
Kau yang selalu mengajarkanku dan menekankanku untuk bisa bertahan, berani dan bersyukur atas apa yang kumiliki. Kau yang paling mengerti aku !"
*****
Ballawa sedang duduk di kursi samping Andre yang sedang fokus mengemudi mobil menuju Palembang. Mereka sudah 2 hari perjalanan dan semua penumpang di mobil itu cukup lelah menghadapi sikap Mas Pram yang sering moody.
Di kursi penumpang tengah terdapat mas Pram yang duduk nyaman sendiri, sementara dikursi belakang terdapat Leeroy dan Dody, yang ditemani oleh 1 kandang cukup besar yang berisi 2 ekor ayam jantan dan 4 ekor ayam betina yang sering ribut bergantian.
"Leeroy.... " Panggil Mas Pram dengan mata terpejam.
"Ya Mas Pram, "jawab Leeroy yang sambil memegang kandang ayam agar tidak terjatuh menimpanya karena terdorong oleh Dody yang tertidur si sisi satunya dan menyenggol kandang itu.
"Kita mampir dulu ke tempat kakek, kamu masih ingat tempatnya waktu itu?" Mas Pram berkata seolah mereka berdua sudah pernah mengunjungi kakeknya.
"Kakek?" Leeroy berusaha mengingat-ingat apakah mereka pernah mengunjungi kakek sewaktu ia ditugaskan bersama waktu itu.
"Kakek siapa ya, mas? maaf aku agak lupa, bisa dibantu ?" Ujar Leeroy kembali.
"Kakek yang sering ditelpon ayahku... katanya dia punya pesantren di Bengkalis sini, sebelum kita ke Palembang, aku mau kita mampir dulu ke tempat itu,"
"Oh... maksudnya Mas Pram adalah Kiyai Umar... baik kita akan mampir dulu ke Bengkalis, Mas Pram... aku tahu, karena pernah diminta untuk mendampingi ayah mas Pram, untuk berkunjung. dan menengok beliau" Leeroy akhirnya menyadari kakek yang dimaksud oleh mas Pram adalah seorang pimpinan pesantren di Bengkalis.
"Mas Pram, lokasinya pesantren sudah tidak jauh lagi, tapi biasanya jika sudah datang pada sore hari, kita akan diminta menginap mas, gimana?" Apakah mas Pram mau menginap disitu ?"
"Ya menginap saja," Ujar mas Pram. " Dulu aku pernah menginap disana!"
"baik mas Pram," Sahut Leeroy.
"Ball,... nanti di begitu ada petunjuk arah pesantren "Al Hikmah, kamu ikuti arahnya ya, kita akan mengunjungi Kiyai Umar... kau bilang kita adalah calon muridnya, jika ditanya petugas depan pesantren,"
"oke." Sahut Ballawa santai. 'Kurasa aku juga ingin menemui kiyai itu, dia sangat terkenal, tapi mungkin agak sulit jika kita tidak membuat janji!"
'Kau tidak boleh menemuinya Ball" Sahut Mas Pram dengan emosi. 'Hanya aku yang boleh menemuinya, kau dan yang lain tunggu aku di luar pondok !"
" Baik mas Pram !' Ballawa menjawab dengan sedikit terkejut dan menahan rasa terkejutnya.
Benar seperti perkiraan Leeroy, bahwa sekitar satu jam mereka tiba di Pondok Pesantren Al Hikmah, mobil melaju memasuki area pesantren. Dan tanpa banyak hambatan mereka langsung diijinkan masuk ke dalam pesantren karena hari masih sore dan kiyai Umar memang sudah menunggu kedatangan mereka.
Leeroy terkejut karena ternyata Mas Pram, sudah menghubungi kiyai Umar terlebih dahulu dan pria itu lebih hapal bangunan yang ada di pesantren ini, apakah mas Pram pernah menempuh pendidikan di sini. Namun ditepisnya pertanyaan itu di dalam hatinya, karena yakin mas Pram tidak pernah mau menjawab pertanyaannya.
"Dody, ayam -ayam itu kamu kasih ke orang pesantren ya, biar mereka bisa mengurusnya... katakan oleh-oleh dari kandang ayam ku yang di Jakarta," Mas Pram berkata sambil keluar dari mobil.
