Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
66. Part of Past


__ADS_3

Tuhan tidak pernah menutup satu pintu tanpa membuka pintu yang lebih besar dan lebih baik. Tetap bertahan dan selalu setia padanya, karena ia akan memberikanmu jalan keluar atas setiap masalahmu!"


 


 


*****


 


Nadia masih menonton televisi di kamar hotel  sambil  menunggu Handoyo yang sedang mandi . Pria itu sebelumnya  menjanjikan bahwa kegiatan mandi dan aktifitas lainnya akan cepat dan itu dibuktikan pria itu, keluar dari kamar mandi tidak sampai 10 menit.


Aroma sampo dan sabun mandi langsung menguap  memenuhi kamar ketika Handoyo keluar dengan menggunakan kaos putih dan celana jeans selutut. Cukup berbeda dari Handoyo yang di masa lalu dengan pekerjaan yang serius. Nadia hanya memperhatikan dengan seksama hingga Handoyo mengajaknya segera ke restoran.


Tak berapa lama, mereka keluar dari kamar hotel menuju restoran hotel yang berada di lantai 1. Janji temu dengan steven yang sedang menanti mereka berdua. Handoyo dan Nadia  berjalan seperti suami istri pada umumnya yang mengesankan mereka adalah pasangan yang harmonis yang sedang menikmati liburan di kota Semarang.


Handoyo masih meletakkan tangannya di pundak Nadia, demikian  juga tangan Nadia masih berada di pinggang Handoyo. Mereka  berdua memasuki ruangan resto dan kedatangan mereka  disambut ramah oleh petugas hotel yang meminta kartu makan breakfast untuk hari itu. Umumnya setiap orang yang menginap di restoran maka akan mendapatkan kartu untuk breakfast.


Setelah memberikan kartu yang dimaksud keduanya memasuki ruangan. Mata Nadia mencari-cari sosok pria yang menunggu mereka dari beberapa menit yang lalu.  Mereka menatap pengunjung yang cukup padat di ruangan itu, hingga menemukan sosok pria di luar ruangan resto .


Stevan duduk di pinggiran resto yang menghadap ke kolam renang. Pria itu sedang menikmati nasi goreng dan ommelet dan menikmati makanan itu dengan tenang. Hingga Nadia dan Handoyo datang dan menghampirinya dengan senyum merekah, ia menyambutnya.


"Duduklah Han ... dan Nadia, bisa kau ambilkan makanan untuk suamimu ini!" Steven berkata dan itu langsung direspon oleh senyuman oleh Nadia.


"Mas Handoyo, suka nasi goreng atau mau makan bubur ayam? Kayaknya enak deh jika pagi  pagi kita makan yang hangat-hangat .. "Nadia bertanya pada Handoyo karena ia sesungguhnya belum mengenal makanan dan apa yang menjadi  pantangan pria itu.


"Apa saja yang menurutmu baik... aku bisa makan apa saja, Nad.... dan terimakasih ya!"  Handoyo merasa tidak enak merepotkan Nadia, namun ia melihat Stevan sepertinya ingin segera berbicara padanya.


Handoyo memilih duduk diam di seberang tempat Stevan duduk dan menatap pria yang masih sibuk mengunyah . Stevan menatap Handoyo. Stevan adalah pria yang tenang dan berperawakan kurus berkacamata. Kesannya ia adalah orang yang serius . Pria itu menenggak kopinya sebelum ia berbicara.


"Nadia sudah cerita tentangku, Han?" Stevan memulai percakapannya dengan Handoyo.


"Ya... dia bilang kamu adalah orang kepercayaan Big Mama yang mengelola organisasi  ini  dan semua tugas akan diperiksa dan dicek olehmu.... tapi detail organisasi  sesungguhnya belum tahu,"

__ADS_1


"Baiklah... saya baru akan menjelaskan detail organisasi  setelah tugas kedua, kalian  bereskan ... Big Mama kagum sama kehebatanmu dan dia memberikan hadiah ini untukmu biar lebih semangat , itu pesannya .... tapi nanti saja dibukanya tidak di ruangan ini, " Stevan sambil menyodorkan sebuah amplop coklat besar .  " Tugas kedua kalian adalah  akan  dilakukan di  daerah Medan.... kamu dan Nadia masih berperan yang sama cuma kali ini tidak boleh menginap di hotel yang besar, dan kalian harus benar-benar menyamar serta tidak terlihat media, karena tugas yang ini sudah membuat rekan Sasongko waspada.... mereka beranggota ada sekitar lima belas orang dan kuyakin kau bisa membereskannya tapi ada satu yang memang ahli senjata.


'Apakah  Ada foto-foto  dari orang yang harus kami bereskan ?"  Handoyo bertanya dengan lebih lugas.


