Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
28. Variasi Hadiah Handoyo


__ADS_3

Menjaga sebuah hati menumbuhkan rasa kepercayaan yang begitu besar di masa depan.


*****


Handoyo baru selesai menjuarai turnamen menembak dan mendapati juara pertama. Sejumlah hadiah uang tunai dan sebuah motor "Honda Astrea Gand" ikut diboyongnya. Rekan-rekan se-timnya mengangkatnya tinggi-tinggi atas pencapaian yang diperolehnya.


Hadiah kejuaraan yang diperoleh perorangan saja sudah mendapatkan sebuah motor dan uang tunai. Belum lagi kejuaraan yang beregu,  Rekan-rekan setimnya begitu bangga akan pencapaian mereka hari ini. Namun sehubungan besok hari kerja dan mereka berasal dari kota yang berbeda , maka mereka mengundurkan waktu pesta kebersamaan mereka pada 2 minggu depan


Saat Handoyo berdiri di podium untuk menerima piala dan hadiah simbolis, ia melihat Alex dan udin mengangkat jempolnya sebelum pergi. Mereka menepati ucapan mereka akan menyaksikan turnamenku. Mereka memang bagian dari keluargaku sekarang. Handoyo merasa bahagia sekali atas kemunculan mereka di moment penting Handoyo.  Mereka tidak bisa muncul bersama di muka umum karena resiko pekerjaan mereka.


Ketika Handoyo  akan memasuki mobilnya ia melihat sebuah amplop coklat bertuliskan namanya. Dibaliknya amplop itu dan tidak ada nama pengirim. Dirobeknya ujung dari  amplop itu dengan segera, terlihat ada sejumlah uang dan sebuah belati kecil dengan ukiran  emas bertuliskan namanya.


Selain uang tunai dan belati , Ada sepucuk surat di dalam amplop itu. Handoyo segera membukanya dengan tidak sabar. Pasti udin yang memasuki mobilku ini, cuma dia yang sanggup melakukan  tindakan seperti ini tanpa merusak.


" Handoyo, aku bangga padamu!"


Belati ini sengaja kupesan sebagai hadiah atas perjuanganmu. sukses selalu dalam setiap turnamen yang diikuti.


Jika kau ada waktu, mampirlah ke Bandung, besok sore kita ngopi bersama.


Hatur nuhun.


\=\=\= Alex \=\=\=


Handoyo tersenyum dan meletakkan hadiah itu di bawah jok tempat duduknya. Ia berencana pulang ke Cilegon, malam itu. Ketika akan menjalankan mobilnya, tiba-tiba sebuah mobil putih berhenti tepat menghalangi mobilnya  melaju, Dari kursi  penumpang keluarlah seorang wanita cantik dan sexy.


Wanita  berkulit kuning langsat yang mebawa tas koper kecil itu menggunakan kaca mata hitam melangkah dengan pasti ke arah samping mobil Handoyo. Dia menggunakan mini dress dan tungkai kaki jenjangnya terlihat indah. Handoyo tidak berkedip memandang wanita yang turun dari mobil itu menuju samping kiri mobilnya. Mobil putihpun melaju meninggalkan wanita cantik itu yang terus melangkah.


Seperti sihir yang menghampiri pandangan Handoyo ketika Kaca pintu mobil Handoyo yang diketuk oleh sang wanita. Handoyo reflek membuka tombol otomatis pada kaca mobilnya. Wanita itu tersenyum ramah padanya. Handoyo bingung apakah ia mengenalnya?"


"Boleh aku masuk mas Handoyo? Aku mau bayar hutang, " Wanita itu mengangkat koper dan menggoyang-goyangkan kopernya sambil  terus tersenyum manis padanya. "Mas Han... ko lupa sama aku?"  Wanita itu memasuki mobil Handoyo dan duduk manis di sampingnya.

__ADS_1


Handoyo terdiam dan tiba-tiba dia teringat pada wanita yang memberikan pekerjaan untuk membereskan suaminya yang selingkuh dengan artis ibukota. Tapi kenapa dia sangat berbeda. Wanita ini menjadi wanita yang teramat cantik dan ada perubahan di pipinya sedikit tirus sehingga terkesan hidungnya makin mancung dan matanya lentik sekali.


"Sherly... apakah kamu Sherly?"  Tanya Handoyo ragu.


"Akhirnya kamu mengingatku....  sedikit operasi jadi terlihat berbeda,  yuk kita bahas masalah pembayaran di rumahku dan oh iya Selamat ya atas prestasimu hari ini, " Sherly tersenyum manis sekali dan Handoyo masih terkesima akan penampilan Sherly yang jauh berbeda.


Sherly yang melihat Handoyo masih menatapnya, ia tersenyum lagi dan mendekati wajah pria itu. Dikecupnya pipi Handoyo bagian kiri dan kanan, hingga pria itu terkejut.


"Itu hadiah atas keberhasilanmu hari ini ya, mas Han ... maaf tadi aku tidak bisa menyaksikan, karena  lagi antri ambil uang di Bank... kau ingatkan apa yang pernah kujanjikan beberapa waktu yang lalu?" Sherly mengingatkan Handoyo jika ia berhasil dalam misinya maka akan ada sekoper uang tunai lagi untuknya.


"Sherly... yang kemarin sudah cukup deh.. gak usah tambah lagi... lagipula kau temanku, jadi jangan terlalu banyak memberi padaku... "Ujar Handoyo pelan. "Kamu mau aku antar kemana?" Kudengar, kau sudah tidak tinggal di rumah itu lagi?"


"Aku harus ganti suasana baru, mas Handoyo... mungkin dua atau tiga bulan lagi akan menikah , maaf aku tidak bisa mengundangmu... tapi aku akan memberikan hadiah lainnya , dan kau bisa ambil di rumahku... antar aku ke rumahku yang di Jakarta, " Bujuk Sherly manja.