"Baik Mas Pram," Sahut Dody sambil membawa kandang ayam ke salah satu ruangan administrasi untuk menghubungi pengelolanya.
Sementara mas Pram langsung menuju bagian belakang sebuah pendopo di dekat pintu samping ruang administrasi.
" Ingat , kalian tidak boleh ada yang mengikutiku, kalian tunggu di pendopo khusus tamu, tidak ada yang boleh berbuat keributan.. . aku akan menemui kakekku terlebih dahulu," Pram berkata sambil berjalan meninggalkan para pendampingnya dan memasuki ruangan pesantren itu sendirian.
Di kebun belakang , di sofa panjang, tampak pria sepuh sedang berbaring dan menikmati semilir angin sore. Pria itu seolah tertidur dan di sampingnya ada suara radio yang memutarkan lagu keroncong.
"kakek... kakek, aku pulang !"
Pria yang berbaring itu terkejut mendengar suara yang khas dan sudah lama tidak didengarnya. Ia langsung berupaya bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Pram... Pramono...?" Pramono kau kah itu?" Kau sudah datang, nak !"
"Iya kakek, aku pulang !" Ini aku Pramono," Sahut Pramono dengan terharu dan memandang pria yang sudah hampir 3 tahun tidak dilihatnya.
Pria yang pernah menyelamatkan nyawanya dan benar-benar menjaganya sedari ia kecil. Pria yang mengajari ibunya dan menjaganya setelah ibunya meninggal akibat melahirkannya.
"oh... cucuku yang bandel itu akhirnya kamu bisa pulang,... ayo temani aku ke makam ibumu!" aku sudah menunggumu dari kemarin... aku senang kau bisa datang, Pram !" Kiyai Umar berkata matanya dengan sedikit berkaca-kaca.
"Iya kakek, maaf , tapi memang sulit mendapatkan ijin ayah dan ibu, mereka tidak tahu aku ke mari... aku sudah tidak pulang setelah kejadian itu kakek... bagaimana kabar kakek ?"
"Aku sudah tua dan aku puas sudah melihatmu sehat, Pram. aku sekarang sudah siap mati jika sudah melihatmu kembali... aku senang, kamu baik baik saja... kamu harus jadi pria yang kuat dan hebat, Pram !" Biarkan saja istri dari ayahmu itu seperti itu, tapi sesungguhnya , aku lihat Ayahmu benar-benar menyayangimu,.... tapi sudahlah jangan bahas mereka !"
"Iya kakek, ayo kita kunjungi makam mama Yona !"
"Ayo... kamu menginap disini kan Pram?"
"Iya kakek," Sahut Pramono dengan bahagia dan memeluk kakeknya.
*****
Malam harinya Kakek dan cucunya yang beru bertemu kembali menikmati makan malam mereka di meja makan keluarga besar Kiyai Umar.
Kedatangan Pramono disambut meriah dan penuh sukacita oleh keluarga dari kakek Umar. Pak De Septa, istri dan kedua anaknya, menyambutnya dengan hangat. Rasanya seperti dia bagian dari keluarga inti dari Kiyai Umar. Mereka makan sambil bercengkrama dan menanyakan kabar.
Bahkan Bude mengambilkan nasi dan lauk untuknya, hal yang tidak pernah di dapat jika ia makan bersama dengan keluarga ayahnya. Mereka makan dalam diam dan tidak ada sapaan hangat di antara mereka.
Kiyai Umar berterimakasih atas kehadiran Pramono karena telah menyempatkan diri untuk menjenguknya di sisa akhir usianya. Demikian juga keluarga Pak de Septa yang berpamitan setelah makan bersama. Benar-benar seperti bagian dari keluarga ini.
Sang Kiyai merasa umurnya tidak lama lagi,s ehingga meminta Pramono tidur di kamarnya. Malam semakin larut namun kakek dan cucunya masih melanjutkan ngobrol di kamar sang kakek.
"Pram... ingat apapun yang terjadi di hidupmu, Tuhan pasti punya rencana yang indah jadi kamu harus selalu bersyukur, kamu bisa memperoleh segalanya dari ayahmu, meski keluarga besar itu sedikit membedakanmu ...kuharap kamu dapat berbaur dan mengambil hal positif dari apapun yang ayahmu lakukan untukmu !"
