Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
16. Illegal work


__ADS_3

Kesabaran dan kerja keras akan membuahkan hasil, jangan pernah ragu atau kehilangan kepercayaan pada dirimu sendiri, jalani tekadmu dan berusahalah untuk sukses.


 


*****


Setelah proses pemakaman Pak Prawiro selesai,  Handoyo mengajak ibu Prawiro dan Deasy di rumah kecilnya yang berada di pinggiran kota Lampung. Rumah itu dilewati oleh angkutan umum sehingga memudahkan Deasy untuk mencapai sekolahnya di tengah kota Lampung.


"Bu Prawiro.... rumah ini memang milikku...kuharap kalian mau tinggal di sini.... aku memang jarang pulang ke Lampung... tinggallah disini selama kalian mau...aku tidak akan menuntut apapun dari kalian...aku cukup bahagia jika kalian mengganggapku keluarga...karena memang dari dahulu , aku tidak mempunyai keluarga, "Ujar Handoyo kepada dua wanita yang berbeda umur itu.


"Terimakasih nak Handoyo... maafkan kami merepotkanmu...cuma memang Bapak semenjak masuk rumah sakit dan kami tidak bisa menghubungi Alfian, dia selalu bilang... cuma tinggal kamulah harapannya untuk membantu kami.... keluarga kami banyak yang tidak mampu...


"Bu.... dulu pak Prawiro selalu menekankan kepadaku selagi aku masih SMA bahwa Kesabaran dan kerja keras akan membuahkan hasil, jangan pernah ragu atau kehilangan kepercayaan pada dirimu sendiri, jalani tekadmu dan berusahalah untuk sukses... itu adalah peganganku...kuharap Alfian dan Deasy juga akan melakukan hal yang sama yang sesuai dikatakan oleh Bapak Prawiro... Malam ini aku akan berangkat bu, karena besok aku akan kerja kembali...


"Baiklah nak Handoyo... terimakasih banyak telah mengijinkan kami tinggal dan membantu biaya pemakaman Bapak..... jika ada waktu .... sesekali mampir kemari juga...kamu kuanggap anakku...bahkan kalo boleh berharap kamu bisa menjadi mantuku..."Ujar Bu Prawiro lirih.


Deasy menunduk mendengar perkataan ibunya. Sesungguhnya ia malu terhadap pria yang berbeda umur 10 tahun itu. Saat ini ia masih kelas 3 SMP umurnya masih 15 tahun dan yang dibahas baru rasa suka terhadap teman sekelasnya. Rasanya aneh jika ibunya membahas masalah jodoh atau sejenisnya.


"Bu... bukan aku menolak... Cintaku cuma satu dan itu untuk almarhum istriku, Lidya.... dan untuk adik Deasy, kurasa masa depannya masih panjang, dia akan sukses dan dapat menemukan pria baik untuknya.


"Semoga.... tapi rasanya almarhum Pak Prawiro akan bahagia jika kamu yang menikahi putrinya...


"Bu.... anggap saja aku anak lelakimu saja dan kakak dari Deasy dan Alfian... aku merasa tak bisa.... pekerjaanku tidak baik danaku tidak bisa menceritakan lebih panjang...ibu tinggal baik-baik di sini.... emh ada sedikit uang untuk kalian tinggal disini...setiap bulan aku akan kirim wesel untuk biaya kalian.... dan jika aku ada waktu aku akan cari Alfian untuk Ibu dan Deasy... tetap sehat dan mohon jaga diri dengan baik.


"baiklah nak Handoyo... kamu hati-hati dan jika bisa  dan memungkinkan, beralihlah ke pekerjaan yang baik...ibu tidak tahu pekerjaaanmu tapi ibu dan Deasy akan mendoakanmu setiap malam.... tidak mengapa kamu tidak menjadi menantu ibu...carilah pengganti Lidya, nak.... dia sudah bahagia di surga sana.


