
Daniel dan Yasinta kembali ke kota J dan bekerja dengan perasaan bahagia. Minggu depan mereka semua akan pindah. Minggu depan mereka sekeluarga akan berkumpul menjadi keluarga besar.
Sementara pak Riadi yang tidak ingin anak dan cucu-cucu serta mantunya terganggu dengan ulah Cyntia nantinya menghubungi daddynya Cyntia.
Dia ingin meluruskan semua tentang Cyntia dan semua yang Cyntia lakukan, supaya jangan mengganggu Daniel dan Yasinta lagi. Biar bagaimanapun pak Riadi dan pak Indriawan sudah lama partner bisnis. Jadi cara menyelesaikan masalah yang mengganjal harus dengan kekeluargaan.
ddrrrt ddrrrt ddrrrt
"halo"
"Hallo pak Indriawan, apa kabar"?
"kabar biasa pak, baik"
"oh iya pak, kapan bapak ada waktu ya, saya ingin ngobrol banyak sambil kita ngopi"
"ohhh nanti siang saya ada free dua jam, kalau pak Riadi mau ngobrol" ucap daddynya Cyntia yang sudah punya feeling ga enak tentang anak gadisnya.
"kalau sore jam berapa ada free, soalnya saya posisi masih di kota J, kemarin saya habis baru buka pabrik di kota B, jadi sore mungkin baru ada dikota S"
"ohhhhh iya, saya coba tanyakan Bram dulu, tapi boleh lah jam makan malam saya akan re schedule jadwal saya"
"baik pak Indriawan, sampai nanti"
"iya pak Riadi, terimakasih"
Sambungan telepon itupun terputus. Lalu pak Riadi mengirim pesan ke Daniel bahwa hari ini dia ingin ke kota S, dia kangen sama teman-temannya.
Daniel tanpa pikir panjang hanya mengiyakan dan mengatakan hati-hati.
Pak Riadi pun menghubungi orang kepercayaannya di kota S.
"tolong aturkan penerbangan ku ke kota S, dan tolong hubungi asisten dari pak Indriawan untuk memastikan pertemuan nanti malam, begitu juga jam dan tempatnya" perintah om Riadi.
"baik tuan"
Sore harinya pak Riadi sudah terbang ke kota S, dan disana dia sudah dijemput oleh orang kepercayaannya.
Dan persis jam tujuh tiga puluh pak Riadi sudah berada ditempat yang disepakati oleh pak Indriawan.
"selamat malam pak Riadi, sepertinya tambah segar nih" sapa pak indriawan yang baru nyampe ditempat janjian.
"ah bapak bisa aja, saya biasa aja"
"bay the way udah pesan belum makanannya" tanya pak Indriawan.
"maaf pak saya ngopi aja, sekarang saya mengurangi nasi, sudah tua" canda pak Riadi.
"ohhh, oke, kalau begitu samain aja mba, kopi dua" ucap pak Indriawan sama waitres cafe itu.
__ADS_1
"terus ada apa gerangan ini, kamu ingin ketemu saya padahal kita sedang tidak saling ada kontrak yang berjalan" tanya pak Indriawan.
Pak Riadi terlihat menarik nafas dalam, sebenarnya berat dia menyampaikan prilaku kurang terpuji anaknya, tapi biar bagaimana pun dia ngga mau kembar diganggu oleh Cyntia.
"Pak Indriawan, Maafkan saya, Sebenarnya saya berat untuk Mengucapkan ini, tapi harus aku lakukan demi kebaikan bersama" ucap pak Riadi hati-hati
deggg ini pasti tentang Cyntia, batin pak Indriawan.
"iya pak ada apa, sampaikan aja, biarpun menyakitkan tapi mungkin lebih baik daripada kita tidak saling terbuka" pak Indriawan sudah siap dengan yang terburuk kalau pak Riadi menyuruh Cyntia menjauhi Daniel.
"iya pak, sebenarnya begini, Daniel itu sudah bersatu lagi dengan mantan istrinya" pak Riadi sengaja menggantung ucapannya untuk melihat reaksi dari pak Indriawan, yang ternyata biasa aja karena dia sudah tahu tentang itu.
"terus"
"maaf pak Indriawan, dulu memang saya ingin menjodohkan Cyntia dengan Daniel demi pertemanan kita, tapi saya juga ngga tega melihat cucu saya kehilangan kasih sayang dari salah satu orang tuannya, jadi saya mendukung mereka untuk bersatu lagi"
"ohhhhh" ucap pak Indriawan ngambang
"Saya tidak ingin persahabatan kita terputus karena anak-anak ngga jodoh pak. Saya juga sudah pernah bicarakan ini dengan Cyntia waktu dia datang ke kota J, tapi sepertinya Cyntia kurang terima pak" jelas pak Riadi.
