Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
78. Love is relative


__ADS_3

Cinta sejati adalah cinta yang mampu melepaskan dan melihatnya bahagia bersama orang lain.  Tidak perlu engkau menggenggamnya erat  jika ia memang cinta sejatimu.  Semakin tulus kau melepaskannya, kau akan mengetahui bahwa jika ia memang cinta sejatimu, tidak peduli aral melintang yang terjadi, ia akan kembali padamu!"


 


 


*****


 


 


Alex baru pulang dari jalan-jalan dengan Jessy keliling Cibinong dan sekitarnya. Mereka membeli beberapa perabot untuk mengisi rumah baru mereka.


Jessy begitu antusias memilih dan langsung menunjuk  beberapa perabot perlengkapan rumah tangga yang memang belum tersedia di rumah baru mereka. Alex hanya setuju dan membiarkan semua keinginan istrinya itu dan langsung membayarnya tanpa banyak kata.


"Semua barangnya akan dikirim siang ini ya pak!"  Seru penjual furniture.


"Ya... jadi teknisi akan langsung pasang ya?" Alex memperhatikan detail perabot yang baru dibelinya.


Sofa baru yang akan diletakkan di ruang tengah, Meja dan kursi makan, kulkas dua pintu, dan perabot lainnya. Jessy puas dan bahagia dengan bayangan rumah tangga barunya.


Jessy  merasa kehidupan rumah tangganya akan bahagia dengan pria yang memang berusia dua kali umurnya. Pria yang lebih dewasa tentu akan banyak mengalah. Itu adalah salah satu dasar pertimbangan Jessy ketika menerima lamaran Alex. Terlebih Alex -lah yang mengobati dirinya karena semua luka yang disebabkan Ballawa.


"Terimakasih ya Al.... kamu  baik sekali, ini beneran gak papa nih aku belanja sebanyak ini? ", aku  yang pilih semua barang-barang ini?" Uangmu habis banyak dong!" Jessy  setengah berbisik di samping Al dan pria itu tersenyum manis padanya.


'.Ini kan untuk rumah kita sayang, aku ingin kamu betah di rumah kita bukan di salonmu lagi... kamu suka kan?" Ada lagi yang kurang, sayang ? "


"Gak sih... kan rumah itu sudah ada beberapa furniturenya dan perabot sudah ada, tapi ini hanya untuk melengkapi beberapa ruang yang masih kosong saja... tapi Al.... apa aku gak keterlaluan belanja sebanyak ini?"... aku ini ko seperti orang kaya, belanja asal tunjuk!"


"Ha.... ha... kamu bisa aja, Jessy!"  Oh iya, kita mau makan di mana sebelum pulang ke rumah?"


"Terserah sih... tapi kayaknya makan ikan bakar di Restoran Sunda yang dekat kecamatan itu enak juga, Al?'


"Ayuk kita makan siang disitu, dan sekalian kita belikan ikan bakar untuk ayah dan Jenny!"


"Ayooo... sudah lapar juga nih, Al.."


 


*****


 


Sofa  baru berwarna coklat tua itu terasa nyaman untuk tempat santai pasangan suami istri yang baru menikah beberapa hari yang lalu. Televisi masih menyala ketika Jessy  datang membawa potongan buah apel yang sudah di kupas untuk diberikan pada Alex yang sedang menonton berita malam.


"Al... bagus kan kursi pilihanku?" Nyaman gak ?" Apa sesuai dengan kata-kata iklan di TV ... -Kalau sudah duduk , pasti lupa berdiri- " Jessy berkata sambil menyerahkan piring buah untuk dinikmati mereka malam itu.


"Iya... memang enak ko duduk di sofa ini, sayang!"


"Al... boleh tanya gak? "

__ADS_1


"Tanya apa sih Jess?" Tanya aja!" Alex menjawab santai sambil  terus menonton berita malam yang menayangkan perampokan di daerah Surabaya yang menayangkan korban jiwa cukup banyak.