"Ini untuk tugas keduanya, hanya secara umum dan kalian memang yang harus membereskan hingga benar-benar bersih.... Dan uang perjalanan sudah ditransfer ke rekening Nadia, dan kalian  juga harus ganti mobil untuk ke Medan ini.... kita bertukar mobil nanti setelah sarapan." Steven mendorong amplop putih kepada Handoyo. "Ingat amplop putih ini akan terbakar otomatis begitu  kalian seelsai membaca dan itu hanya 5 menit setelah memasuki mobil ke dua?"


"Ko bisa ?"


"Ya itu sudah diatur oleh sistem... nanti Nadia akan memperlihatkannya padamu!"


"Berapa lama tugas ini harus selesai dari masa pengamatan sampai eksekusi?"


"Kurang lebih dua minggu ya!" setelah itu kita akan bertemu di Jakarta dan sekalian ada rapat anggota, kamu akan diperkenalkan secara resmi!'


Nadia datang dengan membawa nampan berisi dua porsi bubur ayam dan 1 gelas teh hangat dan 1 gelas kopi untuk Handoyo. Nadia  meletakkan  1 mangkok bubur itu  di depan Handoyo dan di depannya dan meletakan roti panggang di tengah meja untuk dinikmati oleh mereka bertiga.


"Terimakasih Nadia, " Handoyo mengambil sendok yang ada di bubur itu dan langsung menikmatinya.


"Malam ini dan besok pagi aku masih ada di kota Semarang dengan mobil ini, jadi kalian harus sudah jalan ke Medan, Siang ini Nad....


"Big Mama tidak ada pesan untukku ?" Nadia berkata pelan pada Steven.


"Dia bilang kamu harus memainkan tugasmu dengan baik dan pastikan Handoyo bisa mengerjakan semua tugas dengan baik... oh mungkin tentang permintaanmu soal rumah yang di puncak itu?" Steven bertanya sambil menatap Nadia yang terlihat lebih bersemangat ketika membahas rumah yang di Puncak.


"Iya... gimana?"


" Big Mama akhirnya menyetujuinya, asalkan kamu jika dipanggil segera datang,... itu saja sih yang beliau katakan padaku!"


"Tentu saja, kau kan mengenal bagaimana aku selalu ontime, Stev!" Nadia  berkata sambil terus menyuap bubur ke dalam mulutnya.


"Tugas di Medan itu, apakah masih dengan timnya Sasongko?'


"Hemm... tapi ini mereka adalah sekumpulan preman juga , itu harus kalian bereskan ya!"

__ADS_1


Pagi itu kegiatan makan mereka dilakukan dengan santai, karena memang Steven baru memiliki kegiatan siang hari dan itu bersamaan dengan keberangkatan Handoyo dan Nadia ke Medan. Mereka memang  sedang mengulur waktu hingga pukul 09.00 siang ini.


Setelah sarapan Nadia memilih memasuki kamar hotel untuk membereskan barang-barang mereka. Sementara Handoyo dan Steven turun ke basement untuk bertukar kendaraan. Handoyo berkata akan menjemput Nadia di Lobby hotel.


"Han.... pesan dari  Big Mama, Hadiah itu dia dapatkan dari orang penting dan katanya semua informasi tentangmu masih tersegerl rapih  dan pesannya adalah kau harus menyimpan seluruh foto dengan hati-hati !" Steven membuka percakapannya kembali.


"Apakah sekarang aku sudah boleh membuka amplop coklat ini?" Kenapa semua informasi tentangku tersegel.... apakah ada masalah di masa laluku, Stev?"


"Kemungkinan ya!" Nanti Big mama jika sudah dapat lengkap akan menginformasikan sendiri padamu,,,,


Handoyo membuka amplop  coklat itu dan betapa terkejutnya bahwa itu adalah foto-foto dia semasa di panti asuhan. Ada foto dia ketika masih bayi , foto dia berusia setahun ,foto dia berusia 7 tahun. semua menggambarkan masa lalunya di panti asuhan bersama asuhan ibu panti.


"Apakah big mama mencari foto ini sampai ke panti asuhanku yang dulu?' Aku saja tidak pernah melihatnya.... hebat sekali b=Big Mama, bisa mendapatkannya, selama ini ibu Panti tidak pernah menunjukkannya padaku !"


"Kurasa begitu, Big Mama mencari detail tentangmu  dan mendapatkan foto -foto itu .... bahkan dia bisa lebih dari itu, han.... mungkin saja dia  bisa mengetahui siapa orang tuamu atau yang berkaitan dengan mereka... jadi kuharap kau tidak menyesal  bergabung di organisasi ini , karena tidak akan sia-sia. Lakukan tugasmu dengan baik agar Big Mama tidak menyesal membantumu!"


"Baiklah Steven... terimakasih atas penjelasnnya... kuharap aku bisa membereskan semua tugas dengan baik,"


 


 


 


*****


Happy Reading Guys!"


Terimakasih telah membacanya dan bolehkan tinggalkan jejak kalian disini?" Thanks a lot


 


 

__ADS_1


__ADS_2