
Memaafkan adalah caraku untuk hidup tenang dan berani melangkah ke depan.
*****
Aksan sedang terlelap di kamar atas dai rumah aman, ketika ia akhirnya terbangun karena ketukan tanpa henti menggangu istirahatnya.
Ketukan di pintu itu tidak begitu kencang, namun berlangsung terus menerus dan ada sebuah suara anak kecil yang agak cadel mengikuti ketukan itu. Akh sudah pagi rupanya. Cahaya matahari pagi menerobos lewat sela hordeng kamar itu.
Akhsan berusaha memastikan pendengarannya dengan membuka matanya.
"Om Asan... Om Asan... bangun! Om Asan bangun...! Mama Anne bilang harus mandi dan makan!"
"Om Asan..... Om Asan..." panggil suara cadel itu dan itu membuat Akhsan akhirnya menjawab dengan malas.
"Ya... sebentar lagi turun!'
"Tapi om asan harus buka dulu pintu ini....om asan... tidak boleh bohong!"
Akhsan akhirnya bangun dan berusaha memenuhi permintaan orang yang diluar kamar yang terus memanggilnya om asan. Enak saja dia main mengganti namaku! Awass saja dia yang berani mengganggu tidurku!'
Pintu dibuka dan betapa terkejutnya Akhsan melihat anak lelaki berumur sekitaran 5 tahun. Anak ini begitu lucu dan menggemaskan. Pipinya begitu Chubby dan matanya itu seperti... Warmen. Emh.... apakah dia anak Warmen dan Anneke. Ah tidak mungkin dia anak Anne, mereka baru menikah dua atau tiga tahun yang lalu.
Lamunan Akhsan terhenti ketika anak itu menarik celana pendeknya dan memaksannya menunduk mendengarkan perkataan anak kecil itu. Tapi kenapa sekarang anak ini jadi mirip Anne. Lihat gayanya! kelima jarinya seolah memberi perintah agar dia menurunkan tubuhnya dan mendengarkan perintah anak tengil ini. Ini gaya Anne kecil.
"Om Aksan... Mama Anne bilang kau segera mandi dan kita akan sarapan bersama... dan tidak pakai lama!" Aku mengawasimu !"
"Baiklah aku akan segera mandi, tapi sebut dulu namamu!'
"Mami Anne sering memanggilku "Pangeran Nicky... tapi Amang memanggilky Nicky, ... dan om Asan boleh memanggilku sepeti mama mereka?'
"tidak, aku tidak akan seperti mereka... kau saja mengganti namaku dengan asan, namaku Akhsan...
"Kan sama saja!'
"Tidak... aku panggil kamu Pang-Pang...biar beda! kayaknya bagus.. Pang-Pang itu adalah anak kecil yang lincah dan bawel sepertimu, itu lebih cocok!"
__ADS_1
"Deal .... om asan!" Sekarang om harus mandi, kalo tidak mama Anne tidak kasih kita makan!' Cepetan ya!'
"Siap!' Akhsan memberikan hormat pada anak kecil yang diduganya keponakannya itu. Dia sudah tidak peduli lagi pada asal usul anak ini, Panggilan mama anne membuatnya yakin bahwa pria kecil di depannya adalah anak Anne.
Akhsan mandi dengan sangat cepat dan ia akhirnya dapat turun bersama Anne. Dia melihat sekelompok Pria sedang duduk ngobrol di sofa sambil menikmati sarapan pagi. Oh... harum sekali wanginya makanan yang mereka makan.. Seperti Gulai Taboh khas kampungku di Lampung.
Gulai Taboh merupakan makanan khas daerah Lampung pesisir yang memiki cita rasa gurih. Makanan ini selalu disajikan jika di rumah ada yang berulangtahun dan dimasak mamanya Anneke dulu. Sajian ini begitu disukai Akhsan dan Anneke mengetahuinya dan sengaja memasaknya pagi ini dengan ikan yang ada di kolam belakang.
Gulai Taboh diolah dengan bahan utama ikan laut atau ikan sungai. Ikan sungai yang digunakan biasanya adalah mujair yang sebelumnya telah diasap semalaman atau disebut iwa tapa semalam. Dan Anneke mengolahnya dari ikan dari kolam belakang.
"Mari makan Kak AKhsan.... hari ini aku sengaja masak kesukaan Kak Akhsan, sekaligus mengenalkan Nicky makanan daerah kita... kalo kata bang Warmen sih , enak.... ntar dia akan makan lagi bersama kita, dia sedang rapat dulu!'
"Ayo om asan... kita makan dimeja makan... dan dilarang ganggu amang kalo lagi kerja," Ujar Nicky dengan tenang seolah memberi perintah pada Akhsan.