"Tidak bu... aku cuma mau Lidya yang menjadi istriku dan itu tidak akan pernah berubah.


"Baiklah nak.... semoga kamu bisa menjalani hidupmu dengan baik... tapi bolehkah ibu selalu mendoakan dirimu agar selalu baik dan berada di jalan yang benar.


"Terimakasih bu.... terimakasih jika ibu mau mendoakanku," Ujar Handoyo.


Handoyo memeluk Ibu Prawiro sebelum pergi dari rumah miliknya. Ketika melewati Deasy, ia memegang kepala anak perempuan itu sambil berkata,


"Belajar yang rajin dan patuhlah dengan ibumu!" Kamu harus belajar sukses agar bisa membanggakan orang tuamu!" Ujar Handoyo dengan bijak


"Baik mas, terimakasih," Deasy tersenyum dan menatap kepergian Handoyo sambil merangkul ibunya.

__ADS_1


Rumah itu tidak besar dan hanya memiliki satu kamar. Namun memiliki halaman yang cukup luas dan dapat ditanami beberapa sayuran untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil itu. Mereka adalah orang sederhana yang mampu bersyukur atas apa yang masih dimiliki dan terus berharap pada Yang Maha Kuasa agar keluarga mereka dilindungi dan dimurahkan rejeki.


*****


 


Handoyo segera menjalankan kendaraanya meninggalkan kota Lampung. Ia menuju Pelabuhan Bakauheni. Dalam perjalanan itu,mobil yang  dikendarai oleh Handoyo ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil hitam lainnya. Handoyo langsung menepikan mobilnya untuk mellihat seberapa parah kerusakannya.


Pengandara mobil yang menabrak mobil Handoyo juga turun. Mereka berdua bertatapan tajam. Tidak ada raut wajah bersalah dari pengandara itu.


"Kenapa Kau tabrak mobilku ?" Handoyo berkata dengan sedikit keras dan pandangannya tidak suka.


"Kamu nyetirnya sembarangan..... jadi aku yang ngerem mendadak... gak usah cerewet, aku bisa perbaiki mobilmu... aku punya bengkel... apapun bisa kupermak jadi indah.... wajah jelekmu juga bisa kubetulin di bengkelku...ayo kesana....kamu ikutin aku, " Ujar Pria itu.


"Kau bayar saja biaya kerusakan... dan aku akan betulin mobil ini di Jakarta.... aku akan betulin sendiri..


"Sombong bener...ini mobil dulu aku yang permak...ini awalnya mobil curian.... sini aku buktikan.....lihat di balik tutup kap depan , dekat kabel aki, ada coretan namaku.... kau lihat saja sendiri.... dan di bawah jokmu, coba angkat... ada pita dan di dekat pita itu ada namaku.... cek saja... aku tunggu disini!"  Pria itu berkata sambil berdiri di dekat mobil milik Handoyo.


Handoyo terdiam. Ia sedikit ragu. Dulu ia mendapati mobil ini memang dengan harga di bawah pasaran. Kebutuhan untuk mempermudah langkahnya, dan tawaran hebat tentang kecanggihan mobil ini di tahun 1992 membuatnya berfikir bahwa ada mobil bagus dan murah. Handoyo  memang tidak mengecek surat kendaraan sebelumnya. Sedikit kesal ada di wajah Handoyo. Rupanya aku bisa tertipu.


Segera Ia memeriksa kap depan mobilnya, pria itu berkata di dekat kabel aki, ada coretan dan tertulis namanya. Dan ternyata ada sebuah nama... "UDIN".


"Jadi namamu.... udin?"


"Hemm... sudah kubilang... ini mobil pertama yang kureparasi.... bagaimana keren kan? Mobil ini memiliki mesin yang terbaru di tahun 1992... dan irit bensin...bener kan? Aku cuma ingin menambah kehebatan mobil ini...kau belum pernah disetop polisi kan ketika kamu melintas...aku hebat dalam menyamarkannya.