"Dimana rumahmu?"  Tunjukkan jalannya.


"Baiklah... sekarang kita keluar dari parkiran dan ambil jalan ke daerah kuningan ya.. " Sherly memulai dengan memberikan petunjuk pada Handoyo.


Tiga puluh menit kemudian, mereka memasuki sebuah rumah cukup megah di komplek yang eksklusif di Selatan Jakarta.  Handoyo memasuki rumah itu mengikuti langkah Sherly dengan tenang. Sherly meninggalkan koper yang tadi dibawanya itu di mobil Handoyo dan pria itu tidak bisa menolaknya lagi karena memang dari sebelum pekerjaan itu dilakukan, Sherly memang sudah menjanjikan akan memberikan satu koper lagi, jika ia berhasil. Handoyo merasa Sehrly terlalu baik padanya.


"Minumlah mas Handoyo, " Sherly meletakan minuman di depan Handoyo dan ia duduk di samping pria itu.


Handoyo meminumnya dan menyisakan sedikit air berwarna merah itu. Handoyo melihat bahwa Sherly sedang  mengamati tindakannya.


"Katakan ada apa lagi, Sher ? " Tanya Handoyo pelan sambil meletakkan gelas.


"Mas handoyo  ingat  gak, sebelum kau melakukan itu ...aku operasi di Singapura?" Tanya Sherly.


"ya... apakah polisi mencurigaimu,Sherly? Kurasa aku melakukan dengan sangat bersih dan mereka tidak mencurigaimu kan?" Kau aman..  lagipula jika polisi mengetahuinya, aku takkan menyebut namamu.


"Iya.. mas Han, aku sangat berterimakasih padamu dan karena itu aku mengoperasi sebagian besar tubuhku termasuk...  emh itu, aku melakukan operasi "virginity"... dan aku ingin memberikannya padamu sebagai tanda terimakasihku, " Sherly berkata pelan dan membuat Handoyo sedikit tersipu dan ia menggaruk kembali kepalanya dan merasa tidak nyaman atas ucapan Sherly.

__ADS_1


Sherly melepaskan mini dress yang digunakannya di depan handoyo, hingga tersisa pakaian dalamnya saja " Kau ingat, waktu itu ada bekas luka pedang  yang memanjang dan menggores di tubuhku... sekarang sudah bersih dan mulus.... emh ,,maukah kamu menikmati malam ini bersamaku, Mas Han?"


Handoyo terkesima dengan tindakan Sehrly, sesungguhnya ia tergoda tapi rasanya ia tidak mampu melakukan itu dengan temannya.


Handoyo  merasa malu jika harus menyentuh wanita yang pernah di tolongnya. Dulu ia menolong Sherly adalah karena wanita itu lemah dan dianiaya suaminya. tapi sekarang wanita ini menjelma menjadi wanita sexy yang berani dan menawarinya untuk bercinta.


"Emh... Sherly, kau bilang kau akan menikah beberapa bulan lagi... emh kenapa tidak kau berikan saja pada suamimu itu dan katakan yang sejujurnya padanya, " Handoyo berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan ia mengalihkan pandangannya ke arah lain agar dirinya tidak khilaf dan menerjang wanita itu.


"Mas Handoyo, aku merasa suamiku tidak perlu tahu bahwa tubuhku ini adalah hasil operasi dan terlihat mulus, aku ingin kau membantuku, apakah sama rasa dan tingkat kekenyalannya dengan tubuh yang asli, bukan hasil operasi, bisakah kau menolongku dan memberitahuku bedanya? " Tolonglah aku...untuk memberitahukan pendapatmu dan mau melakukannya denganku!"


Sherly yang langsung mengambil tangan kanan Handoyo dan meletakkan dari ujung pundaknya dan mengerakkan tangan pria itu turun dari pundak kirinya lalu miring menuruni  hingga ke bawah dan berakhir di perutnya yang pernah kena tebas dan terluka parah.


"Apakah kamu merasakannya sama ? Apakah terasa bekas jahitannya, mas Handoyo?" Bujuk Sherly pelan.


Handoyo akhirnya menatap tubuh yang hampir telanjang itu. Disentuhnya ulang bagian tubuh itu. Ia menggeleng dan berkata ," rasanya tidak ada bekas luka, seperti asli ko Sherly," Jawab Handoyo yang mulai memerah dan swdit tidak nyaman.


Sherly memperhatikan reaksi pria itu dan ia berjinjit lalu mencium pria itu dengan pelan dan pria itu menutup matanya dan menikmati perlakuan Sherly selama beberapa saat.


Tanpa disadari Handoyo dirinya masuk ke dalam perangkap Sherly. Handoyopun terlena. Kelihaian Sherly yang menggodanya membakar hasrat kelaki-lakian Handoyo yang memang sudah lama tidak tersalurkan.


Di Sofa ruang tamu itu, nafas mereka menderu dan sentuhan dari Sherly membuat Handoyo menghentak ke dalam tubuh Sherly berulang kali dengan menembus segala batas buatan dokter tentang selapur dara.


"Maafkan aku, Sherly... aku melakukannya... aku yang mengambilnya... aku khilaf.. aku tidak.. "ucapan itu terpotong


"Apakah rasanya sama dengan yang asli?"


"Sama


"terimakasih mas Han... maukah kamu temani aku malam ini ya!" Bujuknya pelan dan Handoyo hanya mengangguk dan melanjutkan kembali aktifitas mereka di kamar milik Sherly.


*****

__ADS_1


Happy Reading Guys...


Terimakasih telah membacanya dan bolehkah teman tinggalkan jejak disini? Thanks a lot!


__ADS_2