Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
22.Bertemu wanita aneh


__ADS_3

Untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, maka lakukan satu langkah perlahan dengan penuh percaya diri.


 


*****


 


 


Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, ketika Handoyo berada tepat di depan pasar Cikerai di Cilegon,  Handoyo harus menghentikan laju kendaraannya karena ia menyenggol becak sehingga penumpangnya jatuh terlempar. Barang barang milik sang penumpang berserakan di sekitar lokasi kejadian.


Massa cukup banyak berkerumun. Handoyo keluar dari mboil  dan membangunkan wanita yang terjatuh dan abang becak yang hanya shock melihat becaknya rusak berdiri memandangnya sinis. Bebrapa masyarakat ikut membantu becak itu agar menepi di pinggir jalan.


"Pak... gimana dengan becak saya?" Tanya abang becak itu pada Handoyo.


" Maaf pak,  Saya akan menggantinya dengan yang baru dan becak yang lama ntar juga akan saya perbaiki... sekarang bapak  tolong bantu dan  ikut saya bawa barang-barang ibu ini ke rumah sakit... saya lihat kakinya terkilir.....dan ada lecet tuh... tolong pak , sekalian juga sendalnya terlepas tuh,,


"Baik Pak. "Seru Abang becak itu sambil membawa-barang-barang milik wanita itu


"Mang Juned .. jangan lupa dus yang isi roll ramnbut itu...jangan ada yang kelupaan... itu barang-barang mahal... aduh kenapa juga sih tadi si mamang  ugal-ugalan bawa becaknya di tengah jalan... sudah kubilang minggir dan pelan-pelan, " Teriak wanita itu pada abang becak yang sedang mengangkat dus-dus miliknya.


"kamu juga sih, mas .... nyetir yang bener kan jadi  kaki orang jadi terluka nih," Maki Wanita itu pada Handoyo. Wanita itu memasang ekspresi tidak suka dan marah pada penabraknya.


"Iya.... maaf bu ....maafkan saya!"   Handoyo berkata pelan.


Handoyo mengangkat wanita yang jatuh dari becak  dan kakinya terkilir , dan memasukkannya  ke mobilnya. beberapa orang ikut  membantu mengangkat barang-barang milik wanita itu ke mobil Handoyo. Sungguh suasana kemasyarakatan yang harmonis  di Cilegon dan tidak ada penganiayaan yang brutal terhadap kelalaian pengemudi.


"Mas... saya tidak mau ke rumah sakit... antar saya ke rumah saja dan segera  panggil tukang urut... saya pikir, seminggu juga baik... saya takut disuntik... tolong ya mas,"  Rengek wanita yang dalam gendongan Handoyo.


"Baiklah ... jika itu mau ibu, saya  akan mengantar ke rumah ibu aja...

__ADS_1


"mas... saya ini  bukan ibumu... lagi pula saya gak tua-tua amat, kok dipanggil ibu.... "Teriak wanita itu dengan tidak suka. "Mbak Jessy... panggil saya ,....mmbak Jessy... bisakan?"  Wanita itu melotot pada Handoyo.


Wanita itu berumur sekitar 25 tahun. Kulitnya  sawo matang, tubuhnya tidak terlalu tinggi dan badannya proporsional. Rambutnya hitam tergerai dan dandanannya sedikit berlebihan untuk orang yang berbelanja ke pasar tradisional. Namun ia adalah wanita yang manis dan percaya diri.


"Maaf mbak Jessy.... dimana alamatnya?" Apakah abang becak ini tahu?" Handoyo berusaha bersabar terhadap wanita yang menurutnya memiliki hobby berteriak.


"Tahu lah... Kan mang Juned itu sudah lama jadi  becak langganan tiap aku belanja ..  mas-nya lurus aja nyetirnya  sampai ketemu  Salon Jessy di tikungan jalan ini!" Kata Wanita itu dengan galak.


"Baik"  Handoyo hanya menjawab pendek.


Handoyo menyesali tadi dirinya tidak fokus menyetir sehingga menyenggol becak dan berurusan dengan wanita ini. Mungkin dia kelelahan ataukah terlalu banyak mengkhayal yang tidak penting. Handoyo terkejut ketika tiba-tiba wanita itu berteriak kencang.


"Stop... stop..... "Teriak wanita itu sambil memukul lengan Handoyo kencang.


"Ya mbak Jessy, ada apa lagi?" ... kan kita belum sampai tikungan, ada apa?"  Handoyo terpaksa berhenti  mendadak akibat teriakan dan pukulan wanita itu yang bertubi-tubi di lengan kirinya.