"Ya... sekarang ajak aku ke bengkelmu, Udin," Handoyo berusaha mengikuti omongan pria yang baru dikenalnya,


"SIp dah....


 


*****


Bengkel itu tidak seperti bengkel. Melainkan sebuah gudang besar dengan bagian depan yang mengklamufase berupa  toko sembako besar dengan beberapa pegawai disitu yang sedang sibuk merapihkan perbekalan dan pegawai yang lain sedang melayani pesanan dari pembeli.


Handoyo memperhatikan Udin dengan lebih mendetail. Pria itu mungkin berumur sebaya dengannya, tapi berjalan dengan langkah sedikit pincang. Ada yang aneh dari pria yang baru dikenalnya.

__ADS_1


"Kenapa kakimu?' Handoyo akhirnya bertanya dengan lebih mendetail.


"Kena timah panas polisi, ketika ngambil mobil ini..... mobil ini awalnya milik anak orang penting di  Sumatra Selatan.... tapi karena tuh anak sombong dan nolak cintaku... ya aku embat saja mobilnya dan kujeburkan ke dalam jurang sana.... dan akhirnya aku dapat hadiah ini dan dikurung 9 bulan  ..makanya aku selalu ingat mobil ini.


"Jadi maksudmu, kau ingin memiliki mobil ini kembali?'


"Tidak... aku hanya ingin meminta tolong padamu.... untuk memberikanku pekerjaan yang berbeda tapi tidak berbahaya dan menghasilkan uang ...aku bisa jaga rahasiamu!"


"Maksudmu?"


"Aku melihat apa yang kau lakukan ketika membakar jendral dan anaknya itu dan kau berjalan kaki menaiki mobil ini.... terus kau ke pantai "Sari ringgung" Benar kan?"


"Kau ... kenapa kau tidak melaporkanku?" Handoyo terkejut mendengar ucapan Udin yang memang merupakan saksi mata yang tidak di prediksinya. "kau ada di sana?"


"Aku sebenarnya melihat dari kau turun dari mobil ini.... dan berjalan kaki menuju mobil sewaan...kau ke rumah Andi.... terus kau naik mobil Andi bersama Andi,,,, dan terus ya peristiwa itu di alun-alun.... tapi aku suka melihat gayamu membereskan si Andi...   Karena aku tidak suka sama si Andi itu.... dia yang membuatku tertangkap karena mobil ini.... dia juga yang membawa anak gadis dari orang penting di Sumsel itu dan menjadikan gundiknya.... akh....biarkan saja jika dia memang mau gundik ataupun apanya...aku tidak peduli! dasar wanita bodoh!"


"Benarkah?"


"Ya... aku tidak peduli...aku ingin berterimakasih padamu karena membereskan si Andi itu !"  Hemm... bisakah kau mengajakku untuk bekerja bersamamu..... aku rekan yang bisa diandalkan...aku bisa membuat topeng meniru wajah siapapun dan itu bisa mendukung pekerjaanmu!"


"aku cuma pekerja di pabrik.... salah orang kau!' Handoyo masih berdalih.


" aku sebenarnya punya satu tawaran  pekerjaan besar untuk membereskan orang penting itu.... ada yang bersedia membayar 500 juta rupiah untuk setiap kepala yang bisa kau tebas ..... tapi aku tidak punya kebranian untuk melakukan pembunuhan.


"Kau yakin ada yang berani membayar itu?" Handoyo mulai tertarik.


"Aku bisa mengenalkannya padamu.... tapi bisakah kita berteman ?"


"Ya Udin, Kau bisa panggil aku Handoyo!"


 


 


******


Happy Reading Guys, terimakasih telah berbaik hati membacanya. Bolehkah  tinggalkan jejak di sini?"

__ADS_1


 


 


__ADS_2