
*****
"Masih sakit. Ne?' Warmen bertanya setelah melepaskan penyatuan mereka beberapa saat yang lalu. Tubuhnya masih mengukung istrinya dan ditahan oleh tangan dan siku kakinya.
Warmen menatap wanita yang masih berada di bawahnya. Wanita itu mengambil bantal yang ada di kepalanya dan menutupi wajahnya.
"Ne..... kenapa? Sakit sekali ya? Apakah kamu menyesal memberikannya padaku, " Seraut wajah khawatir Warren muncul.melihat wajah wanita yang tidak berpakaian itu ditutupi oleh bantal.
"Bang.... aku malu... bisakah abang bergeser ? aku mau berpakaian, Bang...
"Malu.... kenapa malu?" Aku sudah melihat dan menciumi setiap inchi tubuhmu, Anne... 'Warmen tersenyum mendengar jawaban istrinya dari balik bantal.
"Abang..... bang.... sudahlah...jangan menggodaku lagi!" Anne mengangkat kepala suaminya yang nakal itu." Aku sudah tidak sakit.... aku hanya lapar.... bisakah kita makan sekarang?"
"Baiklah.... tapi setelah makan... bolehkah kita melanjutkan yang tadi?"
"ihh... sudah sana.... aku mau membersihkan diri..."Ujar Anneke sambil mendorong Warmen yang masih terus mengukungnya.
Anneke langsung bangkit dan ketika ia akan berjalan, ia merasa inti tubuhnya sakit. Anneke memegangnya dan tindakan itu tidak luput dari pengamatan Warmen. Pria itu langsung menggendong Anneke ke kamar mandi.
"Akh abang...
"Kita bersihkan bersama.... aku mau mandi bareng kamu ," Ujar Warmen tanpa ragu dan tidak mampu ditolak oleh Anneke. ketika suaminya mengangkatnya ke kamar mandi.
*****
Handoyo baru selesai olahraga lari keliling lapangan di stadion kebon dalam,, Cilegon. Ia melangkahkan kakinya sambil menenggak air mineral saat meninggalkan area lapangan dan berjalan menuju parkiran mobilnya. yang terletak tidak begitu jauh dari pintu keluar.
Baru beberapa langkah meninggalkan pintu keluar, sebuah mobil putih berhenti mendadak di sampingnya.Hingga suara rem mobil berdencit terdengar kencang. Handoyo berkerenyit ketika melihat orang yand duduk di balik kemudi dalam mobil putih itu membuka kaca jendelanya.
"Mas handoyo.... bisa bicara sebentar? " Panggil Sherly dengan lembut.
__ADS_1
Sherly adalah wanita yang dikenal Handoyo di klub menembak, Wanita itu sudah memiliki suami yaitu Direktur dari PT Bima Steel, yang merupakan tempat Handoyo bekerja. Dari pernikahan mereka berdua, setelah hampir 4 tahun, mereka tidak memiliki anak. Sesama anggota Klub menembak sering ngobrol dan keluar untuk jalan bersama dengan rekan se klub menembak. selepas latihan bersama mereka. Terkadang mereka melakukan perjalanan ke luar kota dan mengikuti event turnamen yang menjanjikan hadiah puluhan juta. Handoyo sering memenangkan turnamen itu. Bagi handoyo, uang adalah segalanya. Rekan se-timnya sudah memahami itu.
Handoyo mengangguk dan iapun memasuki mobil putih itu. Sherly menjalankan mobilnya dan berhenti di samping mobil handoyo.
"itu kan mobil Mas Handoyo?" Sherly menunjuk mobil hitam milik Handoyo yang terparkir sempurna.
"Ya......Ada apa? Kenapa kau bisa menemuiku di sini?" Kenapa tidak besok saja ..kan besok ada turnamen di Jakarta..kita bisa bertemu disana dan membereskan beberapa rencana disana.
"Aku ada hal penting yang dibicarakan dengan mas Handoyo....ini agak pribadi......aku mau minta tolong....emh... mas Handoyo kan mengenal suamiku?" Sherly memulai percakapan dengan lebih serius sambil memandang pria yang sedang bingung dengan tindakan teman se-klub nya.
"hemm.... ya dia atasanku di kantor.... tunggu....Apakah Kau minta aku mengamatinya? Aku tidak berminat untuk ikut campur urusan orang lain. Cari saja orang lain yang cocok!" Handoyo langsung berubah ketus.
"Jadi mas Handoyo tahu kan bagaimana kelakuan bejat suamiku di kantor dan di luar kantor?"
"Hemm...
"Aku mau minta tolong pada mas Handoyo bukan untuk mengamati tapi untuk menyingkirkan suamiku?" Aku bisa membayarmu, mas han?" Ini uang sekoper ini untuk mas Handoyo...cukup untuk berhenti bekerja selama 10 tahun dan memulai hidup baru... jika mas handoyo berhasil menolongku.
"Kenapa tidak bercerai saja, Sherly?' Jangan cari masalah.... jika kalian memang sudah tidak cocok cerai saja!" ini bisa berurusn dengan hukum...