" itu....Mang  Juned kan kalo lewat jalan ini akan berhenti beli soto itu... karena untuk makan siang, saya belum punya lauk.... jadi saya minta, masnya  belikan soto itu tiga bungkus ... untuk kita makan bareng nanti dengan mang juned ... biasanya saya selalu beli soto itu dan setelah belanja saya makan bareng mang juned... kan kamu yang nabrak, saya kan gak bisa jalan... jadi kamu belikan dulu deh!"  Perintah wanita itu tanpa ragu.


Handoyo terdiam mendengar ucapan wanita itu dan segera menepikan kendaraannya. Handoyo turun dari mobilnya untuk membelikan soto untuk wanita itu. Dibelinya tiga bungkus soto, nasi dan beberapa teman makan soto seperti kerupuk dan perkedel.


"mang Juned.... bukain pintu salon dan ambil piring untuk kita makan , udah laper kan? .... lumayan kita bisa makan gratis sekarang....cepetan mang... siapin piring dan sendoknya !" Teriak Jessy sambil mengatur Juned dan Handoyo yang sedang mengangkat barang-barang ke dalam salon miliknya.


Salon Jessy tidak besar namun lengkap.Letaknya yang strategis ikut membantu makin terkenalnya salon Jessy.  Hari ini Jessy membeli banyak perlengkapan salonnya karena biasanya di penghujung tahun, salon menjadi ramai. Jessy tinggal di situ seorang diri. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya menjadi TKI di Arab Saudi.


Handoyo kembali mengangkat Jessy  dari mobil ke dalam ruangan salon. Jessy menunjuk sofa besar tempatnya duduk.


"Ke safa itu ya!"....... Ya terimakasih, mas.... emh... ngomong-ngomong kenapa rambut mas ini  jelek sekali?  Siapa itu yang mengguntingnya?" pergi ke salon mana sih?"


"Ya...itu... aku sendiri yang gunting...bukan ke salon. " handoyo berkata pelan dan sedikit salah tingkah mendengar ucapan wanita itu yang mengatakan potongan rambutnya jelek.


"Pantesan... nanti habis assisten ku datang dan mengurut kakiku , rambut kamu aku rapihkan ya, mas !"

__ADS_1


"Gak usah mbak Jessy... saya tidak mau merepotkan mbak Jessy!"


"Kalo memotong rambut itu bukan hal yang merepotkan... yang merepotkan itu kamu menabrak becak langganan saya hingga kaki saya cedera..... dengar, habis makan, kamu antar mang Juned perbaiki becak dan kesini lagi... kita urus urusan kita... tentang ganti rugi... belakangan, aku mau merapihkan rambut jelekmu itu!"   Wanita itu berkata santai sambil menunjuk nunjuk rambut Handoyo.


"Saya bayar sekarang saja kerugian yang didapat oleh mbak jessy.... jadi habis membereskan becak mang Juned, saya langsung pergi karena banyak urusan yang harus ....


"Gak bisa ... kamu ganti becak mang Juned dulu. baru kesini lagi,  kalo mang juned  gak bisa kerja bisa kacau keluarga dia ntar anaknya gak sekolah... udah kamu ikuti aja aturanku,  ayo, sekarang kita  makan dulu!" Wanita itu segera mengambil soto yang sudah disiapkan mang Juned di piring.


Handoyo kehabisan kata menghadapi wanita galak yang suka mengatur. ia terpikir untuk meletakkan sejumlah uang diatas meja rias tempat pelanggan salon duduk. Persetan dengan kaki wanita ini.  Namun entah bagaimana wanita itu kembali berteriak.


"Jangan berfikir yang tidak-tidak ya mas.... aku ini punya indra ke enam.... kamu harus kembali ke sini setelah urusanmu dengan mang Juned selesai... kalo gak polisi akan menangkapmu akan kejahatan yang kau lakukan di masa lalu!"


Handoyo hampir tersedak dengan kuah soto itu ketika mendengar ancaman Jessy barusan . Wanita itu masih biasa saja menyantap sotonya sambil meluruskan kakinya di meja. Apakah wanita ini penyihir ataukah dukun?" Handoyo kembali menatap wanita aneh yang sedang menikmati soto.  Apakah dia benar-benar bisa mendengar dan mengetahui apa yang kupikirkan?


 


 


*****


 


Happy Reading Guys!'  Terimakasih telah membacanya dan bolehkah tinggalkan jejak disini ? Thanks !"


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2