan menggunakan pakaian dress selutut berwarna soft Yasinta makin terlihat bersinar Dimata Daniel. Namanya juga jatuh cinta ya😁.
"kamu mau makan apa" tanya Daniel
"seperti biasa seafood"
"oke, kamu harus makan banyak, nanti malam kita harus begadang. aku ingin waktu kita tidak ada terbuang sedikit pun" bisik Daniel ditelinga Yasinta membuat Yasinta makin tersipu malu.
Dia tahu kalau Daniel akan terus menguasainya dira.jang. Daniel sangat mendominasi Yasinta mengenai ranjang, dan Yasinta suka itu.
__ADS_1
Hai readers, sudah 100 episode, jangan bosan ya. Tetap dukung like dan coment. Terimakasih
I LOVE YOU ALL🙏🤗