"iya kakek, aku ke Palembang juga dalam rangka aku akan buka usaha di Palembang... aku berfikir, aku mau tinggal disana saja dan membuka usaha."
"bagus... emh apakah ayahmu sudah tahu tentang rencanamu?'"
"belum ... aku memang tidak ingin berbicara padanya" biar saja dia berurusan dengan keluarganya itu !" Toh wanita itu akan senang jika aku tidak berada di dekat ayahku itu !"
"Pram... kamu harus berada di dekat ayahmu, biar tidak sia-sia perjuangan ibumu... dia ingin kamu jadi orang yang berhasil dan dapat mencukupi kehidupan keluargamu kelak!"
"Berhasil itu tidak selalu harus di Jakarta, kakek... aku akan berhasil jika aku tidak melihatnya!"
"Baiklah... apakah kamu sudah punya calon istri, Pram?"
"Entahlah ... bisa dikatakan calon istri atau bukan, tapi aku menyukai seorang wanita kakek, cuma ya .. itu, wanita itu agak sulit... gimana ya bilangnya?'
"Kau ingin kakek yang melamarnya?" Akan kakek lakukan, ayo kita lamar dia sebelum dia diambil orang !" kakek masih sanggup mendampingi kamu di tahun ini, Pram!"
"jangan kakek....jangan dulu... dia saat ini sedang marah padaku sekarang !" Nanti saja kakek!"
"Bawakan dia hadiah dan kamu katakan maaf... perempuan itu kalo kita bilang maaf pasti dimaafkan, yang penting kamu mengalah, jika ingin dia menurut padamu !" Kau itu harus banyak menurunkan amarahmu dan segala sifat burukmu jika ingin dia menjadi istrimu!"
"Tapi aku melakukan kesalahan yang fatal, kakek" Pramono berkata pelan dan agak menunduk.
__ADS_1
Pramono merasa malu menceritakan perbuatan buruknya terhadap kekasihnya di depan sang kakek.
"Kamu menduakannya dan dia melihatmu sedang bersama wanita lain?" Atau kau melakukan pelecehan atau memukulnya ,Pram?" Jika kau melakukan itu maka kau agak sulit mendapatkan maafnya... tapi berusahalah, jika ia mencintaimu, pasti akan memaafkanmu !" Katakan pada kakek, apa yang kau lakukan?"
"Aku ... aa aku... emh... aku jahat kakek!" tapi aku akan minta maaf padanya !"
"Iya... tapi kau melakukan kejahatan apa?"
"Sudahlah kakek!" Nanti aku akan membereskannya dan minta maaf padanya," Pramono berusaha menenangkan kakeknya yang sudah lanjut usia. "nanti aku akan membawanya mengunjungi kakek dan ibu!" Sabar ya kakek, dan kuharap kakek tetap sehat dan bisa menjadi waliku !"
Pria tua itu bisa jantungan jika mengetahui bahwa ia memperk**a kekasihnya itu dan mengusir sang kekasih setelah ia menidurinya. Tindakan bodohnya akibat Marisa, sang kakak, memberinya obat perangsang dan membuat dia jadi khilaf dan melakukan tindakan bodoh.
"Pram... aku benar-benar sayang padamu, aku ingin kamu berhasil jadi orang , terserah kamu ada di mana, tapi lakukan yang terbaik dan kamu harus jadi orang baik, jangan ikuti langkah ayahmu dan keluarganya !"
"Aku tahu kakek, makanya aku mau tinggal di Palembang dan memulai hidup baru, jika aku berhasil aku akan membawa wanita itu untuk menemaniku sampai akhir hidupku !"
"Aku selalu mendoakanmu, Pram... kamu itu sebenarnya anak baik, cuma karena kamu tidak memiliki keluarga yang utuh, jadi agak sedikit kacau, aku cuma berharap selagi aku hidup,..... aku berharap bisa menjadi walimu untuk menyaksikan pernikahanmu!"
" Kakek, cuma kakek yang selalu mengajarkanku dan menekankanku untuk bisa bertahan, berani dan bersyukur atas apa yang kumiliki. Kakekyang paling mengerti aku !"... aku mendoakanmu kakek, agar bisa menjadi wali pernikahanku!"
'Amin...
*****
Happy Reading Guys!" Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini !" Thanks a lot ya !"
"
:
__ADS_1