Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
120. Main hati


__ADS_3

Aku akan menjagamu sampai akhir waktu.


Satu hal yang paling berbahaya bagi persahabatan adalah ketika kita meminta lebih dari sahabat dan  kita mulai memainkan hati.


*****


"Sayang...." Bisik Adiguna sambil terus mencumbu dan tangannya bergerak liar diatas Nadia.


Nadia masih sedikit kecewa dengan ucapan Handoyo yang hanya memanggilnya sayang . Bagi Nadia tingkatan tertinggi hubungan itu adalah cinta bukan sayang. Ia ingin dicintai Adiguna seperti Handoyo mencintai Lidya.


Nadia masih membiarkan tindakan Adiguna yang  terus bergerak di atas tubuhnya dan membuatnya mengalihkan pikiran dan hatinya pada tindakan pria itu.


'Adiguna.... Di.... " Nadia sambil terpejam memanggil nama Adiguna yang masih sibuk diatasnya.


Saat ini ia menikmati apapun yang dilakukan Adiguna. Bukankan semalam ia memang yang meminta pria itu melakukannya dan ia berhasil menggodanya hingga Adiguna menyentaknya beberapa kali, semalam dan pagi ini. Entah kenapa mereka berdua belum lelah, padahal malam ini mereka harus mengerjakan tugas berat. Keduanya begitu menikmati kebersamaan yang sangat jauh dari keintiman seorang sahabat  hingga cairan milik Adiguna tumpah di dalam inti Nadia..


Pria itu ambruk di atas tubuhnya dan berbisik di telinganya " Nadia... terimakasih... aku menyayangimu dan mencintaimu sekarang."


Nadia tersenyum dan menjawab dengan bisikan yang menggoda, " Aku juga mencintaimu Adiguna, selamanya....!" Terimakasih Di..!"


******


Ballawa mendapatkan ijin dari mas Pramoedya untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Malam ini tim mereka diminta pulang ke rumah dan beristirahat di rumah sampai besok siang dan menemui Pramoedya di rumah besar. Pramoedya harus tinggal di rumah itu atas permintaan Jendral Suhartono.


Satu momen yang cukup baik yang diberikan Pramoedya untuk tim mereka . Sudah hampir dua bulan ia tidak pulang ataupun menghubungi Briana. Entah bagaimana keadaan istrinya itu. Tapi Al yakin, wanita dayak itu kuat dan mandiri di rumah miliknya.


Terakhir kali Ballawa bersama Briana adalah sebelum ia menjalankan missi dari Panglima Gaffar untuk mengawal Pramoedya. Dan itu adalah malam pertama bagi Ballawa dan Briana setelah mereka 3 tahun menikah.

__ADS_1


Cinta tidak ada di hatinya. Cintanya masih pada Jessy. Tapi malam itu ia melakukannya karena ia agak khawatir misi dia gagal dan Umai tidak memliki keturunan.  Sebelum ia meniduri istrinya , Dia sudah menjelaskan dahulu dan  Briana rela hati melayaninya dan menjalankan tugasnya bahkan  bersedia mengandung anaknya. Memang Briana mencintainya sejak dia masih menempuh pendidikan menengah dulu.


Ballawa memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumahnya dan menutup gerbangnya kembali .  Segera ia memasuki rumah itu dengan perlahan agar tidak mengganggu penghuni rumah. Ini sudah cukup larut dan ia tidak ingin membuat Briana terbangun , Dibukanya pintu ruang tamu itu dan Ballawa meamng  memiliki kunci cadangan, sehingga bisa kapanpun ia masuki meskipun Briana menguncinya dari dalam rumah.


Rumahnya masih sama seperti tiga bulan yang lalu ditinggalkannya. Rapih, bersih dan harum. Ballawa tersenyum dan melempar tasnya di atas kursi. Ketika ia membuka pintu kamar, Ballawa terdiam sesaat. Briana tidur di ranjangnya. Jadi wanita itu setiap malam tidur di ranjangnya, dan tidak pernah kembali ke kamarnya lagi. Benar-benar wanita yang patuh.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Ballawa berbaring di samping Briana. Diperhaitkan wanita itu yang tertidur dengan  dress warna kuning muda. Wangi aroma rambut Briana cukup jelas di hidungnya. Ballawa memperhatikan Briana yang tertidur pulas di sampingnya.