"Tiga malam ini, kamu sebenarnya kemana sih?" Aku khawatir sekali, Al..."  Jessy menatap suaminya yang belum menyadari pertanyaannya.


"Ada perlu sih., soal pekerjaan kantor " Alex berusaha menjawab dengan diplomatis.


"Al... aku mau kamu jawab jujur dan lihat aku... biarkan aku bisa melihat mata hatimu!" Jessy berkata sambil mengambil remote TV dan mematikannya, dan tindakannya itu membuat Alex menoleh dan melihat wajah serius istrinya.


"Kamu sebenarnya kerja  apa sih? " Katakan padaku dengan jujur, Al  !"


"Sayang... aku ini pengusaha beberapa perusahaan... jadi memang urusanku banyak, dan salah satu rekan kerjaku berusaha menjebakku dengan membakar salah satu perusahaanku di Bandung... dan sebelum dia kabur, aku dan Dede harus membereskannya."


"Membereskannya?"


Alex terkejut  dan menyadari bahwa dia salah bicara tapi dengan tenang dan percaya diri dia memperbaiki kalimatnya dan mengetahui bahwa Jessy bukan wanita biasa, Dia harus mampu memfokuskan pikirannya dan menatap mata istrinya untuk meyakinkannya.


"Aku menjebaknya balik, Jessy..... dan membawa pengacau itu  ke markas polda Jabar di Bandung... ' kan kamu tahu kalo kita melaporkan ke polisi itu, urusan kita gak bisa selesai satu hari... sesungguhnya kami  akhirnya membuatnya di penjara dan ini masih akan berlanjut, kamu bisa melihatnya nanti  jika kita pergi ke  Bandung!"


Jessy trediam dan fokus, Dia berusaha melihat mata hati Alex dan ia melihat di dalamnya sekelebat bayangan  memang pria itu sedang bersama Dede di kantor polisi. Jessy tersenyum melihat penglihatan tentang suaminya itu. Dia bukan penjahat yang seperti Ballawa bilang tentang Alex.


Jessy tidak menyadari ketika Alex sudah menarik tubuhnya semakin mendekat dan pria itu memiringkan kepalanya untuk menciumnya kembali yang kedua kali di hari ini setelah pagi-pagi bangun tidur di kamarnya.


Memang pria itu berhak atas dirinya, karena beberapa hari yang lalu menikahinya dan mereka sudah sah jika mereka melakukan itu.


Jessy memang masih perawan tetapi bukan berarti dia tidak mengerti sama sekali apa yang  akan dilakukan Alex padanya.


Pria ini sudah pernah menikah dan  istri sebelumnya sudah  meninggal. Tapi  Alex adalah pria yang berpengalaman dan pasti sudah mampu menaklukan banyak wanita.  Alex adalah seorang duda yang keren, kaya dan terkesan pendiam sehingga sangat menarik hati banyak perempuan . Cuma Alex memilihnya dan bukan memilih wanita lain. begitu pemikiran Jessy akan pria yang sedang sibuk menciumnya.


Dengan perlahan tangan Alex menyusup ke  dalam pakaian yang Jessy kenakan dan menyentuh bagian tubuh yang masih tertutup kain berenda itu.


"Al...


" Boleh aku melakukannya malam ini sayang?"


Jessy mengangguk dan  wajahnya semakin merona ketika Alex  segera bangkit serta mengangkat tubuh Jessy dengan mudahnya seraya ia adalah sebuah bantal guling.


"Mau kemana Al ?"


"Kamar kita...gak mungkin kan aku kasih pengalaman pertama kamu di sofa ini,... aku ingin membawamu merasakan surga dunia bersamaku, Jess!"


Ucapan Alex itu membuat Jessy merona dan dia membiarkan suaminya mengangkatnya dan merebahkan diri di atas ranjang yang berada di kamar utama di rumah baru mereka.


Meski Alex sudah berumur dua kali lipat dari umur Jessy, tapi porposi tubuh atletis Alex  sungguh membuat Jessy kagum akan bentuk tubuh prianya karena ia rajin berolahraga.