"Mas Handoyo , lihatlah.... " Sherly membuka kemeja bagian atasnya dan menurunkan sedikit kemejanya. Ada Garis panjang bekas luka di tubuhnya.
" Kau kenapa? Suamimu yang melakukan itu?"
"Aku nyaris ditebas 3 bulan yang lalu ketika aku mendampratnya soal perselingkuhan dengan artis "Donna".... ketika aku akan melaporkan pada yang berwajib, dia mengancamku akan membunuhkan dan menyebarkan mayatku di lautan.... aku sudah frustasi, mas Handoyo,"Ujar Sherly sambil merapihkan pakaiannya. "Bahkan yang membuatku makin membencinya, dia meminta Donna menginjak perutku..... aku membenci mereka berdua...aku mau mereka semua mati!" teriak Sherly sambil menangis.
"Kami terikat perjanjian, jika salah satu dari kami menceraikan maka kami akan kehilangan hak atas perusahaan... dan perusahaan itu awalnya milik ayahku dan diwariskan padaku... aku yang bodoh dibutakan oleh cinta... tapi dia mempermainkan cintaku dan menjadikan setiap sekretaris di kantor dan beberapa artis dangdut sebagai simpanannya.....bisakah bantu aku menyingkirkannya, Mas Handoyo ?" Tolonglah aku!" Bujuk Sherly dengan sedikit mengiba.
"Kenapa kau pilih aku?" Kenapa tidak teman yang lain?" di klub kita ada yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran...kau mau aku menghubunginya?"
"Ada beberapa alasan kenapa aku memilih mas handoyo ... pertama tembakanmu paling akurat di bandingkan dengan teman yang lain.... dan kau tidak suka bicara pada siapapun soal rahasia apapun....kau terlihat sangat serius bekerja dan tidak mudah sembarangan wanita dekat denganmu.... selain itu...kamu sangat sexy terutama kalo sedang berkeringat seperti ini..... "Sherly mengelus pipi lelaki itu dan menghapus peluh yang masih ada di wajahnya.
Handoyo terdiam mendengar penjelasan Sherly. Handoyo sering memperhatikan tindakan suami Sherly yang mudah membawa wanita di kantor ke hotel. Beberapa karyawan sudah menjadi korbannya. Terakhir istri teman satu messnya yang dipakai Pak Agung, suami Sherly.
"Baiklah.... dua minggu ini kau akan terima kabar baiknya..."Handoyo beranjak bangkit dari kursi dan membuka pintu.
Sherly menarik lengan Handoyo dengan cepat. "Kalau begitu aku akan operasi luka jahitan ini di Singapura, selama misimu akan dijalankan, jadi aku tidak akan mengetahuinya......aku akan mengetahui dari koran tentang kabar baik ini.. dan Kau melupakan koper ini, mas Handoyo," Ujar Sherly sambil menyerahkan koper itu pada handoyo.
"Tapi aku belum berhasil, Sherly!"
"Aku percaya , kamu pasti bisa.........JIka Kau berhasil,...aku akan menghadiahkan sekoper lagi untukmu," Ujar Sherly sambil tersenyum manis. "Aku akan berkunjung ke rumahmu tiga bulan setelah kesuksesanmu dalam menjalankan missi,"
*****
__ADS_1
Agung baru saja keluar dari sebuah hotel berbintang lima di bilangan Jakarta Pusat. Disampingnya tampak Artis bernama Donna sedang mengelayuti lengan pria yang memiliki perut buncit itu.
Mereka tertawa bahagia setelah melakukan penyatuan hasrat mereka dan melupakan wanita lain yang sedang terluka akibat perbuatan mereka. Keduanya saling memandang menuju mobil yang sudah terparkir rapi di depan lobby hotel.
Donna melangkahkan kakinya saat akan memasuki pintu mobil sebelah kiri, sementara Agung sang direktur PT Bima Steel berputar ke pintu sebelah kanan. Saat Agung akan membuka pintu mobil. Sebuah lesatan angin menghampiri keningnya dari samping.
"Dor.... Dor
Kedua tembakan itu tepat berada di kepalanya. Agung terjatuh di samping mobilnya. Darah segar mengalir di pelipisnya ketika Agung terjatuh dan langsung meninggal di tempat.
"Mas Agung.... tolong mas Agung.... panggil ambulans!" Teriakan Donna panik,
Donna segera berlari menuju tempat Agung tergeletak sambil berteriak meminta pertolongan. Teriakan dan suara lesatan angin itu didengar beberapa orang di sekitar lobby depan hotel . Namun Sebuah lesatan angin menghampiri perut wanita itu dua kali.
Dor.... Dor..
Donna terjatuh berlumuran darah di bagian perut. Ia memegang bagian perutnya sebelum terjatuh tepat di samping tubuh Agung.
Dari mobil hitam di seberang hotel Handoyo mengamati sekelompok orang berpakaian satpam. Itu hadiah dari Sherly untuk pengkhiantan kalian. Handoyo menjalankan kendaraannya menuju kota Cilegon.
*****
Happy Reading Guys!!! Bolehkah tinggalkan jejak di sini!
Thanks telah membacanya!
__ADS_1