Akhsan tersenyum menatap pria kecil yang begitu menggemaskan." Oke pang-pang!"
"Pang-pang....kenapa kakak memanggilnya pang-pang?" Timpal Anneke sambil memperhatikan kakaknya yang duduk di salah satu kursi dan mulai mengambil piring.
Rasanya perasaan marah dan canggung yang kemarin masih ada seketika hilang di pagi itu. Mereka seolah kembali ketika masa ayah mereka masih ada. Tidak ada bahasan diantara mereka tentang masa lalu. Mereka menyadari jika membahas masa lalu akan melukai salah satu dari mereka terlebih ada Warmen yang memang membenci ayah mereka.
'makanlah kak... tadi bang Warmen sudah makan jam 6 pagi, dia kelaparan karena aku masak dari jam 4... bersama Thomas , mereka berdua sudah makan... nah tuh dia kemari!" Ayo bang Warmen, kita makan bersama!'
"Iya Amang... aku sudah lapar!' Nicky segera duduk di samping Akhsan yang sudah mulai makan namun mata Nicky memperhatikan ayahnya yang duduk di sebelah Anneke.
"Mari kita makan.... Kak akhsan, apakah Nicky mengganggumu?'
Akhsan tersenyum dan menjawab setelah menghabiskan makanan di mulutnya. "tidak, dia pintar dan membantuku bangun pagi,... dia mirip dengan Anne kalo memberi perintah,"
Anneke dan Warmen tersenyum menatap Akhsan yang tidak menyadari arti senyuman itu.
*****
Sepanjang hari itu mereka habiskan bersama dengan saling ngobrol dan Warmen menceritakan asal muasal Nicky hingga mereka harus tinggal di rumah aman itu hingga Thomas dan timnya membereskan masalah dan polisi mengambil alih masalah rencana penculikan Nicky.
Warmen memang tidak menceritakan pada Akhsan tentang Adiguna, terlebih dia merasa Besok pagi Akhsan akan kembali ke Jakarta dan baru besok malam Adiguna datang, sehingga mereka tidak akan bertemu.
__ADS_1
Obrolan masa lalu yang menghangatkan dan membuat hubungan kakak beradik itu makin cair dan semakin akrab juga hubungan Warmen dengan Akhsan. Terlebih Nicky yang mudah berbaur dengan orang baru serasa menjadikan mereka yang berada dalam rumah itu seperti keluarga besar.
Setelah makan malam, dua anak buah Thomas yaitu Sam dan Bowo bertugas berkeliling rumah aman dan memastikan bel tanda bahaya masih aktif dan melaporkan pada tim mereka yang bertugas dekat kantor polisi sehingga mempermudah kordinasi.
Sudah lewat dari 30 menit, Sam dan Bowo belum kembali sehingga membuat Thomas, Danang dan Reza mulai curiga.
"Kau cek walkie talkie dulu !' Perintah Thomas pada Reza.
Belum sempat walkie talkie itu berbunyi, alarm yang dipasang di bagian depan pagar rumah dan belakang rumah berbunyi. dan itu membuat Warmen Anneke, dan AKhsan saling bersitatap tegang. Hanya Nicky yang masih asyik nonton.
"War bawa keluargamu ke bawah tanah... disana ada stock selama 2 minggu dan jangan keluar sampai benar-benar aman... kau ingatkan ?" " Thomas berkata pelan dan sambil menyerahkan pistol pendek."Ini untuk jaga-jaga!' Masuklah sana!'
Warmen segera menarik Nicky dan Anneke melangkah masuk kamar. Akhsan yang bingung masih duduk di ruang makan, hingga Warmen mengajaknya juga.
'Ayo kak... cepetan !"
"Kau jaga mereka... aku akan bantu mereka disini!"
"tidak kak... ayo !' Ajak Warmen kembali dan pria itu tetap menolak,
"kak akhsan... kau ini dari dulu tidak pandai berkelahi... ayolah jangan buang waktu..." hingga suara Anneke yang memintanya dan membuatnya berfikir ulang dan hingga sebuah tembakan membabi buta masuk membuat mereka semua merunduk di lantai.
Dor... dor...
Prang... prang.....
Akh.... Mama... Amang !'
Teriakan Anneke dan Nicky yang shock berssamaan dengan deru tembakan makin membuat panik semua pria di ruangan itu. ditambah pecahnya kaca -belakang rumah membuat Thomas segera menarik Nicky dan Anneke untuk terus berbaring di lantai.
Gawat ... mereka telah diserang!'
*****
Happy reading guys!' Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini? Thanks a lot yach atas kebaikan hatinya ! Love you!
__ADS_1