Pengalaman memang membuktikan Alex sudah mahir dan tak butuh waktu lama baginya untuk membuat istrinya polos di bawah kungkungannya .


Ciuman itu bermula dari kening dan semakin turun membuat Jessy makin terlena akan perlakuan Alex yang menyayanginya. Gelayar asing mulai terasa di sekujur tubuhJessy, dan ia sudah tidak mampu mengendalikan jantungnya yang berdetak makin kencang dan tak beraturan ketika Alex makin intens mencecap tubuhnnya.


'Al... " Jessy yang nyaris gila akibat sensasi luar biasa nikmat yang diberikan Alex membuat sang pria makin percaya diri dengan semua tindakannya.


Jemari Alex menyapa pusat tubuh itu dengan sentuhan ringan sebelum akhirnya makin masuk dan membuat Jessy yang mulai basahpun  memekik pelan.

__ADS_1


"Sakitkah sayang?" Maaf... tapi aku sangat mengingininya.. sayang!"


"Gak sih cuma...  teruskanlah..." Jessy  yang awalnya menggeleng karena bukan dalam arti sebenar-benarnya, karena rasanya agak tidak nyaman ketika seseorang menyentuhnya seintim ini. Tatapan mata Alex yang sudah sangat berkabut dan mengingininya membuat Jessy menyadari bahwa ia harus melakukan tugasnya malam ini.


Alex kembali merunduk dan mencium istrinya dengan lembut supaya ia  lebih rileks dan membuat akhirnya Jessy menikmati perlakuannya hingga akhirnya pria itu mulai memasuki Jessy dengan perlahan dan  tak lama kemudian semakin cepat , kemudian dengan satu entakan yang keras akhirnya ia berhasil masuk sempurna.


"Aaa....aarrggghhhh  Al " teriakan Jessy menahan sakit dan buliran bening kelaur dari sudut mata Jessy, nafasnya pendek-pendek merasakan penuh sesak di bawahnya. Ia merasa dirinya hampir terbelah tapi pria itu menciumnya.


"Sebentar lagi kamu akan menikmatinya sayang...tahan sedikit !" Alex kembali mengayun tubuhnya dan gerakannya menjadi lebih lembut hingga akhirnya ******* Jessy pun keluar kembali dan mereka dapat merasakan kenikmatian dunia yang mereka jalani bersama.


 


*****


 


 


Jessy terbangun di pagi hari  dengan tubuh yang pegal-pegal tetapi ia merasakan kehangatan dari pelukan suaminya. Ia menoleh ke belakangnya dan mendapati Alex masih tertidur dengan nyaman. Pria itu benar-benar menyalurkan hasratnya dan membuatnya kelelahan tadi malam akibat ulah nakal Alex.


Semalam setelah dua kali pria itu memasukinya, ia hanya menurut saja ketika Alex membantunya membersihkan diri dan memakaikan pakaiannya.


Dengan hati-hati ia mengurai pelukan Alex di pinggangnya dan beranjak menuju kamar mandi. Langkahnya sedikit tertatih karena rasa perih dan nyeri yang dirasakannya pagi ini.


Ketika sedang menggunakan sabun mandi untuk membersihkan tubuhnya, Jessy merasa melihat sekelebat bayangan Ballawa yang menatap tajam padanya. Ditepisnya segera tapi bayangan itu kembali lagi.


"Maaf Al... sekarang dia suamiku !" Bisik Jessy pelan. "Aku mau melepasmu dan melupakanmu Al... maafkan aku, Ballawa " Jessy sedikit terisak dan segera menyiram tubuhnya dengan air dingin untuk menyegarkan paginya dan memulai aktifitas paginya kembali.


 


 


 


*****


 


Happy Reading temans. Bolehkan tinggalkan jejak di sini?"  Apapun itu, boleh berupa  like, poin , hadah ataupun vote. Thanks a lot guys !"


:


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2