"iya, dia sudah pernah cerita sama saya pak dan saya sependapat dengan pak Riadi, kalau memang bukan jodohnya tidak usah dipaksakan"
"ohh jadi Cyntia sudah cerita ya pak"
"sudah pak, dan sekarang dia tidak ada di Indonesia, sekarang dia sedang ikut maminya diluar negri. Saya memang kurang sukses mendidik anak pak" ucapnya lesu.
"iya, yakin pak, maminya sendiri waktu itu yang ngomong, soalnya fasilitasnya disini sudah saya blokir semua, supaya dia lebih mandiri dan belajar bekerja" pak Indriawan terlihat tidak bohong dengan kata-katanya.
"tapi dua hari yang lalu dia membuat keributan dikantor grup arganta, dengan menyerang asisten Daniel dan juga menantu saya pak" ucap pak Riadi
jlebbbb
"apa, dia membuat onar dikantor Daniel" tanya pak Indriawan sangat terkejut. Dan pak Riadi hanya mengangguk-angguk.
'apa dia kembali ke Indonesia diam-diam, kenapa maminya ngga ngomong, dan kenapa dia ke kota J kenapa ngga ke kota S, batin pak indriawan'
"maaf pak Riadi, saya belum tahu kalau dia kembali ke Indonesia, tapi saya akan suruh anak buah saya untuk mencarinya, saya akan usahakan agar dia tidak mengganggu Daniel dan istrinya lagi"
"terimakasih pak Indriawan atas pengertiannya"
Lalu mereka melanjutkan ngopinya sambil bercerita tentang pabrik baru pak Riadi dikota B, yang sangat cepat majunya.
Sekitar jam sembilan tiga puluh mereka sudah berpisah untuk pulang kerumah masing-masing.
Pak Indriawan yang penasaran dengan keberadaan Cyntia langsung telepon istrinya.
dddrrrtt ddrrrt ddrrrt
"halo"
__ADS_1
"hmmm halo, apa Cyntia ada disitu sekarang"
"tumben kamu nanya Cyntia begitu"
"saya hanya nanya masa ngga boleh"
"Cyntia sudah pulang ke Indonesia tiga hari lalu, dia bilang ngga betah disini, dia akan cari kerja di kota J"
"apa, dan kamu percaya begitu aja"
"lho kok ngga percaya, emangnya kenapa",
"dia sudah bikin huru hara dikantornya Daniel, karena Daniel menolaknya" ucap pak Indriawan dengan nada tinggi.
"huru hara gimana"
"dasar tuh anak bisanya buat malu doank, kamu yang selalu memanjakannya, sekarang begini kan akhirnya, ngga tahu malu tuh anak, mana pergaulannya ngga jelas"
"mana mungkin Cyntia begitu, kamu cuma sentimen dia ngga mau kerja diperusahaanmu kan"? ucap mami Cyntia makin ngotot
"emang kerja sama kamu mau, tidak kan? anak itu ngga mau kerja tahu ngga, saya sudah gagal mendidiknya" ucap pak Indriawan
"salah kamu sendiri"
"iya salahku, ngga bisa mendidik anak dan istriku" ucapnya lalu langsung mematikan sambungan telepon itu.
"apaaaa" teriak mami Cyntia tapi malah terdengar Tut Tut Tut, sambungan telah terputus.
'Aku sangat malu sama pak Riadi, aku harus menjemput anak nakal itu, aku tidak mau keluarga Daniel selalu merasa kurang nyaman' batin pak indriawan'.
Dia langsung mengambil handphonenya dan telepon Bram sang asisten.
dddrrrt dddrrrt dddrrrt
"Bram tolong suruh orang selidiki Cyntia di kota J, awasi dia."
"emank nona Cyntia di kota J tuan, bukanya dia lagi bersama nyonya"
"dia sudah tiga hari dikota J, bikin malu tuh anak,.pokoknya suruh orang awasin dia"
"baik tuan"
"tolong awasi dekat kantor Daniel, saya ngga mau dia sampai buat keributan lagi disana"
"baik tuan" ucap Bram yang kasihan melihat tuannya, punya anak cewek satu tapi tidak bisa membanggakan orang tuanya.
Hai readers setiaku, jangan lupa like dan coment ya. terimakasih.
I LOVE YOU ALL🙏❤️
__ADS_1