Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
43. Reputasi buruk ?


__ADS_3

Terkadang, Tuhan menghilangkan sesuatu yang sangat berarti dari genggamanmu, agar kamu menyadari kesalahanmu  dan berusaha menjadi lebih baik.


 


*****


 


 


" Al, kamu tidak punya istri kan? " Tanya Jessy sambil memandang pria yang berusia lima puluh tahunan itu dengan tatapan menyelidik.


Tatapan itu menyentuh hingga menyentuh dasar hati Alex, Jessy mampu mendengarnya kali ini. Dulu ketika ia menjalin kasih dengan "Ballawa" ia tidak mampu menggunakannya. Apakah karena dulu Jessy dibutakan cinta pada pria dayak itu.


"Aku seorang duda, istriku meninggal dua tahun yang lalu...


"Berarti tidak ada yang akan marah jika kita menjalin hubungan ataupun akhirnya kita bisa bersama?'


Jess, kamu tidak akan bisa menjalin hubungan cinta yang baik jika kamu masih terlilit masa lalu yang kelam, Maafkan dia dan  melangkahlah bersamaku!" Ujar Alex sambil melirik pria yang sedang menunggu mereka di ujung lorong itu.


Jessy mengikuti ujung mata Alex dan melihat "Al " yang sedang bersandar dan memang menunggunya. Pria yang masih mampu menggetarkan hatinya namun melukainya begitu dalam. Ditatapnya kembali Alex yang menarik jemari tangannya untuk menghampiri Al.


"Kamu mau mengajariku untuk melupakannya Al?' Tanya Jessy sambil melihat penuh kepastian pada pria yang menggenggam jemarinya erat.


"Kita akan menalaninya bersama Jess...!" Sahut Alex dengan penuh kepastian.


Ketika posisi Jessy dan Alex semakin mendekati ujung lorong, Ballawa terlihat gusar. Diperhatikannya jemari keduanya saling berkaitan. Belum lagi di belakang Jessy dan Alex masih ada dua pengacara yang sedang berdiskusi intens. Al menarik nafas untuk mengendalikan amarahnya.


"Jess,.... kita harus bicara!' Ballawa menghadang langkah Jessy dan Alex dan membaut keduanya berhenti demikian juga pengacara yang berada di belakang mereka.

__ADS_1


"Jessy, kamu tidak tahu, siapa yang sedang bersamamu.... sekarang kamu pulang ! Aku akan mengantarmu.."Al berkata dengan nada memerintah dan menatap tajam pada tangan kedua insan yang didepannya.


"Bukan urusan kamu lagi , Al!" Minggir kami mau pulang!" Sahut Jessy sebal.


"Kamu akan terluka jika bersamanya, Jess!' Sahut Al kembali.


"Kamu yang sudah melukaiku Al, bukan dia ataupun mas Han .... kamu yang kupikir orang yang sangat kukenal dan baik padaku, tapi kamu yang jelas-jelas melukaiku dan selalu membuatku menyesal, dia yang kau anggap buruk itu dia yang baik padaku.... dan kupikir aku akan melangkah bersamanya untuk melupakanmu!"


"Aku tahu kesalahanku tidak termaafkan, Jess.... tapi jangan korbankan dirimu berhubungan dengan pria yang baru dikenal, kau tidak tahu jelas siapa yang sekarang bersamamu... bisa saja  dia adalah penjahat... bisa saja dia memang ingin mengambil keuntungan darimu, Jess..!" Aku yang  akan mengantarmu pulang ya!'  Bujuk Al pada Jessy .


Alex mendengus tidak suka sambil memandang pria di depannya yang menghambat langkahnya. Namun ucapan Jessy membuatnya tersenyum.


"Mungkin yang bersamaku sekarang adalah  seorang penjahat dan dia  bukan seperti dirimu yang dari luar terlihat baik dan menggunakan seragam yang mampu membuat wanita langsung jatuh cinta padamu karena kegagahanmu .... tapi bagiku sekarang lebih baik dengan pria baik  yang tidak memiliki istri dan mau mencintaiku daripada dengan wanita beristri yang cuma membuat diriku sakit hati atas pengabaiannya ... kuharap kamu  tidak mempedulikan aku lagi! ... aku sudah memaafkanmu dan aku tidak akan pernah berharap padamu lagi, Al.... diantara kita sudah usai, siang ini!" Jessy menatap pria di depannya.