"Cantik.." Refleks jemari Ballawa menyentuh hidung Briana dan turun ke bibirnya. Bibirnya berwarna kemerahan. Rasanya Ballawa ingin menciumnya seperti waktu itu.


Diperhatikannya bibir itu dan itu makin membuat hasratnya makin menggoda. Ballawa  seolah tidak sadar bahwa istrinya masih terlelap.


Ballawa mendekatkan mukanya ke dekat muka Briana. Aroma yang sudah lama tidak diciumnya. Apakah dia merindukan wanita yang sudah tiga bulan tidak dilihatnya? Aku hanya menganggapnya adik perempuanku. Tidak dia istriku jadi wajar jika aku melakukannya. Apakah aku mulai mencintainya ataukan hanya membutuhkannya untuk pemenuhan harapan orangtuaku?


Entah kenapa bibir Ballawa langsung menempel di bibir istrinya itu. Dan ia bergerak sesaat dengan pelan dan akhirnya ia makin mendesak ke dalam hingga Briana terkejut atas kehadiran seseorang yang mencuri ciuman. Briana membuka matanya dan menyadari kepulangan Ballawa yang dinantinya setiap hari.


"Maaf... Kakak membangunkanmu ya., Bri .!"


"Kak Al... akhirnya kakak pulang juga... aku kangen banget sama kakak.... jangan pergi lama lagi , Kak..." Briana memeluk suaminya erat.


"Maafkan Kakak , Briana...Kakak  hanya bisa pulang sebentar... besok kakak berangkat kerja lagi...ada tugas negara yang penting kulakukan... bukankah waktu itu kau bilang tak masalah atas kehidupan rumah tangga kita?" Apakah kau menyesalinya?"


Briana terkejut dan melepaskan pelukan itu. Ia akhirnya  menatap mata pekat milik Ballawa. Tidak ada kebohonang dari Ballawa.


"Aku tahu Kak Al... aku cuma merindukan kakak saja... terimakasih kakak sudah pulang!"


"Maafkan aku Briana... apakah kamu baik-baik saja selama kakak tidak di rumah? Apakah umai datang kemari?"

__ADS_1


"Umai datang beberapa kali... dia bilang, kamu pasti pulang dan melihatku... dia memintaku belajar saja dengan baik dan setia menunggu kakak kembali, Umai sering datang membawakanku makanan , Kak!"


Ballawa mengangguk dan mencium kening istrinya kembali dan turun ke hidung dan bibirnya  Wanita itu awalnya kaget dan jantungnya kembali berdebar kencang. Ini adalah pengalaman keduanya bersama. Di dalam keremangan malam dengan lampu kamar yang berpendar, pakaian mereka terlepas dan mereka melakukan penyatuan yang keduakalinya.  Mereka menuntaskan kerinduan mereka malam itu dan sesaat setelah hasrat keduanya terpenuhi.


"Kak Al..." Bisik Briana ketika Al sudah menumpahkan cairannya dan pria itu bergeser posisinya.


"Hemm...


'Kurasa aku... aku hamil kak...bulan ini kau tidak mendapatkan menstruasi.," Briana berkata pelan dan terus menunduk tidak berani memperhatikan Ekspresi suaminya.


"Benarkah ?" Kau tidak suka mengandung anakku , Bri?"


"Aku takut salah... aku takut itu hanya khayalanku... sebelumnya aku tidak pernah terlambat menstruasi... tapi bulan dua bulan ini aku tidak menstruasi kak... bisakah kakak  yang mengantarku ke dokter jika kakak ada waktu?"


"Besok kita ke dokter Bri..." Ballawa tersenyum merekah mendengar ucapan istrinya itu.


Hebat juga dirinya sekali tembak dan langsung gol.  Umai akan memiliki cucu. dan dia akan menjadi seorang ayah. Wah apakah dia akan seperti dirinya atau seperti Briana. Ballawa masih tersenyum dengan pemikirannya hingga Briana mengganggu lamunannya.


"Tapi besok kakak berangkat kerja jam berapa?"


"Besok aku ijin terlambat... aku harus memastikan semuanya dulu Bri.... Terimakasih ya Bri..!"


"Terimakasih juga kakak telah kembali... Briana mencintai kakak...!"


Ballawa menarik Briana ke pelukannya dan menciumnya pelan di kening.


*****

__ADS_1


Happy Reading Guys, Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini?  Apapun itu dari kalian, aku sangat terkesan. Thanks a lot ya guys.


__ADS_2