Jemari Jessy meremas jemari Alex yang masih menggenggamnya seolah butuh kekuatan menghadapi Al.  Kedua Al itu mengerti posisi mereka masing-masing dan tatapan perang sudah hadir di antara mereka.


"Lebih baik kamu hargai kemauan calon istri saya.... dan perlu diingat kamu yang meninggalkannya dulu,.. jadi biarkan dia bahagia dengan pilihannya ," Tegas Alex sambil menatap sinis pada pria berseragam itu.


"Buktikan saja.... jangan banyak bicara! .... dan kumohon tidak mengganggu Jessy lagi, dan  jika anda melewati batas, saya yang akan menghajarmu!"  Ato....Jessy, kita tinggalkan tempat ini!' Sahut Alex cepat dan kemudian ia berjalan dengan menabrak tubuh Ballawa yang memang berdiri di depannya, Alex  menarik  jemari Jessy untuk meninggalkan Al yang masih berdiri menghadangnya dan  membuat pria berseragam coklat itu tidak mampu berkata apapun lagi.


Alex masih menggenggam jemari Jessy ketika menuruni tangga dan diliriknya Jessy yang masih menunduk memperhatikan lantai tangga. Alex yakin, Jessy bukan takut jatuh tergelincir dari tangga tapi masih memikirkan pria yang pernah menjadi masa lalunya.


Dalam langkahnya, Alex menuruni tangga lantai dua mabes Polri itu, ditatapnya Jessy yang seperti anak kecil yang kehilangan pengharapan. Alex dan kedua pengacara itu berpisah di lantai satu dalam diam dan lambaian tangan. Tidak ada komentar dari kedua pria yang mahir berdebat di persidangan. Alex menarik Jessy menuju mobilnya yang diparkir tidak jauh dari lobby.


Diujung pintu masuk, Alex masih melihat bahwa masih ada demonstran yang masih tidak merelakan Handoyo di tahan oleh polisi. Alex mengingat ada teman Jessy yang masih harus dijemputnya, namun wanita di sampingnya ini masih berjalan dalam diam.


"Kamu nggak mau nangis ,Jess?" Tanya Alex pelan. "Kali ini aku akan ijinkan kamu menangisi pria itu untuk yang terakhir kalinya!"


Kata-kata Alex seperti mengaktifkan tombol air mata milik Jessy. yang sejak tadi saat bertemu Ballawa telah di tahannya cadangan air mata itu untuk tumpah. Jessy bukan menangisi perpisahannya dengan Ballawa yang seharusnya sudah terjadi dari gagalnya pernikahan mereka. Jessy menangisi kebodohannya dan tahun tahun meratapnya atas hilangnya Al di kehidupannya.

__ADS_1


Jessy menangis keras kembali di pelukan Alex yang membasahi kemeja pria itu. Ia menangis dengan penuh luka hingga membuat hati Alex ikut merasa sakit dan membuat pria itu berkata dalam hatinya.


"Dia yang melukai hatimu, Jess.... tapi aku yang akan membuatmu sembuh dari luka hatimu dan yang akan  menjagamu, Jessy!" Aku janji aku tidak akan membuatmu menangis seperti ini lagi  dan...kuharap jika kita bersama nanti yang ada adalah air mata kebahagiaan... 'Bisik Al dalam hatinya dan bisikan itu mampu didengar oleh jessy .


Jessy menengadah dan menatap pria itu dengan masih berkaca-kaca. Benarkah kata hati Alex,  Semoga apa yang ada di hati pria ini bukan bohong lagi.


Tuhan sudah cukup pelajaran yang kau berikan tentang rasa kehilangan dan kegagalan dalam menjalin kasih, semoga dia memang pria tepat yang kau kirimkan untukku. Bisik Jessy dan sambil  memeluk kembali Alex. Aku ingin mendapatkan kebahagiaan dalam menjalani hari. Bolehkah dengan pria ini Tuhan?"


"terimakasih Al, semoga kita benar-benar diberikan kemudahan untuk bersama!" Sahut Jessy pelan namun mmapu didengar oleh pria itu.


 


 


 


*****


 


Happy reading temans, semoga dalam keadaan sehat semuanya.


Terimakasih telah berbaik hati membacanya. dan bolehkah tinggalkan jejak disini?"


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2